PAGARALAM – Setahun pernah mendekam dibalik jeruji besi pada 2012 silam,ternyata tak membuat jera Juntak (40), warga Talang Pauk, Kelurahan Sidorejo,Kecamatan Pagaralam Utara. Betapa tidak, kemarin, bujangan ini kembali masuk bui usai dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Pagaralam, sesaat setelah membeli sepaket sabu.

Kapolres Pagaralam, AKBP Pambudi SIk, melalui Kasat Res Narkoba, AKP Boby Eltarik SH dikonfirmasi mengatakan pihaknya membenarkan penangkapan kepada pemain narkoba.

“Tersangka residivis kasus serupa pernah dijerat karena konsumsi narkoba pada 2012 silam,” katanya.

Penangkapan kepada pemain narkoba ini, berawal dari anggota yang mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba. Saat itu, tersangka yang diketahui keberadaannya langsung diringkus sedang mengendarai motor di kawasan Jalan Gunung, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Setelah kita geledah, satu paket narkoba disimpannya di saku celana,” ujarnya. (ald)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

 

KAYUAGUNG – Bisnis yang dijalani Handika (32) dan istrinya Marisa (25) selama dua tahun, akhirnya terhenti setelah ditangkap jajaran Polsek Pampangan. Keduanya ditangkap lantaran bisnis yang dijalani tersebut ialah bisnis narkoba. Bahkan keduanya merupakan spesialis mengantarkan nakroba saat acara hiburan organ tunggal.

Warga Pampangan, OKI ini ditangkap Senin (27/3) sekitar pukul 21.00 Wib di jalan Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan. Saat digeledah ditemukan barang bukti 28,5 butir ekstacy warna pink logo mahkota. " Barang bukti tersebut disimpan dalam celana tersangka Handika. Istrinya ikut diboceng dan mereka hendak pergi ke acara organ tunggal di Pampangan,” ungkap Kapolres OKI AKBP Ade Hariyanto didampingi Kasat Reskrim AKP Jhoni Pajri.

Lanjut dia, hasil pemeriksaan sementara kalau ekstacy tersebut didapat dari bandar berinisial Di warga Desa Berkat, SP Padang. “Saat kita
datangi rumah bandar, ternyata dia tidak sedang berada dirumah, setelah kita geledah ternyata tidak kita temukan BB narkotika dirumahnya, tetapi kita masih tetap melakukan pengejaran terhadap bandar besarnya tersebut," jelasnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (29/3). 

 

PALI - Jajaran Unit Reskrim Polsek Talang Ubi pimpinan Iptu Rusli SH berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Bumi Serepat Serasan. Tak tanggung-tanggung, tujuh orang langsung diamankan. Namun, hanya dua orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun kedua pelaku itu yakni Anton Wijaya alias Anton (36), warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, dan Kurnia alias Nia (40), warga Talang Ubi Bawah, Ibukota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Para tersangka ini berhasil diringkus, Senin (27/3) sekitar pukul 01.00 WIB, di dalam rumah kontrakan milik Salimun, di wilayah Talang Ubi Bawah, Ibukota Pendopo, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Disanalah, kedua pelaku dan kelima saksi yang juga berada didalamnya tak mampu berkutik. Setelah petugas kepolisian tidak memberi cela bagi para pelaku untuk kabur. Langsung saja di dalam kontrakan tersebut, petugas melakukan pegeledahan. Benar saja, petugas berhasil menemukan barang bukti (BB) berupa paketan sabu-sabu berbagai ukuran.

Dimana, dari tangan kedua tersangka ini petugas berhasil menemukan dua paket sabu-sabu masing-masing seharga Rp2,1 juta, yang disimpan didalam bungkus cotoon bud, bersamaan dengan satu paket sabu-sabu senilai Rp4 juta, dan empat butir ekstasi warna coklat, yang disembunyikanya di dalam lemari kamar kontrakan tersebut.

Lalu, petugas kembali menemukan satu bungkus sabu-sabu senilai Rp1,5 juta. Dua paket berisikan sabu-sabu senilai Rp800 ribu. Satu paket sabu seharga Rp500 ribu, tersimpan didalam dompet kedua pelaku. Dan sejumlah uang tunai berbagai pecahan dengan total sekitar Rp8,9 juta, yang diperkirakan hasil menjual sabu-sabu. (ebi)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

LUBUKLINGGAU - Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau meringkus lima tersangka diduga pengedar narkoba. Kelima tersangka merupakan tangkapan sepekan terakhir.

Dua dari lima tersangka diketahui merupakan oknum mahasiswa yakni Vicki Fernando alias Vicki (20) dan Teddy Hermawan alias Tedi (26) berprofesi sebagai tukang ojek. Tiga tersangka lagi yakni Bambang (30), Agsutus alias Agus (26) dan Nofi Anggara alias Nofi (30)

Tersangka Vicki Fernando diringkus Sabtu (25/3) pukul 21.30 WIB di Jl Yos Sudarso, depan bank BCA, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dari tersangka warga Jl Duku, RT 03, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I tersebut, Polisi mengamankan barang bukti (BB) satu bungkus koran yang didalamnya berisikan daun, biji dan batang tanaman ganja dan satu HP blackberry warna hitam.

"Tertangkap tangan memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan narkoba dalam bentuk tanaman ganja. Saat diperiksa dan digeledah, ditemukan BB," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzi.

Kemudian pada Minggu (26/3) sekitar pukul 01.00 WIB Polisi meringkus Bambang, buruh, dirumahnya di Jl Depati Said, RT 01, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Darinya diamankan BB satu buah kotak rokok yang didalam terdapat 8 bungkus kertas warna putih berisi irisan daun, batang dan biji tanaman diduga ganja. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3) 

 

JAKARTA - Artis tersandung kasus narkoba kembali terjadi. Kali ini, Billy Syahputra, adik kandung almarhum Olga Syahputra dikabarkan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Rabu (22/3).

Kabar tertangkapnya Billy punn pun langsung ramai jadi bahan pembicaraan netizen.

Mereka tak menyangka, pasalnya Billy masih sempat meng-update status di Twitter untuk mengucapkan berita duka kepada fansnya.

Mendengar kabar tersebut, penggemar yang kebanyakan tidak percaya dengan informasi tersebut meminta Billy ataupun pihak manajemen segera memberikan klarifikasi.

“Bang Billy jawab donk mudah-mudahan beritanya nggak bener,” harap akun mamyrezalaudya.

“Bang billy? Serius tu berita? Nggak percaya,” kata akun gracesst.(zul/ps/jpnn)

FLORIDA - Penangkapan terhadp gembong narkoba di Gifford, Florida, AS, Minggu (19/3) pagi waktu setempat berakhir tragis dan dramatis. 

Betapa tidak, seorang wanita yang diketahui bernama Alteria Woods (21) yang sedang hamil empat bulan tewas terkena timah panas Tim SWAT kepolisian di Florida. Alteria berada di tempat yang tidak tepat.

Alteria adalah kekasih dari Andrew Coffee IV (23). Dia dan ayahnya, Andrew Coffee III adalah target operasi. Alteria terjebak dalam baku tembak.

Ceritanya, saat Andrew III melihat polisi sudah mengepung rumah mereka di 45th Street and 35th Avenue, dia berlari keluar dari rumah. Namun, dia cepat tertangkap dan ditahan.

Nah, melihat kejadian itu, Andrew IV mempersenjatai diri dengan pistol. Entah apa yang ada di kepalanya, Andrew IV menggunakan pacarnya sebagai perisai.

Dor dor dor! Dari informasi yang dihimpun lewat sejumlah media di Negeri Paman Sam, Andrew IV yang mulai menembak ke arah polisi dari jendela kamar tidur.

Salah satu petugas menderita luka tembak di bahunya. Polisi membalas. Di situlah...diduga satu peluru menghantam Alteria Woods. Alteria tewas di tempat, pacarnya ditahan. Versi polisi, setelah penembakan itu, petugas menggeledah rumah dan diduga ditemukan narkoba.

Indian River County, Sheriff Deryl Loar mengatakan, Andrew IV memang memanfaatkan pacarnya untuk berlindung. "Itu tindakan pengecut, menggunakan dia (pacarnya) sebagai perlindungan," ujar Sheriff Loar seperti dikutip dari CBS12.
Namun Sherrif Loar juga menyatakan penyesalan atas tewasnya Alteria yang tak bersalah. "Kami meratapi kepergian Alteria Woods. Pikiran dan doa kami untuk keluarganya.

Arlene Cooper, bibi dari Alteria, mengatakan pihak keluarga sangat terkejut dengan insiden ini. "Kami baru mendengar, belum tahu apa yang harus kami lakukan. Saya sangat terkejut. Empat bulan hamil," ujarnya.

Senin (20/3) kemarin, Andrew III dan Andrew IV sudah diseret ke pengadilan dengan beragam tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan.

Sementara warga sekitar banyak menanggapi kasus ini dengan sinis. Ini menyusul meningkatnya protes dari masyarakat kulit hitam terhadap ketidakadilan para penegak hukum. (adk/jpnn)

MUSI RAWAS-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hendra Amoer menegaskan masyarakat tidak perlu takut direhabilitasi jika kecanduan narkotika. Menurutnya, dengan melakukan rehabilitasi si pengguna penyalahgunaan narkotika akan diobati secara intensif sehingga mampu kembali ke dalam kehidupan sosial masyarakat.

Untuk memberantas peredaran narkotika diharapkan peranan dari seluruh masyarakat. BNN Kabupaten Mura menegaskan, sampai saat ini masih banyak anggapan miring yang beredar jika rehabilitasi tidak mampu menyembuhkan secara total kecanduan narkotika.

Menurut Hendra Amoer, tanggapan itu tidak berasalan karena saat ini sudah banyak pencandu narkoba yang sembuh secara total setelah melakukan rehabilitasi. Dia mengatakan, sudah ada beberapa warga yang mendatangi BNN untuk melakukan rehabilitasi.

Seperti yang dilakukan oleh Zainudin (38) dan Burlian (32), yang mendatangi BNN Mura, Selasa (21/3), untuk melakukan rehabilitasi.

"Siapa pun warga yang hendak melakukan rehabilitasi kami siap membantu mereka, rehabilitasi ini gratis tidak dipungut biaya. Jadi program rehabilitasi ini memang khusus untuk mengobati warga yang kecanduan narkoba," katanya. (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/3). 

LUBUKLINGGAU - Masih adanya lembaga yang melaksanakan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba tidak melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) membuat proses pendataan sulit dilakukan. Baik itu pendataan terhadap jumlah pasiennya maupun lembaganya.

"Jadi itu memang ada beberapa, makanya untuk itu sekarang kita rangkul mereka, dengan demikian juga nanti terdata lembaganya, terdata pasiennya, juga tersertifikasi penyelenggaraannya," kata Kepala BNN Lubuklinggau, Ibnu Mundzakir.

Menurutnya, sejauh ini lembaga atau yayasan yang melakukan rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba sudah melaksanakan tahapan-tahapan rehabilitasi. Namun apa yang sudah dilaksanakan penyelenggaraannya oleh mereka tidak tercatat di BNN maupun tidak dilaporkan ke intansi-instansi terkait.

"Sejauh ini mereka sudah melaksanakan rehabnya, baru secara tradisional atau juga secara agama. Tapi tidak tercatat di BNN maupun instansi terkait lain. Yang jelas mereka tidak terdata," ujarnya. 

Lebih lanjut kata Ibnu, karena tidak terdata itu, maka terkait dengan program tindaklanjut selanjutnya tidak bisa dilaksanakan. Sebab proses rehabilitasi terhadap pasien penyalahguna narkoba masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan.

Sementara itu, BNN sejauh ini di 2016 berdasarkan data asesment, tercatat 178 orang telah menjalani rehabilitasi. Mereka yang menjalani rehab, ada menjalani rehab jalan dan adapula direhab inap. Mereka yang menjalani rehab inap tersebar di sejumlah tempat yakni di Lido, Bengkulu, Palembang, dan Lampung.

"Nah dari luar itu, mungkin masih banyak lagi. Sebab tidak terdata," bebernya. (wek)

LAMPUNG - Polsek Tegineneng di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampun, diserang dan dirusak massa, Jumat (17/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Dilempari pakai batu, membuat seluruh kaca jendela pecah di bagian dan samping.
Situasi baru kondusif, setelah kepolisian mulai dari Polda hinga Polres dan polsek, dibantu Yonif 143 Candimas dan Pemkab Pesawaran, bersama melakukan pengamanan. Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Wakapolda Brigjen Bonifasius Tampoi, juga datang ke Polsek Tegineneng.
Usai rapat, Sudjarno menjelaskan kronologis kejadiannya. Serangan massa itu, diduga dendam jaringan narkoba karena dilakukan pemberantasan narkoba. “Kami sudah menangkap 5 orang yang diduga terlibat penyerangan Polsek. Tiga orang sudah kami tes urine dan hasilnya positif. Kelima yang tertangka ada didalam rekaman CCTV,” kata Sudjarno.
Informasi yang diterimanya, penyerang polsek mencapai ratusan orang. Datang mengendarai motor, langsung melempari batu. “Tidak ada anggota kami yang terluka. Saat kejadian, lima personel yang berjaga, sedangkan yang lain sedang bertugas,” pungkasnya, didmapingi Kapolres Pesawaran AKBP Syarhan. (cw25/air)

 

PALEMBANG - Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang memusnahkan 380 butir pil ekstasi menggunakan blender, Kamis (16/3) di Mapolresta. Pemusnahan dipimpin Kasat Reserse Narkoba Kompol Rudiansyah.

"Ini cara kita untuk memusnahkan barang bukti. Jadi siapapun tak bisa menggunakannya lagi," kata Rudiansyah. (chy)

Halaman 1 dari 36

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca