Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

MUSI RAWAS-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) klaim sudah melepaskan lima desa dari 12 desa yang menyandang predikat sangat tertinggal di 2017. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mura, Suharto Patih menegaskan tinggal tujuh desa lagi yang harus mereka garap.

"Kita tidak mengandalkan data BPS, kita ada tim sendiri untuk melakukan survei, saat ini Desa tertinggal di Kabupaten Musi Rawas hanya tersisatujuh desa lagi, sementara lima desa lainnya sudah lepas dari kategori tertinggal," katanya usai menghadiri acara Musrembang di gedung serbaguna Bagasraya, Yadika, Kamis (23/3).

Suharto Patih menuturkan, Kabupaten Mura masih masuk dalam kategori tertinggal bersama wilayah Kabupaten Muratara. Disinggung mengenai sistematis serta program apa yang sudah dilaksanakan pemerintah secara konkret untuk melepaskan diri dari predikat daerah tertinggal.

Bappeda Mura menyatakan, program yang dilaksanakan pemerintah daerah sejurus dengan visi dan misi bupati Mura. "Semua program di bahas dalam Musrembang, jadi langkah apa yang akan dipersiapan sudah kita rencanakan agar lepas dari predikat daerah tertinggal," tutupnya singkat.  (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).    

MUARADUA – Ketentuan Satu Desa Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak April mendatang, masih berpeluang bisa bertambah. Terutama di desa-desa tertentu yang tidak memungkinkan cukup hanya dengan satu TPS saja.

Kemungkinan bertambahnya TPS di satu desa menjadi dua TPS, terungkap dalam rapat Komisi I DPRD bersama mitra kerja. Dihadiri Dinas PMPD, Kesbangpol dan Polres OKU Selatan. Artinya dari 82 TPS yang sudah dipersiapkan di setiap desa penyelenggara Pilkades, jumlah tersebut masih bisa berubah.

“Usai rapat ini kami DPRD meminta ke Dinas PMPD OKU Selatan agar melapor ke Bupati untuk penambahan TPS, terutama di desa-desa yang benar-benar membutuhkan. Jika diperlukan siap dilibatkan untuk Sidak lapangan melihat langsung kondisi desa yang benar-benar membutuhkan penambahan TPS,” lugas Anggota Komisi I Drs A Cipto BM

Selain rencana penambahan TPS, menjadi kesimpulan rapat Komisi I bersama mitra kerja di ruang Komisi I DPRD OKU Selatan. Yakni, pemetaan daerah rawan pilkades yang diserakan ke Polres OKU Selatan. Penegasan bahwa setiap bentuk pelanggaran menyangkut pelaksanaan Pilkades di luar ketentuan Perda tentang Pilkades, menjadi kewenangan kepolisian Polres OKU Selatan.
Juga persetujuan pembuatan seraga panitia desa jika memungkinkan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PENDOPO - Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel mendadak geger, lantaran ditemukannya sesosok pria yang belakangan diketahui bernama Ir (32), warga Kampung IV, Desa Air Itam Barat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan tubuh penuh luka bacokan senjata tajam (sajam).

Informasi yang berhasil dihimpun sumeks.co.id, penemuan mayat pertama kali diketahui warga setempat, Rabu (15/3) sekitar pukul 17.28 WIB, di sekitar rawa-rawa aliran Terusan Toman, tepian jalan Desa Air Itam menuju Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

Berawal saat keluarga korban melakukan pencarian terhadap keberadaan Ir, yang keluar rumah Selasa (14/3) sekitar pukul 22.00 WIB, tidak kunjung pulang. Namun, salah satu warga setempat sempat melihat korban melintas menggunakan sepeda motornya seorang diri mengarah ke lokasi kejadian. Disanalah, warga beramai-ramai melakukan penelusuran dan akhirnya menemukan sepeda motor korban terparkir di tepian jalan.

Lalu, wargapun melihat bercak-bercak darah yang berentetan hingga 50 meter menuju rawa-rawa tersebut. Benar saja setelah dicek, terlihat sesosok mayat yang ternyata adalah korban Ir Semadi (32).

Salah satu warga setempat mengatakan, informasinya korban yang bekerja di perusahaan ini memang sempat ditelepon seseorang, hingga membuatnya langsung keluar rumah. Kemudian, keluarga menghubungginya melalui ponsel, justru tidak aktif-aktif hingga ditemukan sudah tewas mengenaskan.

"‎Setelah diangkat mayat korban bersama petugas kepolisian, lalu dibawa ke Puskesmas Air Itam untuk dilakukan visum. Kalau saya lihat tadi banyak luka bacokan pak. Kemungkinan korban dikeroyok, lalu korban lari ke arah rawa-rama. Karena posisi mayatnya tadi ditemukan sedang berdiri," ujarnya.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK, melalui Kapolsek Penukal AKP Deni NS mengatakan bahwa korban tewas akibat dibunuh oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam. Karena, dibeberapa tubuh korban banyak ditemukan luka bacokan‎. Sementara, heandphone korban hingga kini tidak kita temukan."Ini merupakan korban pembunuhan. Karena, luka bacok terlihat di bagian wajah, kepala dan pundak. Sedangkan ada beberapa luka tusuk terutama di bagian leher belakang. Saat ini kita sudah kerahkan semua anggota untuk melakukan pengejaran terhadap pelakunya," jelasnya. (ebi)

MUARADUA – Kasus perampokan di OKU Selatan memang kerap terjadi di beberapa wilayah yang dianggap rawan. Ada satu kecamatan yang setiap tahunnya kerap terjadi kasus perampokan besar yakni dikecamatan Buay Pemaca.

Wilayah ini dianggap paling rawan aksi kriminalitas karena wilayah yang berhubungan langsung dengan Kabupaten OKU Timur, dan Kabupaten Way Kanan Lampung. Wilayah ini menjadi pintu masuk kawanan pelaku kejahatan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Dra NI Ketut Widayana Sulandari melalui Kepala bagian Oprasional Kompol Hasbullah H mengatakan, untuk mencegah terjadinya tindakan Curas di wilayah Buay Pemaca, saat ini pihaknya sudah mendirikan pos pol di Desa Tanjung Durian.

“Dahulunya wilayah itu memang cukup luas dan jauh dari jangkauan Polsek sementara wilayah itu berbatasan langsung dengan Kabupaten tetangga dan pintu masuk para pelaku kejahatan seperti dari daerah tetangga OKU TImur, namun sejak ada Pospol wilayah itu realtif aman saat ini,”kata Hasbullah.

Dikatakan di wilayah OKU Selatan ada beberapa kecamatan yang juga tergolong rawan kejahatan curas seperti Muaradua Kisam, Warkuk Ranau Selatan, Kecamatan Kisam Tinggi, Buay Runjung, Buay Sandang Aji, Simpang, Buay Rawan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (10/3). 

 

LUBUKLINGGAU - Sebanyak 24 relawan tenaga pengajar yang tergabung dalam kelas inspirasi Lubuklinggau, Senin (6/3) disebar ke sejumlah desa untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kabupaten Mura.

Ke-24 relawan tenaga pengajar tersebut tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi kepada pelajar SD. Mereka telah melalui proses seleksi pendaftaran via online dan dibagi menjadi 4 tim, satu tim masing-masing berisi 6 orang. Tak hanya  itu, relawan tenaga pengajar berasal dari berbagai profesi diantaranya bidan, perawat, guru, pengusaha, mahasiswa dan dosen.

"Pembagian tim telah dilakukan saat briefing relawan dua hari sebelum turun ke sekolah-sekolah," kata ketua kelas inspirasi Lubuklinggau, Melissa.

Dijelaskannya, tim pertama beranggotakan 6 relawan pengajar, dua fasilitator dan satu dokumentator ditugaskan ke SD Negeri Suko Rejo. Lalu tim kedua ke SDN Suka Cinta, tim ketiga ke SDN Sumber Harta dan tim ke empat ke SDN Jambu Rejo.

"Tim bergerak sudah sejak pagi (subuh) menuju ke SD. Mereka ikut menjadi petugas upacara bendera disekolah juga. Setelah itu mereka mengajar dan menginspirasi anak-anak untuk membangun mimpi anak-anak di Musi Rawas," bebernya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (7/3). 

 

PALEMBANG – Kodam II Sriwijaya, memilih enam daerah sebagai sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-98 Tahun 2017. “Hasil evaluasi pelaksanaan TMMD masih sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman, dalam paparan program TMMD, di Gedung Sudirman Makodam II/Swj, kemarin (3/3).
Karena itu, lanjut Sudirman, program TMMD akan tetap dilanjutkan. Karena terbukti menjadi terobosan yang efektif, efisien dan produktif dalam akselerasi pembangunan, khususnya di daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir. ”Menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita semua untuk bersama-sama mensukseskannya,” tegasnya.
TMMD kali ini tetap dititik beratkan pada sasaran fisik dan sasaran non fisik. Adapun sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana di daerah pedesaan sedangkan sasaran non fisik yaitu berupa penyuluhan-penyuluhan berupa , penyuluhan pertanian, bela negara, agama, hukum. Termasuk kegiatan sosial seperti khitanan massal dan pelayanan KB kesehatan.
Enam wilayah yang melaksanakan TMMD itu, Korem 041/Gamas dan Kodim 0409/Rejang Lebong di Kelurahan Durian Depun, Desa Pulogeto dan Desa Pungguk Meranti Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahang. Korem 042/Gapu dan Kodim 0419/Tanjab akan dilaksanakan di Desa Muara Seberang, Kuala Baru dan Desa Tungkai IV, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjab Barat.
Selanjutnya Korem 043/Gatam dan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, akan dilaksanakan di Desa Sukarame II, Kecamatan Teluk Betung Barat Kabupaten Bandar Lampung. Kodim 0427/Way Kanan, di laksanakan di Juku Batu Banjit Kabupaten Way Kanan. Sementara, Korem 044/Gapo dan Kodim 0418/Palembang, akan melaksanakan di Bukit Baru Kecamatan Ilir barat I dan Pulokerto Kecamatan Gandus, Kota Palembang
Sedangkan Korem 045/Gaya dan Kodim 0413/Bangka, dilaksanakan di Desa Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. “Diharapkan kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses serta mencapai sasaran yang diharapkan, baik sasaran fisik maupun nonfisik,” kata Sudirman, didampingi Kasdam II/Swj Brigjen TNI Marga Taufiq, serta pejabat kodam lainnya. (bis/air)

 

PALEMBANG - Tim satgas melakukan memetakan daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hasilnya, ada 150 desa rawan. Sedangkan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ada 60 desa yang sangat rawan.
Hal tersebut diungkapkan Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam, Bambang Sugeng usai rapat koordinasi (rakor) dengan tim satgas Karhutla di Griya Agung, kemarin (2/3). “Daerah yang rapat ini sudah menyiapkan personil ekstra untuk penangganan,” katanya.
Menurut dia, daerah rawan tersebut tersebar di empat daerah. yakni Muba, Banyuasin, OKI dan Ogan Ilir (OI). Karena daerah tersebut berada di daerah sumber mineral. Disamping juga untuk daerah mineral yang rawan seperti PALI dan Muara Enim. “Semua harus diantisipasi sejak awal. Karena berdasarkan ramalan BMKG, cuaca lebih ekstrim dibandingkan 2016, tapi lebih baik dari 2015,” ucapnya.
Soal anggaran, Bambang memastikan tidak ada kendala. Tahun lalu memang ada kendala. Sebab gubernur mengira bahwa Pemendagri No.21 Tahun 2011, dimana menggunakan anggaran terkendala pada Pasal 162 ayat 8 A, B dan C yang menyebut anggaran dapat digunakan jika ada pernyataan tanggap darurat.
Sebelum itu, ungkap Bambang, anggaran tidak bisa digunakan untuk pencegahan. ”Padahal, pada Pasal 162 ayat 1 sampai 7 diperbolehkan untuk pencegahan. Sehingga anggaran antisipasi tidak ada kendala,” sebutnya. Terkait anggaran tahun ini, ia mengakui ada perubahan. Mengenai besarannya, dirinya tidak tahu. ”Kalau itu tanya kementerian keuangan,” ucapnya.
Terkait penegakan hukum, sebut dia, juga menjadi perhatian. Karena banyak tidak mendapatkan dukungan dan tidak memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka. Penyebabnya ada perbedaan persepsi antara administrsi dan lapangan akan ditertibkan. Nantinya akan disamakan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan, sehingga penegakan hukum dapat dilakukan,” tegasnya.
Disamping itu, perlu diwaspadai aktifitas masyarakat menghadapi karhutla. Yang penting, keberhasilan pencegahan karhutla tahun ini akan memberikan warna pada pelaksanaan Asian Games 2018. ”Intinya pada rapat hari ini (kemarin, 2/3, red) untuk melihat arahan pak presiden dan pak menteri Menkopolhukam. Hasilnya sudah dilaksanakan, tinggal kontrol pelaksanaannya,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, pada rakor tersebut membahas upaya pencegahan dan pencegahan Karhutla. Diperkirakan kondisi cuaca khusus wilayah Sumsel tahun ini musim kemarau lebih panjang. ”Jadi langkah antisipasi harus dilaksanakan dengan baik,” sebutnya.
Sedangkan Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kol Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, di seluruh wilayah Sumsel terdapat 483 Posko Karhutla. ”Sudah dipetakan, tahun ini sekitar 150 lebih desa rawan karhutla meliputi Kabupaten OKI, OI, Banyuasin dan OKU Timur,” katanya.
Hadir dalam rapat ini Ketua Tim Kemenko Polhukam Asdep 4/V Kamtibmas Kemenko Polhukam Drs. Bambang Sugeng SH MH, Danrem 044 Gapo yang juga Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kol Inf Kunto Arief Wibowo, SKPD dan stake holder terkait lainnya dil ingkungan Pemprov Sumsel. (yun)

 

MURATARA-Tiga desa di wilayah Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara‎, mengawali bencana banjir luapan Sungai Rawas di Daerah Otonomi Baru (DOB). Warga mengaku cemas karena banjir datang secara tiba-tiba dan sampai saat ini ketinggian air masih terus mengalami peningkatan.

‎Warga di tiga Desa di Kecamatan Rawas Ilir seperti Desa Mandi Angin, Bingin Teluk, dan Desa Bingin Makmur II, sampai saat ini disibukkan dengan aktivitas menyelamatkan perabotan rumah tangga. Warga mulai mengangkut televisi, kendaraan bermotor, dan peralatan elektronik lainnya ke tempat lebih aman, pasalnya ketinggian air yang menggenangi pemukiman mereka terus mengalami peningkatan.

"Banjirnya semalam sekitar 01.00 WIB, tapi ketinggian air baru setengah meter. Tapi sejak pagi tadi turus mengalami peningkatan sampai 1 meter. Kami sedang siap-siap memindahkan barang-barang agar tidak terendam banjir, ini banjir perdana di 2017," kata Basri warga Rawas Ilir yang sempat dihubungi, Kamis (2/3).

Menurut warga, ketinggian air diprediksi akan terus mengalami peningkatan, karena aliran banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Rawas Ilir merupakan banjir luapan, akibat kiriman luapan sungai dari hulu sungai. Kondisi ini semakin membuat masyarakat cemas, karena banjir sering datang secara mendadak. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (3/3). 

BAYUNG LENCIR - Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Bayung Lencir, Muba yakni Desa Pangkalan Bayat, Bayat Ilir dan Pagar Desa sejak Sabtu (25/2) dinihari kian meninggi. Hingga kini, di beberapa titik sudah mencapai ketinggian 2 meter, sejumlah rumah hanya terlihat bagian atapnya saja.

Sedikitnya ratusan rumah dan kepala keluarga yang terkena banjir, kesemuanya di sekitar bantaran sungai. Di Desa Bayat Ilir ada 70 rumah terendam, sekitar 20 rumah tidak dapat ditempati karena seluruhnya terendam. Di Desa Pagar Desa ada 30 rumah terendam, terparah di Desa Pangkalan Bayat dari 45 kepala keluarga yang terkena banjir, nyaris seluruhnya terpaksa mengungsi karena rumah mereka seluruhnya terendam. "Datangnya banjir tiba-tiba, apalagi malam saat sedang tidur. Jadi hampir sebagian warga tidak bisa menyelamatkan lagi barang-barangnya, cuma sempat menyelamatkan badan saja, untung tidak ada korban," kata Kades Bayat Ilir, Urwan Dinata.

Kondisi terakhir, kata dia, air makin tinggi. Jika Sabtu (25/2) mencapai 0,5-1,5 meter, kemarin mencapai 2 meter dan kondisi terus naik. Pria yang kerap dipanggil Nata tersebut berharap air tidak naik lagi, apalagi kemarin tidak hujan, hingga limpahan air dari hulu sungai seperti hulu Sungai Bayat, Berau hingga Sungai Lalan tidak makin banyak."Banjir karena kiriman air dari daerah hulu, penyebab karena hujan tinggi. Ditambah daerah hulu memang banyak perambahan, daerah hutan HTI banyak seperti pakerin yang sudah dirambah warga," tukasnya.

Warganya masih mengungsi ke rumah warga yang lebih tinggi atau ke daerah darat. Untuk makan masih menumpang dengan tetangga atau kerabat, bahkan warga tidak menempati tenda darurat yang sudah didirikan BPBD Muba. Hanya yang dibutuhkan saat ini bantuan logistik serta perahu karet. "Justru yang paling kasihan di Desa Pangkalan Bayat, warga tinggal di tenda desa, di polindes, masjid serta ada yang di jalan seperti di atas jembatan. Bantuan tenda ke sana belum bisa masuk, karena tingginya banjir, di sana perlu adanya dapur umum," tukas Nata.

Saat ini aktivitas terutama di Desa Pangkalan Bayat masih lumpuh. "Itu dia kita minta agar segera dikirim perahu karet, supaya warga bisa beraktivitas lagi, yang mau sekolah bisa lewat. Bantuan juga bisa masuk," harapnya.

Camat Bayung Lencir Alamsyah Rianda mengatakan pihaknya segera melakukan langkah, bahkan tadi malam digelar rapat bersama Pj Bupati Muba untuk mengambil langkah. "Nanti akan disiapkan segera bantuannya," janjinya.


Saat ini kata Alamsyah difokuskan untuk penanganan darurat terlebih dahulu. Ke depan akan diupayakan untuk mengambil langkah antisipasi. "Memang yang terendam kebanyakan rumah yang rendah, kita akan mencoba untuk meminta agar rumah di panggung. Karena kalau relokasi, terkait pengadaan lahan dan lainnya," kata Alamsyah.

Selain itu diusulkan untuk membuat sodetan sungai, seperti di Desa Pangkalan Bayat. "Karena kalau kita lihat bentuk sungai melingkar, jadi air ke arah pemukiman, kalau dibuat sodetan atau parit besar bisa lebih lancar," ujar mantan Camat Keluang ini.


Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba sendiri sudah terjun ke lokasi banjir. Petugas membantu proses evakuasi serta membantu mendirikan tenda darurat. "Banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Batang Hari meluap,"tukasnya.(kur/lia/ce4)

MUARA BELITI - Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura), kembali terisolir. Warga mengaku tidak bisa menjual hasil perkebunan selama sepekan terakhir, lantaran akses jalan penghubung desa berkubang lumpur. 

Fauzi (30), warga Desa Sembatu Jaya, mengaku miris melihat kondisi pemukiman mereka. Pasalnya, sejak meningkatnya intensitas curah hujan dalam sepekan terakhir mengakibatkan perekonomian masyarakat yang mayoritas petani karet ini lumpuh.

"Kemarin masih bisa jalan, tapi karena hujan deras sekarang mobil tidak bisa masuk. Jalannya berubah jadi lumpur dan berlobang dalam, jadi karet petani tidak bisa dijual keluar padahal harga karet sedang naik," kata Fauzi, Rabu (22/2).

Warga berharap, pemerintah memprioritaskan pembangunan akses jalan penghubung di desa mereka, sehingga warga tidak kesulitan untuk keluar masuk Desa.

"Sekarang kami kembali terisolir, kami tidak punya jalan lain selain lewat jalan poros desa. Kami minta pak bupati turun ke sini dan melihat langsung kondisi warga," pintanya. (cj13)

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca