MUARADUA – Lonsgor di ruas jalan kabupaten di kecamatan Mekakau Ilir,  tepatnya antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti tak kunjung behernti. Setelah sebelumnya longsor sempat memutuskan akses masyarakat antar desa itu, kini kembali longsor tak jauh dari lokasi lama kembali terjadi dan terancam putus.

Kerusakan jalan akibat tergerus air hujan yang terus mengguyur wilayah itu hanya menyisakan sekitar 2 meter lagi badan jalan. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati jika tidak mau terperosok ke dalam jurang sedalam lebih dari 7 meter itu.

“Itu longsor memang baru terjadi beberapa hari ini, makin parah akibat hujan kemarin malam, sehingga badan jalan kembali terancam putus. Memang untuk kendaraan sementara ini masih bisa melintas, namun harus pelan jika tidak mau celaka,”kata Pjs Kepala Desa Sukaraja, Adi Atma kepada Sumatera Ekspres.

Dikatakannya, longsor di antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti itu memang tidak habis-habisnya. Jauh sebelumnya juga sudah terjadi longsor sebelum titik longsor yang terjadi saat ini. Namaun longsor yang sempat memutus akses masyarakat itu sempat ditanggulangi dengan dipasang beronjong oleh pemerintah kabupaten OKU Selatan pada tahun 2016 lalu. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

 

PALEMBANG - Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 11.00 WIB hingga sore kemarin (26/3) membuat sebagian jalan tergenang air cukup tinggi seperti yang terjadi di depan Polda Sumsel, banyak sepeda motor yang terendam.

Beri, pengguna jalan yang melintas dari Jl Demang menuju Jl Kol H Barlian mengaku, air menggenangi jalan setinggi 30 cm, kemacetan panjang juga tidak bisa dihindari karena semua penegndara harus berjalan pelan.

"Kalau kondisi ini sudah biasa terjadi, hujan sedikit pasti banjir,” keluhnya.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemerintah Kota Palembang, Dharma Budi mengakui kalau di Jl R Soekamto, masih terjadi genangan air karena pompa air di Sungai Bendung belum maksimal sehingga air hujan yang yang menggani lambat turun. Perbaikan pompanisasi air ditargetkan selesai pada 2018, minimal 10 persen air hujan tidak lagi menggenangi daerah cekungan.

"Kami minta masyarakat dapat bersabar dengan kondisi ini dan tidak dipungkiri saat ini puncak musim penghujan,” terangnya. (uni)

KEBERADAAN jalur LRT (light rail transit di sepanjang Jl Kol H Barlian, kendati belum difungsikan. Namun sudah memberi manfaat bagi pengguna jalan.

Saat hujan mengguyur Palembang, Minggu (26/3) pukul 12.30 WIB, banyak pengendara kendaraan roda dua untuk berteduh di bawah jembatan rel LRT. Selama ini, pengendara kendaraan roda dua yang akan berteduh, harus mencari ruko yang ada di sepanjang jalan. Keberadaan jembatan rel LRT setidaknya membantu warga yang berteduh. (dom)

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengisyaratkan perubahan sistem pengairan di Kecamatan Dempo Selatan secara besar-besaran. Pasalnya, sumber air di daerah ini sangat banyak, tetapi ada beberapa daerah yang kekeringan. Masalah ini harus diperhatikan dengan cara membuat Kelompok Petani Pengguna Air.

DijelaskanIda, ‎ada beberapa sumber mata air yang dapat dibagi merata untuk seluruh masyarakat di Kecamatan Dempo Selatan. Akan tetapi, hanya hujan saja. Saat kemarau,air sangat kecil, tidak sampai lagi. Akibatnya, ada beberapa sawah tidak terairi air, sehingga tidak bisa dikelola.

“Kita akan mengatur sistem irigasi yang ada di Kecamatan Dempo Selatan, sehingga aliran air merata,” kata Ida.

Perubahan ini, kata Ida, akan dilakukan konsultan secara langsung.‎ Kemudian, seluruh petani harus masuk dalam kelompok pengguna air.

“Akan dibuat DED secara menyeluruh di Kecamatan Dempo Selatan. Dengan perubahan menyeluruh, irigasi terintegrasi akan dibangun dari beberapa sumber seperti Muara Riben dan lainnya,” terangnya. (ald)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Minggu (26/3). 

 

PRABUMULIH - Angka kejadian kebakaran di kota Prabumulih terus mengalami penurunan yang signifikan. Data yang dimiliki Dinas Sat Pol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, jumlah kejadian kebakaran di 2015 mencapai 202 kejadian. Jumlahnya menurun signifikan di tahun lalu yang hanya mencapai 33 kejadian. Sementara di awal tahun ini, jumlah kejadian kebakaran baru mencapai 4 kejadian.

Kepala Dinas Sat Pol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kota Prabumulih, Ibrahim Cik Ading melalui Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Yusuf didampingi Kasi Sarana dan Prasarana, Rahmat Tauhid SE mengatakan menurunnya jumlah kejadian kebakaran lantaran sejumlah faktor. Pertama, cuaca yang masih memasuki musim penghujan. Kedua, kesadaran masyarakat tentang bahaya bencana kebakaran yang mulai meningkat. 

"Tetapi dominan faktor cuaca. Mulai pertengahan 2016 sampai sekarang, intensitas hujan cukup tinggi. Sehingga sejumlah kawasan yang kerap menjadi  titik panas bisa diredam dengan sendirinya," ujar Rahmat saat dibincangi, Kamis (23/3).

Rahmat mengatakan di 2015, kejadian kebakaran didominasi oleh kebakaran lahan. Sementara di 2016, sebagian besar kebakaran didominasi oleh rumah atau jenis bangunan lainnya seperti warung.

"Kalau sepanjang tahun ini, ada 2 kejadian kebakaran rumah, 1 warung dan satu lagi kebakaran booster gas akibat tersambar petir beberapa waktu lalu," katanya. (kos)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Sabtu (25/3). 

 

PALEMBANG- Kondisi cuaca yang tidak mementu dua hari terakhir, diakibatkan faktor perubahan peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni. Tak hanya itu kondisi langit yang ditutupi awan tidak lebih dari 2 sampai 4 per 8 oktaf.

Kepala Seksi Informasi Badan Metetologi Klimatologi dan Geofisika Bandara SMB II Palembang, Agus Santoso, mengungkapkan, saat ini kondisi hujan tak menentu, kadang hujan kadang panas dengan intensitas curah hujan 20 milimeter/jam.

” Seperti pada Minggu lalu (19/3) suhu mencapai 34 derajat selsius,”terangnya, Senin (20/3).

Masih kata dia, tak hanya itu kondisi ini karena kemarin merupakan puncak equinox dimana matahari terbit dan terbenam berada tepat pada posisinya. Dirinya mengimbau kepada masyaralat untuk tetap waspada terjadinya cuaca ekstrim dimusim pancaroba saat ini karena semua wilayah di Sumsel bisa berpotensi terjadinya angin kencang.

Sementara itu, Staf Kasi informasi (Kasi) BMKG Kelas I Kenten Palembang, Dara Kasihairani meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi saat ini, untuk persitiwa equinox tidak perlu dikhawatirkan. (uni)

KAYUAGUNG - Derasnya hujan disertai angin kencang, Minggu malam (19/3), mengakibatkan dua rumah di Kecamatan Pedamaran rusak berat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua keluarga terpaksa mengungsi sementara. Dua korban tersebut diantaranya di desa Pedamaran I yang dihuni Aguscik dan rumah di desa Menang Raya yang dihuni Zakaria.

" Kejadiannya malam saat hujan. Memang dua rumah tersebut kondisinya sudah buruk," ungkap Camat Pedamaran, Hercules, Senin (20/3).

Kades Menang Raya, Supareddy mengungkapkan pihaknya telah mendata korban. Untuk saat ini korban terpaksa mengungsi sementara di tempat kerabatnya.

Kadinsos OKI, Ifna Nurlela membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mendatangi korban dan memberikan bantuan.

"Bantuan yang diberikan seperti makanan dan selimut, sudah kita datangi," ungkap Ifna. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

LAHAT - Angin puting beliung Minggu sore (19/3), membawa bencana bagi warga Desa Pandan Arang Ulu, Kecamatan Kota Agung. Terdata 5 rumah rusak yakni rumah milik Rahman (58), Fiter Sanom (42), Hardiansyah (45), Sumardi (50) dan Samiranto (50).

" Kejadianya sekitar pukul 16.30 (WIB), Minggu. Kami sudah cek ke lokasi" kata Camat Kota Agung, Abdul Haris, Senin (20/3).

Menurutnya, rumah panggung milik Rahman mengalami kerusakan paling parah, tidak hanya atap yang rusak, dinding rumah retak akibat hantaman pohon durian yang tumbang setelah sapuan puting beliung.

Awalnya tiupan angin tidak terlalu kencang. Namun tiba-tiba angin kencang menyapu kawasan yang selama ini memang rawan bencana puting beliung itu. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang beterbangan.

"Sudah kami laporkan kepada BPBD dan Dinas Sosial," jelasnya.

Meski sempat memporakporandakan lima rumah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Warga yang mengetahui ada tiupan angin kencang berhasil menyelamatkan diri. (irw)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

LUBUKLINGGAU - Sebuah rumah semi permanen milik Muchlis (44) di Jl Waringin Ujung, RT 04, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II mengalami rusak parah setelah angin puting beliung disertai hujan deras menghajar pohon tua yang ada di belakang hingga roboh menimpa rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pada Kamis (16/3) sore sekitar pukul 17.30 WIB tersebut. Pohon tua yang berada di belakang rumah itu tumbang mengakibatkan genting serta rangka atap rumah ambruk. Batang pohon yang menimpa rumah yang ditempati Muchlis beserta keluarganya membuat berantakan isi di dalam rumah. Kerugian ditaksir puluhan juta.

"Isi rumah, perabotan berantakan, genteng, atap rumah hancur. Satu unit parabola alami penyok," kata Muchlis.

Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung cukup cepat. Awal kejadian, dirinya dan istri tengah beristirahat di bawah pohon jambu depan rumahnya usai pulang dari bekerja. Sedangkan anak-anaknya berada di dalam rumah.

"Lagi duduk istirahat, tahu-tahunya hujan sama angin. Lantas saya sama istri masuk ke dalam rumah," bebernya.

Kemudian, ketika istrinya berada di dapur belakang rumah langsung berlari ke depan memanggil serta memberitahukan Muchlis bahwa ada bunyi batang pohon roboh. Lantas dia dan istrinya beserta empat anaknya berkumpul di teras depan rumah. Tak lama berselang pohon tua jenis Pulai roboh menimpa rumah.

"Kami keluar, sampai depan kayu langsung roboh. Beruntung tidak ada korban. Semuanya selamat, alhamdulillah," ujarnya. (wek)

PALEMBANG - Hujan yang mengguyur Palembang, Jumat (17/3) pukul 13.30 WIB, menyebabkan Jl Kolonel H Barlian macet. Padahal hujan tidak terlalu lama. Banjir terjadi di Km 6,5 atau tepatnya di seberang Graha Pena (kantor Sumeks Grup). Tak ayal, kendaraan yang melaju dari arah Sukarami harus berjalan merayap.

Antrean panjang kendaraan terjadi mulai dari Km 8 sampai ke Km 6,5. Kendaraan roda dua dan empat yang akan melintas di titik banjir terpaksa melambat. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan. Waktu tempuh dari Km 10,5 menuju sampai ke Km 6,5 yang biasa ditempuh hanya dalam waktu 13 menit, terpaksa ditempuh dalam waktu 35 menit.

Iman, salah satu pengendara motor mengaku tidak mengetahui penyebab kemacetan panjang karena banjir yang terjadi di Km 6,5. Padahal hujan yang mengguyur di wilayah Km 6,5 tidak lama. Banjir sudah menggenangi jalan.

"Kalu sudah cak ini, pemerintah harus tanggap. Jangan sampe hal sepele biso nyengsaroke rakyat," kata Iman dengan nada kesal.

Dia berharap pemerintah kota atau pemerintah provinsi cepat tanggap atas fenomena macet yang disebabkan banjir. "Makmamano caronya kalu hujan, idak nyebabke banjir," ujarnya. (dom)

Halaman 1 dari 27

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca