LAHAT - Kepala desa harus menjadi contoh bagi warganya. "Saya minta kades menjadi contoh bukan memberi contoh," kata Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE saat mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Pemerintah Desa, Jumat (17/2)


Kata Aswari, memberi contoh sifatnyaa hanya sementara yakni pada momen tertentu saja. Tapi kalau menjadi contoh, sifatnya setiap saat dan jadi panutan.

Diingatkannya, jabatan Kades sebagaimana halnya jabatan bupati merupakan amanah masyarakat. Amanah itu diberikan, tidak lain karena masyarakat percaya pada pemangku jabatan.

"Karenanya, jaga kepercayaan masyarakat melalui jabatan yang diemban. Kita ini bukan siapa-siapa kalau tidak didaulat masyarakat," ingatnya. (irw)

LAHAT - Data pada Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, per hari masyarakat di daerah tersebut menghabiskan 2 ton ikan air tawar. Hanya saja dari jumlah yang lumayan besar itu, hanya 40 persen mampu disediakan pembudidaya ikan Kabupaten Lahat. Sisanya masih bergantung dengan ikan dari luar daerah, seperti Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Bengkulu Selatan.

"Tidak disuplay dari luar daerah, tidak makan ikan kita. Hasil kita masih jauh dari cukup," kata BUpati H Aswari RIvai melalui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Ir Agustia Budiman MM. 

Minimnya jumlah pembudidaya ikan jenis mujair, emas dan lele di Kabupaten Lahat, menjadi penyebab kebutuhan lokal belum terpenuhi. Padahal sumber air melimpah di beberapa kecamatan, seperti Kota Agung, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumi, Jarai, Muara Payang, Sukamerindu dan Tanjung Sakti Pumi. Pola pikir masyarakat yang belum mengarah ke bentuk usaha, atau hanya sebatas memenuhi kebutuhan rumah tangga saja, membuat peluang ini belum dimanfaatkan dengan maksimal.

"Cuma sebatas konsumsi rumah tangga saja. Sumber air kita tersedia sangat luar biasa," jelasnya. (irw)

MUARA BELITI - Masyarakat di wilayah Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), merugi akibat lamanya pemadaman aliran listrik. Warga mengaku tidak memiliki persiapan karena pemadaman aliran listrik terlalu mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Hendrik (43) tukang las, asal Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura menuturkan, pemadaman listrik berlangsung Rabu (15/2) sekitar pukul 07.30 WIB. Warga mengaku cukup kesulitan, karena ‎hingga pukul 15.00 WIB aliran listrik juga hidup. Padahal,  rata-rata masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Mura, sangat ketergantungan dengan aliran listrik.

"Sekarang kami tidak bisa bekerja, ini banyak orderan terbengkalai karena mati lampu dari pagi. Saya tidak bisa berbuat banyak karena profesi kami mengandalkan aliran listrik," kata Hendrik.

Hendrik menuturkan, kerugian secara materi juga dikeluhkan oleh sejumlah warga lainnya. Bahkan sejumlah warga yang memiliki usaha warnet, las listrik, dan usaha lainnya memilih menutup lapak. Warga berharap pihak PLN segera melaksanakan perbaikan, sehingga pemadaman aliran listrik bisa diatasi dengan cepat.

"Kita tidak tahu apa penyebab aliran listrik padam. Tapi Jelas kami rugi tidak bisa melaksanakan aktivitas dan bekerja dengan maksimal," ucapnya.

Terpisah, Randy, kepala cabang PLN Rayon Muara Beliti menyatakan, pemadaman memang dilakukan secara serentak di tiga wilayah seperti Kota Lubuklinggau-Kabupaten Mura, dan Muratara. Menurutnya, ketiga wilayah ini mendapatkan suplai aliran listrik dari gardu induk yang berada di Pedatang Kota Lubuklinggau.

"Sekarang lagi ada kerusakan trafo di gardu induk Petanang mas. Jadi untuk melakukan perbaikan kita padamkan aliran listrik dulu," ujarnya. (cj13)

LAHAT - Demi Indonesia damai dan suksesnya pelaksanaaan pilkada serentak di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Lahat bekerja sama dengan Polres Lahat menggelar istiqhosa, di pendopoan rumah Bupati Lahat, Rabu (15/2).

Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE mengatakan kegiatan istiqhosa merupakan bentuk dukungan agar Pilkada yang dilaksanakn berlangsung, damai, bersih dan baik. "Ini dukungan kita agar pilkada serentak dapat berjalan damai, karena Indonesia yang damai dan baik adalah keiniginan kita semua," kata Aswari.

Dia berharap semua elemen masyarakat dapat menjunjung tinggi dan mentaati nilai-nilai luhur agama, adat dan budaya, serta perundang-undangan yang berlaku, junjung tinggi azas kesatuan, sikap tenggang rasa dan rasa saling menghormati, serta kembangkan rasa persaudaraan. (irw)

LAHAT - Lelang jabatan eselon II ramai peminat. Data pada Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lahat, ada 21 calon pelamar untuk 3 instansi di lingkungan Pemkab.

"Ada 21 calon untuk tiga jabatan," kata Kepala BKPSDM Lahat, Drs H Rakhmat Surya Effendi MM melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi Aparatur, Anan Aldillah SAg MSi, Selasa (14/2).

Rincinya, untuk posisi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tercatat 4 orang, Dinas Perpustakaan 10 kandidat, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (7 orang)

"Dari 21 kandidat, satu orang berasal masing-masing dari Kota Pagaralam dan Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI)," ujarnya.

Seluruh dokumen terakhir masuk pada 15 Februari tepat pukul 16.00 WIB, guna melakukan registrasi administrasi.

Anan Aldillah menambahkan, apabila semua berkas-berkas dari calon tersebut lengkap, maka, langkah selanjutnya, memverifikasi satu persatu, apakah betul memenuhi persyaratan atau tidak. (irw)

LAHAT - Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE mengaku kecewa. Beberapa pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkab terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Karenanya, Aswari menegaskan, tidak akan melindungi siapa saja oknum pejabat di Bumi Seganti Setungguan yang terjerat kasus barang haram tersebut.

"Tidak ada rekomendasi-rekomendasi untuk membantu kasus seperti itu (narkoba)," tegasnya, saat menyampaikan penghargaan kepada anggota Polres yang berhasil mengungkap kasus menonjol, di wilayah hukum Polres Lahat, Selasa (14/02), di ruang serba guna Mapolres Lahat.

Dia mengaku, ada oknum pejabat yang sampai merengek-rengek minta bantuan kepadanya agar terbebas dari kasus narkoba yang menjeratnya.

Hanya saja Aswari telah berkomitmen menabuh genderang perang terhadap bahaya narkoba, dan tetap tidak menghiraukan rengekan oknum para pejabat nakal tersebut.

"Pak Kapolres, silahkan ditindak. Jangan pandang bulu," tandasnya, di depan Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka SIk. (irw)

LAHAT - Ada yang menarik saat pelantikan Secaba TNI di lapangan Dodik, Lahat, Senin (13/2). Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman SH MH MM meminta orang tua atau keluarga untuk mencari anaknya hanya dalam waktu 5 menit./

"Saya kasih waktu lima belas menit. Silahkan para orang tua dan keluarga siswa secaba mencari anaknya masing-masing," ujar Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman SH MH MM, pada pelantikan Secaba Rindam II/sriwijaya di Lapangan Dodik.

Ratusan keluarga dari 187 siswa bintara TNI AD langsung berlarian ke lapangan mencari anaknya yang berdiri tegap di lapangan. Kelucuan pun kadang terlihat ketika mereka salah menebak anaknya. Maklum, para secaba muda ini memakai seragam yang sama dan mukanya dilumuri dengan cat hitam dan hijau ala tentara yang akan berperang. "Eh bukan anakku, maaf ya," ujar ibu yang memilih

anaknya.

Saking sulitnya mengenali anak mereka, hingga waktu yang diberikan berakhir, belasan orang tua tidak berhasil menemukan putranya. Apalagi bintara muda yang dicari, dilarang memberikan kode atau pun memanggil orang tua dan keluarganya yang sengaja hadir dalam pelantikan.

"Sudah lima bulan anak kami pendidikan, tentu sedih dan haru, apalagi suasananya seperti ini," kata Firman, keluarga bintara muda, asal Baturaja. Merekapun berangkulan saat menemukan keluarganya. (irw)

LAHAT - Hama tomcat menghancurkan harapan petani Desa Manggul, Kecamatan Kota Lahat. Puluhan hektare padi yang memasuki masa panen rusak diserang hama yang dikenal warga dengan semut api alias tomcat.

Ironisnya, hama ini tidak musnah disemprot racun kimia. "Beragam upaya sudah dilakukan termasuk melakukan penyemprotan. Hasilnya nihil," ujar Mastari, petani Desa Manggul, Jumat (10/2).

Hama menyerang tangkai pada saat padi memasuki usia 2 bulan 15 hari. Tangkai padi pun patah, yang menyebabkan biji padi hampa.

Hama ini menyerang tangkai padi pada malam hari. Berkali petani menyemprot dengan kimia dan dosis berbeda, namun hama ini tetap hidup. Bahkan saran serta anjuran para penyuluh pertanian sudah pula dikerjalan, namun hasilnya masih nihil. "Duit sudah banyak keluar tapi masih saja tidak mati," ujarnya.(irw)

LAHAT - Membangun masyarakat Islami, Pemerintah Kabupaten Lahat mengimbau masyarakat memakmurkan masjid. Yakni memperbanyak kegiatan keagamaan dan salat berjamaah di masjid dan tempat ibadah lainnya.

"Sesuai program keagamaan pak bupati, mari kita hidupkan syiar Islam di masjid," kata Sekda Lahat H Nasrun Aswari, saat safari Jumat di Masjid Attaqwa, Desa Tanjung Payang, Jumat (10/2).

Hendi, warga Tanjung Payang mengaku bahagia masjid mereka dikunjungi pemerintah. "Masjid kami lagi membangun menara, mudah-mudahan ini bisa jadi barokah," ujarnya. (irw)

 

LAHAT - Puluhan pengendara sepeda motor kalang kabut. Mereka berhamburan memutar arah. Ini terjadi, saar razia kendaraan bermotor yang digelar Satlantas Polres Lahat, Kamis (9/2) di Jalan RE Martadinata, Keluarahan Bandaragung, Kecamatan Kota Lahat. 

Ada juga pengendara yang segera memutar saat jauh, setelah mendapat informasi dari pengendara lainnya yang tengah melintas. Namun, tetap saja banyak pengendara yang terjebak dalam razia yang digelar dekat SMPN 5 Lahat tersebut.

Puluhan pengendara yang tidak dilengkapi surat menyurat serta melanggar aturan lainnya, terjaring dalam operasi yang dipimpin oleh KBO Satlantas Polres Lahat Iptu Idian Kusma itu.

"Operasi ini untuk menekan 3R, yakni Curat (pencurian dengan pemberatan) Curas (pencurian dengan kekerasan, red) dan Curanmor (pencurian terhadap kendaraan bermotor, red)," terang Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka SIK melalui Kasatlantas AKP Dani Prasetya. (irw)

Halaman 1 dari 20

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca