INDERALAYA - Malang nasib pengedar narkoba asal Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir ini. Tersangka yang sempat lolos dari penyergapan petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Ilir pada Jumat (17/2) lalu, harus menemui ajalnya karena tenggelam di Sungai Ogan, Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan.

Mayat tersangka ditemukan warga mengapung di Sungai Ogan, Minggu (19/2) sekitar pukul 10.00 WIB dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, Polres Ogan Ilir belum berani menyebut bahwa mayat yang ditemukan di Sungai Ogan itu adalah tersangka Darmadi (43), warga Desa Sungai Rotan. Hanya saja, pihak keluarga mengenali ciri fisik tubuh tersangka.

"Ya, benar itu mayat Darmadi," kata Suhardiwinata, keluarga yang tercatat sebagai anggota DPRD Ogan Ilir ini. (sid/dom)

LUBUKLINGGAU - Petgas Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau meringkus Aswin alias Win (42) di rumahnya di Jl Kenanga I, Gg Kelinci, RT 05, No 20, Kelurahan Sinalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kamis (16/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Penangkapan dilakukan undercover buy," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzie.

Selanjutnya setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka, polisi lalu melakukan penggeledahan pakaian dan menemukan satu paket sabu. Kemudian dilakukan penggeledahan di tempat tinggal tersangka.

"Dari penggeledahan terhadap tersangka dan tempat tinggalnya, didapat barang bukti berupa 22 paket sabu yang disimpan di samping rumah tersangka. Diakui tersangka sebagai miliknya," jelas Ahmad Fauzie. (wek)

SUMSEL - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel terus memburu pemain narkoba. Setelah menyita 1.365 butir ekstasi pada 1-8 Februari lalu, kali ini kembali mendapatkan 1.232 ekstasi.
“Barang sebanyak itu kami sita dalam penangkapan dua hari saja, 13-14 Februari,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, kemarin (16/2). Rincinya, 937 butir warna merah logo LV dan 295 butir warna biru logo kerang.
Selain itu, disita pula 300 gram sabu-sabu.
Untuk ekstasi didapat dari Erni (28), warga Kecamatan Talang Kelapa dan Fiky (27), warga Kecamatan Seberang Ulu II. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing. Sedang sabu didapatkan dari Wandi (39), warga Kecamatan Seberang Ulu I.
“Pengakuan mereka, ekstasi dan sabu dari Aceh, mau diedarkan ke Lampung. Peran mereka sejauh ini sebagai perantara atau kurir,” jelasnya didampingi Kasubdit II AKBP FX Irwan Arianto dan Kasubdit III AKBP Syachril Musa
Menurut Tommy, narkoba itu tak hanya untuk Lampung, tapi juga diedarkan di Palembang. Di Lampung ada pengendalinya, diduga salah seorang narapidana (napi) di lembaga pemasyarakatan.
“Mereka sudah dua kali membawa narkoba ke Lampung. Kami akan koordinasi dengan Polda Lampung,” lanjutnya. Pengakuan Erni dan Fiky, mereka ditugasi A, napi sebuah lapas di Lampung. Narkoba itu diantar untuk Heri, di Rajabasa.
“Saya tidak kenal orangnya. Rencananya, begitu tiba di Terminal Rajabasa, ada orang yang langsung menemuai saya dan mengambil barang itu,” jelasnya. Mereka berdua akan diupah Rp5 juta jika berhasil.
Erni mengaku awalnya tidak mau. “Tapi bagaimana, saya lagi perlu uang,” cetus ibu satu anak itu.
Terpisah, Satuan Narkoba Polres Muara Enim membekuk Richard (23). Warga Kelurahan Muara Enim itu diciduk di depan rumah makan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Rabu (15/2), pukul 17.00 WIB.
Dari tangan tersangka disita bungkusan lakban hitam yang di dalamnya ada sepaket sabu dengan berat 2,48 gram. Tersangka mengakui kalau sabu itu miliknya. Dia mengaku baru menggeluti bisnis sabu.
“Kalau yang ini bukan mau dijual. Aku di sana mau makan,” kilahnya. Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi melalui Kasubag Humas AKP Arsyad dan Kasat Narkoba AKP Alhadi membenarkan penangkapan tersangka.
"Tersangka diduga sebagai pengedar yang sering mangkal di rumah makan untuk melakukan transaksi narkotika,” jelasnya. Melalui pengintaian dan penyelidikan, pihaknya berhasil menangkap tersangka dengan barang buktinya.
Terpisah, dua sekawan, Yusuf (29) dan Hamdan (23) diringkus anggota Polsekta Ilir Barat (IB) II. Keduanya ditangkap usai beli satu paket sabu di Lr Jambu, Kecamatan IB II, Kamis (16/2), pukul 01.30 WIB.
“Belinya patungan, biar kerja lebih enak,” aku Yusuf saat ekspose di Mapolsekta IB II. Tukang cuci mobil ini mengaku pakai sabu biar tubuh segar saat kerja malam hari. Sudah satu tahun dia jadi pengguna. “Aku ajak Hamdan, kami bisa pakainya di rumah kosong,” tuturnya.
Sedang Hamdan kenal Yusuf sebulan lalu, sejak mulai kerja di cucian mobil yang sama. “Kasus yang melibatkan kedua tersangka ini dalam pengembangan,” tandas Kapolsek IB II Kompol Mayestika didampingi Kanit Reskrim IB II Ipda Jhoni Palapa. (vis/roz/wly/ce2)

MUARA ENIM--Richard Randel (23), warga Kelurahan Muara Enim dibekuk Satnarkoba Polres Muara Enim.Tersangka ditangkap saat hendak transaksi narkotika di depan sebuah rumah makan, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Muara Enim-Prabumulih, Rabu (15/2) pukul 17.00 WIB.

Dari tangan tersangka disita barang bukti berupa sebuah bungkusan lakban hitam yang di dalamnya terdapat sepaket besar sabu-sabu dengan berat bruto 2,48 gram. Selain itu disita pula celana panjang jenis Levis warna biru dan sebuah unit HP Asus warna hitam.

Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Rumah Makan PDKT depan GOR Muara Enim sering dilakukan transaksi narkotika. Lalu anggota Satres Narkoba Polres Muara Enim bergerak melakukan penyelidikan di TKP sambil melihat-lihat lokasi. Sekitar pukul 17.00 WIB didapat seseorang yang tampak mencurigakan lalu dilakukan pemeriksaan. Di dalam saku celana kiri yang dipakai tersangka ditemukan barang bukti sebungkus sabu-sabu.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi melalui Kasubag Humas AKP Arsyad dan Kasat Narkoba AKP Alhadi membenarkan adanya penangkapan seorang tersangka penyalahgunaan narkoba. (roz)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/2).

 

LAHAT - Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE mengaku kecewa. Beberapa pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkab terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Karenanya, Aswari menegaskan, tidak akan melindungi siapa saja oknum pejabat di Bumi Seganti Setungguan yang terjerat kasus barang haram tersebut.

"Tidak ada rekomendasi-rekomendasi untuk membantu kasus seperti itu (narkoba)," tegasnya, saat menyampaikan penghargaan kepada anggota Polres yang berhasil mengungkap kasus menonjol, di wilayah hukum Polres Lahat, Selasa (14/02), di ruang serba guna Mapolres Lahat.

Dia mengaku, ada oknum pejabat yang sampai merengek-rengek minta bantuan kepadanya agar terbebas dari kasus narkoba yang menjeratnya.

Hanya saja Aswari telah berkomitmen menabuh genderang perang terhadap bahaya narkoba, dan tetap tidak menghiraukan rengekan oknum para pejabat nakal tersebut.

"Pak Kapolres, silahkan ditindak. Jangan pandang bulu," tandasnya, di depan Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka SIk. (irw)

MUARA ENIM - Tedi Candra alias Indra (34) yang dikenal sebagai bandar narkoba ditangkap. Warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, PALI ini dibekuk jajaran Satreskrim Polres Muara Enim dipimpin Kanit Pidum AKP Alpian SH, Kamis (9/2). Tersangka dibekuk saat berada di rumahnya. Dari tangan tersangka ditemukan tiga butir pil ekstasi (ineks) warna hijau dan dua paket sabu-sabu seberat 2,4 gram.

Selain itu, petugas menyita barang bukti sepucuk senjata api (senpi) laras pendek dan 5 butir amunisi kaliber 9 mm.Tersangka bakal dikenakan dua pasal tentang kepemilikan senpi dan penyalahgunaan narkotika.

Di lokasi terpisah, Satreskrim Polres Muara Enim juga berhasil membekuk Ibnu alias Beni (40) karena membawa sepucuk senpi laras pendek dan 5 butir amunisi kaliber 9 mm. Warga Desa Betung, Kecamatan Benakat, Muara Enim ini dibekuk di dekat rel kereta api Ujanmas, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim, Kamis (9/2).

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSi melalui Kasatreskrim AKP Agus P dan Kasubag Humas AKP Arsyad membenarkan pihaknya sudah mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti di Polres. "Khusus untuk tersangka Tedi bakal dikenakan dua pasal tentang kepemilikan senpi dan penyalahgunaan narkotika," ujar Agus. (roz)

PALI - Pelaku Rosihan (34), warga Desa Raja Barat, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mesti merasakan tidur di ruang pengap tahanan Mapolsek Tanah Abang,‎ lantaran tetap nekat melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu dihadapan petugas Kepolisian.

Kejadian tersebut berlangsung, Rabu (8/1) sekitar pukul 08.00 WIB, di depan toko olahraga di kawasan pasar tradisional Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, milik pelaku Gd (DPO). Berawal saat petugas Kepolisian hendak membeli peralatan pancing di salah satu toko yang bersebelahan dengan lokasi kejadian. Karena masih tutup, petugaspun memilih untuk menunggu didepan toko pancing tersebut. Tiba-tiba datanglah pelaku Rosihan mendatangi toko olahraga milik Gd. Namun, petugas curiga dengan gerak-gerik kedua orang ini, karena bukanya ingin membeli peralatan olahraga malah membeli sesuatu yang ternyata narkoba.

Disanalah, petugas berbakaian dinas dan dipersenjatai lengkap ini langsung menyergap pelaku Rosihan yang sempat ingin melarikan diri dan membuang bungkus rokok, yang ternyata berisikan peralatan isap sabu dan uang Rp100 ribu yang akan dipergunakannya untuk membeli barang haram tersebut.

Setelah mengamankan pelaku Rosihan, petugas ternyata tidak melihat pelaku Gd yang ternyata melarikan diri disaat petugas sibuk bergelut. Langsung saja bantuan datang dari Mapolsek Tanah Abang, dan melakukan peggeledahan didalam toko peralatan olahraga tersebut. Benar saja, barang bukti narkoba ditemukan. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (10/2). 

TEBING TINGGI - Empat pelaku narkoba yang terdiri dari dua bandar, satu kurir dan satu pemakai berhasil diringkus tim gabungan Satres Narkoba, tim Elang Satreskrim Polres Empat Lawang dan Satres Narkoba Polres Lubuk Linggau.
Keempat pelaku tersebut, di antaranya tiga laki-laki dan satu perempuan. Dua bandar tersebut yakni Parya Budiman alias Budi RT (40), warga Jl Jati, samping Kantor Pos Pendopo, Kecamatan Pendopo, Empat Lawang. Dia merupakan salah satu bandar di Kabupaten Empat Lawang.
Selanjutnya Narsutrisno alias Mat (32), warga Jl Cereme, Gg Sejahtera, Kota Lubuklinggau. Dia merupakan bandar narkoba di Kota Lubuklinggau dan target operasi (TO) Satres Narkoba Polres Lubuk Linggau. Sementara dua pelaku lainnya, Hera (21), warga Desa Pelangkean, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Terakhir seorang kurir, Firman (22) warga Jl Cereme, Gg Sejahtera, Kota Lubuklinggau.
Penangkapan keempat pelaku ini berdasarkan Laporan Polisi (LP) nomor LP/A-02/II/2017/Sumsel/Res Empat Lawang. Penangkapan bermula, Selasa (7/2) Polres
Empat Lawang mendapat informasi bahwa bandar narkoba, Budi RT akan lewat dari arah Pendopo gunakan mobil Avanza warna silver bernopol BA 1498 WN. “Tim Satres Narkoba gabung Tim Elang Polres Empat Lawang berangkat menuju lokasi di sekitaran Pendopo Barat,” ujar Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Res Narkoba, AKP Joni Indrajaya, kemarin malam (8/2).
Ketika sampai di Desa Muara Lintang, Kecamatan Pendopo Barat, Empat Lawang
sekitar pukul 23.00 WIB datang mobil yang diincar. Setelah disetop dan digeledah
ternyata di dalam mobil tersebut ada Budi RT dan Hera. “Ketika kami geledah, dalam kantong celana Budi RT ada satu paket sedang sabu sekitar satu gram. Sedangkan dalam tas milik Hera ditemukan empat butir peluru amunisi jenis revolver,” jelas Joni.
Kedua pelaku dibawa ke Mapolres Empat Lawang untuk penyelidikan lebih
lanjut. Dari hasil pengembangan didapatkan bahwa Budi RT mendapat sabu dari bandar di Kota Lubuklinggau bernama Narsutrisno alias Mar sekitar seminggu lalu sebanyak setengah ons. “Satres Narkoba Empat Lawang berkoordinasi dengan Satres Narkoba Kota Lubuklinggau untuk melakukan penangkapan Narsutrisno,” kata Joni.
Tim gabungan pun menggerebek rumah Narsutrisno yang juga ikut dibekuk. Berhasil disita satu paket ganja dan beberapa plastik klip bening transparan kosong yang belum dipakai, dan timbangan elektrik.
Kurir bernama Firman tadi juga diringkus dan dibawa ke Polres kota Lubuklinggau. “Menurut tersangka Narsutrisno, sabu tersebut dipesan di Medan. Namun masih dikembangkan di Polres Kota Lubuk Linggau,” bebernya. (eno)

KAYUAGUNG – Perang terhadap narkoba terus digalakkan jajaran Satres Naorkoba Polres OKI. Tersangka pengedar ditangkap saat berada di rumahnya, Dusun IV Bali Sadar, Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji OKI, Selasa (7/2), sekitar 21.35 WIB.

Tersangkanya Yunus alias Gulu (29). Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti, tujuh bungkus plastik bening berisi kristal putih jenis sabu berat berat 1,8 gram, dua bundel plastik bening kosong, timbangan digital warna hitam, alat hisap bong, dan sedotan plastik warna hijau.

Penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat. Selanjutnya, aparat Satres Nakorba pimpinan AKP Joni Pajri langsung melakukan penggerebekan. “Tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut dan akan kita kembangkan guna menangkap bandar besarnya. Tersangka ditangkap di rumahnya, dan disita sejumlah barang bukti,” ungkap Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia SH SIK .(gti)

SUMSEL - Dari temuan 500-an narkoba jenis baru (New Psycoactive Substance/NPS) di dunia, ada 46 NPS yang juga ditemukan di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) berhasil mengidentifikasi 44 NPS di antaranya. Bentuknya beragam, mulai dari tembakau, cair, tablet, pil, dan daun-daunan.
    Salah satu yang baru itu dan belakangan beredar yakni tembakau gorila. Memiliki kandungan hampir sama dengan ganja. Tapi dicampur serbuk AB-Chminaca dan efeknya lebih besar. Ada lagi narkotika cair bernama blue safir. Bisa digunakan di rokok elektrik dicampur cairan atau dicampur ke minuman. Jika dikristalkan, blue safir mirip sabu-sabu.
    Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, AKBP Minal Alkarhi SH MH tak menampik jika saat ini narkoba mulai dimodifikasi menjadi jenis-jenis yang baru. Karena, pemakai mungkin ingin merasakan sensasi narkoba yang berbeda dari biasanya.
    "Kami sudah mendengar, ada temuan 46 narkoba baru. Tapi hingga saat ini barang 'haram' itu belum ditemukan di Sumsel," ujarnya. Peredaran narkoba yang ada masih didominasi jenis lama seperti sabu-sabu, ganja, dan ekstasi. Itu masuk lewat pintu bandara maupun pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak resmi. Ini yang menjadi kendala, karena wilayah Sumsel luas. Sulit mengawasi penyelundupan narkoba lewat pintu masuk pelabuhan. "Narkoba baru juga bisa masuk lewat pintu tersebut," terangnya.
    Tapi tentu, kata dia, butuh waktu sampai narkoba baru itu beredar di masyarakat. "Terlebih dahulu harus dikenalkan ke pemakai baru," jelasnya. Baru ada transaksi. Pihaknya pun meminta masyarakat lebih peka dengan potensi beredarnya narkoba baru yang dimodifikasi menjadi bentuk cairan atau makanan. "Kalau dirasa mencurigakan segera laporkan," tuturnya. Menurutnya, hampir semua daerah rawan peredaran narkoba, baik kota maupun daerah.     Awal Januari lalu, pihaknya berhasil membongkar lima kasus narkoba di Kabupaten Musi Rawas.      
    Kadiv Ops Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bernard Munte menjelaskan, pihaknya ikut berupaya menekan masuknya narkoba. Khususnya dari luar negeri lewat pintu bandara. Termasuk pula golongan narkoba baru.
    "Contoh, semua barang-barang atau bagasi penumpang harus melalui X-Ray Bea Cukai. Nanti tim itu yang infokan ke kita jika ada temuan (narkoba, red)," jelasnya, tadi malam. Selain itu, pihak BNN juga masuk bandara untuk melakukan pengintaian.
    "Tak hanya mewaspadai penumpang, bahkan BNN pun mengagendakan tes urine kepada crew secara acak," ujarnya. Karena, jika ada petugas mengonsumsi narkoba, langsung dilaporkan ke polisi. "Kami pun sudah kerja sama dan MoU dengan Dirnarkoba Polda Sumsel terkait koordinasi pelaporan info atau pengungkapan jika ada," bebernya.
    Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto juga mengatakan demikian. "Kami belum menemukan narkoba jenis baru yang menjadi barang bukti (BB) hasil tangkapan sampai saat ini," kata Tommy, kemarin.
    Hasil ungkap kasus tindak pidana narkotika, lanjut Tommy, temuan masih narkoba jenis lama seperti sabu-sabu dan ekstasi. "Dua ini yang dominan. Di 2016, BB yang kami amankan ada 13.681,124 gram sabu-sabu dan 28.466 butir ekstesi (lihat grafis)," terang dia. Ada juga ganja sebanyak  83.220,124 gram. Di Januari 2017, pihaknya juga memusnahkan BB sabu seberat 875,05 gram, ekstasi 1.655 butir.
    Mesk belum ada temuan narkoba baru, Ditres Narkoba Polda Sumsel tetap akan bereaksi cepat. "Aksi perburuan pelaku narkoba gencar kami lakukan. Bahkan, ultimatum sangat tegas. Pelaku melawan akan berakhir di kamar mayat," terangnya.
    Itu sudah dibuktikan dengan tewasnya gembong narkoba bernama Syarkowi alias Kowi saat penyergapan di Desa Serdang Menang, SP Padang, OKI, Rabu (18/1) lalu. "Tak ada ampun. Kami tidak main-main. Tindakan tegas dan terukur kami lakukan,ö tegasnya.     
    Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB menambahkan juga demikian. "Selama ini kami belum mendapati narkoba baru itu, baik itu jenis tembakau gorila, blue safir, maupun jenis lainnya,ö tandasnya.
    Di daerah, potensi peredaran narkoba jenis baru terutama yang bisa digunakan sebagai liquid rokok elektrik cukup rawan. Ini mengingat rokok elektrik juga sudah digunakan warga daerah.
    Seperti di Empat Lawang. "Di sini juga belum ada temuan narkoba baru, apakah itu tembakau gorila maupun blue safir. Tapi kalau rokok elektrik sudah banyak yang menggunakannya," kata Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP H Amancik Marzuki, kemarin.
    Nah, setelah diteliti di laboratorium BNN, kata dia, rokok elektrik yang dijual mengandung bahan adiktif lainnya. Penggunanya juga tidak tahu dampaknya, padahal tidak baik untuk tubuh. "Rokok tersebut dapat merusak kesehatan bagi tubuh manusia, karena rokok elektrik
mengandung bahan kimia berbahaya," jelasnya. Namun, sampai saat ini pihaknya sebatas hanya memberikan peringatan untuk bahaya rokok elektrik tersebut.
    Sementara, Kepala BNN Ogan Ilir, AKBP H Abdul Rahman ST mengaku belum menerima laporan adanya indikasi bahan baku rokok elektrik mengandung unsur narkotika. "Memang di Pulau Jawa sudah ada temuaun, tapi hasil penyelidikan kami sejauh ini belum ditemukan di OI," terangnya, kemarin.
    Kasi Penyidik dan Penyelidik Reiki Doni BNK OKU Timur mengimbau masyarakat OKU Timur ikut waspadai narkoba baru. "Tembakau gorila masuk kategori narkotika golongan satu. Ini berbahaya karena bukan
sembarangan tembakau, ada campuran ganja sintetis (5-flouro ADB)," ujarnya. Cara menggunakannya, sama dengan mengonsumsi ganja, dicampur dengan tembakau rokok lalu dilinting dan dihisap. Satu batang rokok itu bisa dihisap sampai 5 orang dengan efek alusinasi, rasa gembira yang berlebihan hingga ketergantungan.
    Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIK MSi menegaskan pihaknya akan mewaspadai beredarnya jenis narkoba baru yang ditemukan di Indonesia. "Tidak boleh beredar di wilayah Muara Enim. Jika ada temuan akan kita tindak tegas," ujar Hendra, Senin (6/2).
    Untuk mengantisipasi narkoba jenis baru itu, pihaknya akan bentuk tim khusus berantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya, Muara Enim dan PALI. "Meski kami belum menemukannya, potensi peredaran tembakau gorila, rokok elektronik mengandung narkotika, maupun narkoba jenis lainnya tetap ada. Itulah kenapa perlu pengawasan secara intensif," bebernya. Dia pun berharap dukungan semua masyarakat. "Jika ada indikasi dan temuan, segera laporkan ke polisi," jelasnya.
    Kasatnarkoba Polres OKU Selatan, Iptu Zulkifli SH terus intensifkan razia menekan peredaran narkoba. Pihaknya juga berhasil amankan beberapa pengedar sepekan terakhir. "Tapi masih narkoba jenis lama, seperti sabu-sabu dan ganja. Yang jenis baru baik cairan maupun tembakau belum ada temuan," jelasnya. Tapi, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan masuknya barang haram jenis baru tersebut. Lewat razia rutin di pintu masuk OKUS.
    Kasat Narkoba Polres OKI AKP Joni Fajri mengungkapkan mayoritas peredaran narkoba di OKI masih didominasi sabu dan ekstasi. "Walaupun belum ditemukan narkoba jenis baru di OKI, kami tetap waspada agar barang tersebut tak beredar," terangnya. Caranya memetakan wilayah peredaran narkoba dan membangun jaringan informasi untuk mencegah barang tersebut.
    Kasat Narkoba Polres Muba, AKP Rudi Hartono, mengatakan aparatnya belum menemukan dan mendapatkan peredaran narkoba baru. ôTapi kita tetap antisipasi itu dan menyelidiki ke berbagai wilayah yang ada. Terutama pintu masuk Muba, dari Bayung Lencir, Sanga Desa, Sungai Keruh, juga Lais,ö cetusnya. (uni/gti/vis/chy/eno/sid/roz/dwa/sal/yud/fad)
  

Halaman 1 dari 32

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca