LAHAT - Sejak amblas 27 November 2016 lalu, ruas jalan kabupaten menuju 17 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu, di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Pengikisan badan jalan yang persis berada di pangkal jembatan oleh aliran Sungai Manna pun sudah tidak terjadi lagi, meski akar dan rumput liar mulai menjalar di lokasi yang tinggal menyisakan setengah badan jalan itu.

Padahal ruas jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju dan keluar dari wilayah 14 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan 3 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi. Tentu saja kendaraan yang lewat cukup banyak.

"Nunggu (perbaiki), katek jalan lain, kalau ini amblas," ujar Herman (36), warga Tanjung Sakti Pumi, yang beraktifitas di Tanjung Sakti Pumu.

Saat ini, kendaraan roda empat tidak dapat melintas bersamaan alias harus satu arah. Sebab setengah badan sudah amblas, dan cukup membahayakan bila memaksakan melintas. Disisi kanan kiri merupakan alira sungai yang deras.

"Memang sempat ado wong  ngukur-ngukur dulu, tapi katek kelanjutan sampai kini. Tando-tando nak dibenari bae katek," ujar salah seorang guru SD di Tanjung Sakti Pumu, yang enggan disebut namanya, dihubungi via seluler. (irw)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

 

MUARADUA – Lonsgor di ruas jalan kabupaten di kecamatan Mekakau Ilir,  tepatnya antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti tak kunjung behernti. Setelah sebelumnya longsor sempat memutuskan akses masyarakat antar desa itu, kini kembali longsor tak jauh dari lokasi lama kembali terjadi dan terancam putus.

Kerusakan jalan akibat tergerus air hujan yang terus mengguyur wilayah itu hanya menyisakan sekitar 2 meter lagi badan jalan. Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati jika tidak mau terperosok ke dalam jurang sedalam lebih dari 7 meter itu.

“Itu longsor memang baru terjadi beberapa hari ini, makin parah akibat hujan kemarin malam, sehingga badan jalan kembali terancam putus. Memang untuk kendaraan sementara ini masih bisa melintas, namun harus pelan jika tidak mau celaka,”kata Pjs Kepala Desa Sukaraja, Adi Atma kepada Sumatera Ekspres.

Dikatakannya, longsor di antara Desa Sukaraja dengan Desa Srimenanti itu memang tidak habis-habisnya. Jauh sebelumnya juga sudah terjadi longsor sebelum titik longsor yang terjadi saat ini. Namaun longsor yang sempat memutus akses masyarakat itu sempat ditanggulangi dengan dipasang beronjong oleh pemerintah kabupaten OKU Selatan pada tahun 2016 lalu. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

 

PALEMBANG - Hujan yang mengguyur Palembang, Minggu (26/3) pukul 12.30-15.00 WIB membuat beberapa jalan di dalam kota banjir. Yakni Jl Jenderal Sudirman, Kol H Barlian, dan beberapa jalan lainnya.

Di Jl Jenderal Sudirman, titik banjir terdapat di depan kampus IGM Km 4. Sedangkan di Jl Kolonel H Barlian, terdapat lima titik. Yakni di Pasar Km 5; Km 6,5 depan showroom Ford, depan Graha Pena Km 6,5; Km 7 di kawasan Diskotik Darma Agung; dan di Km 9 kawasan Sukarami. Banjir di kawasan Jl Kol H Barlian, ketinggian air mencapai 30 cm. Tak ayal, banyak kendaraan roda dua mogok karena busi kemasukan air.

Banji juga menyebabkan kemacetan panjang. Pengemudi kendaraan akan mengurangi kecepatan atau berhenti untuk mengambil badan jalan yang tidak tinggi tergenang air. Tak ayal, terjadi antrean kendaraan yang terjebak macet. 

Novri, salah satu warga mengaku kesal dengan seringnya banjir melanda Palembang. Tiap hujan, selalu banjir. Terlebih jika hujan deras dan lama. "Pasti Palembang banjir," kata Novri.

Dia berharap pemerintah daerah cepat mencari solusi mengatasi banjir. Kasihan, rumah warga yang berada di pinggir jalan. "Makmano jalannyo, hujan idak nyebabke banjir," ujarnya. (dom)

KAYUAGUNG - Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif oleh pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terkait permasalahan jalan,yakni antara masyarakat Desa Muara Burnai 1, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI dengan PT Campang Tiga, akhirnya kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman di kantor Kesbangpol Kabupaten OKI, kamis (23/3).

Penandatanganan nota kesepahaman antara masyarakat dan pemilik perkebunan sawit ini diakui akan dapat meredam gesekan antara keduanya. Salah satu poin yang ada dalam nota kesepahaman tersebut adalah masing-masing menjaga kerukunan dan kedamaian warga.

Selain itu, pada nota kesepahaman tersebut juga menyebutkan tentang beberapa poin terkait kerjasama antara pihak warga dan
pihak perusahaan seperti penyediaan fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan kerjasama.

Terkait penggunaan jalan, pada nota kesepahaman tersebut memperbolehkan masyarakat Dusun R 9, Desa Muara Burnai I dan PT Campang Tiga untuk melewatkan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Serta PT Campang Tiga bertanggungjawab memperbaiki jalan desa yang dilewatinya.

Untuk meredam terjadinya konflik, pada nota kesepahaman tersebut juga menyebutkan bahwa jika ada hal-hal di luar kesepakatan, akan dilakukan musyawarah bersama antara kedua pihak. Kesepakatan ini terjadi setelah kedatangan Kesbangpol setempat bersama perwakilan Polres OKI, Kodim 0402/OKI dan Camat Lempuing Jaya, Kamis (16/3) lalu. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

 

PALEMBANG – Sejumlah pengendara terpaksa mengantre saat melintasi ruas Jl HM Noerdin Panji beberapa hari kebelakang. Jalan rusak diperparah dengan melintasnya kendaraan angkutan bertonase besar. Dalam sekejap, lubang menganga tercipta di ruas jalan yang baru diresmikan 16 Januari 2016 lalu.

Pantauan sumeks.co.id  Selasa (21/3) siang, kerusakan paling parah terjadi sekitar 100 meter dari Simpang Empat Bandara mengarah ke Kenten laut. Jalan sepanjang sekitar 100 meter bergelombang dan berlubang sedalam 50 cm, dengan lebar sekitar 7 meter. Beberapa kendaraan bahkan sempat tersangkut, sehingga memperparah kemacetan.

Kanit Turjawali Polresta palembang AKP Sulis Pujiono bersama Kanit Lantas Polsek Sukarami Ipda Bambang dan anggotanya berjibaku ditengah terik matahari mengurai kemacetan.

“Sejak dua hari terakhir, macet muncul di jam padat. Utamanya saat kendaraan berat melintas. Anggota kami standby di lokasi,” kata Sulis.

Dikatakannya, untuk di lokasi jalan rusak, empat personie ditempatkan. Mereka juga mengupayakan rekayasa arus lalin untuk mengurangi penumpukan kendaraan. Sebelum berbelok ke arah Kenten Laut, kendaraan ditarik untuk maju terlebih dulu ke arah Talang Jambe. Sebab, jika tidak kemacetan akan terjadi sangat panjang.

“Akses lalu lintas pada Senin sore sempat terkunci. Tidak bisa berbuat banyak, kalau tidak ditarik. Sebab, di titik kerusakan ada kendaraan yang tersangkut,” timpal Bambang. (aja)

KEPEDULIAN kontraktor pembangunan jalur LRT (light rail transit) di Palembang tidak perlu diragukan. Jl Kolonel H Barlian yang rusak di sekitar lokasi pembangunan, langsung diperbaiki.

Begitu juga dengan penutup box culvert yang terdapat di Km 6,5 depan Graha Pena yang jebol, langsung diperbaiki, Rabu (22/3). Pekerja memasang pagar pembatas jalan agar tidak dilintasi kendaraan, sementara menunggu cor semen kering. (dom)

LUBUKLINGGAU - Sejumlah titik lubang jalan negara yang rusak dalam Kota Lubuklinggau sejak dua minggu terakhir sudah mulai dilakukan tambal sulam oleh tim satker langsung. Pengerjaan pemeliharaan tambal sulam jalan negara tersebut merupakan proyek APBN.

"Iya tambal sulam, proyek APBN. Dia langsung dari Satker langsung," kata Kabid Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang, Ibrahim.

Lebih lanjut, sepengetahuan pihaknya pemeliharaan jalan negera tersebut dilakukan secara periodik. Diantaranya mulai dari jalan simpang lintas keara Muara Beliti (Jl Yos Sudarso), lanjut ke Jl Garuda, Jl Ahmad Yani kearah Petanang.

"Itu tambal sulam semua, saya dapat informasi terakhir," bebernya.

Sementara itu, ditanya mengenai kapan pelaksanaan pemeliharaan jalan-jalan dilingkungan wilayah Kota Lubuklinggau, pihaknya mengaku dalam waktu dekat yakni bulan April pelaksanaan akan dilakukan. Sedangkan untuk saat ini, pihaknya tengah melakukan pengadaan bahan baku aspal. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/3). 

 

TEBING TINGGI - Permasalah sampah di Kabupaten Empat Lawang masih menjadi tugas pokok Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pasalnya, sampah selalu menjadi keluhan semua pihak, mulai dari tempat pembuangan hingga pengelolaannya.

Kepala DLH Kabupaten Empat Lawang, Mgs Ahmad Nawawi mengatakan, bangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Jalan Noerdin Panji atau Jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo masih ada yang perlu dievaluasi dan dibenahi.

"Belum lama ini kami meninjau TPA di Jalan Poros dan beberapa tempat pembuangan sampah sembarangan. Kami menilai masih ada yang perlu dievaluasi dari cara pembuangan dan pengelolaannya," ujar Nawawi, Senin (20/3).

Menurut Nawawi, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan baik itu di sungai maupun di lahan kosong.

"Sebelum kami meninjau TPA, kami banyak menemukan sampah-sampah di jalan-jalan. Artinya kesadaran masyarakat akan kebersihan masih kurang," katanya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

KAYUAGUNG - Panas terik matahari di areal Jalan Kayuagung-Sepucuk, tak menyulutkan semangat Suhada. Laki-laki paruh baya asal desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur bekerja sebagai buruh perbaikan jalan rusak ruas Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran
Timur. Dia bersama 15 rekannya tergabung dalam Satgas Penanggulangan Kerusakan Jalan yang dibentuk oleh Pemkab OKI.

“Sejak minggu lalu kami sudah bekerja disini, Ya kalau panas seperti ini terus pekerjaan cepat selesai kalau hujan tugas lebih berat” pungkasnya sembari mengayunkan cangkul meratakan tanah yang berantakan akibat digilas kendaraan bertonase besar.

Sejak satu minggu yang lalu pria yang menjelang usia kepala empat itu resmi sebagai petugas perbaikan jalan rusak. Tugasnya memperbaiki jalan serta membantu memandu kendaraan warga yang berasal dari Kecamatan Cengal, Sungai Menang, Pedamaran Timur
dan Mesuji Raya melewati ruas jalan yang berlumpur. Dengan sabar bersama rekan sejawatnya, Suhada memandu kendaraan yang meski sekali-sekali cipratan lumpur mengenai wajahnya.

“Sejak hari ini jalan ditutup sehingga kami lebih fokus memperbaiki jalan,"ucapnya.

Perbaikan jalan pada zona ini dikoordinir oleh Kadin PU PR M Hapis, dengan korlap PT Waskita Karya, camat, serta delapan perusahaan yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut. Pembangunan jalan Kayuagung-Sepucuk diperkirakan membutuhkan sekitar 1.200 meter kubik batu split. Sebelumnya sebanyak 500 batang kayu gelam di datangkan. Beberapa alat berat miliki PT Waskita Karya juga diturunkan untuk memperbaiki jalan. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

MURATARA - Masyarakat di Kabupaten Muratara, dalam dua hari terakhir ini ketularan sindrom phobia maraknya isu penculikan yang mengincar anak-anak. Sejumlah warga di Kelurahan/Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, dibuat heboh. Bahkan ramai warga turun ke jalan mengejar oknum yang diduga hendak melakukan penculikan. Isu penculikan terhadap anak-anak dalam satu bulan terakhir santer terdengar di masyarakat Indonesia yang awalnya bermula dari Pulau Jawa. Namun kini isu tersebut mulai mempengaruhi pola pikir masyarakat, khususnya di Kabupaten Muratara.

Informasi yang begitu cepat tanpa keterangan jelas, banyak beredar. Sehingga menimbulkan phobia berlebihan di tengah masyarakat. Sabtu (18/3) sekitar pukul 19.35 WIB, masyarakat di sekitar Kelurahan Karang Jaya RT 01, ramai-ramai turun ke jalan setelah beredar isu, keberadaan orang tidak dikenal berkeliaran di kampung dan mengetuk rumah warga. Awalnya, saksi Rosmala menuturkan, saat itu orang yang yang dicurigai tersebut merupakan seorang wanita menggunakan rok dan sepatu hak tinggi. Entah mengapa wanita misterius tidak dikenal tersebut mengetuk rumahnya. Setelah saksi membuka pintu rumah, wanita yang dicurigai itu langsung kabur melarikan diri.

Karena saksi ketakutan, dia langsung berteriak histeris dan meminta pertolongan warga. Sontak saja, informasi itu beredar cepat bahkan
melalui media sosial, banyak masyarakat yang mengaitkan informasi itu dengan modus penculikan anak-anak yang saat ini tengah beredar di masyarakat.

Terpisah, Kapolres Mura AKBP Hari Brata SIK melalui Kapolsek Karang Jaya AKP Yulfikri menuturkan, pihaknya memastikan informasi yang
beredar di masyarakat itu merupakan informasi lemah tanpa bukti pendukung alias informasi palsu. Dia menegaskan, pihaknya sudah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan saksi.

"Informasinya tidak jelas mas, saksi juga tidak melapor dan modus yang dilakukan orang dicurigai juga tidak jelas. Kami minta kepada masyarakat, jangan terpancing isu-isu tidak jelas, kami tidak tahu siapa yang menghembuskannya melalui media sosial," ujarnya. (cj13)

Halaman 1 dari 46

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca