KENDATI pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni kalah Pilgub DKI Jakarta pada 15 Februari lalu. Namun, secara politik, kata mantan kader PD Tri Dianto, bagi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono boleh jadi Agus tidak kalah.

"Memang kalah dalam pilgub, tapi untung secara politik. Lewat pilgub Jakarta, Agus telah diperkenalkan kepada masyarakat Jakarta dan bahkan Indonesia," ujar Tri dalam pesan elektroniknya, Minggu (19/2).

Menurut Tri, SBY telah berhasil menempatkan putranya di dunia politik. Karena itu kemungkinan akan terus terlibat dalam dunia politik, paling tidak di Partai Demokrat.

"Dugaan saya, pada pemilu 2019 nanti Agus akan disuruh jadi caleg. Pak SBY akan habis-habisan mendukung, agar Agus bisa masuk ke DPR," ucap Tri.

Selain itu, kata Tri, Presiden RI ke-6 tersebut kemungkinan juga akan merancang pada kongres partai berlambang mercy nantinya.

Sehingga kursi ketua umum diserahkan ke Agus. Bukan pada putra lainnya yang lebih dulu terjun ke dunia politik, Edhie Baskoro Yudhoyono.

"Perkiraan saya begitulah dinasti politik Cikeas dipersiapkan di Demokrat. Makanya Anas (mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum,red) dikriminalisasi. Marzuki Alie disingkirkan dan kader-kader yang bagus lainnya dibikin tak nyaman. Itulah saya kira cara Pak SBY menguasai terus Demokrat," pungkas mantan Ketua DPC PD Cilacap ini.(gir/jpnn)

JAKARTA - Sikap diam Presiden Joko Widodo yang belum mencopot Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena menyandang status terdakwa dalam kasus penistaan agama, kembali menuai aksi protes dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan Front Pembela Islam (FPI). Dua organisasi tersebut akan  menggelar aksi pada 21 Februari mendatang.

Aksi massa 212 ini akan terpusat di gedung DPR dan MPR, menuntut proses hukum secara adil terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Bamukmin menuturkan, aksi massa ini akan dilakukan dengan long march dari sejumlah titik menuju ke Gedung DPR dan MPR.

Aksi long march tersebut dilakukan karena tuntutan selama ini belum terpenuhi. ”Jadi, setelah shalat subuh, semua long march ke gedung wakil rakyat,” ujarnya.

Setidaknya, ada empat tuntutan yang diinginkan, yakni mencopot gubernur DKI Jakarta, hentikan kriminalisasi pada ulama, hentikan kriminalisasi pada mahasiswa, dan menahan pelaku penista agama.

”Selama ini kita sudah mengetahui, kalau aturannya harusnya dinonaktifkan. Sudah banyak contoh kasus kepala daerah dinonaktifkan selama menjadi terdakwa. Tapi, mengapa yang satu ini tidak,” tuturnya.

Seharusnya, permintaan semua pelapor untuk menahan Ahok itu dipenuhi, agar tidak terulang kembali penistaan agama.

”Seharusnya jaksa dan hakim lebih tegas. Jangan bermain-main dalam situasi semacam ini,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, perbuatan yang dilakukan Ahok itu sangat meresahkan. Sehingga, bila tuntutan untuk menahan diabaikan, maka aksi massa ini ingin mendesak kembali semua penegak hukum.

”Ya, kami berupaya terus komunikasi dengan penegak hukum, termasuk jaksa,” paparnya.

Untuk jumlah aksi massa, Habib Novel menjelaskan, targetnya jumlah peserta aksi tersebut mencapai 100 ribu orang.

Tentunya, diharapkan untuk semua umat bisa mengikuti kembali aksi ini. ”Ya, kami harap semua bisa kembali ikut” jelasnya.

Sementara Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menuturkan, aksi massa apapun, hendaknya dilakukan dengan tertib dan aman.

Jangan sampai terjadi aksi anarkis dalam aksi tersebut. ”Pengamanan akan dilakukan mengantisipasi kondisi yang terjadi,” ujarnya. (idr)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat mengusung pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi rebutan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga S Uno untuk memberikan dukungan pada putaran kedua Pilkada. 

Ketua Desk Pemilu DPP PKB, Bambang Susanto mengatakan partainya belum menentukan sikap apakah akan mendukung Basuki atau Anies.

"Kalau soal strategi, sampai sekarang belum dibicarakan secara teknis, baik rapat resmi maupun informal. Kami baru selesai kerja di putaran perama, meski hasilnya kurang menggembirakan. Intinya masih dalam posisi cooling down dulu," kata Bambang saat dihubungi pada Jumat (17/2).

Dia mengatakan, PKB masih akan menunggu keputusan resmi KPU terlebih dahulu. Namun tetap akan melakukan komunikasi dan penjajakan dengan kubu Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi. "Tapi kalau sudah resmi KPU memutuskan dua putaran, baru kami akan bersikap," ujarnya.

Bambang menambahkan, setelah pencoblosan 15 Februari lalu, PKB sudah didekati oleh kedua kubu meski baru sebatas informal. "Tapi apa pun perkembangannya, semua akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan partai," tandas Bambang. (fat/jpnn)

JAKARTA- Pengamat politik, Heri Budianto mengatakan suara Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup berpengaruh dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta.

Dengan suara 17 persen lebih, pengaruh SBY patut diperhitungkan di (kemungkinan) putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. "SBY harus menentukan sikap di Pilkada DKI. Kalau di Pilpres 2014, SBY tidak berpihak ke calon satu pun, untuk DKI harus ada sikap tegas dari SBY," kata Heri di Jakarta, Jumat (17/2).

‎Sikap tegas SBY untuk menentukan suara Partai Demokrat dan parpol pendukung diarahkan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno, sangat ditunggu publik.

Apalagi banyak relawan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sudah menyatakan sikap mendukung salah satu paslon.

‎"Dari pengamatan saya, aroma politik Pak SBY condong ke pasangan Anies-Sandi. Memang masih ada kesempatan dua bulan untuk melakukan pendekatan-pendekatan, tapi kemungkinan sepekan sudah ada keputusan akhirnya. Saat ini, koalisi Cikeas yang tengah terpukul atas kekalahan di Pilkada DKI masih harus melakukan recovery," paparnya. (esy/jpnn)

JAKARTA – Dari tujuh hajat pemilihan gubernur (pilgub) serentak tahun ini, DKI Jakarta yang terseksi. Hasilnya paling ditunggu publik. Sementara waktu, berdasar hitungan cepat beberapa lembaga survei, pasangan calon nomor 2, Basuki T. Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidajat, unggul.

Dukungan terhadap pasangan nomor 3 Anies Baswedan - Sandiaga Uno sebenarnya juga sangat tinggi. Sampai semalam, beberapa survei juga menunjukkan pasangan itu unggul tipis. Tetapi yang menyimpulkan begitu tidak sebanyak yang menyimpulkan Ahok–Djarot unggul.

Ketua Tim Media Pasangan Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengungkapkan, di TPS 28 Cilandak Barat, tempat Anies dan keluarganya mencoblos, suara yang diraih timnya sangat tinggi. “Mendapatkan 377 suara dari 568 suara,” ujarnya, kemarin (15/2).

Naufal menilai, kemenangan di kandang sudah terprediksi sebelumnya. Sebab Anies sejak lama kerap bercengkerama dengan masyarakat sekitar. Tak jarang, rumah mantan Mendikbud itu menjadi tempat kegiatan-kegiatan sosial. Mulai dari 17 Agustus-an sampai pelatihan-pelatihan. “Pak Anies juga pembina Karang Taruna di wilayah itu,” ujar praktisi media tersebut.

Komitmen warga sekitar memilih Anies sangat terlihat. Sejumlah warga gotong-royong membuat sejumlah spanduk dukungan terhadap pria yang pernah menjabat sebagai ketua komite etik KPK itu.
Saat mencoblos, Anies tidak sendiri. Dia ditemani istrinya, Fery Farhati Ganis dan anak sulungnya, Mutiara Baswedan. Anies dan keluarganya mencoblos di TPS 28, sekitar pukul 09.00.
Di kandang Ahok, TPS 54, 55, dan 56 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, giliran pasangan Anies – Sandi dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni kalah telak. Warga sudah memenuhi halaman sekretariat RW 16 Kelurahan Pluit sejak pagi.

Ahok merupakan pemegang hak dengan nomor DPT 146 di TPS 54. Menyusul nama putra pertamanya Nicholas Sean dengan nomor DPT 147 dan Veronica dengan nomor DPT 148. Jamuan di sana cukup menarik. Setiap tamu diperkenankan menyicipi kudapan semangkuk bakmi ayam Tenda Biru gratis. "Ini inisiatif warga gratis buat siapa saja," kata Rudi, 50, pemilik bakmi Tenda Biru.

Sejak TPS buka, Rudi tak henti-hentinya mendapat pesanan. Warga terus berdatangan. Belum lagi, sesuai orderan warga, Rudi harus menyiapkan 500 mangkok mi.
Usai makan mi dan mencoblos, banyak warga yang memilih tidak langsung pulang. Mereka ingin melihat langsung gubernur menggunakan hak suaranya. Ahok dijadwal mencoblos pukul 09.00.

Meski agak molor, warga tetap menanti. Sekitar pukul 09.37, Ahok datang bersama istri dan anaknya. Mereka jalan kaki menuju TPS yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari. Ketiganya kompak berbaju kotak-kotak dipadu dengan celana jeans dan sepatu cokelat.

Mengetahui Ahok datang, warga langsung berkerumun. Semuanya berebut untuk ber-wefie dengan Ahok. Seperti biasa, Ahok meladeni ajakan tersebut.

"Pak Ahok sendiri, Bu Vero-nya ke mana," celetuk warga yang melihat kedatangan keluarga gubernur petahana itu. Usai melihat Veronica, warga itu berkomentar lagi. "Ke salon dulu kali Bu Vero ya," ucap dia. Veronica datang dengan tampilan menarik. Wajahnya di-make up.

Usai menggunakan hak suara, ketiganya kembali harus meladeni permintaan foto. Kali itu sambil memamerkan kertas suara. Ahok mendapat kertas suara nomor 141, Nicholas Sean nomor 142, dan Veronica nomor 143.

"Saya terima kasih karena berjalan kondusif dan saya harap warga DKI berbondong-bondong datang ke TPS," kata Ahok usai memasukkan kertas suara ke dalam bilik. Dia juga meminta warga Jakarta tidak khawatir jika tidak dapat surat undangan. Sebab, dengan menggunakan KTP dan KK, siapa saja bisa menggunakan hak suara.

Sementara itu, pasangan cagub - cawagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni harus menelan pil pahit. Semua quick count menyatakan pasangan itu tak bisa melaju ke putaran dua. Bahkan Agus kalah di kandangnya sendiri.

Agus menyalurkan haknya di TPS 06, Jalan Cibeber I, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sejak pagi keadaan di sana sudah cukup ramai. Awak media sudah siap menunggu Agus keluar dari rumahnya di Jalan Cibeber I Nomor 19, Kebayoran Baru, sejak pukul 08.00. Agus dijadwal mencoblos pukul 09.00.

Warga setempat datang bergantian sehingga suasana tidak begitu padat. Tidak ada gesekan sama sekali di sana. Sekilas semua seperti saling tak memperhatikan.

Muncul dari rumahnya bersama sang istri Annisa Pohan, Agus tampak tenang dan percaya diri. Dia langsung menghampiri kerumunan awak media yang sidah menanti-nanti.
"Kami sudah berpasrah. Kami sudah berjuang lima bulan terakhir ini. Bersama rakyat terutama warga Jakarta yang menginginkan perubahan," jelas putra presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Dia mengucapkan terima kasih pada para relawan dan warga yang mendukungnya, atas perjuangan sejauh ini. "Mudah-mudahan ini menjadi tonggak sejarah bagi saja," sambung Agus.
Mengingat persaingan ketat, dia tak lupa mengimbau masyarakat untuk datang baik-baik ke TPS."Mudah-mudahan berjalan fair. Jauh dari kecurangan. Saya berharap bisa unggul," katanya.

Usai mencoblos Agus meninggalkan lokasi. Dia menyatakan akan mengunjungi rekan dan keluarga. Juga kedua orang tuanya, guna meminta doa.
Namun, harapan Agus meredup. Di kandang sendiri dia kalah oleh pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidajat. Agus hanya meraih 127 suara. Ahok - Djarot meraih 286 suara dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno 66 suara. Ada 6 surat suara tak sah. Jumlah DPT 481.

Tak sampai di situ, berbagai hasil quick count menjelang sore menyajikan data pahit bagi Agus. Tidak ada satu pun yang menyatakan Agus unggul. Bahkan di semua hitungan cepat Agus - Sylvi terbawah.
Sampai menjelang malam Agus tak tampak di publik. Di markas Demokrat, Wisma Proklamasi suasana cukup ramai setelah hitungan cepat di semua TPS beres. Namun, tidak seperti biasanya. Banyak anggota timses Agus - Sylvi yang tampak lesu.

"Aduh nyesek banget," ucap salah seorang anggota timses Agus - Sylvi kepada temannya, dalam salah satu kumpulan di Wisma Proklamasi.

Para wartawan sudah menunggu sejak magrib di depan panggung yang akan digunakan untuk jumpa pers. Jumpa pers dijadwalkan pada 20.30. Sampai berita ini ditulis Agus belum juga tampak. (riz/rya/ydh/ce2)

 

JAKARTA – Pilgub DKI 2017 dapat dipastikan berlangsung dua putaran. Berdasar, hasil hitung cepat yang diselenggarakan beberapa lembaga survei, pasangan calon (paslon) 2, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidajat unggul tipis dari paslon 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Meski demikian, komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos, belum bisa bicara banyak apakah terjadi dua putaran. Itu baru bisa diketahui jika hitung resmi oleh KPU DKI telah rampung dua sampai tiga hari kedepan. "Saya tidak bisa menjawab apakah ada putaran kedua atau tidak," ujar Betty kemarin (15/2).
Menurutnya, jika skenario putaran dua terjadi, KPU DKI telah menyiapkan matang putaran dua yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April nanti. Melihat hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, perolehan suara Ahok maupun Anies belum mampu memenuhi syarat ambang batas 50 persen plus satu.
Itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 ayat 2 disebutkan jika tidak ada paslon yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan putaran kedua. Pada putaran kedua, diikuti oleh paslon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama. Dan sudah dipastikan, suara para pemilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi rebutan.
Tim Anies Baswedan– Sandiaga Uno sudah memiliki gambaran untuk menghadapi pertarungan di putaran dua pilgub DKI. Sudah pasti pekerjaan rumahnya adalah merebut suara milik Agus – Sylvi sekitar 18 persen. Jika berhasil Anies bisa menang. Sebaliknya, jika petahana yang meraih suara tersebut, maka Anies – Sandi tumbang. ”Kami siap merangkul siapapun, termasuk Agus – Sylvi,” kata Anies ketika diwawancarai.
Yang jelas, pihaknya akan mengevaluasi pergerakan di putaran pertama, untuk menyempurnakan strategi menjalani persaingan di putaran kedua. Ketua Tim Relawan Anies – Sandi, Boy Bernadi Sadikin menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah tahu lolos ke putaran dua. Terutama mendekati partai-partai politik pengusung Agus – Sylvi.
Dia menyatakan beberapa yang akan diajak berkoalisi sebenarnya memiliki pandangan serupa soal Jakarta ke depan. ”Bagaimana membuat Jakarta maju, menjadi tempat yang nyaman bagi warganya,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta segenap kader partainya segera bersiap untuk berjuang kembali, menjalani persaiangan di putaran dua. ”Kami bersiap kembali kalau putaran kedua berjalan sehingga Jakarta nanti benar-benar yang pada kenyatannya bisa mnghasilkan kerja," kata Megawati di rumahnya di Jalan Kebagusan Dalam IV.
Sesuai jadwal Pilgub DKI Jakarta, putaran kedua itu akan bergulir mulai awal Maret. Kampanye direncanakan pada pekan kedua dan ketiga April. Sedangkan hari pemungutan suara dijadwalkan pada 19 April.
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah malang melintang di dunia politik dan pemerintah punya analisis menarik terkait perebutan suara di putaran kedua. Mantan ketua umum Partai Golkar itu menuturkan dalam pemilihan kepala daerah peran partai tidak terlalu besar. Justru yang punya peran lebih dominan adalah figur personal para calon.

”Partai itu lebih banyak kepada dukungan pertama. Tapi begitu dia (calon, red) sudah di dalam kampanyenya itu sangat personal,” ujar JK di sela-sela memantau hasil hitung cepat di rumah dinas dia di Jalan Diponegoro Jakarta, kemarin (15/2).
Para pemilih akan memeriksa dengan cermat rekam jejak para calon untuk mendapatkan profil terbaik. Mulai dari apa saja yang telah dikerjakan hingga prestasi yang diraih. ”Orang sudah lupa apa pendukung partai apa,” imbuh JK.
JK yang juga pernah beradu dalam pemilihan presiden pada 2009 mengungkapkan para pemilih sejatinya sudah punya calon sendiri. Kecenderungannya para pemilih itu tidak gampang goyah memilih calon lain pada putaran kedua. ”Karena kalau pilih katakanlah Agus, tetap Agus. Kalau pilih Ahok yang kedua pilih Ahok juga, Anies juga begitu,” tegas dia.
Nah, yang akan membuat putaran kedua menjadi menarik adalah perebutan suara Agus yang diperkirakan bisa mencapai 20 persen. Perebutan itu akan memastikan siapa calon yang bakal duduk di kursi gubernur DKI Jakarta. ”Itu yang menentukan,” jelas JK.
Komaruddin Hidayat, akademisi dari UIN Jakarta, menuturkan semua tim sukses tentu sudah punya peta politik yang lebih jelas setelah pencoblosan kemarin. Hasil suara di masing-masing TPS telah berada di tangan dan bisa menjadi dasar menyusun strategi pada putaran kedua. ”Setelah pencoblosan punya peta yang lebih otentik. Wilayah yang masih baru diperkuat, yang sudah jelas dipertahankan,” kata dia kemarin.
Kontestan yang hanya dua pasangan calon diharapkan tidak membuat situasi lebih memanas. Komaruddin berharap para elit politik mempertontonkan strategi-strategi yang elegan dan cerdas. ”Jangan sampai putaran kedua itu suasana malah jadi buruk. Sebab, kalu dua (pasangan calon, red) head to head itu panas. Sebagaimana waktu pilpres,” ujar dia.
Sedangkan peta partai politik masih belum bisa dipredisikan dengan tepat. Meskipun sedang ada perseteruan yang melibatkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang merasa didholimi pemerintah. Saat ini, pemerintah didukung penuh oleh PDI Perjuangan yang juga pengusung Ahok-Djarot. Nama SBY juga pernah disinggung memengaruhi fatwa MUI oleh Ahok dan tim kuasa hukumnya dalam sidang ke-8 kasus penistaan agama.
Selain Partai Demokrat, Agus-Sylvi yang hampir pasti tidak lolos putaran kedua juga didukung PKB, PPP, dan PAN. Tiga partai itu kini lebih condong kepada pemerintah. Mengenai peta partai politik itu, Komarudin menuturkan semaunya masih sangat dinamis. Bahkan, bisa jadi parpol itu membebaskan kader-kadernya khusus untuk Pilkada DKI Jakarta. ”Masih teka-teki. Semuanya serba mungkin,” kata dia. (riz/ydh/jun)

 

JAKARTA- Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana telah menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada DKI Jakarta, di TPS IV Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).

Presiden datang ke TPS pada pukul 10.00 WIB. Dia bersama Ibu Iriana langsung memasuki TPS yang dijaga ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Tak lama menunggu giliran, nama keduanya secara berurutan dengan nomor DPT 269-270, dipanggil oleh petugas KPPS yang mengenakan baju khas Jawa dan blankon.

Secara bergantian, Jokowi dan Iriana lansung menuju bilik suara di bagian pojok dalam TPS dan mencoblos. Sebelum meninggalkan lokasi pencoblosan, Presiden Jokowi sempat menyampaikan pesan kepada masyarakat yang melaksanakan Pilkada serentak.

"Saya berharap Pilkada tidak hanya di DKI, di seluruh Indonesia berjalan dengan penuh kegembiraan, karena pilkada adalah pesta demokasi rakyat. Jangan sampai perbedaan pilihan politik memecah kita, memecah persatuan kita," kata Jokowi.

Dia pun setelah momen Pilkada serentak selesai dan pemenangnya diumumkan KPUD masing-masing daerah, seluruh elemen masyarakat bisa kembali bersatu.

"Kita harapkan semuanya bisa kembali setelah pilkada ini sebagai saudara, semuanya menjaga persatuan dan kesatuan," pungkas Jokowi. Dia kemudian langsung meninggalkan TPS.(fat/jpnn)

JAKARTA – Optimisme tergambar dalam setiap pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta. Meski ada yang sesumbar bisa menang satu putaran, semuanya realistis Pilgub DKI Jakarta 2017 bakal berlangsung dua putaran. Itu berarti ada satu pasangan calon (paslon) yang gugur.
Hasil survei tiga lembaga konsisten dengan sebelumnya. LSI memang agak berbeda dengan menempatkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (AHY-Silvy) sebagai pemenang dengan elektabilitas 30,9 persen (selengkapnya lihat grafis). Namun, selain selisihnya dengan paslon lain masih dalam rentang margin error, tren yang tergambar pun sama.
Yakni, elektabilitas pasangan AHY-Sylvi yang sempat meroket pada November–Desember 2016 justru menukik di saat-saat terakhir menjelang hari H. Itu konsisten dengan hasil dua lembaga survei yang lain. Ketika dua paslon lain punya tren naik, justru pasangan nomor urut 1 tersebut malah turun.
Burhanuddin Muhtadi, direktur Indikator Politik Indonesia, menyatakan bahwa AHY-Sylvi dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) berebut ceruk elektoral yang sama. ”Hubungannya antagonistis (saling memakan, Red),” ucapnya.
Hanya, dalam pertarungan politiknya, tim paslon nomor 1 kerap ”bertarung” dengan paslon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Itulah kira-kira yang membuat tren kenaikan Anies-Sandi (pasangan nomor 3) paling tinggi.
Pengamat politik Puthut Eko Aryanto bahkan berani mengeluarkan prediksi. Yaitu, yang hampir pasti lolos ke putaran kedua adalah pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. ”Ahok-Djarot sekitar 42 persen, sedangkan Anies-Sandi 37 persen,” yakinnya. Pasangan AHY-Sylvi sendiri tercecer dengan hanya meraup 20-an persen suara.
Namun, prediksi banyak pengamat tersebut tak lantas membuat pasangan AHY-Sylvi pesimistis. ”Hasil survei dan prediksi tidak memengaruhi kerja-kerja tim,” kata Abdul Azis, wakil ketua tim pemenangan AHY-Sylvi. ”Hasil gerilya AHY di lapangan justru menunjukkan hal yang menggembirakan,” klaim pria yang juga menjabat ketua DPW PPP versi Romahurmuziy tersebut.
Menurut Azis, bukan hal yang sulit bagi jagoannya melangkah ke putaran kedua. ”Bahkan, kami tidak akan terkejut ketika langsung menang satu putaran,” tandasnya. Dia menambahkan, survei-survei dan analisis pengamat kadang bisa berbeda dengan hasil di lapangan.
Hanya, Azis enggan menanggapi manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhir-akhir ini. Apakah itu membantu atau justru membuat pasangan nomor 1 kesulitan di lapangan. ”Wah, kalau itu bukan kompetensi saya untuk berkomentar,” kelitnya.
Optimisme juga tergambar dari pernyataan pasangan calon nomor 2. ”Hasil survei internal kami menunjukkan angka di atas 40 persen,” kata Bestari Barus, juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot.
Menurut Bestari, pihaknya memang berharap bisa menang satu putaran, tapi juga memilih realistis. Sebab, ada sejumlah daerah yang sulit dimasuki pihaknya. ”Daerah-daerah yang baru saja direlokasi seperti Kampung Akuarium Luar Batang, lalu Bukit Duri, sentimennya masih negatif,” ungkapnya.

Selain itu, Bestari mengakui bahwa kasus dugaan penistaan agama cukup banyak berpengaruh. Hanya, menurut dia, pemilih Jakarta adalah orang-orang yang rasional. ”Ini yang menguntungkan kami. Sebab, apa yang telah dilakukan Ahok-Djarot bisa diukur keberhasilannya. Parameternya jelas,” terangnya. Bestari menambahkan bahwa pihaknya juga siap melawan pasangan mana pun jika lolos ke putaran kedua.
Terpisah, petinggi tim pemenangan Anies-Sandi, M. Taufik, juga menyatakan optimismenya. ”Bisa terlihat dari hasil survei semua lembaga. Pasangan kami konsisten naik terus elektabilitasnya,” kata pria yang juga menjabat wakil ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.
Taufik menjelaskan bahwa hasil itu merupakan buah kombinasi kompaknya relawan PKS-Gerindra dengan performa paslon (Anies-Sandi). ”Kami juga konsisten melakukan pendekatan ke segmen pemilih dari kalangan muslim,” ucapnya. (riz/c9/ano/air)

JAKARTA- Rencana Cagub DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan mencoblos pada pukul 08.00 WIB akhirnya molor. Dia keluar dari rumahnya di Jl Lebak Bulus Dalam II/42, Cilandak, tepat pukul 08.45.

Anies berangkat ke TPS yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya bersama dengan keluarga. Selain dia, yang memiliki suara untuk memilih adalah satu anaknya Mutiara dan istrinya‎ Fery Farhati.

Saat keluar, Anies langsung disambut para tetangga dan warga sekitar rumahnya. "Berangkat bareng-bareng ya," kata Anies kepada warga, yang sempat bersalaman dengannya di kanan kiri rumahnya.

Anies mendapatkan nomor urut pendaftaran ke-150. Artinya, dia menjadi warga ke-150 yang memberikan suara di TPS 28 Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. (dkk/jpnn)

JAKARTA - Rencana aksi yang akan digelar pada 11 Februari mendatang disikapi berlebihan oleh Polri. Bahkan, Polda Metro Jaya tak akan menoleransi rencana aksi unjuk rasa di jalanan pada 11 Februari mendatang. Alasannya, satuan wilayah kepolisian pimpinan Irjen M Iriawan itu tak mau ambil risiko di masa tenang jelang pemungutan suara pilkada pada 15 Fabruari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi punya kewenangan bertindak represif terhadap pelaku aksi. Kewenangan itu merujuk pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum.

Pasal itu memberi kewenangan kepada polisi untuk membubarkan aksi unjuk rasa yang menyalahi aturan. “Kalau masih tetap juga bisa kami kenakan Pasal 16 (sanksi, red). Kami bisa memberikan sanksi,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/2).

Tapi jika mau menggelar aksi dengan alasan membela ulama dan agama, kata Argo, maka hal itu bisa dilakukan di dalam masjid. Aksinya bukan dalam bentuk fisik, tetapi seperti berdoa atau menyampaikan ceramah agama.

"Kalau salat di masjid silakan. Tapi kalau turun ke jalan tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban umum," kata Argo.

Karenanya Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan pihak lain termasuk lembaga penyelenggara Pilkada. “Tentunya kami dari Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan KPUD, Panwaslu, TNI dan Plt Gubermur bahwa 11 Februari tidak dizinkan untuk turun ke jalan,” katanya.(mg4/jpnn)

Halaman 1 dari 21

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca