LUBUKLINGGAU - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Lubuklinggau, Nobel mengatakan, tahun ini tidak ada pembangunan strategis yang dilaksanakan. Sebab, keterbatasan anggaran membuat pihaknya saat ini fokus meneruskan dan melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur yang sudah dibangun sebelumnya.

"Jadi sifatnya menunjang dan melengkapi dari kegiatan di tahun kemarin. Sedangkan hal-hal strategis baru, belum ada," kata Nobel.

Pihaknya saat ini meneruskan dan melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur yang sudah dibangun sebelumnya yakni berusaha semaksimal mungkin menyelesaikannya dengan dana yang ada. Seperti melengkapi sarana prasarana di taman olahraga, gedung DPRD dan Masjid Agung As Salam.

"PR gedung DPR, artinya tahun ini kita cicil lagi pembangunanya. Kemarin Masjid Agung masih ada kurang-kurang sedikit, menara lama belum diperbaiki, kemudian bagian belakang masjid agung masih agak kumuh kita buat pelataran. Terus kita tambah karena masjid agung untuk pemotongan hewan kurban banyak, nah kita bangun untuk rumah potong hewan," bebernya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Warga RT 01, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II kembali mengaktifkan kegiatan siskamling dengan melaksanakan ronda malam. Itu diharapkan agar terciptanya keamanan, ketertiban dan kenyamanan di lingkungan warga.

Dalam kegiatan poskamling di lingkungan RT tersebut, Lurah Siring Agung, Robi Yansyah ikut berpartisipasi dengan warga melakukan ronda. Ronda malam di samping untuk menjaga keamanan dan ketertiban, juga mempererat hubungan silaturahmi sesama warga.

"Warga diharapkan untuk menjalankan program Siskamling ini dengan cara aktif melaksanakan ronda malam. Dengan secara kebersamaan segala hal buruk bisa teratasi," kata Robi. 

Selain itu dirinya juga memotivasi para ketua RT lainnya di Kelurahan Siring Agung untuk dapat menggerakkan warganya dalam mengaktifkan kegiatan ronda malam. Apalagi saat ini kriminalitas semakin meningkat.

"Siskamling dengan ronda malam salah satu cara yang efektif untuk meminimalisir tindak kriminalitas seperti aksi jambret bahkan pencurian kendaraan bermotor," ujarnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Pelaksanaan pendataan terhadap pedagang di pasar Inpres Blok A dan B terus dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Lubuklinggau.

Pendataan guna melengkapi persyaratan ke PT SMI dan untuk menyiapkan lapak/kios baru bagi pedagang saat relokasi ketika pasar inpres dibongkar. Sebab pasar inpres rencananya akan dibangun menjadi pasar modern atau Linggau Trade Center.

"Jumlah pedagag Blok A dan B hampir 400 sampai 500 an. Sedangkan di luar itu, pedagang kaki lima masih didata dan dalam waktu dekat selesai dilakukan pendataan," kata Kepala Disperindagsar Lubuklinggau, HM Hidayat Zaini, Rabu (22/2).

Menurutnya, pendataan sebagai syarat untuk pinjam uang ke PT SMI. Dan pihaknya sudah melaporkan data tersebut ke PT SMI. Lalu untuk proses selanjutnya di Bappeda. "Target kita tahun ini peminjaman itu diberikan PT SMI," jelasnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Rencana pelaksanaan program kampung warna warni yang menunjuk dua kelurahan, yakni Lubuklinggau Ulu dan Ulak Surung terus dimatangkan dinas yang terlibat di dalamnya dalam rapat pemantapan, Rabu (22/2). Rencananya pelaksanaan di lapangan dilakukan awal Maret.

Ketua PKK Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana Putra Sohe ikut dalam rapat yang dipimpin langsung Plt Sekda Lubuklinggau, Rahman Sani. Sebagaimana diketahui, ide kampung warna warni muncul dari Yetti Oktarina yang juga istri wali kota Lubuklinggau. Tujuan kampung warna warni yakni mempercantik lingkungan.

"Masalah teknis di lapangan, kita serahkan kepada dinas terkait, tapi sebelumya perlu dilakukan edukasi lagi kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan," kata Yetti.

Lebih lanjut pihaknya akan membagi beberapa tim ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada warga. Dan tidak perlu bersifat seremoni. Sebab, yang terpenting dengan adanya kampung warna warni, dimaksdudkan meraka paham maksud dan tujuannya.  "Yang terpenting masyarakat tahu dan paham program ini," ujarnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Pemerintah Kota Lubuklilnggau akan membuat Peraturan Daerah (Perda) minuman keras dalam waktu dekat. Perda tersebut diharapkan mampu membatasi, melihat, dan mengontrol peredaran miras di kota tersebut. 

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan bahwa peraturan daerah (Perda) minuman keras (Miras) sudah disiapkan. Adanya Perda miras jangan sampai disalahartikan. Sehingga akan timbul persepsi bahwa adanya Perda miras, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melegalkan miras.

"Perda miras itu sudah disiapkan. Cuman kan ada kesalahan persepsi terhadap Perda miras seolah-olah dengan adanya Perda miras, kita melegalkan miras, Tidak. Adanya undang-undang korupsi, seolah-olah kita melegalkan korupsi. Tidak," tegas Nanan.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa adanya perda miras itu untuk membatasi, melihat, mengawasi dan menontrol peredaran miras. Sehingga diharapkan penjualan miras tidak sembarang tempat.

"Itu supaya jangan jual miras ini sembarangan tempat," ujarnya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Progres perekaman e-KTP di Kota Lubuklinggau saat ini sudah mencapai sekitar 95 persen. Dari jumlah wajib e-KTP 156 ribu, saat ini yang sudah menerima KTP elektronik tersebut 143 ribu.  Sedangkan sisanya yang belum perekaman jumlahnya antara 6.000 sampai 8.000 wajib eKTP.

"Sisanya yang belum antara 6.000 sampai 8.000, di bawah 10 ribu yang pasti," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lubuklinggau, Johan Sitepu, Senin (20/2).

Menurutnya, hingga saat ini blangko eKTP masih kosong. Sehingga warga masih diberikan surat pengantar. Sebab, surat edaran yang diterima Disdukcapil Lubuklinggau dari Dirjen Disdukcapil masih diperpanjang sampai bulan April terkait dengan blangko.

"Perkiraan bulan April blangkonya baru datang. Wajib e-KTP yang menggunakan surat pengantar sekitar lima ribuan," bebernya. (wek)

LUBUKLINGGAU - Satreskrim Polres Lubuklinggau meringkus tersangka spesialis curas yang sudah dua kali beraksi di lokasi objek wisata Watervang, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tersangka merupakan petani yakni Renfil Agustian alias Renfil (24), warga Desa Marga Tani, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Mura.

Tersangka ditangkap di rumahnya, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Dan terpaksa ditembak kaki kirinya lantaran saat akan ditangkap berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam (sajam). Sehingga tersangka dilumpuhkan meskipun sudah dua kali lebih polisi memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasar Lp/B- 642/IX/2015/Res Lubuklinggau. Salah satu korbannya adalah Tengku Alda Aulia (13), pelajar, warga Jl Kemuning, No 57, RT 06, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku. Lalu dilakukan pengintaian selama satu minggu dan diperoleh informasi yang akurat tersangka berada di Jayaloka," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin. 

Kemudian tim buser melakukan penggerebekan. Namun saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri dengan membawa senjata tajam jenis pisau. Dan telah diberi peringatan untuk menyerah dengan memberikan tembakan peringatan lebih dari dua kali. Namun tidak diindahkan.

"Sehingga dilakukan tindakan tegas, pelaku menggalami luka tembak pada bagian kaki sebelah kiri dan telah d lakukan pengobatan terhadapnya," ujar Ali. (wek)

LUBUKLINGGAU - Petgas Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau meringkus Aswin alias Win (42) di rumahnya di Jl Kenanga I, Gg Kelinci, RT 05, No 20, Kelurahan Sinalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Penangkapan dilakukan undercover buy," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzie.

Selanjutnya setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka, polisi lalu melakukan penggeledahan pakaian dan menemukan satu paket sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan di tempat tinggal tersangka.

"Dari penggeledahan terhadap tersangka dan tempat tinggalnya, didapat barang bukti berupa 22 paket sabu yang disimpan di samping rumah tersangka. Diakui tersangka sebagai miliknya," jelas Ahmad Fauzie. (wek)

MUARA BELITI - Pasca pemadaman aliran listrik selama 24 jam lebih di tiga wilayah, Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara, banyak pihak yang mengaku alami kerugian. Pihak PLN mengaku dampak kerugian jelas terjadi di semua lini, karena kebutuhan listrik saat ini menjadi kebutuhan wajib yang mesti dipenuhi.  

Randhy, Kapala Cabang PLN Ranting Muara Beliti mengatakan, pemadaman aliran listrik yang terjadi di tiga wilayah setidaknya menimbulkan beberapa kendala teknis, maupun kerugian.

"Memang semua bisa terhambat, karena listrik sudah menjadi kebutuhan dasar. Pemadaman kemarin terjadi akibat adanya pergantian penghantar trafo di gardu induk yang rusak," kata Randhy, (16/2).

Dikatakannya, akibat kerusakan tersebut PLN harus melakukan perbaikan secepat mungkin dan sekitar pukul 10.20 WIB hari ini (16/2), aliran listrik baru bisa difungsikan dengan maksimal. "Sekarang sudah normal karena sudah dilakukan perbaikan. Jelas banyak pihak yang rugi seperti masyarakat dan termasuk kami sendiri," timpalnya.

Sementara itu, Menajer PLN Ranting Kota Lubuklinggau, Ilyas menyatakan pihaknya optimis setelah melakukan perbaikan tersebut tidak akan terjadi pemadaman kembali. Saat melakukan pemadaman selama 24 jam tersebut PLN sendiri alami kerugian sekitar Rp1 miliar lebih.

"Bukan hanya warga saja yang rugi tapi kami juga rugi. Kerugian bisa finansial karena pergantian alat-alat maupun kerugian perputaran KWH aliran listrik karena tidak bisa menyuplai ke konsumen," ucapnya.  (cj13)

LUBUKLINGGAU - Saat ini kontrol navigasi dan lalu lintas udara di Bandara Silampari masih dipantau dari bawah meskipun Air Traffic Control (ATC) tower Bandara keberadaannya sudah ada. Namun ATC Tower tersebut belum beroperasi lantaran belum diserahkannya tower ke pihak bandara dari Pemkot Lubuklinggau.

Hari ini (16/2) dilakukan pertemuan antara Pemkot Lubuklinggau dengan pihak Bandara Silampari. Itu menyikapi persoalan mengenai tower bandara. Yang mana pertemuan itu menyepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penyerahan tower Kontrol navigation dari Pemkot ke Bandara sehingga bisa dimanfaatkan.

"Nanti diserahkan ke kita, selanjutnya baru dioperasikan oleh Air Nav. Mereka yang akan memantau lalu lintas udara," kata Kepala Bandara Silampari Rudi Pitoyo melalui pelaksana harian Kepala Bandara, Ikhsan Fadilah.

Menurutnya, selama ini control navigasi pesawat atau lalu lintas udara dilakukan dari bawah. Sehingga jarak pandang tidak terlalu dekat dan jelas. Lalu dengan dioperasikannya tower itu, tentua akan mengefektifkan pengontrolan lalu lintas udara.

"Kita tunggu dulu penyerahan, biar bisa dioperasikan oleh R-Nav, kalau sudah beroperasi tower ini tentu akan lebih efektif dalam mengontrol lalulintas udara kita," bebernya.

Terpisah Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyatakan pihaknya akan segera menyerahkan tower tersebut agar dapat difungsikan untuk pengontrolan lalulintas atau navigasi pesawat. (wek)

Halaman 1 dari 25

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca