BANDUNG - Keinginan Persib Bandung mendatangkan pemain yang pernah merumput di Eropa tidak perlu diragukan. Setelah berhasil mendatangkan Michael Essien, Maung Bandung dikabarkan akan mendatangkan mantan pemain Chelsea (2001-2006) Carlton Cole.

Selain di Chelsea, Cole juga pernah membela West Ham United (2006-2013, 2013-2015) dan pernah dipanggil Timnas Inggris (2009-2010). Tahun lalu, Cole bermain di Sacramento Republic, klub yang bermain di United Soccer League (Divisi II di Amerika Serikat).

Saat dikonfirmasi, pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tak menampik bahwa pemain asing barunya yang sedang diincar ini adalah pemain yang kelasnya tak kalah dengan marquee player.

"Iya sudah dapat calon striker asing, negosiasinya sudah jalan. Namanya belum, kalau sudah pasti datang ke sini nanti akan diumumkan," tuturnya saat dihubungi, Selasa (28/3).

Menurut Djadjang, kehadiran striker asing baru tersebut bisa mengobati masalah di lini depan Maung Bandung saat striker naturalisasi Sergio van Dijk tak bisa tampil. Sebab, keberadaan striker lokal yang ada belum benar-benar bisa mengangkat daya gedor.

"Sekarang kami cuma punya striker murni Van Dijk. Kehadiran pemain ini diharapkan bisa buat kami lebih maksimal lagi nanti," tegas dia. (dkk/jpnn)

PALEMBANG - Kursi pelatih Sriwijaya FC dipastikan tidak akan dipegang Widodo Cahyono Putro untuk musim kompetisi Liga 1 tahun ini. 

Widodo yang menukangi Laskar Wong Kito, -julukan Sriwijaya FC- setahun lalu akan berakhir pada akhir Maret 2017 dan tidak diperpanjang lagi.

Widodo mengaku cukup berat dirinya harus meninggalkan Sriwijaya FC.

Tetapi sambung Widodo, semuanya ini atas persetujuan dirinya dan tim.

"Ya, saya siap, ini profesi yah. Saya juga berharap ini juga hanya sebatas profesi. Terima kasih pada seluruh pencita SFC yang selama ini mendukung. Saya doakan SFC tambah sukses ke depan," tutur WCP.

Widodo mengaku, selentingan kabar mengenai bakal putus kontrak dirinya sudah dia dengar beberapa hari sebelumnya.

Hanya saja, saat itu dia tidak terlalu ambil pusing, dan hanya fokus menjalankan tugas sebagai pelatih.

"Untuk pastinya memang semalam (24/3). Saya yakin, karena selama ini saya tidak penah mencederai pemain. Jadi menurut saya ini tidak ada masalah," ucapnya.
Ke depan, Widodo sendiri belum tahu apakah akan langsung kembali membesut tim Liga 1.

Yang jelas untuk saat ini dirinya, mengaku akan meluangkan waktu untuk menemani keluarga besar, yang cukup lama ditinggalkan.

"Seandainya ke depan ada tawaran, ya kita lihat saja nanti," jelasnya.

Senada, pelatih kiper kiper Hendro Kartiko juga belum tahu akan mengambil langkah selanjutnya setelah tidak lagi membesut Teja Paku Alam dkk.

"Prisipnya kita pulang ke rumah dulu. Menghilangkan penat dulu dari dunia sepakbola. Tapi ke depan bagaimana, bisa jadi kita bertemu lagi di lapangan," ucapnya. (cj11/nan)

PALEMBANG - Sinyal pergantian pelatih di tubuh Sriwijaya FC semakin kuat. Maret tinggal sepekan, belum ada tanda-tanda acara penandatanganan perpanjangan kontrak untuk mereka dilakukan. Padahal, kontrak pelatih Widodo Cahyono Putro beserta sang asisten, seperti Kusaeri, Francis Wewengkang, dan Hendro Kartiko, kedaluwarsa per 31 Maret nanti.

"Kontrak saya habis 31 Maret dan sampai saat ini belum tanda tangan perpanjangan kontrak. Fokus saya saat ini jalankan tugas sebagaimana durasi kontrak," ungkap pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, Jumat (24/3).

Lanjut Widodo, jika kontraknya nanti tak diperpanjang, itu haknya manajemen yang tentu sudah melewati berbagai pertimbangan. Yang pasti, selama di Sriwijaya FC, arsitek asal Cilacap ini mengklaim sudah bekerja semaksimal mungkin. "Jika nanti tak di sini lagi, kan memang kontrak saya sudah habis. Beda kasus jika kontrak saya masih lama, tapi diputus di tengah jalan," ucapnya.

Setali tiga uang dengan Hendro Kartiko. Pelatih kiper Sriwijaya FC ini juga belum bubuhkan tanda tangan perpanjangan kontrak. "Belum lama ini sudah ada komunikasi dengan manajemen. Semua pelatih, tidak hanya saya. Tapi, sampai saat ini belum ada tindak lanjut menuju penandatanganan kontrak," jelasnya.

Diakuinya, biasanya memang tidak sampai seperti ini. Sebulan atau beberapa pekan sebelum masa kontrak habis sudah ada perpanjangan kontrak. Informasinya, manajer dan para petinggi Sriwijaya FC lainnya sedang sibuk. Untuk saat ini, fokus kerja semaksimal mungkin jalankan tugas.

"Di internal kami, belum tahu akan ada perombakan di komposisi kepelatihan. Tapi jika memang ada, itu hak sepenuhnya manajemen. Kami mengikuti saja. Yang namanya kerja begini kan seperti pepatah orang Jawa bilang, hidup itu seperti ban, kadang di bawah dan kadang di atas," jelasnya. (kmd/ion/ce4)

 

JAKARTA -Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) tidak berhenti dengan menggelar berbagai kejuaraan untuk mewabahkan petanque ke seluruh penjuru Nusantara. Di bawah kepemimpinan Caca Isa Saleh, FOPI juga tak lupa memperkuat sumber daya manusia.
Sejak 14 Maret lalu hingga 24 Maret ke depan, Caca memboyong beberapa pelatih untuk memperdalam teknik memainkan petanque ke Prancis.

Kata Caca, Prancis dipilih menjadi temoat menimba ilmu karena dari Negeri Menara Eifel itulah petanque berasal. "Ini bentuk perhatian dan tekad kami untuk membesarkan patanque di Indonesia. Kami harus mengejar ketertinggalan selain dengan mengasah kemampuan atlet melalui berbagai kejuaraan juga menambah ilmu bagi para pelatih," ungkap Caca.

Petanque sendiri di Indonedia perkembangannya luar biasa pesat. Sejak masuk di Indonesia pada 2011 bersamaan dengan dipercayanya Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah SEA Games 2011. Berawal dari Palembang, kini benih petanque sudah menyebar di hampir seluruh provinsi Indonesia. Penggemarnya juga gak hanya orang dewasa. Anak baru gede juga mulai gandrung dengan olahraga lempar bola besi tersebut.

Bahkan saking yakinnya dengan penyebaran petanque di Indonesia, salah satu atlet petanque Posma Hutapea yakin bahwa petanque bakal menjadi olahraga idola tak kurant dua tahun ke depan. "Petanque ini unik. Di sini kita bisa menemukan kekeluargaan juga saling melengkapi. Di sini juga kita bisa berekspresi dan belajar untuk konsentrasi," ungkap Posma yang merupakan salah satu pengurus FOPI DKI Jakarta.(kmd)

ZURICH - Setelah Liga Champions, giliran Liga Eropa yang mengadakan drawing babak perempat final. Tak kalah dengan panasnya Liga Champions, laga-laga menarik juga dipastikan hadir di sini.
Secara kualitas dan besarnya tim, mungkin Manchester United menjadi tim paling disorot karena dianggap sebagai unggulan pertama berdasarkan kualitas tim. Manajer Jose Mourinho memang menjadikan Liga Eropa sebagai prioritas musim ini setelah trofi Premier League hampir tak mungkin digapai.
Beruntung bagi Man United mereka tak mendapat lawan yang begitu kuat di perempat final. Mereka dipastikan akan menghadapi salah satu Belgia, Anderlecht. Di atas kertas mungkin Man United unggul, tapi bermain tandang terlebih dulu bisa menjadi masalah bagi Setan Merah.
Apalagi Belgia memang sedang menanjak karena selain Anderlecht ada Genk yang lolos ke perempat final. Level Genk sendiri di atas Anderlecht saat ini. Genk yang menjadi salah satu kuda hitam dengan performa memikat akan menghadapi Celta Vigo yang musim ini juga melejit. Laga menarik lain juga tersaji.
"Liga Eropa itu sangat sulit, tapi ini target kami. Kami sudah kalahkan Rostov dan bisa tembus perempat final, lalu kami harus benar-benar serius kejar juara Liga Eropa," ujar Mourinho seperti dikutip Mirror.
Olympique Lyonnais harus merasakan atmosfer mengerikan di Turki karena akan menghadapi Besiktas, sementara FC Ajax yang sedang rentetan hasil beruntun harus menghadapi Schalke 04. (vis/ce1)

Hasil Drawing Liga Eropa
====================
Anderlecht vs Manchester United
Celta Vigo vs Genk
FC Ajax vs Schalke 04
Olympique Lyonnais vs Besiktas

 

TANGERANG - Timnas Indonesia U-22 akan menjalani pertandingan uji coba melawan Timnas Myanmar awal pekan nanti.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pelatih Luis Milla di skuat proyeksi SEA Games 2017 di Kuala Lumpur itu, sebelum tampil di FIFA Matchday pertama di 2017 nanti.

Betapa tidak, dalam press conference yang berlangsung di Karawaci, Tangerang, Banten, siang kemarin (16/3), Milla mengakui bahwa dia masih belum bisa menemukan kerangka tim inti untuk laga melawan Myanmar tersebut.

Sebab, sampai dengan seleksi tahap ketiga yang berakir 9 Maret lalu, Milla masih melihat kekuatan antara pemain sangat merata.

"Saya masih mencari format yang ideal untuk tim ini. Karena selama ini kami baru menjalani seleksi, dan belum masuk dalam latihan teknis dan strategi," ujar Milla.

“Tapi, saya akan berusaha tentukan tim itu dua hari ke depan. Dan, siapa yang akan menjadi starter, mereka adalah yang bisa bermain secara tim dengan baik," kata Milla.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang pernah membawa Spanyol juara Piala Eropa U-21 itu juga mengakui bawa, dia masih buta dengan kekuatan tim lawan yang rencananya akan tiba di Jakarta pada 19 Maret itu.

Namun, Milla mengaku optimistis mereka bisa meraih hasil maksimal dalam laga latih tanding tersebut.

Pertandingan tersebut akan menjadi ujian tersendiri bagi Milla.

Karena, The White Angels - julukan Myanmar - berencana menurunkan pemain senior mereka yang berlaga di Piala AFF 2016 lalu.

Padahal, rata-rata pemain yang saat ini dipanggil oleh Milla adalah mayoritas pemain muda dengan jam terbang di level internasional masih minim.

Nah, pelatih berusia 52 tahun ini lantas menambahkan, mereka baru tahu kekuatan tim lawan setelah menerima list pemain dari Myanmar.

"Kami baru bisa menganalisa kekuatan mereka setelah tahu pemain mana saja yang mereka bawa ke Indonesia. Tapi, bagi saya, hal yang paling utama adalah, kami fokus memaksimalkan kerangka tim," papar dia.

Sama dengan target yang diusung oleh PSSI, Milla juga menargetkan hasil maksimal dalam laga latih tanding tersebut.

Sebab, dengan meraih hasil positif, maka image yang didapat oleh tim juga akan jauh lebih bagus.

"Jalan kami menuju SEA Games masih panjang. Dan, pertandingan nanti akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tim. Jadi, kami harus memenangkannya," harap dia.

Di sisi lain, Muhammad Hargianto, gelandang serang Bhayangkara FC menambahkan bahwa, para pemain yang saat ini terpanggil ke timnas, menyadari bahwa harapan publik sepak bola tanah air ke mereka cukup tinggi.

Apalagi, memori Indonesia berhasil menembus final Piala AFF 2016 belum juga kering dari ingatan publik sepak bola tanah air.

"Meskipun ini adalah pertandingan ujicoba, saya dan para pemain lain akan berjuang maksimal untuk memberikan yang terbaik. Bagi kami, laga melawan Myanmar nanti seperti sebuah kejuaraan resmi, dan kami harus bermain fight sepanjang pertandingan," ucap dia.

"Harapan besar dari publik sepak bola akan kami jadikan sebagai tantangan," tambah Hargianto. (ben)

TANGERANG - Sukses yang diraih pasangan ganda putra Tanah Air Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara All England tak hanya mendapat hadiah dari panitia kejuaraan. Pemerintah dan PBSI yang merupakan induk olahraga tepok bulu angsa memberikan bonus kepada pasangan tersebut. 

Total bonus yang diterima pasangan Marcus/Kevin adalah  Rp 325 juta. Rinciannya Rp250 juta dari Kemenpora dan Rp75 juta lainnya dari PP PBSI.

Kepastian itu mereka dapatkan setiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang tadi malam (14/3). Menpora, Imam Nahrawi, memberikan secara simbolis bonus kepada mereka.

Marcus/Kevin tiba di Soetta sekitar pukul 18.00 WIB, puluhan awak media dan para fans bulu tangkis turut hadir menyambut pahlawan baru olahraga Indonesia.

Di lokasi yang sama, di area pintu kedatangan 2B Bandara Soetta berlanjut sesi jumpa pers yang berlangsung sekitar 20 menit lamanya.

Imam mengatakan, pemerintah tetap akan memberikan support buat pengembangan prestasi olahraga di Indonesia.

"Besarannya tidak seperti multievent, jangan lihat angkanya, tetapi ini bagian dari perhatian pemerintah," sebut Imam kepada awak media.

Bonus yang diterima Marcus/Kevin diharapkan menjadi trigger buat pebulu tangkis lainnya untuk memperlikatkan prestasi serupa.

"Selamat berjuang karena masih banyak tantangan menunggu di depan," urainya.

Sang pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi juga mendapatkan berkah atas kemenangan pemainnya.

Pelatih yang bersangkutan juga diganjar bonus Rp100 juta, plus bonus dari PP PBSI yang besarannya 3 kali lipat gaji bulanan.

"Yang jelas kami sudah siapkan bonusnya, ini berlaku untuk setiap event yang mereka menangkan," sebut Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto.

Sayangnya, Wiranto, Ketum PP PBSI tak hadir dalam penyambutan juara All England tersebut karena ada tugas negara kunjungan ke India.
Sementara itu, Marcus/Kevin masih memprioritaskan ajang superseries yang bisa untuk mereka maksimalkan.

Selain itu, keduanya juga akan berusaha mempertahankan peringkat dunia mereka. "Minggu depan kami sudah di posisi 1 dunia," sebut Kevin.

Untuk itu, sejumlah turnamen superseries yang ada didepan harus bisa bermain lebih konsisten.
"Target pendek bisa raih hasil maksimal di India Superseries dulu," timpal Sinyo-sapaan karib Marcus.

"Mikirnya yang deket-deket dulu, kalau Olimpiade masih jauh, " lanjutnya. (nap)

JAKARTA - Luis Milla sudah menetapkan nama-nama pemain yang dianggap layak membela Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Agustus mendatang.

Mayoritas pemain yang dia kantongi itu adalah para pemain yang ikut dalam seleksi tahap ketiga Timnas U-22 di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang - Banten, yang berakhir, kemarin (9/3).

Hanya saja, pria asal Spanyol itu mengatakan bahwa dia masih menunggu momentum yang tepat untuk mempublikasikanya.

Alasannya, dia harus mendiskusikannya dengan para asisten pelatinya di timnas.

"Tapi, setelah final piala presiden, nama- nama pemain sudah diumumkan oleh Milla," kata Bima Sakti, asisten pelatih timnas.

Menurut Bima, kajian yang dilakukan oleh tim pelatih saat ini, tidak hanya kepada pemain pemain yang ikut dalam seleksi tahap ketiga.

Melainkan pemain yang juga ikut dalam seleksi tahap kedua dan ketiga.

Itu tidak lain, karena rata-rata pemain yang ikut dalam tahapan seleksi tersebut memiliki kualitas yang hampir mirip.

"Jujur, kami kesulitan karena semuanya bagus. Terutama pemain gelandang dan sayap, Milla suka dengan cara mereka bermain serta visi sepak bola yang sangat bagus," jelas Bima.

"Jadi, mungkin tidak akan ada pencoretan, tapi pemain yang tidak masuk dalam tim dikembalikan ke klub dan mereka akan dipanggil kembali kalau dibutuhkan," papar dia.

Nah, para pemain yang dipanggil ke Timnas nanti, kemudian akan mengikuti program pemusatan latihan yang akan dimulai pada pertengahan Maret nanti.

Tapi, lanjut Bima, pemusatan latihan itu hanya berlangsung sepekan atau sekitar 10 hari.

Dengan alasan, Milla tidak begitu suka dengan pemusatan latihan jangka panjang.

Setelah itu, tim pelatih berencana akan membidik sejumlah klub kasta tertinggi tanah air untuk menjadi lawan latih tanding pada akhir Maret nanti.

Itu setelah rencana ujicoba melawan Timnas Myanmar yang dijadwalkan pada 25 dan 27 Maret nanti.

Targetnya, para pemain harus terbiasa dengan pertandingan sebenarnya.

Sementara itu, Nasir, gelandang serang Arema FC mengaku puas dengan jalannya seleksi tahap ketiga tersebut.

Dia bahkan optimistis bisa lolos dalam skuad tim besutan Luis Milla yang diproyeksi ke SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 itu.

"Apalagi saya juga sudah dipanggil sejak seleksi tahap kedua," kata Nasir.

Nasir sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam mengikuti seleksi Timnas U-23 proyeksi SEA Games 2015 lalu.

Namun, dia tersingkir karena kalah kualitas dari pemain lainya.

"Saat itu banyak pemain senior juga yang ikut seleksi, sementara saya sendiri yang junior. Apalagi, dulu saya masih memperkuat Persatu Tuban yang hanya tim Divisi Utama," timpal Nasir. (ben)

JAKARTA - Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum tahun ini tidak menyapa Palembang. Budak Palembang atau Sumatera Selatan pada umumnya yang hobi main bulutangkis harus ke Pekanbaru untuk melanjutkan misi menggapai cita-cita di dunia tepok bulu. Ini karena pada 2017 ini, PB Djarum memilih Pekanbaru sebagai tempat untuk menjaring bakat-bakat dari Bumi Andalas.

"Kami dua kali audisi di Palembang. Kami puas dengan Palembang karena animonya tinggi. Kami ingin animo ini menyebar ke sekitarnya. Kita pilih Pekanbaru karena mudah dijangkau dari Palembang, Banda Aceh dan Meulaboh. Dari beberapa kali kegiatan di Kudus dan Palembang  yang dari Aceh datang. Kami ingin sebarkan virus baik Palembang ke Pekanbaru," terang Budi Darmawan, Program Manager Bakti Olahraga
Foundation di Jakarta, Senin (6/3).

Dikatakan Budi, selain Palembang juga Bandung dan Makassar yang tidak didatangi audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Sebagai gantinya, selain Pekanbaru ada juga dipilih Banjarmasin, Manado, Solo, Cirebon, Purwokerto, Kudus, dan Surabaya. Total ada delapan kota untuk audisi umum tahun ini. Selama audisi akan diterjunkan tim pencari bakat dipimpin Cristian Hadinata kemudian Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Sigit Budiarto dan legenda bulutangkis lainnya.

Selain perubahan kota, lanjut Budi, audisi tahun ini juga alami perubahan dalam fokus menyaring atlet. Jika di tahun sebelumnya usia di bawah 13, 15 dan 17 tahun menjadi prioritas kini difokuskan pada usia di bawah 11 dan 13 tahun. Banyak pertimbangan dalam menentukan usia, salah satunya adalah PB Djarum sudah banyak memiliki atlet di bawah usia 15 tahun. Mengingat, audisi semacam ini sudha dilakukan sejak 2004 dan pada 2015 dilakukan dengan jemput bola ke kota-kota. "Dengan 3 poros pulau besar Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera, kami ingin jadikan bukutangkis Indonesia kuat dan digdaya karena diperkuat atket dari semua pulau. Olahraga bisa menyatukan semua," ujar Budi.

Sementara Pelatih Kepala PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, fokus tahun ini diarahkan ke usia dibawah 11 san 13 tahun karena dua alasan. Pertama, stok untuk usia di bawah 15 dan 17 tahun sudah menumpuk. Kedua, tuntutan prestasi karena ingin telorkan juara dunia junior. Usia junior adalah di bawah 18 tahun. Untuk bisa ke sana minimal butuh disiapkan selama 7-8 tahun. Satu atlet didikan PB Djarum yang sudah mendunia di usia muda salah satunya Kevin Sanjaya.

"Jika mengacu ke kegiatan sebelumnya bahwa 2015 dengan peserta 3000-an yang terjading 33 atlet. Setahun kemudian dengan peserta 4500-an, yang masuk 42. Kira-kira kami ambul 1 persen lah. Lagi pula kami juga melakukan mekanisme rekrutmen," jelasnya. "Kami cari yang punya komitmen, fighting spirit, cerdik, dan kaya trik. Tentu juga mental juara serta punya keberanian," tambah Candra Hadinata.(kmd)

PALEMBANG - Hilton Moreira sejauh ini memang menjadi tumpuan lini depan Sriwijaya FC. Koleksi golnya besama Alberto Goncalves jadi senjata andalan membobol gawang lawan.
Ketergantungan tim berjuluk Laskar Wong Kito terhadap Hilton memang cukup besar. Artinya, ada atau tidak adanya Hilton memang cukup menentukan hasil pertandingan. Sayangnya, dengan karakter mantan penggawa Persib Bandung ini, yang terkadang "nakal" kerap membawa kerugian untuk tim Sriwijaya FC.
Seperti pada babak penyisihan Piala Presiden 2017, Sriwijaya harus menerima kenyataan pahit tidak bisa menurunkan Hilton di laga ketiga kontra Pusamania Borneo FC, (18/2).
Itu karena pemain nomor punggung 10 itu terganjal sanksi akumulasi kartu kuning. Menariknya, dua kartu kuning yang didapat Hilton dalam laga kontra Barito Putra (13/2) dan Bali United (7/2) dalam situasi bukan krusial.
Pelanggaran justru didapat saat bola berada di pertahanan lawan. Banyak anggapan, pelanggaran yang seharusnya tidak diterima justru harus didapat Sriwijaya FC. Tatapi anggapan ini justru dibantah Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar. Menurutnya, hal-hal tersebut di lapangan sulit diprediksi sesuai karakter Hilton.
"Saya selalu bicara dengan para pemain kunci kita, salah satunya Hilton. Saya melihat, tidak ada rasa ingin kenakalan itu. Jadi, saya tahu kejadian di lapangan murni situasional," beberanya.
Dia pun menganggap bahwa, karakter Hilton yang meledak-ledak di lapangan biasa di dalam diri seorang pemain. Tackling atau berduel jadi bagian di sepak bola. "Tetapi jika satu pemain selalu diberi hukuman tidak adil oleh wasit, menurut saya semua pemain akan berontak. Jadi, wajar jika Hilton kesal seperti itu kemarin," ungkapnya. (cj11/ion/ce4)

Halaman 1 dari 21

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca