MUARA BELITI - Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura), kembali terisolir. Warga mengaku tidak bisa menjual hasil perkebunan selama sepekan terakhir, lantaran akses jalan penghubung desa berkubang lumpur. 

Fauzi (30), warga Desa Sembatu Jaya, mengaku miris melihat kondisi pemukiman mereka. Pasalnya, sejak meningkatnya intensitas curah hujan dalam sepekan terakhir mengakibatkan perekonomian masyarakat yang mayoritas petani karet ini lumpuh.

"Kemarin masih bisa jalan, tapi karena hujan deras sekarang mobil tidak bisa masuk. Jalannya berubah jadi lumpur dan berlobang dalam, jadi karet petani tidak bisa dijual keluar padahal harga karet sedang naik," kata Fauzi, Rabu (22/2).

Warga berharap, pemerintah memprioritaskan pembangunan akses jalan penghubung di desa mereka, sehingga warga tidak kesulitan untuk keluar masuk Desa.

"Sekarang kami kembali terisolir, kami tidak punya jalan lain selain lewat jalan poros desa. Kami minta pak bupati turun ke sini dan melihat langsung kondisi warga," pintanya. (cj13)

PENDOPO - Warga Dusun III, Desa Suka Damai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (PALI merasa resah, lantaran kabel listrik sepanjang 2 km milik PT PLN Area Lahat Rayon Pendopo, kendor, dan nyaris menyentuh tanah selama bertahun-tahun.

Warga meminta kepada pihak terkait untuk bisa melakukan perbaikan, karena sebagian besar warga merasa khawatir akibat kendornya kabel-kabel tersebut bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

Romsah (39), warga setempat mengatakan bahwa kabel menuju desanya hanya menggunakan tiang listrik terbuat dari kayu. Bahkan, kabelnya sudah ada yang menempel di tanah dan diperkirakan ada yang telah mengelupas.

"Kita menyayangkan hingga detik ini tidak ada tindakan yang diambil. Bisa dilihat kabel listrik itu tidak ada tiang, terus kabelnyo sudah menjuntai bahkan sampe tanah. Sudah itu belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki agar tidak membahayakan warga," ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLN Pendopo Area Lahat Rayon Pendopo M Ikhsan menyatakan, ihaknya saat ini hanya bisa mengamankan agar kabel listrik tidak sampai menyentuh tanah. Untuk tindakan lebih lanjut, pihaknya sudah mengajukan usulan ke PLN Cabang Lahat, untuk membangun tiang listrik di sepanjang kabel tersebut.

"Nanti kita usulkan untuk penambahan tiangnya ke PLN Lahat. Namun, itu belum tau kapan. Karena penambahan tiang cukup banyak sekitar 20 tiang, makanya harus diusulkan dulu. Minimal saat ini kita amankan jangan sampai ke tanah seperti itu," jelasnya. (ebi)

MUARA ENIM - Aparat Polsek Lembak berhasil meringkus Junaidi (32), warga Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Senin (20/2) pukul 16.00 WIB. Petani tersebut ditangkap karena membawa senpi rakitan jenis pistol di balik pinggangnya saat melintas di jalan Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.

Penangkapan terhadap tersangka berawal dari anggota Polsek Lembak yang mendapat informasi bahwa ada laki-laki dengan ciri-ciri menggunakan sepeda motor modifikasi tanpa nopol (jambrong) di jalan Desa Alai yang membawa senjata api rakitan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Lembak menuju TKP untuk mengecek kebenaran informasi yang diperoleh. Hasilnya, petugas menemukan seorang tersangka sedang mengendarai sepeda motor yang dimaksud.

Kemudian, anggota Polsek Lembak menyetop kendaraan tersebut lalu dilakukan pemeriksaan. Di pinggang tersangka, petugas menemukan sepucuk senjata api rakitan beserta 1 butir amunisi aktif kaliber 5,56. Barang bukti tersebut kepemilikannya diakui oleh tersangka. Untuk kepentingan penyelidikan, tersangka beserta Barang Bukti diamankan di Polsek Lembak. (roz)

Baca Sumatera Ekspres Rabu (22/2)

MUARADUA – Pemkab OKU Selatan menetapkan lima desa menjadi desa binaan sadar hukum. Diantaranya Desa Pagar Dewa, Tanjung Jati, dan Pulau Beringin Utara Kecamatan Pulau Beringin.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab OKU Selatan Yusrinawati SH MT mengatakan, program desa binaan sadar hukum ini bagian dari program pemerintah pusat di Kemenkum dan HAM. “Bagi desa yang menjadi binaan desa sadar hukum, mereka akan mendapatkan SK (surat keputusan) yang dikeluakan oleh Gubernur Sumsel. Penghargaan dalam bentuk pemberian sertifikat dan plakat langsung dari Kemenkum dan HAM juga diserahkan ke desa-desa binaan,” kata Yusrina.

Dikatakannya, menjadi binaan desa sadar hukum sendiri tidak gampang. Bagian Hukum Setda OKU Selatan harus bekerja keras menerjunkan tim sebelum menetapkan desa-desa binaan. Itupun, belum bisa berhasil. Sampai akhirnya Bagian Hukum Setda OKU Selatan harus melakukan langkah lain.

“Kami harus menelusuri ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengetahui desa-desa yang masuk kategori taat hukum. Dengan cara melihat tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam membayar pajak PBB di setiap desa. Selanjutnya menetapkannya menjadi desa binaan,” ujarnya. (dwa)

MUARA ENIM - Kemacetan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Muara Enim masih sulit diuraikan. Penyebabnya adalah angkutan truk batu bara yang melintas secara konvoi. Terutama mulai pukul 19.00 saat truk batu bara tersebut mulai beroperasi. Salah satu upaya yang dilakukan Satlantas Muara Enim untuk memperlancar arus lalin adalah dengan menimbun jalan berlubang. Pasalnya, tak jarang kemacetan disebabkan karena jalan yang rusak membuat truk harus terhenti di jalan berlubang.

Salah satu titik yang ditimbun karena sering macet ialah di Jalinsum Kecamatan Ujanmas. "Sembari menunggu tindakan nyata dari instansi terkait, kami secara swadaya bersama warga melakukan upaya penimbunan jalan berlubang di Ujanmas dengan maksud bisa memperlancar arus di malam hari. Seperti yang kita ketahui kemacetan di titik ini terjadi menjelang jam 7 malam dimana angkutan batu bara beroperasi," kata Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Adik Listiyono, Minggu (12/2).

Dijelaskan Adik, kepedulian memperbaiki jalan rusak ini dibantu oleh masyarakat setempat dengan cara menambah batu krokos di perlintasan rel kereta api Desa Ujanmas, Kabupaten Muara Enim.

"Sehingga pengguna jalan menjadi nyaman dan terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Semoga kegiatan ini menjadi suri tauladan dan beguna bagi masyarakat banyak," imbuhnya. (roz)

MUARA BELITI - Sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah beserta penumpang di dalamnya, Sabtu (4/2) ketika melintas di jalan Desa U Pager Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura sekitar pukul 10.00 WIB nyungsep ke siring air irigasi dekat sawah dengan posisi terguling. Tidak diketahui dengan pasti kronologis kejadian.

Informasi yang dihimpun, mobil tersebut membawa jenazah seorang warga yang meninggal dan saat itu melintas di tempat kejadian perkara (TKP) untuk dimakamkan ke wilayah Kecamatan Megang Sakti. Mobil itu di samping membawa jenazah dibelakangnya beserta seorang supir, juga ditumpangi sejumlah keluarga yang meninggal.

"Informasinya tadi pagi (4/2) antara jam 09.00 WIB dan jam 10.00 WIB," kata Juli salah seorang warga Megang Sakti yang mendapatkan informasi tersebut.

Namun untuk detail kejadian lebih lanjut, dirinya tidak tahu lebih banyak. Sepengetahuannya tidak ada korban jiwa. Mobil mengangkut jenazah warga yang rencananya akan dimakamkan di Megang Sakti. Dan kejadian itu sempat membuah heboh. Bahkan sekitar lokasi sempat ramai.

"Didalam ada penumpang sekitar orang empat," jelasnya. (wek)

PENDOPO - Demi mewujudkan pembangunan yang merata dan cepat seperti harapan dari para warganya di dalam wilayah Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat ini telah mengajukan agar dilakukan pemekaran menjadi Desa Persiapan Talang Bulang Selatan.

Kepala Desa Talang Bulang Sakirwan mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mengajukan proposal permohonan pemekaran desanya itu, ke Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten PALI, sejak dua bulan lalu. Dengan harapan bisa segera diproses.

"Memang sudah dua bulan kita lakukan pengajuan tersebut yakni, pada November 2016 lalu. Dan hal itu sudah diketahui oleh DPRD Kabupaten PALI. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan keinginan masyarakatnya tersebut, demi meratakan pembangunan yang sedang berlangsung," kata Sakirwan.

Masyarakat sangat mengharapkan lebih cepat perkembangannya. Pasalnya, Desa Talang Bulang merupakan gerbang utama untuk menuju Kota Pendopo, Kabupaten PALI, didukung dengan jumlah masyarakatnya yang berpenduduk sekitar 6.000 jiwa. (ebi)

LAHAT - Lokasi yang berada jauh dari ibu kota Kabupaten Lahat ini belum tersentuh penerangan listrik PLN. Selama ini, warga hanya mengandalkan genset.

"Itu juga sangat terbatas," kata Kurniawan, Kades Talang Padang Tinggi, Jumat (3/2).

Saat ini, kata Kurniawan, warga desanya belum dapat menikmati inti dari kemerdekaan. Maklum, pada malam hari, suasana desa gelap gulita. Segala aktivitas warga tidak berjalan, lantaran listrik belum ada. Padahal di desa itu bermukim sekitar 500 kepala keluarga. Begitu juga warga yang bermukim di Dusun Talang Siring Panjang dan Dusun Talang Buluh, juga merasakan hal yang sama.

Diungkapkannya, pada Juni 2016 lalu, warga mendapat angin segar. Tiang listrik menuju pemukiman sudah dipasang. Warga pun mulai memasang instalasi listrik di rumahnya. "Sayangnya, istalasi sudah dipasang, tiang listrik yang sudah dipasang dicabut kembali," sambung Kades Muara Jauh, Aay Hariadi. (irw)

MUARA ENIM--Mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah desa di Kecamatan Tanjung Agung dan Semendo diminta untuk ikut menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan desa. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim H Nurul Aman SH saat melepas 81 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muara Enim di kampus tersebut, Rabu (1/2).

Lebih lanjut Nurul mengatakan, Semendo dan Tanjung Agung memiliki potensi yang yang melimpah, tidak hanya sektor pertanian,
namun juga sektor pariwisata, namun belum dimanfaatkan atau dikembangkan secara optimal.

“Ini menjadi PR buat mahasiswa yang akan terjun di masyarakat untuk menyosialisasikan berbagai potensi dan kendala yang dihadapi kepada masyarakat,”ujar Nurul.

Ketua STIT Muara Enim HM Syarnubi Ahmad mengatakan peserta KKN sebanyak 81 mahasiswa dengan pendamping lapangan dari berbagai jurusan atau fakultas. Penempatan KKN di berbagai lokasi desa di Tanjung Agung dan Semendo yang memiliki potensi sesuai dengan jurusan diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (2/2).

 

MUARA ENIM - Jalan lintas di Desa Air Asam, Kecamatan Lubai, Kabuaten Muara Enim belum tersentuh perbaikan dari Pemkab. Meminimalisir kerusakan jalan yang berlubang, beberapa warga berinisiatif menimbunnya dengan material sisa batu bata seadanya, Senin (31/1).

"Kalau mau menunggu sampai kapan mau diperbaiki. Jadi kita bergotong royong seadanya dulu menimbun jalan. Setidaknya bisa mengurangi mobil yang tepater (selip) di tengah jalan, karena jalan makin parah dan becek saat diguyur hujan deras akhir-akhir ini," kata Dedi, salah satu warga sekitar.

BKO Satlantas Polres Muara Enim Aipda Robial yang ikut membantu penimbunan jalan menambahkan, Satlantas Polres Muara Enim juga berkewajiban membantu warga sekitar menimbun jalan desa tersebut. "Kegiatan ini untuk meminimalisir kecelakaan dan kemacetan di jalan akibat jalan yang berlubang," ujarnya.

Menurut Robial, jajaran Satlantas memang sedang giat membantu perbaikan karena banyaknya pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan di Desa Air Asam. "Yang jelas tugas kita adalah untuk mencegah kecelakaan dan mengurai kemacetan di jalan," pungkasnya.(roz)

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca