KAYUAGUNG - Prestasi yang diraih Tim U-12 sepakbola OKI, mendapat ganjaran bonus dari Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI setempat. Walaupun nilainya tak seberapa, namun harapannya agar para genarasi muda tersebut dapat teris berprestasi. Terutama ke arah positif.

Tim U-12 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sendiri maraih juara dalam turnamen sepakbola antarSSB se-Sumsel atau FOSSBI Lahat Cup I tahun 2017 beberapa waktu lalu.

Karena itu, H Subhan Ismail, ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI OKI memberikan bonus berupa kostum tim dan perlengkapan sekolah. “Kita juga akan terus mensupport mereka untuk dapat mempertahankan bahkan lebih berprestasi lagi tidak hanya di ajang tingkat provinsi tetapi juga pada tingkat nasional,” kata Subhan usai memberikan bonus secara simbolis kepada Harun Al Rasyid, Kapten Tim, di lapangan Makodim 0402/OKI, Minggu (26/3).

Selain itu, harapanya tim sepakbola U-12 bisa berprestasi di bidang pendidikan. “Anak-anak ini semuanya masih duduk di bangku sekolah, tentunya kita mengharapkan agar mereka juga tetap mengedepankan pendidikannya, makanya mereka kita juga berikan bonus
perlengkapan sekolah," ujarnya. (gti)

LAHAT - Angka laporan wajib pajak orang pribadi di Lahat, masih rendah. Padahal pelaporan surat pemberitahuan (SPT) pajak sudah dipermudah. Ditjen Pajak telah menyediakan media e-filling, yang dapat diakses secara online kapan dan dimana saja.

Catatan KPP Pratama Lahat, baru 4.100 laporan yang masuk. Padahal jumlah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di administrasi KPP Pratama Lahat mencapai 36.600 wajib pajak.

"Kepatuhan pelaporan SPT ini menjadi indikator utama untuk mencapai penerimaan pajak," tegas Kepala KPP Pratama Lahat, Ahmad Adam Akbar pada kegiatan pekan panutan SPT e-filling eksekutif 2017, di pendopoan rumah dinas Bupati Lahat, Selasa (14/3).

Diingatkan Adam, pentingnya melapor pajak. Hasil pungutan pajak merupakan bahan bakar utama untuk pembangunan NKRI, khususnya Kabupaten Lahat dengan mekanisme dana bagi hasil pajak. Untuk mencapai tujuan itu, dibutuhkan peran semua lapisan. Program e-filling dapat dimanfaatkan masyarakat, dengan berbondong-bondong bayar pajak yang benar dan jujur.

"Target penerimaan pajak APBN 2017 Rp1.498 triliun, atau naik 15 persen dari tahun 2016. Dari angka itu KPP Pratama Lahat ditarget Rp579 miliar," jelasnya. (irw)

LAHAT - Rencana tujuh siswa kelas X SMKN 1, Babat Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel untuk menikmati indahnya sunrise di puncak Bukit Besar, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat berujung petaka.

Tiga rekannya sesama pendaki tewas. Mereka tersambar petir di bukit yang letaknya berdampingn dengan Bukit Serelo, Sabtu (11/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

Medan yang sulit serta cuaca kurang bersahabat menyebabkan tim evakuasi TNI da Polri yang dibantu warga sekitar kesulitan. Tim baru bisa membawa jenazah dan korban terluka ke RSUD Lahat, sekitar pukul 01.00 WIB.

Korban yang tewas yakni M Ramadhan (16), warga Desa Babat Kecamatan Abab, Kabupaten PALI; Almahesa (16), warga Desa Tanjung Kurung;  dan Sangkut (16), warga Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal Kabupaten PALI.

Kemudian korban yang selamat yakni  Ayu (14), warga Desa Babat Kecamatan Penukal; Reni, warga Gunung Raja Penukal; Wawan (16), warga Desa Betung; dan Rudi (16), warga Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab. (irw)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Senin (13/3)

LAHAT - Lagi lakalantas menyebabkan korban jiwa. Kali ini, terjadi di ruas Jalinsum Lahat-Muaraenim, Desa Manggul, Kota Lahat, Kamis (9/03), sekitar pukul 21.30 WIB. Nyawa Atika Handayani (23) dan putrinya, Alika yang masih berusia 1,2 tahun, tidak tertolong. Suami Atika juga bapak Alika, Solihin (24), dalam kondisi kritis, hingga dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Kecelakaan maut yang menyebabkan kedua mobil rusak berat berawal saat mobil Daihatsu Terios nopol BG 1297 UN, yang dikemudikan Solihin melaju kencang dari arah Muarenim menuju Kota Lahat. Berada di ruas jalan menikung ke kanan, wilayah Desa Manggul, Solihin yang membawa anak dan istrinya, hendak menyalip mobil di depannya. Guyuran hujan membuat badan jalan basah, tidak menyurutkan kaki warga Talang Kapuk, Kelurahan Pasar Lama, Kota Lahat itu menekan tuas gas.

Namun tidak disadari Solihin, dari arah berlawanan juga melaju dengan kencang mobil Isuzu Phanter pelat dinas nopol BG 186 DZ yang dikemudikan Nurkholis (36), warga Dusun I Kepur Muaraenim. Rasa kaget, membuat Solihin tidak mampu mengendalikan laju mobil yang dikemudikannya. Tabrakan mobil Terios yang dikemudikan Solihin dengan mobil dinas Pemkab Muarenim, yang berisi PNS yang selesai mengunjungi daerah Semende Muarenim, tidak dapat terhindarkan.

Mobil yang dikemudikan Solihin sempat terhempas dan terguling, usai bertabrakan dengan mobil yang dikemudikan Nurholis (36), dengan penumpang Venny (32), Juli Ningsih (48), Ilahiyah Afriani (49), Agnes T Lestari (30) dan Sasmita Furnama (36). Seluruhnya warga Muara Enim. Suara hantaman keras menarik perhatian warga sekitar, yang langsung memadati lokasi kecelakaan.

"Posisi dua korban meninggal dunia duduk di depan, persis di bagian ringsek," jelas Kasatlantas Polres Lahat, AKP Dani Prasetya SIK.

Warga bersama-sama membalikkan terlebih dahulu mobil milik Solihin yang dalam posisi terbalik. Saat ditemukan, Atika tidak menggunakan safety belt sudah tidak bernyawa, dengan posisi memangku Alika. Alika dan Solihin langsung dilarikan ke RSUD Lahat, meski Alika menyusul ibunya. (irw)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Sabtu (11/3)

MUARA ENIM - Warga Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim sempat dihebohkan dengan penemuan seorang anak laki-laki berjalan menyusuri rel kereta api Desa Pinang Belarik, Jumat (3/3) sore. Belakangan diketahui, bocah tersebut bernama Yayan Danuarta (11), warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Yayan ditemukan oleh Parosi (45), salah seorang warga Desa Pinang Belarik yang pulang dari kebun. Pasalnya, sang anak bukan warga setempat dan tidak dikenal. Tak berpikir panjang, kemudian Parosi langsung melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Megang Brigadir Evan yang kemudian membawa anak tersebut ke Mapolsek Gunung Megang. Kemudian Polsek Gunung Megang berkoordinasi dengan Polsek Pendopo, Empat lawang karena sang anak mengaku berasal dari sana.

Dari hasil koordinasi tersebut berhasil ditemukan alamat orang tua sang anak di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Lalu pada Jumat (3/3) pukul 22.00 WIB, ayah sang anak Ardian Suryanto (35) datang menjemput anaknya itu di Kantor Kades Pinang Belarik.

Kapolsek Gunung Megang AKP Biladi Ostin mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan dari anak tersebut. Sang anak bercerita kalau dirinya tinggal bersama ibu tirinya di Lahat, sedangkan ayahnya sudah meninggal. Dia mengaku diusir ibu tirinya karena tidak tahan perlakuan ibu tirinya. Sehingga dia mau ke rumah neneknya di Pendopo, Empat Lawang dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Tapi nyatanya dia salah arah menuju ke arah Muara Enim.

Dia mengaku sudah empat hari menyusuri rel kereta api sampai ditemukan warga."Tapi setelah kita kroscek, ternyata ayahnya masih ada. Ayahnya yang menjemput. Agak beda cerita sang anak sama keterangan orang tuanya. Kata sang anak dia diusir ibu tiri, tapi kata orang tuanya, sang anaknya itu yang galak (suka) lari dari rumah. Tapi yang penting anak tersebut sudah kembali pada keluarganya," tukasnya. (roz)

LAHAT - Produksi sampah Lahat 150.372 kg atau setara 150 ton per hari. Sampah ini produksi 187.966, rumah tangga. "Ini total sampah Lahat," ujar Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE.

Sampah ini diangkut armada angkutan sampah sebanyak 16 unit. Nah, untuk membantu hal ini pihaknya rutin menggelar aksi peduli sampah. Setidaknya ini mengurangi produksi sampah rumah tangga dengan mensukseskan gerakan tiga jari kelola sampah yakni, pilah, kompos dan daur ulang menuju Indonesia Bersih sampah 2020.

"Disinilah dibutuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah," ujarnya.

Selain, sebagai upaya pengurangan jumlah yang dihasilkan dalam rumah tangga. Aksi ini dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok pertama mengambil rute, depan stasiun-Masjid Agung-PTM-Simpang 4 Pasar Kangkungan, lalu, kelompok 2, depan Stasiun-Jalan Isau-isau-Simpang 4 Pasar Kangkungan. (irw)

LAHAT - Maraknya berita hoak yang menyebar di masyarakat membuat Bupati Lahat H Aswari Riva'i prihatin. Menurutnya, ini bisa membahayakan persatuan bangsa.

"Fenomena berita dan informasi hoax atau fitnah alias berita bohong di media sosial meresahkan dan membahayakan persatuan kesatuan bangsa," kata Aswari, usai dilantik menjadi Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Angkatan 45 di pendopoan rumah dinas Bupati, Senin (27/2). Apabila tidak dikendalikan dan diluruskan, bisa menjadi ancaman serius.

Diakuinya kehadiran teknologi baru selalu membawa dua wajah positif dan negatif. "Tentu yang diharapkan adalah yang positif. Tetapi fakta yang berkembang selalu ada efek negatif," imbuhnya.

Oleh karena itu, Aswari menghimbau agar masyarakat di Bumi Seganti Setungguan mencermati apapun informasi yang beredar sekarang ini dan tidak mudah terprovokasi. Sebab, kemajuan teknologi informasi sekarang ini, terlebih media sosial dunia maya, telah dimanfaatkan oleh segelintir oknum tertentu untuk memecah belah kerukunan umat bangsa dan negara demi tujuan atau kepentingan tertentu.

"Saya yakin masyarakat Lahat sudah cerdas didalam memilah dan memilih informasi yang ada, sehingga tidak mudah untuk terprovokasi," tandasnya.

Bersama Aswari Riva'i sebagai Ketua, juga dilantik jajaran kepengurusan DHC 45 Lahat lainnya, diantaranya Wakil Ketua H Moehammad Din.

Turut hadir pula dalam pembukaan forum OPD, diantaranya Ketua DPRD Herliansyah, Sekda H Nasrun Aswari, Kabag Sumda Polres Kompol Idris Maden, Kasdim 0405 Mayor Derry Syarif, Ketua TP PKK Kabupaten Hj R Rukmi Kurnia Sismartianti Aswari, para Legiun Veteran, tokoh Agama, pemuda dan masyarakat. (irw)

LAHAT - Waspada demam berdarah dengue. Catatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, sejak Januari hingga akhir Februari terjadi enam kasus penyakit yang disebarkan nyamuk aedes aegifty ini.

Enak kasus ini tersebar di wilayah enam Puskesmas, meliputi Puskesmas Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur; Bandar Jaya Kota Lahat; Merapi I, Kecamatan Merapi Barat; Pagar Agung Kota Lahat; Selawi Kota Lahat; dan Puskesmas Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang.

"Itu data dua bulan terakhir tahun 2017," kata Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE melalui Kepala Dinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri, Senin (27/2).

Enam kasus ini sudah ditangani RSUD Lahat, dan kasus yang terjadi di Muara Lawai langsung ditangani di RSUD Muara Enim, lantaran lokasi berdekatan dengan Muara Enim. Hanya saja bukan tindak mungkin jumlah warga yang diserang DBD yang disebabkan virus dengue, yang disebarkan melalui gigitan nyamuk ini akan bertambah. Apalagi curah hujan yang tinggi, membuat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan penyakit mematikan ini, meningkat.

"Upaya dari Dinkes melakukan fogging, tapi itu hanya bersifat sementara, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja," jelasnya. (irw)

LAHAT - Penempatan 315 kepala keluarga (KK) transmigrasi di Desa Kebun Agung, Kecamatan Kikim Selatan, merupakan yang terakhir di Kabupaten Lahat. Sudah tidak tersedia lahan, menjadi alasan Pemkab Lahat tidak mungkin lagi mengusulkan pembukaan lokasi transmigrasi baru di masa akan datang.

"Lahan yang sudah tidak ada lagi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi (Disnakertrans) Kabupaten Lahat, H Ismail Hanafi.

Proses pembukaan transmigrasi, jelas Ismail, berdasarkan usulan dari daerah ke pemerintah pusat. Salah satu syarat paling penting adalah ketersediaan lahan, sebagai lokasi transmigrasi.

Kenyataanya Kabupaten Lahat sudah tidak memiliki lahan lagi yang akan diberikan kepada warga transmigrasi. Apalagi masing-masing kepala keluarga diberikan lahan 2 hektare. "Di atas bukit jauh saja sudah jadi kebun warga. Misalnya ada 300 KK, masing-masing KK harus disiapkan 2 hektare lahan. Sudah tidak ada lagi lahan untuk transmigrasi," ujarnya. (irw)

LAHAT - Dua unit mobil di ruas Jalinsum Lahat-Tebing Tinggi di kawasan Sungai Buluh, Desa Tanjung Aur, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (24/2) sempat menjadi tontonan warga. Mobil Fuso Hino nopol B 9964 UEU terlibat tabrakan dengan mobil Daihatzu Terios BG 1018 EB. Walau tak ada korban jiwa, adu kambing dua kendaraan itu nyaris membuat muatan buah manggis pada fuso berhamburan.

Adu fisik kedua kendaraan yang tidak seimbang itu berawal saat fuso yang dikemudikan Ujang Hendriana (40), warga Kapuk Rawa Gabus RT001/001 Cengkareng Jakarta Barat, melaju dari arah Tebing Tinggi, Empat Lawang, dengan muatan buah manggis dalam boks mobil. Dari arah berlawanan atau Kota Lahat melaju mobil Daihatsu Terios yang dikendarai Saripudin (33), warga Jl Kapten M Zen Ali, Kelurahan Pasar Lama Kota Lahat.

Ketika berada di tikungan tajam wilayah Sungai Buluh, terdapat pohon tumbang. Menghindari pohon yang menutupi badan jalan, Saripudin yang berprofesi sebagai PNS, mengambil jalur kanan. Namun di depan melaju mobil fuso dikemudikan Ujang. Jarak yang begitu dekat, membuat adu dua kendaraan tidak dapat dihindari.

Suara benturan keras sempat terdengar. Mobil Terios pun terpental ke sisi kiri jalan, begitu juga sebaliknya mobil fuso. Walau kedua sopir hanya mengalami cedera ringan, kedua mobil pun mengalami rusak, mobil Terios mengalami rusak di bemper bagian depan dan fuso mengalami rusak di bagian depan sebelah kanan.

"Sopir hanya cidera ringan. Penyebabnya karena menghindari pohon tumbang," kata Kasat Lantas Polres Lahat, AKP Dani Prasetya SIK. (irw)

Halaman 1 dari 22

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca