Di Colombia, Malam Pertama Pengantin Harus Disaksikan Ortu

16 Mei 2016
18871 kali dibaca
ilustrasi ilustrasi

ADAT istiadat warga di Cali, Colombia ini boleh dikatakan sangat dipegang teguh pasangan suami istri dan orang tua pengantin. Betapa tidak, untuk memastikan pengantin wanita masih perawan, orang tua kedua mempelai menjadi saksi saat berhubungan badan di malam pertama. 

Selain itu, di sana hubungan suami dan istri harus terikat dengan pernikahan dan adat. Jika ada yang melanggar, maka suami maupun keluarga akan mengucilkannya.

Bahkan si suami bakal menceraikan istrinya. Karena itu, biasanya ada kesepakatan berupa keterbukaan antara suami dan istri sebelum menikah. Namun, hal itu dilanggar WNI sebut saja Sephia yang menikah dengan Donwori asal Colombia.

“Salah saya itu tidak jujur sama suami. Saya kan kerja sebagai marketing hotel. Pacaran dengan gaya begitu (berhubungan badan sebelum menikah, Red) sudah biasa. Mayoritas pacar saya bule,” kata Sephia (31).

Tampil dengan kostum simpel. Atasan kaus putih dan celana jins, Sephia mengajukan gugatan cerai dengan bantuan salah satu pengacara yang kantornya di depan kantor Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya.

Rencananya, gugatan akan diajukan di Pengadilan Negeri karena keduanya beda negara dan agama. Sephia tidak sanggup lagi hidup bersama dengan suami dan mertuanya di Kolombia. Sephia pun memilih balik kampung ke Surabaya dan memulai lagi karir sebagai marketing.

Kejujuran dan kebudayaanlah yang membuat Sephia tak betah dan mengajukan gugatan cerai. Sephia yang mengenal suaminya, sebut Donwori (38) di salah satu hotel berbintang.
Kemudian sepakat untuk menjalin hubungan lebih serius. Sephia mengaku mulanya tertarik dengan Donwori karena dia bule dan ganteng. Jadi pasti bisa diajak kencan dengan sebebas-bebasnya.

Tidak tahunya, justru karakter Donwori yang diam dan baik malah anti dengan kehidupan bebas. Meski demikian, Donwori yang merupakan asli wong Latin itu lebih romantis dari pacar bule-bule sebelumnya.

Tak heran, ketika Donwori menyatakan cinta dan ingin menikahinya, Sephia fun-fun saja. Sephia juga langsung meminta surat pernyataan duta besar untuk menikah di negeri Colombia.

“Saya mikirnya budayanya sama dengan Eropa dan Amerika. Tapi, setelah akad di sana (Kolombia,Red), ibu mertua bilang ingin menyaksikan ML saya dan suami,” kata wanita asal Gunung Sari tersebut. Keruan saja, Sephia langsung shock dan kaget mendengarkan pernyataan mertua perempuan.

Donwori pun baru memberitahukan budaya di keluarganya itu pasca menikah. Pertama, wanita itu hanya boleh berhubungan badan dengan suaminya. Untuk membuktikan itu, terkadang orang tua menonton hubungan badan anak dan mantunya.

“Malu saya dilihat. Ya saya praktik (melakukan hubungan seks, Red) sesuai pengalaman sayalah. Lha kok malah keesokan harinya, mertua dan suami sikapnya sinis sama saya,” jelas dia.

Bertahun-tahun, Donwori diam dan tidak memberikan jawaban atas sikap dia dan keluarga. Sephia baru mengetahuinya ketika bertengkar dengan Downwori.

“Suami bilang, dari ML pertama saya terlalu berpengalaman. Itu membuktikan kalau saya tidak perawan. Makanya mereka merendahkan saya,” jelas Sephia.

Malu dan super malu mendengar pernyataan Donwori. Saking kesalnya hingga Sephia mengancam kembali ke Indonesia.

“Malunya sih ke mertua. Soalnya meski mertua tahu saya tidak perawan, tapi mertua masih bersikap baik. Ya paling... cueknya itu yang bikin sakit hati. Saya merasa bersalah saja sama keluarga suami, makanya saya memilih berpisah,” pungkas dia. (umi hany/no)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca