PALEMBANG - Libur Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka, Selasa (28/3) benar-benar dimanfaatkan warga Palembang untuk berkumpul bersama keluarga. Jl Kolonel H Barlian yang biasanya padat kendaraan dari arah Sukarami menuju Km 5, terlihat sepi. Pada Selasa pagi sampai pukul 09.15 WIB terlihat lengang. Biasanya terjadi antrean kendaraan dari arah Km 6 sampai ke Km 5.

Adi, salah satu warga mengaku senang dengan libur Hari Raya Nyepi hari ini (28/3). Jalan di Palembang yang biasanya macet, saat libur terlihat sepi. "Lemak jalanan sepi, idak macet," kata Adi. (dom)

PALEMBANG - Hujan yang mengguyur Palembang, Minggu (26/3) pukul 12.30-15.00 WIB membuat beberapa jalan di dalam kota banjir. Yakni Jl Jenderal Sudirman, Kol H Barlian, dan beberapa jalan lainnya.

Di Jl Jenderal Sudirman, titik banjir terdapat di depan kampus IGM Km 4. Sedangkan di Jl Kolonel H Barlian, terdapat lima titik. Yakni di Pasar Km 5; Km 6,5 depan showroom Ford, depan Graha Pena Km 6,5; Km 7 di kawasan Diskotik Darma Agung; dan di Km 9 kawasan Sukarami. Banjir di kawasan Jl Kol H Barlian, ketinggian air mencapai 30 cm. Tak ayal, banyak kendaraan roda dua mogok karena busi kemasukan air.

Banji juga menyebabkan kemacetan panjang. Pengemudi kendaraan akan mengurangi kecepatan atau berhenti untuk mengambil badan jalan yang tidak tinggi tergenang air. Tak ayal, terjadi antrean kendaraan yang terjebak macet. 

Novri, salah satu warga mengaku kesal dengan seringnya banjir melanda Palembang. Tiap hujan, selalu banjir. Terlebih jika hujan deras dan lama. "Pasti Palembang banjir," kata Novri.

Dia berharap pemerintah daerah cepat mencari solusi mengatasi banjir. Kasihan, rumah warga yang berada di pinggir jalan. "Makmano jalannyo, hujan idak nyebabke banjir," ujarnya. (dom)

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian di Asia Selatan dan Afrika.

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan perolehan pendapatan sebesar Rp 5 triliun pada 2021.

Direktur Utama INKA R. Agus H. Purnomo menyatakan, pihaknya mampu bersaing di pasar internasional berkat kualitas dan harga jual yang ekonomis.

’’Selama ini saingan kami Tiongkok. Kami kalahkan (mereka) dengan harga yang tetap menekankan pada kualitas,’’ ujar Agus.

Anak perusahaan INKA, yakni PT INKA Multi Solusi (IMS), juga telah melahirkan anak perusahaan bernama PT INKA Multi Solusi Consulting (PT IMSC).

Perusahaan tersebut bergerak di bidang rekayasa teknologi dan telah meningkatkan kinerja penjualan serta keuntungan perseroan.

Komisaris IMS sekaligus Direktur Keuangan & SDM INKA Mohamad Nur Sodiq menyatakan, pertumbuhan penjualan dalam empat tahun terakhir mencapai 40 persen.

Profitnya pun meningkat hingga 60 persen.

’IMS sebagai induk IMSC harus mempunyai target selama 2–3 tahun pertumbuhannya bisa double-digit. Kalau IMS, targetnya bisa tumbuh sampai tiga digit,’’ tuturnya.

Tahun lalu, INKA berhasil mengantongi pendapatan Rp 1,8 triliun atau lebih tinggi dibandingkan target sebesar Rp 1,6 triliun.

Tahun ini, perusahaan yang berbasis di Madiun tersebut menargetkan pendapatan lebih dari Rp 2,6 triliun.

Salah satu sumber pendapatan perseroan adalah ekspor gerbong kereta ke Bangladesh dan Sri Lanka senilai Rp 2,2 triliun.

Di Bangladesh, INKA memenangkan tender pengadaan seratus kereta penumpang meter gauge (MG) dan 50 kereta penumpang broad gauge (BG) untuk Bangladesh Railway Company.

Proyek tersebut dibiayai Asian Development Bank (ADB).

INKA berhasil memenangkan tender setelah berkompetisi dengan dua perusahaan asal Tiongkok, CNR Tangshan dan CSR Nanjing Puzhen, serta Rites India. (vir/c15/noe)

TEBING TINGGI - Pemilik toko yang melakukan bongkar muat barang dagangan di pinggir Jalan Abubakardin, kawasan Pasar Tebing Tinggi, kerap kali membuat jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) tersebut mengalami kemacetan.

Pantauan koran ini, bukan hanya satu toko, tapi beberapa toko yang melakukan bongkar muat barang pada saat jam sibuk dan padat kendaraan, alhasil menyebabkan kemacetan cukup panjang.

Salah seorang warga Tebing Tinggi, Risman (30) mengatakan, dirinya sering kesal dengan truck yang melakukan bongkar muat di pinggir jalan yang beroperasi pada saat jam padat kendaraan.

"Kadang jam 9 pagi sudah bongkar muat, jalan jadi tambah macet. Apalagi kendaraan yang cukup besar, ditambah pedagang di bahu jalan, ada parkir kendaraan juga, jalan tambah sempit," cetusnya. 

Dirinya berharap kepada pemerintah atau dinas yang terkait agar memberikan tindakan tegas kepada para pemilik kendaraan atau pihak toko yang melakukan bongkar muat barang di jalan terutama di siang hari. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

TEBING TINGGI - Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Empat Lawang kembali mengalami kenaikan. Saat ini harga cabai rawit mencapai Rp85 ribu per kilogram (Kg) dan sebelumnya hanya Rp65 ribu per Kg. Kenaikan harga cabai menjadi keluhan masyarakat terutama para Ibu Rumah Tangga (IRT).

"Cabai ini memang menjadi kebutuhan pokok untuk didapur. Jika harganya terus naik kami sulit untuk mengatur keuangan. Kenaikannya pun mencapai sekitar Rp20 ribu," ungkap Rina, salah seorang IRT di Kecamatan Tebing Tinggi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang Rudianto mengaku, jika pemerintah tidak bisa ikut menstabilkan harga seperti cabai dan bawang.

"Intinya kalau yang langsung dari hasil tadi seperti cabai, bawang, kami (pemerintah, red) tidak bisa menstabilkan harga di pasar," kata Rudianto.

Penyebab kenaikan harga itu, jelas Rudianto, jika permintaan suatu barang meningkat sedangkan stok barang sedikit. Tentunya harga suatu barang itu mengalami kenaikan yang cukup tinggi, begitu pun sebaliknya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (17/3). 

LUBUKLINGGAU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperi) Lubuklinggau hari ini (15/3) melaksanakan pengecekan ke sejumlah penjual saos dan kecap di pasar Bukit Sulap dan distributor barang itu di Lubuklinggau. Pengecekan dilakukan mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB.

"Alhamdulillah tidak ada ditemukan saos dan kecap yang tidak berlabel setelah kita lakukan pengecekan," kata Kepala Disdagperi Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini.

Menurutnya, pengecekan tersebut guna memastikan tidak adanya saos dan kecap illegal yang beradar di Lubuklinggau. Terutama terkait dengan temuan beberapa waktu lalu, yang mana beberapa merk saos dan kecap ilegal digrebek BP POM di Tangerang.

Lebih lanjut, hasil pengecekan timnya dilapangan kemarin tidak menemukan adanya produk ilegal yang dumaksud.

"Ada saus berbungkus plastik transparan, tapi produk lombok cabe perusahaan dari Lampung bukan seperti yang di Tangerang itu. Jadi itu layak untuk dijual," bebernya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (16/3). 

 

MUARADUA– Makin maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di sepanjang jalan sekitar Pasar Tradisional Banding Agung, Kelurahan Bandar Agung,  dianggap mengganggu jalan bagi pengunjung wisata Danau Ranau. Tak mau keberadaan pedagang makin membuat kondisi pasar semrawut, Camat Banding Agung turun tangan langsung menertibkan para pedagang kaki lima agar kembali menempati lokasi los yang telah tersedia di dalam pasar.

Penertipan para pedagang kaki lima yang itu dilakukan Camat Banding Agung, Samsyul Basri SSos MM di dampingi langsung unsur muspika dan Kepala Pasar, Agus Cahyono. Penertiban sendiri tidak mendaptkan perlawanan melainkan berjalan aman dan tertib. Para pedagang mau pindah dari lapak di tepi jalan karena lokasi pasar yang disediakan tetap strategis dan masih mudah dijangkau.

Dalam penertiban itu, Camat Banding Agung meminta para pedagang kembali menempati lokasi pasar inpress, terkecuali jika kondisi pasar inpres tidak mampu menampung para pedagang, maka para pedagang boleh berdagang di sisi jalan.

“Hanya saja tetap memperhatikan lingkungan dan sarana jalan umum jangan sampai mengganggu lalu lintas,”ujarnya.

Basri SSos MM menjelaskan, penertiban dilakukan karena keberadaan pasar Banding Agung yang terletak langsung di Tepi Pantai sudah mengganggu pengguna jalan. Bukan saja itu, dampak aktivitas pasar itu terhadap lingkungan membuat tepian danau menjadi kotor.  (dwa)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (15/3)

 

PALEMBANG – Operasional Pasar Talang Kelapa diperkirakan bakal molor. Ini setelah pasokan listrik dan air masih menjadi kendala. Belum lagi, proses penunjukan los yang akan dilakukan melalui sistem undian bagi pedagang, yang sampai kini belum juga dilakukan.

Hal ini diungkapkan oleh Walikota Palembang Harnojoyo, melalui Asisten II, Darma Budhy, usai rapat pengundian di Gedung Setda Kota Palembang Senin (13/3).

“Makanya kita minta PD Pasar untuk segera selesaikan agar pengundian bisa dilakukan minggu depan,”katanya.

Lebih jauh, Budhy mengungkapkan pengundian ini nantinya akan dilakukan secara transparan sehingga tidak ada rasa iri diantara pedagang terkait posisi mereka saat berjualan. Hal ini (pengundian) juga bertujuan menepis isu adanya jual beli lapak.

“Akan diundi langsung oleh Wawako, Ibu Fitrianti Agustinda. Sebab ini dilakukan secara transparan. Tidak ada itu juga beli,” tegasnya.  (aja)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

 

MUSI RAWAS-Kendati sudah rampung dibangun, lapak pasar baru B Srikaton, di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura), nampak terbengkalai. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada transaksi jual beli di lapak baru dan pedagang lebih senang menempati lapak mereka di pasar lama.

Upaya peningkatan kualitas transaksi pasar di kabupaten Mura, nampaknya belum maksimal. ‎Kendati pemerintah sudah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk membangun fasilitas pasar. Namun fasilitas tersebut hingga kini dibiarkan terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.

Robil, pedagang di pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo yang sempat dibincangi menuturkan, pembangunan lapak baru di pasar B Srikaton sebetulnya sudah rampung sejak satu tahun lalu, tapi memang tidak ditempati oleh para pedagang. Alasannya, banyak konsumen yang belum mengetahui jika sudah ada lapak baru tersebut dan pembeli lebih sering berbelanja di Lapak pasar lama ketimbang di lapak pasar baru.

"Sebetulnya kami mau pindah ke belakang karena tempatnya bagus dan tidak becek, di sana sepi pengunjung. Dari pada dagangan kami tidak laku terjual, lebih baik kami berjualan di sini saja dan tidak pindah ke sana," katanya, Rabu (8/2). (cj13)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (9/3). 

LUBUKLINGGAU - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Lubuklinggau menginstruksikan petugasnya untuk mengawasi dan terjun langsung kelapangan memantau peredaran saus dan kecap di sejumlah pasar tradisional dan distributor.

Kepala Disperindagsar Lubuklinggau, M Hidayat Zaini mengatakan hal itu dilakukan menyikapi adanya penggerebekan perusahaan pembuatan saus dan kecap di Tangerang beberapa hari lalu yang diduga peredarannya bernomor reegistes fiktif.

"Sudah saya perintahkan untuk turun ke pasar memantau peredarannya. Jangan sampai ada saus dan kecap ilegal yang beredar di Lubuklinggau, karena itu berbahaya bagi masyarakat kita," jelasnya.

Sepengetahuan pihaknya, BPOM menemukan saus dan kecap tanpa izin edar atau bernomor register fiktif untuk 37 merk saus dan kecap. Itu diantaranya sambal pedas, sambal SAB, sambal SMB dan kecap benteng cap topi.

Ditempat lain, Kasi pengawasan Disperindagsar Lubuklinggau Zon Maryono menjelaskan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinkes dan Pol PP. Koordinasi itu dilakukan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan ke pasar-pasar.

"Kita segera turun melakukan pengecekan. Termasuk ke warung bakso, kita cek juga nanti," ujarnya. (wek)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (8/3). 

Halaman 1 dari 19

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca