Teken Kontrak LRT Palembang

17 Feb 2017
39 kali dibaca
Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: JPNN Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: JPNN

JAKARTA - Adendum kontrak pembangunan LRT Palembang, kemarin (16/2), akhirnya ditandatangani. Penandatanganan dilakukan pejabat pembuat komitmen pembangunan kereta api/LRT Suranti dengan Kepala Divisi 1 PT Waskita Karya Tbk Joko Herwanto. Penandatanganan yang dilakukan di ruang Majapahit, Gedung Karsa Kementerian Perhubungan (Kemenhub), itu disaksikan Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono.
Dalam adendum itu ada perubahan nilai kontrak dari kesepakatan sebelumnya. Jika sebelumnya disepakati Rp12,5 triliun, maka dalam kontrak hanya tertera Rp10,9 triliun. Suranto menjelaskan, ada beberapa evaluasi yang dilakukan terkait biaya itu. Hasil tersebut sudah disetujui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. “Menteri Perhubungan sudah menyetujui hasil evaluasi sehingga sudah efektif. Karena ada perbedaan nilai, kontrak kita amandemen dengan hasil evaluasi dari konsultan Rp10,9 triliun,” tuturnya kemarin.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono menambahkan, pengurangan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi konsultan SMECInternational Pty Ltd yang ditunjuk pada 14 Oktober 2016 lalu. Nilai adendum itu pun masih dimungkinkan berubah. “Tambah kurang sesuai prestasi atau kondisi di lapangan. Besaran nilai pembayarannya dilakukan setelah mendapat verifikasi dari BPKP,” ujarnya.
Pembangunan LRT Palembang akan secara penuh dibiayai APBN. Pembayaran dilakukan saat pembangunan konstruksi selesai pada 2018. Bila pembayaran dilakukan lewat dari tenggat waktu yang ditentukan, pemerintah akan dikenakan bunga 5 persen. “Artinya, apabila pembayaran lebih dari 2018 ada konsekuensi bunga yang akan dibayarkan pemerintah,” jelasnya.
Seperti diwartakan, pembangunan LRT Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) telah dilakukan sejak 21 Oktober 2015. Pembangunan ruas sepanjang 23,4 km dan menggunakan lebar jalur 1.067 mm itu ditargetkan selesai pada 30 Juni 2018. Lingkup pembangunan terdiri dari sebagian besar jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi (termasuk 9 gardu listrik), dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing 3 kereta. Adapun masing-masing kapasitas kereta 180-250 penumpang.
Dengan pembangunan LRT itu, diharapkan dapat meningkatkan transportasi perkotaan melalui percepatan waktu tempuh, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan keselamatan transportasi di Sumatera Selatan. (mia/oki/ce1)

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca