SEMARANG - Apa yang Anda pikirkan tentang Jawa Tengah? Tradisi Jawa yang sangat kental dan mengasyikkan? Wisata budaya dan alam yang beraneka ragam? Candi Borobudur? Nah, bagi yang penasaran dengan Jawa Tengah, silahkan sambangi provinsi ini di Januari 2017. Setidaknya ada empat even menarik yang bisa Anda simak di Kota Semarang. Dua lainnya, bisa dinikmati di Kota Surakarta. “Ayo, berwisata. Tidak harus jauh-jauh ke luar negeri. Ada banyak tempat wisata indah di Jawa Tengah," ajak Kadis Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, Rabu, (4/1).

Atraksinya? Ada banyak. Di Kota Semarang saja, setidaknya ada empat even besar yang sudah disiapkan untuk menjamu tamu yang datang. Di deretan pertama, ada Wayang Orang yang bisa dinikmati. Suguhannya bisa disaksikan di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 7, 14, 21 dan 28 Januari 2017.

Setelah itu, ada Gebyar Keroncong di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 18 Januari 2017. Bagi penggemar Wayang Kulit, Anda sudah ditunggu kehadirannya di Gedung Ki Narto Sabdo TBRS Semarang pada 19 Januari 2017.

Satunya lagi, Pasar Imlek Semawis yang mengambil lokasi di Gg. Wotgandul Timur – Gg Pinggir, 24-26 Januari 2017. Di even ini, wisatawan bisa berfoto bareng Sun Go Kong, Dewa Petir, Raja Langit, Dewa Bintang Selatan, Dewi Kwan Im, 12 Shio, yue fei, Qin kui, dan sebagainya. Ada beragam suasana khas Tionghoa dan juga gerbang dari puluhan lampion yang cantik yang bisa diabadikan ke dalam kamera.

Penggemar kuliner pun bakal ikut dimanjakan. Soto ayam, nasi ayam, wedang tahu, siomay, ayam goreng, mie tittee, lunpia, tahu pong, nasi goreng babat, es marem, bolang-baling, dan aneka kuliner lainnya bisa dengan mudah dijumpai. Itu belum termasuk bazar produk Imlek seperti lampion, gantungan mobil, boneka, suvenir, tas, keramik, baju qibao, aksesoris, lukisan, patung, sulaman, handicraft, dan lain-lain.

“Nanti juga ada penampilan wayang Potehi yang khas, kemudian ada catur gajah, kaligrafi, dan lainnya. Semoga ini bisa dinikmati semua kalangan,” harap Pras, sapaan akrab Prasetyo.

Masih belum puas? Cobalah sambangi Kota Surakarta. Di kota ini, Anda bisa menyaksikan Grebeg Sudiro di Kawasan Pasar Gedhe pada 22 Januari 2017. Setiap tahunnya, agenda ini selalu dibanjiri ribuan orang. Semua berbaur menjadi satu menikmati dan merayakan even yang mempertontonkan entitas dua budaya, Jawa dan Tionghoa.

Beragam kesenian dalam bentuk karnaval budaya akan ditampilkan. Utamanya, kesenian barongsai, liong, pakaian tradisional, adat keraton, sampai kesenian kontemporer. Kegiatan ini digelar di sepanjang Jalan Sudiroprajan dan berhenti di depan Klenteng Tien Kok Sie, di depan Pasar Gedhe.

Even lain yang tak kalah meriahnya adalah Imlek Festival. Atraksi wisata yang satu ini bisa disaksikan di Kawasan Pasar Gedhe pada 22-26 Januari 2017. “Acaranya bakal dimeriahkan dengan aneka kuliner dan pernik-pernik mulai dari tradisi atau khas Solo hingga tradisi Imlek,” ucap Pras. 

Selain itu, tambah dia, akan ada penambahan pemasangan lampion dari 3.000 lampion menjadi 5.000 lampion dan diperluas dari ujung Gladak hingga simpang empat Warung Pelem atau Optik Melawai. Sedangkan jumlah lampion zodiac Tionghoa tetap ada 12 buah ditambah minimal enam lampion ayam sesuai dengan shio tahun ini, yakni ayam api.

Menpar Arief Yahya ikut merespon calendar of event di Jawa Tengah itu. Menurutnya, ada banyak destinasi pariwisata yang layak dikunjungi di Kota Semarang dan Kota Surakarta.”Silakan berwisata bersama keluarga, sanak famili dan handai taulan. Ada banyak tempat keren di Kota Semarang dan Kota Surakarta,” ungkap Menpar Arief Yahya. (*/kmd)

JAKARTA – Pekerjaan fundamental Menpar Arief Yahya soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Next step adalah selling! Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%. Dan, di dunia, tidak ada sejarah sebuah Negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun.Tidak banyak
orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible. Tetapi, sebagai fighter, Menteri Arief Yahya harus mengubah asumsi itu menjadi mission “in-possible!” Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Rabu 21 Desember 2016, Mantan Dirut PT Telkom itu pun mengeluarkan tiga jurus andalannya. Go Digital, Air Connectivity dan Homestay Desa Wisata!“Ingat! Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” sebut Menpar Arief Yahya mengawali JPAT 2016, Rabu (21/12).

Saat JPAT, Marketeer of The Year 2013 itu. Syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate  culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar.Tiga poin penting - Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata menjadi pegangan semua tim Kemenpar untuk melangkah di kuartal pertama 2017. Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.Gerakan Go Digital tourism sudah dimulai dengan peluncuran platform selling, ITX (Indonesia Tourism Exchange), September 2016. Ini merupakan platform
digital market place dalam ekosistem pariwisata atau yang mempertemukan buyers dan sellers.Semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi via digital. “Kami berharap triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semua industri pariwisata sudah go digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Digital market place khusus tourism sudah disosialisasikan di 10 kota. Dari Batam Kepri, Medan Sumut, Banda Aceh NAD, Jakarta, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Surabaya, Banyuwangi. "Promosi yang selama ini bertitik berat di Branding dan Advertising, mulai bergeser ke Selling. Ingat BAS. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, Advertising digeber tahun kedua. Tahun ketiga sudah harus Selling to the point. Kita buat wisatawan tidak bisa menolak untuk berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya.Selain itu juga telah diluncurkan War Room M-17 di gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar sebagai pusat pemantauan berbasis teknologi digital. Dalam ruang War Room M-17 memiliki 16 layar LED touch screen untuk memantau 4 aktivitas utama yakni; pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data berisi keluhan, kritik, saran, semua testimoni baik negatif maupunpositif. Pusat intelejen ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real up date termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor seperti Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional pariwisata Indonesia. Selain itu ditampilkan pula indikator positif-negatif mengacu pada Tour and Travel Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) sebagai standar global.Air Connectivity atau akses udara, juga ikut digeber. Daya angkut atau seats capacity terus diperbesar. Target 2017, sudah harus 4 juta seats. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura.Problemnya pun sudah terdeteksi. Karenanya, jelang akhir tahun, Menpar Arief Yahya bersama tim Kemenpar makin getol melakukan roadshow ke industri Airlines, Angkasa Pura I-II dan Authority, dalam hal ini Kemenhub. Solusinya dicari dengan gaya business to business. Tak lagi kaku seperti gaya birokrasi.

Lantas mengapa akses udara ikut digeber? “Karena 75% wisatawan itu masuk Indonesia dengan airlines. Kita sentuh yang terbesar dulu untuk quick win,” katanya.Airlines nantinya akan didorong terbang ke destinasi wisata di Indonesia. Jam operasional airport akan diperpanjang hingga 24 jam.Deregulasi juga ikut didorong. Begitu juga dengan kemudahan penambahan slot bagi pesawat yang hendak masuk ke Indonesia. “Lakukan joint promo dan paket hard selling,” ucap pria kelahiran Banyuwangi itu.Saat Go Digital sudah berlari kencang, akses udara sudah terbuka lebar, faktor amenitas juga ikut dibangun. Kamar hotel, resort, vila, jumlahnya juga harus ikut massif. Solusi tercepat dan termurah? Homestay desa wisata. “Kuartal I 2017 harus bisa bangun 1.000 homestay. Itu dibagi ke-10 top destinasi,” ucap Arief Yahya.Itu artinya, Danau Toba (Sumatera Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Tanjung Lesung (Banten); Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); Candi Borobudur (Jawa Tengah); Bromo Tengger Semeru (JawaTimur); Mandalika (Lombok, NTB); Labuan Bajo (Flores, NTT); Wakatobi (Sulawesi Tenggara); dan Morotai (Maluku). masing-masing kebagian 100 homestay desa wisata. “Di luar 10 Bali Baru itu silakan diusulkan. Target 2017 adalah 20.000 homestay,” tegasnya.Sejauh ini, capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Oktober 2016 mencapai 9.403.614 wisman. Angkanya tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 8.54.832 wisman. Hingga akhir Desember 2016, target 12 juta wisman diproyeksikan akan terlampaui dengan estimasi kunjungan wisman November sebesar 1,3 juta dan Desember 1,5 juta wisman.“Target pada triwulan 4 (Oktober, November, Desember) 2016 sebesar 3,9 juta wisman atau 32,5%. Pada Oktober sudah tercapai 1,040 juta atau tumbuh 18,55%. Sedangkan sisanya 2,86 juta. Saya optimis akan terlampaui karena dalam tiga bulan tersebut adalah saat peak seasons dan menurut data akan terjadi pertumbuhan tinggi hingga dua digit,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan bahwa selama 2016 pariwisata sudah on the track. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 11%. Devisa yang dihasilkan Rp 172 triliun dan penyerapan 11,8 juta tenaga kerja (langsung, tidak langsung, dan ikutan). “Capaian kinerja pariwisata tahun 2016 ini semakin menguatkan kita untuk meraih target 2017 hingga 2019,” kata Arief Yahya.Untuk 2017, pemerintah sudah mematok target kontribusi Pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%. Sementara devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun. Penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di ranking 50 dunia. (*/kmd)

 

KUALA LUMPUR – Kalian pasti ingin melihat pamor Indonesia berkibar di ujung tahun 2016? Setelah sukses dengan 32 penghargaan di 22 negara di dunia? Sebelum memasuki tahun 2017, masih ada satu opportunity untuk membuat angka cantik, 33 kemenangan di 22 negara! Nah, masih ada e-vote untuk mengukuhkan dominasi Indonesia dalam urusan digital. Yakni mensukseskan Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015 yang ikut berkompetisi di ajang Miss Tourism International 2016. Kini, soal putri kecantikan, nama Indonesia mulai diperhitungkan di level dunia. Oktober 2016, ada Ariska Putri Pertiwi yang sukses menyambar mahkota Miss Grand International 2016. Selain memenangkan Miss Grand International 2016, wanita berusia 21 tahun ini pun menyabet gelar Best National Costume.

Desember 2016, Indonesia kembali jadi sorotan dunia di ajang putri kencatikan. Itu setelah Natasha Mannuela dinobatkan menjadi runner-up kedua Miss World 2016. Maria Harfanti juga tak kalah okenya. Dia dinobatkan nangkring di peringkat ketiga dalam ajang Miss World 2015 dan meraih gelar Beauty with a purpose. Belum lagi Elvira Devinamira. Puteri Indonesia 2014 ini mampu menyambar juara pertama Best National Costume dan masuk dalam 15 peserta terbaik di ajang Miss Universe 2014. Dan di penghujung tahun ini, Dikna Faradiba yang berpeluang mengibarkan nama Indonesia di ajang Miss Tourism Internasional. Putri Pariwisata 2015 ini berpeluang merebut salah satu gelar juara via voting online. “Terima kasih, sudah membantu memberikan vote ke saya,” sapa Dikna Faradiba.

Caranya? Sangat mudah. Cukup klik link https://mbasic.facebook.com/gi ntellmalaysia/photos/a.1015470 4908385915.1073741858.18404833 0914/10154704918465915/?_e_pi_ =7%2CPAGE_ID10%2C4401030004. Lalu, pilih foto delegasi Indonesia (Dikna Faradiba) dan berikan like pada foto tersebut sebagai voting.Pemenang dinilai berdasarkan like terbanyak. Batas akhir voting pukul 16.00 WIB atau 05.00 pm local time (Malaysia), Minggu, 25 Desember 2016. Dan pemenang Miss Gintell Wellness akan diumumkan pada 25 Desember 2016. “Yuk, kita bantu vote! Kita menangkan wakil Indonesia via digital,” ajak Johnie Sugiarto, CEO El John Grup, Kamis (22/12). Sampai dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2016 pukul 07.21 WIB, Indonesia masih jauh berada di bawah wakil Vietnam. Posisi teratas digenggam wakil Vietnam dengan raihan 6.200 vote. Dikna Faradiba yang mewakili Indonesia ada di posisi dua dengan 2.300 vote.Peru menguntit satu strip di bawah Indonesia dengan raihan 2.100 vote. Setelah itu, ada Filipina yang mengumpulkan 1.400 vote. Dan di lima besar, ada musuh professional Wonderful Indonesia, Thailand, yang mengumpulkan 800-an vote.
“Di World Halal Tourism Award 2016 kita sudah membuktikan bahwa Indonesia itu solid. Voters Merah Putih itu kompak. Netizen kita punya spirit nasionalisme yang tinggi. Kita bisa buktikan bahwa bangsa ini hebat. Sekarang gilirannya Miss Tourism International . Satu suara Anda sangat bermakna untuk diplomasi pariwisata Indonesia di level dunia,” sambung Johnie.

Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraan, Miss Tourism International diikuti 60 kontestan dari berbagai negara. Malam final Miss Tourism International 2016 akan berlangsung 31 Desember 2016, di Ballroom Hotel JW Marrioot Putrajaya, Malaysia. (*/kmd)

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani turut gerah dengan tantangan Menpar Arief Yahya, soal target 15 juta wisman di 2017. Amenitas adalah wilayah Busniess dalam Pentahelix ABCGM –Academician, Business, Community, Government, Media-- yang diwakili oleh PHRI. Ketika Government atau pemerintah bergerak cepat, tugas pelaku bisnis lah yang harus bergerak lebih cepat. Tantangan itulah yang dijawab Haryadi Sukamdani, President Director PT Hotel Sahid International Tbk itu. Di acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 Kemenpar yang dilangsungkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Rabu, 21 Desember 2016 itu, dia bersemangat untuk berkolaborasi. “Terima kasih Pak Menpar Arief Yahya sudah mempromosikan pariwisata menjadi mendunia. Branding awareness Wonderful Indonesia sudah sampai ada dimana-mana,” aku Haryadi.

”Justru di sini tantangan untuk kami, pelaku industri pariwisata dan kami sambut tantangan Kemenpar untuk merealisasikan target 15 juta di 2017. Tentu saja kami akan implementasikan lebih rinci di lapangan, dengan segala skema yang sudah kami buat,” ujar Haryadi saat sesi jumpa pers. Yang paling terdekat, imbuh Haryadi, pihaknya di low season dari Januari hingga Maret 2018 pihaknya akan menyambut wisatawan dengan tagline Visit Indonesia. Haryadi mengaku sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar mampu merealisasikan target, dengan membuat paket-paket semenarik mungkin.

”Begitu juga di tahun 2017, kita akan keluarkan harga bagus dan terbaik untuk pariwisata Indonesia. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak. Untuk tahun 2018 di Januari dan dan maret 2018 akan kami buka Visit Indonesia di low season. Karena pak Menteri sangat teliti dan terukur, maka akan kita buktikan di Low Season,” ujar Haryadi. Pada tahun 2017, PHRI akan mengambil langkah-langkah efektif terutama menggenjot dan bersosialisi kepada Airline di seluruh dunia agar mau menyambangi dan membuka penerbangan ke Indonesia. ”Apalagi Kemenpar mencanangkan Go Digital, tentu dengan cara ini kami juga harus berinovasi. Yang paling efektif adalah kita akan melakukan program dengan Bank untuk mempersiapkan pembayaran wisata bagi Wisman, ini agar semua bisa berjalan lancar. Kita juga akan mensosialisasikan hal ini kepada anggota agar mampu menterjemahkan dengan baik target Kemenpar ini, kalau tidak menerjemahkan dengan baik maka target tidak akan terealisasi,” ujarnya.

Haryadi memaparkan, saat ini jumlah total kamar yang dimiliki adalah 507 ribu kamar, kalau seandainya rata-rata kamar Rp 500 ribu, maka akan ada angka Rp 1,3 Triliun Rupiah uang masuk ke Indonesia. ” Maka angka ini sangat bagus untuk Pariwisata Indonesia. Maka dari itu di tahun 2017 dan 2018 nanti kita semua harus kompak dan mengisi even-even yang bagus, dukungan kami akan tetap kami pegang teguh kepada semua usaha Pariwisata yang ada, dalam arti lain menerima tantangan Kemenpar,”ujarnya.

Salah satu buktinya adalah, PHRI melakukan nota Kosepahaman dengan PT AP II. Nota Kesepahaman tersebut tentang Promosi Pariwisata Indonesia oleh Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dengan Ketua Umum PHRl Hariyadi B. Sukamdani disaksikan oleh Menpar Arief Yahya. Kata Haryadi, dalam nota kesepahaman tersebut antara lain dilakukan kerjasama pmmosi bersama (joint promotion) untuk mempromosikan pariwisata dan perhotelan Indonesia kepada pasar internasional dan domestik di area 13 bandar udara yang dikelola oleh PT AP II. ”Nota kesepahaman itu poinnya pada pertukaran data dan informasi; peningkatan frekuensi kunjungan wisman (inbound) ke Indonesia khususnya melalui bandara yang dikelola PT AP , serta partisipasi pada event event pawisata dan perhotelan internasional maupun nasional atau domestik,” bebernya.

Haryadi mengatakan, PHRI akan sama-sama berjuang bersama kemenpar. Betapa tidak, karena Perhotelan dan Restoran adalah amenitas, penopang utama destinasi wisata. Dua unit usaha itu berada di bawah koordinasi pariwisata. Karena itu, maju tidaknya pariwisata akan berdampak langsung pada bisnis PHRI. Haryadi juga kembali menyinggung terkait dengan produk Pariwisata. Produk itu adalah destinasi dan destinasi itu berada di bawah Bupati, Walikota dan Gubernur, di daerah. Dengan otonomi, maka daerah punya kewenangan kuat mengelola daerahnya. Termasuk destinasi pariwisata yang dimiliki oleh daerah tersebut. Celakanya, jika CEO di daerah tidak mengalokasikan sumber daya, budget dan perhatiannya di pariwisata, maka promosi jatuhnya juga di daerah-daerah yang paling siap.

”Apalagi kami semakin percaya diri karena Pariwisata sudah ditetapkan sebagai satu dari lima prioritas pembangunan, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime. Branding, positioning, differentiation, Pariwisata Indonesia juga sudah semakin kelihatan di pentas dunia. Kami akan berjuang bersama Kemenpar,” katanya. Putra pengusaha Prof Dr Sukamdani Sahid Gitosardjono itu juga akan memantau seluruh anggotanya untuk welcome dengan program Kemenpar di 2017. ”Program yang sudah pernah di-sounding kepada Menpar Arief Yahya salah satunya adalah Visit Indonesia 2018. Terserah nanti namanya apa saja. Yang penting mereka datang ke Indonesia,” ujarnya.
Menurut Haryadi, program ini untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara di tahun pencapaian target tersebut.”Kami bantu target pemerintah, selaras dengan target kunjungan wisman 20 juta tahun 2019. Kalau kita bicara program besar untuk memajukan pariwisata itu harus dilakukan join pogram atau program bersama, kami akan meluncurkan Visit Indonesia tahun 2018. Intinya, program ini menjadi program bersama, bukan hanya PHRI saja," jelas Hariyadi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.

Acara ini akan digelar serentak di sejumlah daerah pada tiga bulan pertama 2018. Pihak-pihak yang dilibatkan mulai dari maskapai penerbangan asing dan dalam negeri, hotel, restoran, hingga biro perjalanan. Mengenai pemilihan kota hingga saat ini masih dalam pembahasan. Menurutnya, kota-kota yang ingin terlibat harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan seperti sarana dan prasarana penunjang hotel seperti hotel, restoran, destinasi yang menarik, aksebilitas, hingga faktor keamanan wisatawan.(*/kmd)

JAKARTA – Suasana Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Rabu, 21 Desember 2016 kali ini gak beda. Nuansa Halal Tourism terasa begitu kental. Momentum itu sekaligus penyerahan awards dan sertifikat pada 12 pemenang World’s Halal Tourism Awards 2016 (WHAT 2016) oleh Andy Buchanan, Executive Organizing Committee Director – International Travel Week – Abu Dhabi.

Menpar Arief Yahya yang mendampingi penyerahan penghargaan itu bisa tersenyum bangga, setelah mengumumkan para juara dunia itu. “Legenda Halal Tourism itu adalah Malaysia dan Turki. Sejak lama, dua negara itu dikenal sebagai destinasi halal dunia. Tahun ini, dari 16 peraih awards, 1 direbut Turki, 1 Jepang, dan kita perlu kasih applous buat Malaysia, yang mengantungi 2 penghargaan. Sisanya… 12 awards diborong Indonesia!” kata Arief Yahya yang disambut tepuk tangan riuh sekitar 500 audience di Balairung.

Ke-12 penghargaan itu adalah World’s Best Airline for Halal Travellers, Garuda Indonesia. World’s Best Airport for Halal Travellers, Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh Indonesia. World’s Best Family Friendly Hotel, The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel, Trans Luxury Hotel, Bandung Indonesia. World’s Best Halal Beach Resort, Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, NTB Indonesia. World’s Best Halal Tour Operator, Ero Tour, Sumatera Barat Indonesia. World’s Best Halal Tourism Website, www.wonderfullomboksumbawa.com , Indonesia. World’s Best Halal Honeymoon Destination, Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. World’s Best Hajj & Umrah Operator, ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia. World’s Best Halal Destination, West Sumatera, Indonesia. World’s Best Halal Culinary Destination, West Sumatera, Indonesia. Dan, World’s Best Halal Cultural Destination, Aceh Indonesia. “Selamat buat para pemenang semua! Kita adalah bangsa pemenang!” jelas Arief Yahya.

Malaysia yang disebut Menpar Arief Yahya sebagai “rival emosional” Indonesia, mengantungi 2 penghargaan. Yakni World's Best Hajj & Umrah Hotel yang dimenangkan Tabung Haji, dan World's Best Halal Apartment Hotel, PNB Perdana Hotel & Suites. Sedangkan, Turki, yang memang memiliki andalan di wisata bahari di Mediterania, berhasil memenangi World's Best Halal Cruise Company, Halalcruise.org. Satu pendatang baru yang sukses lagi adalah Jepang, yang sukses di World's Best Non OIC Emerging Halal Destination. Andy Buchanan memuji kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang sangat serius bersaing di World’s Halal Tourism Awards 2016 ini. Tahun lalu, Indonesia juga memenangi 3 kategori, yakni World’s Best Halal Destination 2015 dan World’s Best Honeymoon Awards 2015, Lombok. Dan World’s Best Halal Hotel 2015, Sofyan Betawi Hotel Jakarta.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang menjadi juru bicara diantara 12 pemenang itu menyampaikan keseriusannya membuat Sumbar menjadi destinasi halal dan kuliner halal. Jangan sampai wisatawan yang kelak akan hadir di sana kecewa dan merasa over expectation. “Kami akan serius untuk memenuhi harapan para wisatawan yang bakal berdatangan karena reputasi world’s best halal ini,” kata Irwan. Dia juga berterima kasih kepada Kemenpar dan seluruh netizen yang sangat serius sehingga 12 nominator itu bisa menang. Kemenangan itu menurut pandangan Mantan Dirut PT Telkom ini, adalah saat yang paling tepat untuk mengukur 3C. Calibration, Confidence, dan Credibility! Juara itu pasti akan semakin dekat dengan kriteria ideal yang dipatok sesuai standar dunia. Gambar ideal inilah yang dimaksud dengan calibration, standar global yang dijadikan bentuk ideal. “Jadi bukan terbaik menurut siapa atau menurut saya, tapi terbaik menurut standar dunia,” kata pria lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktoral Unpad Bandung itu.

Nah, “C” kedua adalah Confidence. Kemenangan itu bisa menaikkan confidence level, rasa percaya diri, yang sangat penting bagi internal di Kemenpar dan Bangsa Indonesia. Percaya diri itu membuat bangsa ini semakin yakin, bahwa kita memang mampu! Kita memang sangat meyakinkan menjadi yang terbaik. Kita ini bangsa pemenang. “Kemenangan itu direncanakan,” sebut Menteri Arief Yahya mengutip kata-kata Sun Tzu, "The Art Of War" atau "Seni Perang Sunzi." Sedangkan “C” ketiga adalah credibility. Kemenangan itu akan menaikkan kredibilitas atau kepercayaan public kepada bangsa ini. Ketika sudah credible, maka value-nya anak naik, yang berdampak terhadap bisnisnya. Hadir dalam press conference akhir tahun 2016 dan sekaligus penyerahan pemenang WHAT 2016 antara lain, Ketua ASITA Asnawi Bahar, Ketua PHRI Haryadi Sukamdani, Ketua GIPI Didien Djunaedi, pemilik The Rhadana Hotel Bali Rainier Daulay, Sesmenpar Ukus Kuswara, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Dadang Rizki M, Deputi Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Riko Astuty, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan 10 Top Destinasi Hiramsyah Sambudy Thaib,
Sekda NTB, dan lainnya. (*/kmd)

JAKARTA – Crossborder Festival sukses dilangsungkan di banyak area perbatasan di tanah air sepanjang 2016. Karena itu, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bakal melanjutkan program menangkap peluang baru di titik-titik lintas batas dengan negara tetangga. Terutama di Aruk, Kab Sambas, Kalbar yang berbatasan dengan Malaysia, Atambua NTT yang berdekatan dengan Timor Leste, Merauke dan Irian Jaya, Papua yang berimpitan dengan PNG.

Bahkan, Kepari yang meliputi Bintan, Batam, Anambas, Tj Balai Karimun juga terus dicarikan program festival yang bisa menghadirkan wisatawan mancanegara. “Di mana-mana, crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanagara. Di Prancis, Spanyol, dan banyak Negara Eropa sudah menempuh cara ini, menaikkan wisman dari crossborder,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Pertama, konsistensi Festival Crossborder akan terus dilakukan. Kalau selama ini ditangani oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara, I Gde Pitana melalui Asdep Rizki Handayani Mustafa untuk wilayah ASEAN, dan Vinsensius Jemadu untuk Asia Pasifik, maka tahun depan dipindahkan ke Deputi Pengembangan Pemasaran Nusantara. “Yang sudah sukses, harus terus dioptimalisasi agar lebih konkret menghasilkan wisman dan wisnus,” jelasnya.

Kedua, Menpar Arief Yahya mengajak kepada pelaku bisnis untuk menanamkan modalnya ke usaha pariwisata di daerah perbatasan itu. Kalau bisa mengumpulkan 25 ribu orang di satu lokasi di Atambua, misalnya bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Begitu pun di Aruk yang didatangi lebih dari 10 ribu wisatawannya. “Bagi pelaku bisnis, ini menarik. Mereka pasti sudah mulai berhitung untuk membangun amenitas seperti hotel, resort atau akomodasi, lalu membuat atraksi seperti theme park, seni pertunjukan, dan lainnya. Tujuannya agar orang lebih lama tinggal,” kata dia.

Dia juga memprediksikan, akan ada lebih banyak akses yang dibangun menuju ke perbatasan, termasuk bisnis transportasi dan pengiriman cargo yang ada di dalamnya. “Perbatasan tidak lagi sepi, tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran. Tetapi justru menjadi wilayah terdepan di tanah air,” ungkap Arief Yahya.

Saat ini nyawa aktivitas di perbatasan adalah music atau show, plus festival seperti kuliner, kesenian, dan lainnya. Ke depan, bisa berkembang ke semua bisnis yang dibutuhkan dengan orang lain. Presiden Jokowi memang sedang getol membangun daerah terluar, daerah tertinggal, dan daerah perbatasan. Seperti saat 19 Oktober 2016 lalu, meresmikan Bandar Udara Miangas, dan meninjau Pulau Miangas yang memiliki luas 3,2 kilometer persegi itu. Pulau itu hanya memiliki penduduk sebanyak 800 jiwa. Bukan hanya pertimbangan
ekonomis, dalam membangun fasilitas public di pulau terluar seperti Miangas. Tapi, membangun mereka yang juga merupakan Warga Negara Indonesia yang perlu ditanamkan rasa cinta tanah air.

"Saya kira kita ingin ada sebuah nasionalisme, kebanggaan dari masyarakat bahwa mereka adalah Warga Negara Indonesia yang masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Presiden Joko Widodo, yang kala itu didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Sehari sesudahnya, Presiden Jokowi juga melihat pembangunan perbatasan di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Jokowi harus memanjat pos menara tertinggi Pos Perbatasan, Sei Pancang, Pulau Sebatik untuk melihat situasi dan kondisi. Akhir tahun lalu, Presiden Jokowi juga meninjau perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua dan mengunjungi perbatasan wilayah di Kabupaten Belu, Kupang, NTT, 28 Desember 2015.

Tanggal 23 Maret 2016 lalu, Mantan Gubernur KI Jakarta itu juga berkunjung ke Entikong, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Jokowi memerintahkan agar dibangun perbatasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang lebih baik dari pos negara tetangga. Termasuk memperlebar jalannya dari 5 meter jadi 20 meter. “Ini akan lebih baik dari yang lalu, lebih besar dari yang lalu dan lebih baik dari yang di sana (Malaysia). Pasti lebih baik,” ucap Jokowi saat di Entikong.

Presiden Jokowi juga merencanakan membangun pasar yang besar dan bagus. Tujuannya agar aktivitas ekonomi berkembang, tidak memilih belanja di negara tetangga. Kali ini, solusi Kemenpar lebih cerdas lagi, mendatangkan warga Malaysia, Timor Leste dan Papua yang berdekatan dengan wilayah perbatasan untuk bergerak ekonominya, dengan pariwisata.

“Karena itu, menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan dengan Crossborder Festival itu akan semakin konkret. Apalagi ada pengusaha local dari daerah sana yang bergerak, itu akan sangat kuat multiplying effect-nya. Di Pariwisata itu setiap investasi yang ditanamkan, akan berdampak 170% buat masyarakat di sekitar itu,” kata dia.(*/kmd)

JAKARTA - Langkah cerdik dan menemukan banyak taktik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berlanjut. Setelah sukses membawa 16 artis K-Pop dan artis sinetron Korea ke Manado untuk shooting film Reality Show berjudul Law of the Jungle in Manado, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu bakal memboyong artis di bawah bendera Seoul Broadcasting System itu untuk shooting di destinasi unggulan Indonesia lagi dalam waktu dekat ini. ”Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar mereka kembali shooting sinteron maupun reality show-nya dengan keindahan latar belakang Danau Toba, Pulau Komodo atau Mandeh Sumatera Barat. Semoga bisa terelisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Ini kami lakukan setelah kami sukses melakukan di Manado,” ujar Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Seperti diketahui, VJ sukses selama dua Minggu dari tanggal 20 November hingga 2 Desember 2016 memboyong 16 artis K-Pop dan artis sinetron Korea ke Manado. Kehadiran bintang-bintang Korea itu dalam rangka syuting film Reality Show berjudul Law of the Jungle in Manado. Hasil dari syuting selama dua minggu tadi dijadwalkan tayang di orea Prime Time selama dua bulan.

”Dan hasilnya pun sangat memuaskan. Karena program ini mendapatkan rating no 1 di Korea dan ditayangkan pada Prime Time. Kelak danau toba dan Komodo akan jadi tempat shooting film program Korea yang keindahannya akan disaksikan seluruh masyarakat Korea yang akan memantik kedatangan mereka ke tanah air,” ujar VJ. Para selebriti Korea yang sudah diajak dan akan diajak untuk shooting di tempat berikutnya antara lain Jin ‘BTS’, Cheng Xiao ‘Cosmic Girls’, Gong Myung ‘5urprise’, Kim Min Seok, Sungyeol ‘Infinite’, dan Kangnam ‘M.I.B’ dan Sleepy ‘Untouchable’, Sol Bi, dan Yoon Da-hoon.

Cara ini sangat cerdas dilakukan kemenpar. Pasalnya, ‘Daya ledak’ pembuatan film atau reality show memang dahsyat. Menpar Arief Yahya sering mencontohkan kisah sukses pariwisata Thailand, jadi makin berkibar lantaran pernah dijadikan lokasi syuting James Bond di Koh Ping Ghan. Juga Menara Kembar Kuala Lumpur di Malaysia yang ngetop setelah dijadikan film Entrapment yang dibintangi Sean Connery. Lalu, Selandia Baru yang ikut ngetop setelah film The Lord of the Rings menggunakan lokasi di sana.

Bali sebenarnya pernah beberapa kali disentuh dengan model promosi melalui film. Yakni ketika bintang kenamaan Hollywood, Julia Robert memanfaatkan Pulau Dewata sebagai lokasi syuting Eat, Pray, Love. Terakhir, ada destinasi Morotai yang ikut ngetop setelah dijadikan lokasi syuting jaringan TV terbesar nomor dua Perancis, TV M6.

Pria yang hobi telor dadar itu mengaku sangat gembira dengan lancarnya negosiasi dan realisasi shooting tersebut. Maklum, fans K Pop itu sangat banyak dan fanatik. Selaijn itu keberadaan fans-fans fanatik tadi, menyebar ke berbagai penjuru dunia. Dari mulai kawasan Asia, Afrika, Amerika, Australia, Eropa, semuanya sudah terkena ‘virus’ K Pop.

“Efeknya bakal sangat dahsyat bagi destinasi kita. Setelah shooting akan berdampak kepada pariwisata Indonesia, mereka akan penasaran dan akan terbang ke tanah air,” ujar VJ. Soal potensi, tidak perlu diragukan lagi. Danau Toba adalah Danau Vulkanik terbesar di Dunia. Pulau Komodo sangat indah dan langka. Sementara Mandeh Sumatera Barat, baru saja ditasbihkan menjadi salah satu pemenang World Halal Tourism Award 2016. Jadi, keindahannya memang tidak ada lawannya. Famtrip dengan lakon para artis Korea ini cukup memberi angin segar buat wisman dengan originasi Negeri Ginseng itu. "Saya jamin, kalau mereka sudah ke Indonesia, merasakan sensasi alam, budaya dan aktivitas buatan, pasti makin jatuh cinta dengan Wonderful Indonesia. Atraksi kita sudah world class, dan sepanjang tahun bisa dinikmati. Korea kalau sudah musim dingin, semua aktivitas outdoors sangat repot," tuturnya.(*/kmd)

BANDUNG - Jalan Riau Bandung, Jawa Barat, yang punya nama asli Jalan.RE Martadinata mendadak semarak di hari Minggu Pagi ( 18/12/2016),kemarin. Ratusan seniman dari berbagai komunitas di Jawa Barat memadati Jalan Riau, terutama di spot utama depan Kantor Dinas Budayadan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat dalam acara “Riau Street Festival 2016”. Riau Street Festival diselenggarakan hasil kerjasama Disbudpar Jawa Barat dan Kementerian Pariwisata dalam bentuk Festival Budaya Kolosal yang memadukan seni tradisional dan modern serta peragaan masak 30 menu yang dicatat dalam Original Rekor Indonesia Award (ORI).Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar dalam acara tersebut mengatakan,kegiatan Riau Street Festival merupakan Festival Jalanan
yang mengambil lokasi di Jalan Riau sebagai jalan yang terkenal dengan kawasan Outlet dan kuliner.”Ini harus dilanjutkan. Karena Jawa Barat punya banyak seni budaya maupun seni kuliner sebagai kekuatan pariwisatanya, Alhamdulillah festival jalanan ini diikuti oleh 90 komunitas seni budaya dari mulai dewasa hingga anak-anak, sangat membanggakan dan sangat meriah”,ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ida Hernida, Kadisparbud Jawa Barat, mengatakan Budaya Sunda Buhun (kuno) sudah banyak yang punah di tengah-tengah masyarakat. Dari 253 seni-budaya Sunda Buhun yang tercatat kinitinggal 205 lagi atau sebanyak 48 di antaranya sudah benar-benar menghilang.Kendati demikian, budaya Sunda Buhun bukan berarti tidak ada pemina tdan penikmatnya. Banyak anak-anak muda yang berupaya untuk melestarikan kebudayaan tersebut seperti Karinding dan Tarawangsa melalui wadah komunitas.Melalui Festival Jalan Riau membuka ruang bagi para komunitas untuk berekspresi, termasuk juga memberikan Penghargaan kepada Penyanyi Pop Sunda Nining Maida yang telah berkarya sebanyak 100 Album.”Yang menariknya adalah, festival Jalan Riau berhasil
mencatat Rekor Masak Tercepat dalam waktu 19 Menit, 48 Detik untuk 18 menu yang disajikan “Cook”, dari Rumah Makan Cabe Cabean, dan Tampilan Budaya Kolosal Terbanyak yang berkolaborasi dengan musik etnik maupun modern dengan jumlah terbanyak,”ujar Ida.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy RekoAstuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan pertama yang sukses mengumpulkan puluhan komunitas seni dan budaya ini, diharapkan jadi “Calender of Event”, yang nantinya akan dikeluarkan oleh Kemenpar dan disebarluaskan di agenda-agenda Pariwisata Internasional.”Jadi nanti targetnya adalah juga mencakup mendatangkan Wisman.Festival Jalan Riau merupakan konsep yang tumbuh dari masyarakat tanpa bantuan pemerintah. Jadi ini merupakan kegiatan yang luar biasa,” ujarWawan.

Dengan calendar of events, maka industri juga bisa membuat paket-paket khusus, sambil mendukung events yang ada. Dengan begitu target 20 juta wisman di 2019, seperti permintaan Presiden Jokowi itu bakal tercapai.Wawan menambahkan, kedepannya tetap adalah peran CEO dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan seluruh stakeholder masyarakat.”Paling menentukan adalah CEO Commitment atau keseriusan kepala daerahnya, bupati, walikota dan bupatinya, dalam menentukan arah dan mendistribusikan sumber daya,” ujar pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu, mengulang statemen Menpar Arief Yahya dari berbagai events.Dia meyakini, tanpa CEO Commitement, tidak aka nada program bisaberjalan dengan serius. Riau Street Festival 2016 juga tercatat dalam Original Rekor Indonesia (ORI). Dalam acara ini, ada tiga kategori yang masuk dalam catatan ORI, diantaranya, rekor memasak tercepat,kolaborasi budaya dan modern serta apresiasi terhadap penyanyi sunda,Nining Maeda yang sudah merilis 100 album pop sunda.Agung Elvianto, Presiden Original Rekor Indonesia (ORI) menuturkan,rekor memasak ini masuk dalam kategori tercepat dengan catatan waktu yang ditentukan yakni 30 menit. Sedangkan pertunjukan seni merupakan gabungan seni budaya sunda dengan modern."Kita bangga bahwa gabungan kesenian ini menjadi satu kesatuan yang mengikat bangsa ini. Bahkan kita pun apresiasi terhadap Nining Maeda yang sudah merilis 100 album pop sunda bahkan lebih hingga 125 album,"katanya disela acara.Agung melanjutkan, untuk kegiatan ini masuk ke dalam tiga kategori,yakni, prestasi, kolosal dan tercepat. "Untuk memasak itu masuk kategori tercepat. Dari 18 masakan dan 30 menit yang ditentukan, para cheif ini bisa menyelesaikannya dalam waktu 18 menit. Itu artinya 1 masakan 1 menit," ujarnya.(*/kmd)

BANYUWANGI – Di Rakornas IV Kemenpar di Hotel Sultan, Jakarta lalu, Banyuwangi ditetapkan sebagai 10 besar kabupaten/kota peringkat tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia. Penilaian ini dilakukan oleh Kementerian Pariwisata bersama tim peneliti Kompas Group, yang mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index dari World Economic Forum (WEF). “Dan sudah menggunakan global standart. Karena kalau mau menjadi global player, harus menggunakan global standart,” jelas Menpar Arief Yahya.Menpar yang mantan Dirut PT Telkom itu mengapresiasi kiprah Banyuwangi karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berangkat nyaris dari nol, bahkan minus untuk mengembangkan pariwisatanya. Bagaimana tidak? Banyuwangi tahun 2010 menjadi kota terkotor di Jawa Timur, laporan keuangan selalu disclaimer, dan jauh dari kesan ramah pariwisata.Kini, sejak 2014, selalu juara, termasuk menjadi kota terbersih, paling rapi, di tanah air. Laporan keuangannya, juga langsung WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Infrastruktur pariwisatanya juga sudah makin maju. "Selamat. Banyuwangi terpilih sebagai Top-10 Indeks Pariwisata. Saya harap ini melecut semua pihak untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi," kata Arief Yahya.

Indeks Pariwisata Indonesia disusun berdasarkan sejumlah kriteria. Di antaranya aspek tata kelola, infrastruktur pendukung, potensi wisata, dan lingkungan pendukung bisnis pariwisata. Peringkat indeks tersebut diumumkan oleh Kementerian Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu. “Yang paling menentukan adalah CEO Commitment, atau keseriusan kepala daerahnya, bupati, walikota dan bupatinya, dalam menentukan arah dan mendisribusikan sumber daya,” kata Arief Yahya.Banyuwangi saat ini sudah banyak berubah. DI sepanjang jalan protocol dan jalan kota, samping kiri dan kanannya selalu ada trotoar yang bisa dipakai berjalan kaki. Tidak dikuasai oleh PKL alias pedagang kaki lima. Kebersihan, sangat barus, pukul 06.00 sudah bersih, jika keliling kota. Kulinernya juga hidup. Kesenian tradisi “Gandrung Sewu” juga terus berkembang dan mengalami kemajuan yang bermakna. “Kalender of event sudah ditetapkan di awal tahun, selama setahun penuh 52 minggu berturut-turut, tanpa jeda dan tidak ganti-ganti skedul,” papar dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penilaian ini memacu Banyuwangi untuk terus berbenah. "Kami bersyukur karena dinilai cukup baik dalam mengembangkan pariwisata. Apalagi dari Top 10 ini, mayoritas adalah kota besar yang pariwisatanya sudah terkenal maju dan menjadi destinasi unggulan," ujar Anas.Dia menambahkan, salah satu faktor terpenting dalam pengembangan pariwisata adalah partisipasi publik. Di Banyuwangi, partisipasi berkembang. Kelompok anak muda mengembangkan wisata di kampung-kampung, seperti hutan pinus Songgon, wisata sejarah Kampung Temenggungan, wisata kopi Gombengsari, desa wisata Banjar jelajah budaya Desa Adat Kemiren, dan Bangsring Underwater. "Partisipasi ini yang tidak ternilai. Artinya rakyat merasakan dampak langsung pariwisata terhadap kesejahteraannya, sekaligus mampu membentuk budaya aman, ramah, dan toleran di lingkungannya masing-masing," papar Anas.

Anas menambahkan, pengembangan sektor pariwisata ini bukan hanya sekadar "gaya" semata, tapi juga karena efektivitasnya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Pariwisata adalah sektor yang paling murah dan cepat dalam memberikan dampak perekonomian. Hari ini promosi, sebulan kemudian ada orang datang dan langsung menghasilkan transaksi, seperti jasa transportasi, kuliner, dan hotel. "Pariwisata juga ikut mengatrol produksi barang dan jasa, termasuk agribisnis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat kami," tuturnya.Dan terbukti, dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian daerah terus menggeliat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik signifikan sebesar 85% dari Rp 32,4 triliun (2010) menjadi Rp60,2 triliun (2015). Adapun pendapatan per kapita warga melonjak 80 persen dari Rp20,8 juta per tahun pada 2010 menjadi Rp37,7 juta per tahun pada 2015."Tapi pariwisata bukan hanya soal ekonomi semata. Pariwisata adalah payung bagi pengembangan sektor lainnya, mulai infrastruktur hingga kompetensi SDM. Lewat pariwisata, daya saing warga meningkat. Yang UMKM bergegas memperbaiki produknya agar laku dibeli. Banyak yang ikut kursus bahasa asing yang difasilitasi pemda biar bisa jadi guide," ujar Anas."Kami mendorong daya saing warga bukan dengan membicarakan hal-hal yang mungkin jauh dari pikiran warga desa, seperti globalisasi atau ASEAN Economi Community. Dengan pariwisata, ada banyak orang luar kota dan luar negeri yang datang. Warga tergerak dengan sendirinya. Mereka sadar bahwa mereka harus pandai dan kompeten agar bisa eksis di tengah kompetisi," pungkas Anas.(*/kmd)

JAKARTA-Omong-omong sudah ada rencana berlibur Natal dan Tahun Baru 2017? Akhir Desember 2016 sudah di depan mata. Nah, kalau belum, silakan nikmati sensasi baru ke Bali. Ajakan ini dibisikkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha. ”Ada empat destinasi yang punya acara sangat besar. Yakni di Kuta, Sanur, Ubud dan Nusa Dua Bali. Semua acara dikelola oleh Industri Pariwisata yang ada di Bali. Kami sangat lengkap untuk urusan pesta tahun baru, dan jangan khawatir kekurangan Hotel, karena okupansi Hotel tetap masih terbuka lebar,” ujarnya.Pria yang biasa disapa Agung itu menambahkan, saat ini di Bali tersedia sekitar 5.000
Hotel dan memiliki 130 ribu kamar. ”Selama ini tingkat keterisiaannya baru 50 persen, jadi tidak usah takut kehabisan Hotel kalau di Bali. Selain itu juga banyak acara yang bisa dinikmati di Bali,”ujar Agung.

Agung menjamin semua acara akan meriah, itu karena semua industri pariwisata yang ada di Bali sejauh ini memiliki persiapan pesta natal dan tahun baru yang sangat baik. ”Industri di Bali sangat inovatif, mereka punya skema-skema yang bagus dalam mempersiapkan pesta tahun baru,” ujar Agung.Agung juga mengatakan bahwa saat ini lonjakan Wisman di bulan November dan Desember mengalami pelonjakan yang sangat signfikan. ”November kemarin naik 400 ribu Wisman, kalau dari presentasenya sebesar 22 persen. Bulan Desember ini prediksi kami akan bertambah mulai tanggal 23 Desember mereka akan datang ke Bali,” ujarnya.Ke depannya, dia berharap Bandara International Ngurah Rai mendapatkan tambahan luas dan kapasiras area parkir pesawat. Karena dengan adanya tambahan tersebut, maka kapasitas dan penambahan Wisman juga akan semakin bertambah. ”Saat ini slot yang tersedia adalah hanya mendarat malam jam 2 hingga jam 4 pagi. Ini jam yang sangat tidak ideal bagi Wisman. Tahun berikutnya, semoga ada penambahan Bandara dan juga pembangunan Bandara baru di Bali Utara. Itu akan menambah kunjungan Wisman semakin banyak lagi ke Bali,” ujar Agung.

Agung juga berharap agar Bali dan beyond Bali terus menjadi ikon pariwisata nasional. Agung juga sempat mempromosikan bahwa Januari nanti akan ada imlek yang akan menambah daya tarik Pulau Dewata. ”Tahun 2017 nanti ada Imlek, yang jatuh pada akhir Januari. Perayaan bagi warga Tiongkok, yang tahun lalu jatuh pada bulan Februari dan diwarnai dengan ratusan chartered flight mendarat ke Bali," ungkap dia.Agung memaparkan lagi, untuk pesta Tahun Baru 2017 ini akan banyak pesta tahun baru di Bali, dari pagelaran musik, penampilan DJ, pesta kembang api, pesta bahari, pesta pergantian tahun dengan konser artis ternama, hingga acara dengan mengedepankan kearifian lokal semua ada di Bali.Sekadar informasi, baru saja, penyuka sport tourism, dihibur dengan Bali Beach Run pada 11 Desember 2016, yang lalu. Peserta lomba bisa menyusuri beragam pantai indah yang tersebar dari Pantai Petitenget menuju Pantai Kuta. Keindahan Pantai Seminyak, Pantai Double Six, Pantai Padma, dan Pantai Legian, bisa dinikmati sambil berlari. Sekitar 5000 Wisman ikut pertandingan tersebut. Sementara pecinta olahraga Golf, bisa hadir di New Kuta Golf Pecatu Terbuka 2016. Di sini tiap peserta bisa membubuhkan namanya langsung di Wall of Fame New Kuta Golf Pecatu.

Perayaan Natal yang juga bisa dinikmati di Bali. Sensasi Natal di Bali punya warna beda. Selama Natal, umat kristiani Bali berkumpul di gereja-gereja unik yang memadukan fitur arsitektur tradisional Bali.Selain itu, terdapat juga Winter Wonderland Christmas Eve Dinner yang bisa dinikmati. Sensasi keajaiban Natal dengan dekorasi salju dan musim dingin bisa dinikmati di Alila Seminyak. Mulai Sabtu, 24 Desember 2016.Natal juga bisa dinikmati dengan suasana pantai. Bagi yang suka bahari, ada Christmas BBQ by the Beach yang siap menyapa mulai 24 Desember 2016. BBQ mewah kelas dunia dan prasmanan di Christmas BBQ dengan panorama pantai bisa dinikmati di The Laguna Bali. Ini memang sedikit sensasional, karena dirayakan di pantai yang biru dan berpasir putih.Puncaknya adalah Festival Malam Tahun Baru. Acaranya digelar mulai 31 Desember 2016 hingga malam pergantian tahun. Parade kembang api warna warni bak Opening dan Closing Ceremony Olimpiade bisa dinikmati di Pulau Dewata ini. "Tanggal 31 Desember juga ada Festive Gala Dinner with Anggun," terang Agung.Pertunjukan kembang api atau firework dan pesta beragam kemeriahan dipastikan akan meramaikan Festive Gala Dinner with Anggun di Sofitel Nusa Dua."Silahkan pilih yang Anda suka. Ada banyak even yang bisa dinikmati hingga akhir tahun di Bali," pungkasnya. Menpar Arief Yahya berharap agenda acara akhir tahun di Bali sukses, dan membuat wisman semakin betah berada di
Pulau Dewata itu. Juga semakin banyak wisatawan yang masuk ke Bali dan membuat industry di sana semakin bergairah. Kalau banyak wisman, banyak industry hidup, masyarakat sejahtera dan pendapatan Negara juga meningkat. “Selamat dan sukses! Bali,” sebutnya. (*/kmd)

Halaman 1 dari 24

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca