Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

PALEMBANG - Rencana pembangunan setahun ke depan di kota Palembang akan meliputi infrastruktur dan pariwisata. Hal ini terkait even besar yang bakal digelar pada medio Akhir 2018 yakni Asian Games.

Walikota Harnojoyo mengungkapkan, lantaran itu pula rencana pembangunan termasuk percepatan yang akan dilakukan akan menyentuh ke dua hal tersebut.

“Pembangunan LRT, jembatan, dan beberapa pembangunan lain tengah berjalan,”katanya.

Sebab, apabila dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki sumber daya alam, semisal batu bara atau gas dan minyak bumi, Palembang bisa dibilang memiliki potensi yang sedikit, nyaris tak ada. Untuk itulah, walikota mengajak masyarakat untuk memaksimalkan potesnsi yang ada. Salah satunya pariwisata. Dimana Palembang memiliki sejarah dan budaya yang apabila diolah dengan baik, akan menghasilkan pemasukan, tak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat.

Diluar hal tersebut, akan ada beberapa proyek pembangunan lain yang nantinya diharapkan mampu mewujudkan Palembang yang Elok Madani, Amandan Sejahtera. Walikota menekankan pembangunan mental dan karakter masyarakat juga masuk dalam bagian tersebut.

Diungkapkannya, untuk menyambut even besar, masyarakat juga harus terlibat secara aktif. Menjadi tuan rumah yang baik dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (aja)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (15/3).

 

PALEMBANG - Kebudayaan dan pariwisata merupakan sektor yang dapat menumbuhkan ekonomi dengan cepat. Oleh karenanya pemerintah pada rencana kerja pembangunan 2018 menempatkan sektor pembangunan dunia usaha dan pariwisata program priorittas nasional, seiring dengan itu juga Pemerintah Provinsi Sumsel, sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga pada pembukaan rapat teknis (Ratek) SKPD Kebudayaan dan Pariwisata se-Sumsel, Senin (27/2) di Besh Hotel Pagaralam. Rapat yang diikuti 80 peserta ini terdiri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Sumsel dan para pembangku kepentingan dunia usaha pariwisata.

Kata Irene, pengembangan dunia kepariwisataan dapat dicapai apabila adanya dukungan dari dunia usaha pariwisata dan pemerintah, baik pusat maupun daerah serta masyarakat sebagai subjek pembangunan dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat. Oleh karenanya, Ratek kali ini sangatlah penting guna mewujudkan sasaran pembangunan kebudayaan dan pariwisata Sumsel yang terpadu dan berkelanjutan.

Sementara itu Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Kesra Kota Pagaralam Drs Syafrani menyambut baik diadakannya Ratek Kebudayaan dan Pariwisata di daerahnya, sekaligus agar dapat memperkenalkan objek-objek pariwisata yang banyak dimiliki Kota Pagaralam, diharapkan dari Ratek ini nanti akan dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi pengembangan dunia kebudayaan dan pariwisata di Sumsel.

Dikatakannya, beberapa even Olahraga berskala internasional di Sumsel akan mampu mendongkrak usaha pariwisata yang tentunya juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel, (ril)

PAGARALAM – Efisiensi anggaran dalam membangun kepariwisataan bukan hanya menjadi masalah Kota/Kabupaten saja, tapi secara nasional. Jalan keluarnya, pembangunan kepariwisataan bisa fokus, tidak sporadis. Hanya membangun satu, tapi kelihatan nyata.

“Salahsatu contoh, kami membangun kampung Almunawar yang terkenal dengan ziarah qubro. Bisa mendatangkan ribuan orang peziarah. Hingga kini sangat terkenal di Palembang hingga luar negeri. Membangun konsep kampung ini sangat cocok, pada hakikatnya kita memiliki desa-desa adat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Cemelyn saat membuka acar Rapat Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se Provinsi Sumsel di Kota Pagaralam, Selasa (28/2).

Melalui rapat teknis ini kata Irene, susun pariwisata bagaimana menjual potensi wisata, cara promosi dan lainnya. “Pola pikir birokrat harus diubah. Kini yang bertugas menjual adalah industri. Kami sarankan ke Dinas Pariwisata bekerja ‘romantis’ dengan para industri, harus ada sinergi masyarakat, pemerintah dan stokeholder lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh kata Irene, pihaknya tidak banyak modal, tapi fokus satu hal. (ald)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (1/3). 

 

PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima audensi PT Markplus Indonesia dalam rangka sosialisasi branding pariwisata Sumsel, di Griya Agung Palembang, Senin, (13/2).

Hadir langsung Direktur PT Markplus Indonesia Hermawan Kertajaya, para SKPD Provinsi Sumsel, para ketua asosiasi seperti ASITA, Komunitas Sosial Media serta tim dari Markplus Indonesia. Pertemuan ini membahas terkait pengembangan dan brand wisata Sumsel yang akan menjadi bahan dasar promosi pariwisata Sumsel.

Markplus Indonesia merupakan perusahaan yang dipercaya memprakarsai terkait branding wisata Sumsel dan sudah menyimpulkan bahwa posisi perancangan brand (Position Designing Branding) dari wisata Sumsel adalah Light Advanture.

Direktur Markplus Indonesia, Hermawan Kertajaya mengatakan, pertemuan ini adalah finalisasi terkait sosialisasi branding wisata Sumsel dan sudah disepakati bersama dengan istilah Exsplore Your South Sumatra, yang artinya memberikan pilihan kepada wisatawan untuk menjelajah Sumsel dengan tiga jalur wisata yang diusulkan kepada wisatawan menyangkup Kota Palembang, serta seluruh kabupaten dan kota lainnya. Disamping itu, ada tiga unsur penting wisata Sumsel yakni MICE, Sport dan Festival.

"Jadi kita tidak membicarakan Palembang saja, melainkan seluruh Sumsel, seperti maunya Bapak Gubernur agar ini bukan hanya di Palembang saja melaikan di seluruh wilayah Sumsel dengan harapan adanya gerakan dari seluruh daerah untuk bersama memajukan pariwisata Sumsel," terangnya.

Lanjut Hermawan Kertajaya, selama beberapa bulan tim dari Markplus Indonesia telah bekerja dan mencari secara keseluruhan elemen apa yang ada untuk dijadikan branding wisata Sumsel, serta menyusun perjalanan dari brand itu sendiri, mulai dari strategi, personality, expression, hingga sampai pada logo dari branding itu sendiri.

"Saya percaya Pak Alex, saya sudah banyak diundang kepala daerah tetapi  kebanyakan hanya bisa mengeluh. Kalau saya lihat Pak Alex luar biasa, jago
menarik minat Investor dan jago menarik dana dari luar. Saya yakin pariwisata Sumsel akan maju. Pendapat saya pribadi, NKRI sekala kecilnya ada di Sumsel," ujarnya.

Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, banyak hal yang bisa diangkat untuk mempromosikan pariwisata Sumsel. Seperti halnya, antara Islam dan China sudah menyatu di Sumsel dan bahkan sejak zaman kerajaan Sriwijaya China sudah ada di Sumsel. Selain itu, masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut Alex, Pemprov sudah putuskan bersama brandingnya pariwisata Sumsel dan seperti apa brandnya sudah disusun pihak Markplus Indonesia. "Nantinya ini akan kita sosialisasikan, sebab untuk mempromosikan suatu daerah harus ada brandnya terlebih dahulu," tandas Alex. (yun)

JAKARTA - Dalam hitungan pekan, Kezia Roslin Cikita Warouw tidak lagi menjabat Puteri Indonesia. Bulan depan karantina pemilihan puteri baru sudah digelar.
Dalam sisa waktu yang tak lagi panjang, Kezia masih punya satu ambisi yang ingin segera dituntaskan. Yakni, meluncurkan program aplikasi pariwisata Indonesia.
"Sekarang (progres pembuatannya, Red) baru 70 persen," kata Kezia ketika ditemui di Graha Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta Selatan, kemarin (7/2).
Kezia memang merupakan sarjana teknik informatika Universitas Esa Unggul, Jakarta. Berdasar pengalaman selama menjadi Puteri Indonesia dan ketika mengikuti Miss Universe di Filipina lalu, dia ingin menghasilkan produk teknologi yang bisa membuat sektor pariwisata Indonesia semakin berkembang.
Menurut dia, sangat sayang jika destinasi wisata Indonesia yang mencapai ribuan itu tidak dibuatkan aplikasi. "Apalagi sekarang hampir semua orang pegang ponsel pintar. Jadi, aplikasi bukan hal yang asing," tegasnya.
Lewat apps, Kezia berharap kesadaran dan wawasan mengenai pariwisata Indonesia bisa semakin berkembang. Ngomong-ngomong soal apps, apa saja fiturnya nanti? Kezia masih enggan menjelaskan dengan detail. Namun, aplikasi itu akan memberikan kemudahan bagi mereka yang suka traveling maupun ingin mengenal pariwisata Indonesia lebih jauh. Yang jelas bakal ada peta, penjelasan mengenai objek, rute, sampai panduan membuat itinerary.
"Selain mengenalkan pariwisata, aplikasi kan memang untuk memudahkan pengalaman wisata," tambah Kezia. Ide itu sebenarnya muncul sejak Kezia terpilih sebagai Puteri Indonesia tahun lalu. "Kan hobi saya juga coding (pemrograman komputer, Red). Jadi, bisa dimanfaatkan untuk proyek aplikasi ini," jelasnya.
Dalam proyek itu, Kezia dibantu teman-temannya. Ada yang sealmamater, ada juga yang tidak. Total ada tujuh orang yang terlibat. Mereka lebih banyak berperan mengerjakan coding selama Kezia berkeliling Nusantara menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia.
Jika apps itu sudah jadi, Kezia akan menggelar soft launching sesaat sebelum dirinya melepas jabatan. Setelah tidak lagi menjabat, dia bakal lebih berfokus mengembangkan proyek aplikasi tersebut sehingga semakin optimal. "Doakan aja tahun ini juga semakin berkembang ya," ujar cewek yang masuk 13 Besar Miss Universe 2016 tersebut.
Selain aplikasi, Kezia sudah mendapat tawaran di bidang teknologi informasi. Rencananya, dia menjadi Duta Gerakan Nasional 1000 Startup untuk Kibar Kreasi Indonesia, sebuah perusahaan inkubator start-up digital Indonesia. Namun, untuk yang satu itu, dia masih tutup mulut.
Terlepas dari rencana-rencana setelah melepas mahkota Puteri Indonesia, Kezia menyatakan menikmati masa-masa menjelang pensiun. Minggu (5/2) dia tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) 2017, memperagakan koleksi Ivan Gunawan. Muse Ivan itu kembali mengenakan gaun Kedjora yang dipakainya saat preliminary show Miss Universe.
Bagi Kezia, bisa mengenakan Kedjora lagi merupakan kesempatan berharga. Saat preliminary, gaun Kedjora sempat tersangkut dan Kezia merasa tidak maksimal. "Kemarin jalan di catwalk sesi Kak Ivan, saya merasa lebih total. Prosesnya pun berjalan mulus," ungkapnya berseri-seri. (len/c5/na)

MUARADUA- Di tengah kesulitan keuangan yang dialami Pemerintah saat ini, Pemerintah Daerah dituntut untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia. Nah tidak ketinggalan Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin berpesan kepada Bupati OKU Selatan untuk memaksimalkan pembangunan dengan kondisi keuangan yang ada.

“Sekarang kondisi keuangan memang lagi masa sulit, Provinsi saja dipangkas sampai Rp1 triliun lebih dan harus bolak-balik merevisi kembali anggaran,”kata Gubernru Sumsel Ir H Alex Noerdin ketika diwawancarai wartawan usai menghadiri hari jadi Kabupaten OKU Selatan ke 13 di gedung DPRD OKU Selatan, Kamis (26/1).

Untuk OKU Selatan, kata orang nomor satu di Sumsel ini, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada. Karena OKU Selatan memiliki potensi besar seperti sektor pariwisata yang tidak dimiliki Kabupaten lainnya di Sumsel yakni Danau Rananu. Sektor ini salah satu sektor potensial yang bisa memberikan nilai tambah pemasukan untuk daerah.

Jadi dengan anggaran yang ada fokus aja pembangunan sektor ini, fokus saja membenhi dan meningkatkan sarana dan parsarana pendukungnya.

“Kalau APBD yang masih kecil itu dibagi rata ke program-program lainnya, tidak akan ada hasil yang dicapai. Tidak akan menghasilkan apa-apa,”ujar Alex seraya mengatakan pemerintah provinsi juga akan berupaya mendorong dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten OKU Selatan. (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (27/1). 

 

PAGARALAM – Meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sudah mengagendakan serangkaian kalender event wisata yang menjadi andalan.

“Serangkaian kalender event wisata yang sudah diagendakan dan menjadi andalan, yakni Jelajah Alam Besemah Motor Trail, Festival Kopi pada Oktober 2017 mendatang, juga kalender wisata Besemah Expo Juni mendatang, bertepatan dengan HUT Kota Pagaralam dan objek wisata bersifat keilmuan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pagaralam, Samsul Bahri.

Event wisata tahunan tersebut, sambung Samsul juga didukung pihak ketiga sebagai penyelenggara berbagai kegiatan. “Intinya, lebik baik satu event yang menjadi andalan, tapi berisi,” ujarnya. (ald)

JAKARTA – PT Pelni mulai melirik potensi bisnis lain di luar core jasa angkut penumpang dan barang. Sektor pariwisata, menjadi alternative pilihan bisnis yang ingin digapai di 2017.

“Ini lini bisnis yang dimulai sekarang. Pariwisata sangat menjanjikan," kata Direktur Utama PT Pelni Elfien Guntoro, Selasa (3/1).

Guntoro tak asal meraba. Dia juga tak asal menggeser planning bisnis PT Pelni. Gambaran pariwisata di 2016 memang terlihat sangat seksi. PDB dari pariwisata menyumbangkan 10 persen PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Angka pertumbuhannya? Mencapai 4,8 persen dengan trend naik sampai 6,9 persen. Angkanya jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Devisanya pun menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3 persen dibandingkan industri lainnya.

“Faktanya memang seperti itu. Apalagi naik pesawat sekarang lebih murah. Orang-orang lebih memilih naik pesawat ketimbang kapal laut. Jadi mindsetnya harus diubah.Naik kapal Pelni tak hanya sekedar mencapai tujuan, tapi juga berwisata," katanya.

Respon masyarakat? Ternyata lumayan bagus. Paket Wisata Bahari 2016 bertema Ship Xperience: New Way to Explore Wonderful Indonesia, banyak dilirik wisatawan. Dari Labuan Bajo-Pulau Komodo, Derawan, Raja Ampat, Wakatobi, dan Bandaneira, rutenya selalu ramai dipesan wisatawan.  Siapa yang bisa menolak berwisata ke Raja Ampat? Destinasi dengan kekayaan terumbu karangnya, dan juara dunia untuk snorkeling versi CNN International. Siapa juga yang bisa menolak rayuan Labuan Bajo dengan Komodo-nya? Destinasi yang merupakan runner up snorkeling versi CNN International.

Wakatobi dengan 3.000 spesies ikan dan 600 jenis koral dunia juga banyak dilirik wisatawan. Begitu juga Banda Neira dengan pesona Gunung Api Laut dan Taman Wisata Bawah Lautnya, hingga Derawan dengan penyu raksasa dan ubur-uburnya yang sulit ditemukan padanannya di dunia.

“Konsep yang kami tawarkan mirip-mirip dengan live on board. Kapal Pelni punya fasilitas lengkap, jadi wisatawan tidak perlu kuatir. Kami menyediakan shower dengan air panas, makanan dengan menu bervariasi, dan tentunya sumber listrik atau colokan, agar urusan selfie-selfie tetap lancar,” paparnya.

Selain paket wisata ke berbagai daerah di Indonesia, Pelni juga disebut sukses menyelenggarakan perayaan pergantian tahun baru di kapal Umsini pada akhir 2016, membuka paket rapat di kapal, sarana edukasi, juga membuka paket pernikahan sampai wisuda di atas kapal.

"Pemerintah daerah saat ini sudah ada beberapa yang mengadakan rapat di kapal, juga kita edukasi siswa sekolah untuk eksplorasi di kapal, melihat suasana dan laut. Secara bisnis ini ada kenaikan yang signifikan. Ini yang membuat kita makin optimis, mulai kelihatan dan mulai dikenal," timpal Direktur Komersial PT Pelni, Harry Boediarto.

Saat ini ada 26 kapal Pelni yang memungkinkan untuk menjalankan fungsi wisata dan MICE. Dan di 2017 ini, Pelni bahkan berani merencanakan membeli satu kapal khusus wisata. "Kemungkinan besar kapal bekas di-upgrade, karena kalau membangun membutuhkan waktu yang lama. Butuh waktu sampai dua tahun," kata Harry. (*/kmd)

JAKARTA – Pekerjaan fundamental Menpar Arief Yahya soal branding dan advertise sudah tuntas di 2016. Next step adalah selling! Mengejar target Presiden Joko Widodo yang mematok di angka 20 juta di 2019, yang dimulai dengan 15 juta di 2017. Kemenpar pun harus berjibaku menaikkan performance dengan growth 25% wisman, di tengah pertumbuhan global 4,4% dan regional ASEAN 5,1%. Dan, di dunia, tidak ada sejarah sebuah Negara sanggup menaikkan kunjungan wisman hingga 100% lebih dalam 5 tahun.Tidak banyak
orang yang pede dengan angka proyeksi itu. Bahkan ada yang memplesetkan, bahwa target optimistic itu terlalu optimis. Ada yang menyebut mission impossible. Tetapi, sebagai fighter, Menteri Arief Yahya harus mengubah asumsi itu menjadi mission “in-possible!” Dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Rabu 21 Desember 2016, Mantan Dirut PT Telkom itu pun mengeluarkan tiga jurus andalannya. Go Digital, Air Connectivity dan Homestay Desa Wisata!“Ingat! Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” sebut Menpar Arief Yahya mengawali JPAT 2016, Rabu (21/12).

Saat JPAT, Marketeer of The Year 2013 itu. Syarat menuju ke sana, harus ada 3S, corporate  culture Kemenpar, yakni 3S, solid, speed, spread. Harus kompak, harus cepat dan impact bisnisnya bisa besar.Tiga poin penting - Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata menjadi pegangan semua tim Kemenpar untuk melangkah di kuartal pertama 2017. Tiga hal itu akan diselaraskan dengan kapasitas destinasi di 3 greaters (Bali, Jakarta, Kepri) serta 10 top branding dan 10 Top Desinasi sebagai Bali Baru.Gerakan Go Digital tourism sudah dimulai dengan peluncuran platform selling, ITX (Indonesia Tourism Exchange), September 2016. Ini merupakan platform
digital market place dalam ekosistem pariwisata atau yang mempertemukan buyers dan sellers.Semua travel agent, akomodasi, atraksi dikumpulkan untuk bertransaksi via digital. “Kami berharap triwulan II/2017 sudah operasional 100% dan semua industri pariwisata sudah go digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Digital market place khusus tourism sudah disosialisasikan di 10 kota. Dari Batam Kepri, Medan Sumut, Banda Aceh NAD, Jakarta, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Surabaya, Banyuwangi. "Promosi yang selama ini bertitik berat di Branding dan Advertising, mulai bergeser ke Selling. Ingat BAS. Branding sudah dilakukan gencar di tahun pertama, Advertising digeber tahun kedua. Tahun ketiga sudah harus Selling to the point. Kita buat wisatawan tidak bisa menolak untuk berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya.Selain itu juga telah diluncurkan War Room M-17 di gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar sebagai pusat pemantauan berbasis teknologi digital. Dalam ruang War Room M-17 memiliki 16 layar LED touch screen untuk memantau 4 aktivitas utama yakni; pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data berisi keluhan, kritik, saran, semua testimoni baik negatif maupunpositif. Pusat intelejen ini menampilkan pergerakan wisman dan wisnus secara real up date termasuk data strategi untuk menghadapi kompetitor seperti Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional pariwisata Indonesia. Selain itu ditampilkan pula indikator positif-negatif mengacu pada Tour and Travel Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF) sebagai standar global.Air Connectivity atau akses udara, juga ikut digeber. Daya angkut atau seats capacity terus diperbesar. Target 2017, sudah harus 4 juta seats. Domainnya memang bukan di Kemenpar. Tapi kolaborasinya sudah dilakukan bersama Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura.Problemnya pun sudah terdeteksi. Karenanya, jelang akhir tahun, Menpar Arief Yahya bersama tim Kemenpar makin getol melakukan roadshow ke industri Airlines, Angkasa Pura I-II dan Authority, dalam hal ini Kemenhub. Solusinya dicari dengan gaya business to business. Tak lagi kaku seperti gaya birokrasi.

Lantas mengapa akses udara ikut digeber? “Karena 75% wisatawan itu masuk Indonesia dengan airlines. Kita sentuh yang terbesar dulu untuk quick win,” katanya.Airlines nantinya akan didorong terbang ke destinasi wisata di Indonesia. Jam operasional airport akan diperpanjang hingga 24 jam.Deregulasi juga ikut didorong. Begitu juga dengan kemudahan penambahan slot bagi pesawat yang hendak masuk ke Indonesia. “Lakukan joint promo dan paket hard selling,” ucap pria kelahiran Banyuwangi itu.Saat Go Digital sudah berlari kencang, akses udara sudah terbuka lebar, faktor amenitas juga ikut dibangun. Kamar hotel, resort, vila, jumlahnya juga harus ikut massif. Solusi tercepat dan termurah? Homestay desa wisata. “Kuartal I 2017 harus bisa bangun 1.000 homestay. Itu dibagi ke-10 top destinasi,” ucap Arief Yahya.Itu artinya, Danau Toba (Sumatera Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Tanjung Lesung (Banten); Kepulauan Seribu (DKI Jakarta); Candi Borobudur (Jawa Tengah); Bromo Tengger Semeru (JawaTimur); Mandalika (Lombok, NTB); Labuan Bajo (Flores, NTT); Wakatobi (Sulawesi Tenggara); dan Morotai (Maluku). masing-masing kebagian 100 homestay desa wisata. “Di luar 10 Bali Baru itu silakan diusulkan. Target 2017 adalah 20.000 homestay,” tegasnya.Sejauh ini, capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari hingga Oktober 2016 mencapai 9.403.614 wisman. Angkanya tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 8.54.832 wisman. Hingga akhir Desember 2016, target 12 juta wisman diproyeksikan akan terlampaui dengan estimasi kunjungan wisman November sebesar 1,3 juta dan Desember 1,5 juta wisman.“Target pada triwulan 4 (Oktober, November, Desember) 2016 sebesar 3,9 juta wisman atau 32,5%. Pada Oktober sudah tercapai 1,040 juta atau tumbuh 18,55%. Sedangkan sisanya 2,86 juta. Saya optimis akan terlampaui karena dalam tiga bulan tersebut adalah saat peak seasons dan menurut data akan terjadi pertumbuhan tinggi hingga dua digit,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan bahwa selama 2016 pariwisata sudah on the track. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 11%. Devisa yang dihasilkan Rp 172 triliun dan penyerapan 11,8 juta tenaga kerja (langsung, tidak langsung, dan ikutan). “Capaian kinerja pariwisata tahun 2016 ini semakin menguatkan kita untuk meraih target 2017 hingga 2019,” kata Arief Yahya.Untuk 2017, pemerintah sudah mematok target kontribusi Pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 13%. Sementara devisa yang dihasilkan sebesar Rp 200 triliun. Penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta, jumlah kunjungan wisman 15 juta dan pergerakan wisnus 265 juta, serta indeks daya saing (WEF) berada di ranking 40, dari posisi saat ini di ranking 50 dunia. (*/kmd)

 

KUALA LUMPUR – Kalian pasti ingin melihat pamor Indonesia berkibar di ujung tahun 2016? Setelah sukses dengan 32 penghargaan di 22 negara di dunia? Sebelum memasuki tahun 2017, masih ada satu opportunity untuk membuat angka cantik, 33 kemenangan di 22 negara! Nah, masih ada e-vote untuk mengukuhkan dominasi Indonesia dalam urusan digital. Yakni mensukseskan Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015 yang ikut berkompetisi di ajang Miss Tourism International 2016. Kini, soal putri kecantikan, nama Indonesia mulai diperhitungkan di level dunia. Oktober 2016, ada Ariska Putri Pertiwi yang sukses menyambar mahkota Miss Grand International 2016. Selain memenangkan Miss Grand International 2016, wanita berusia 21 tahun ini pun menyabet gelar Best National Costume.

Desember 2016, Indonesia kembali jadi sorotan dunia di ajang putri kencatikan. Itu setelah Natasha Mannuela dinobatkan menjadi runner-up kedua Miss World 2016. Maria Harfanti juga tak kalah okenya. Dia dinobatkan nangkring di peringkat ketiga dalam ajang Miss World 2015 dan meraih gelar Beauty with a purpose. Belum lagi Elvira Devinamira. Puteri Indonesia 2014 ini mampu menyambar juara pertama Best National Costume dan masuk dalam 15 peserta terbaik di ajang Miss Universe 2014. Dan di penghujung tahun ini, Dikna Faradiba yang berpeluang mengibarkan nama Indonesia di ajang Miss Tourism Internasional. Putri Pariwisata 2015 ini berpeluang merebut salah satu gelar juara via voting online. “Terima kasih, sudah membantu memberikan vote ke saya,” sapa Dikna Faradiba.

Caranya? Sangat mudah. Cukup klik link https://mbasic.facebook.com/gi ntellmalaysia/photos/a.1015470 4908385915.1073741858.18404833 0914/10154704918465915/?_e_pi_ =7%2CPAGE_ID10%2C4401030004. Lalu, pilih foto delegasi Indonesia (Dikna Faradiba) dan berikan like pada foto tersebut sebagai voting.Pemenang dinilai berdasarkan like terbanyak. Batas akhir voting pukul 16.00 WIB atau 05.00 pm local time (Malaysia), Minggu, 25 Desember 2016. Dan pemenang Miss Gintell Wellness akan diumumkan pada 25 Desember 2016. “Yuk, kita bantu vote! Kita menangkan wakil Indonesia via digital,” ajak Johnie Sugiarto, CEO El John Grup, Kamis (22/12). Sampai dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2016 pukul 07.21 WIB, Indonesia masih jauh berada di bawah wakil Vietnam. Posisi teratas digenggam wakil Vietnam dengan raihan 6.200 vote. Dikna Faradiba yang mewakili Indonesia ada di posisi dua dengan 2.300 vote.Peru menguntit satu strip di bawah Indonesia dengan raihan 2.100 vote. Setelah itu, ada Filipina yang mengumpulkan 1.400 vote. Dan di lima besar, ada musuh professional Wonderful Indonesia, Thailand, yang mengumpulkan 800-an vote.
“Di World Halal Tourism Award 2016 kita sudah membuktikan bahwa Indonesia itu solid. Voters Merah Putih itu kompak. Netizen kita punya spirit nasionalisme yang tinggi. Kita bisa buktikan bahwa bangsa ini hebat. Sekarang gilirannya Miss Tourism International . Satu suara Anda sangat bermakna untuk diplomasi pariwisata Indonesia di level dunia,” sambung Johnie.

Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraan, Miss Tourism International diikuti 60 kontestan dari berbagai negara. Malam final Miss Tourism International 2016 akan berlangsung 31 Desember 2016, di Ballroom Hotel JW Marrioot Putrajaya, Malaysia. (*/kmd)

Halaman 1 dari 23

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca