MUARA ENIM - Irwan (30), tersangka kasus begal nyaris tewas di tangan massa. Sedangkan satu pelaku lainnya Cik Amin (35) berhasil meloloskan diri.

Kedua warga Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin ini melakukan tindak curas terhadap Hengki (30), warga Desa Gaung Telang, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Selasa (28/3) pukul 19.30 WIB di jalan Desa Tapus Kecamatan Lembak, Muara Enim.

Saat itu korban mengendarai motor Honda Beat warna putih merah BG 4075 DAA membonceng Hermedi. Korban berangkat dari Desa Modong, Kecamatan Sungai Rotan menuju Desa Gaung Telang Kecamatan Gelumbang.

Pada saat melintas di TKP, motor yang dikendarai korban dipepet oleh 2 pelaku yang mengendarai motor Yamaha V-Ixion warna hitam BG 2039 ZJ. Kemudian Cik Amin menodongkan senpi rakitan kepada korban dan meminta korban menghentikan motor miliknya. Korban pun yang ketakutan tidak melakukan perlawanan.

Lalu pelaku Cik Amin mengambil motor korban dan tersangka Irwan menggunakan motor miliknya. Keduanya kabur ke arah Desa Lembak.

Namun motor hasil begal tersebut pecah ban belakang sehingga ditinggalkan di pinggir jalan oleh Cik Amin. Sedangkan motor yang dikendarai tersangka Irwan juga mogok.

Korban berteriak minta tolong dan tidak lama kemudian banyak warga Desa Tapus mendekat. Lalu korban memberitahukan peristiwa yang dialaminya dan menyebutkan ciri-ciri kedua orang pelaku dan motor miliknya,

Korban memberitahukan bahwa seorang pelaku membawa motornya ke arah Desa Lembak dan seorang pelaku berlari ke arah semak belukar yang berada di dekat TKP. Lalu warga secara bersama-sama melakukan pencarian terhadap para pelaku.

Motor milik korban yang dibawa oleh tersangka Cik Amin ditemukan oleh warga di pinggir jalan Desa Tapus dengan kondisi pecah ban belakang. Sedangkan tersangka Irwan bersembunyi di semak belukar berhasil ditemukan oleh warga. Pelaku dijadikan objek amukan massa sehingga mengalami luka-luka. Tangan kanan pelaku putus, luka di kepala, punggung dan telapak kaki.

Motor Yamaha V-Ixion milik pelaku dibakar oleh warga. Berkat kesigapan anggota Polsek Lembak, pelaku berhasil diamankan dari amukan massa dan selanjutnya membawa pelaku ke Puskesmas Lembak dan dirujuk ke RS Prabumulih untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi mengamankan barang bukti motor pelaku yang hancur akibat dibakar massa dan motor milik korban ke Polsek Lembak.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Lembak AKP Aidil Fitri mengatakan, pihaknya masih menyelidiki keberadaan pelaku atas nama Cik Imin. "Pelaku melakukan curas dengan menodongkan senpi rakitan kepada korbannya. Pelaku yang mengendarai sebuah motor memepet motor korbannya,"ujar Aidil. (roz)

LUBUKLINGGAU - Sudah tiga kali keluar masuk penjara, tak membuat Joni Ismadi alias Muis (31), warga Jl Sulawesi, RT 13, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini jera. Tersangka residivis spesialis curas dan curat itu kembali berurusan dengan polisi.

Kali ini melakukan aksi curat. Tersangka diringkus di Muara Cabang, Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (24/3) pukul 00.10 WIB. Saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melawan dan melarikan diri. Sehingga polisi memberikan tindakan tegas dan satu pelor bersarang di kaki kanan tersangka hingga tersungkur.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan aksi curat yang dilakukan tersangka Muis di rumah korbannya yakni Novian Deca (33), warga Gg Sawo, RT 03, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II berdasar Lp/B- 802/XI/2015 / Res Llg tanggal 25 November 2015.

"Tersangka dengan Ahmad Yunus alias Ujang (sedang menjalani hukuman) dan Redi (DPO) melakukan curat sekitar pukul 00.30 di rumah korban," ujarnya.

Aksi curat yang dilakukan kawanan tersangka yakni dengan cara mencongkel jendela depan rumah korban. Kemudian mengambil tiga unit HP merek iphone, blackberry, dan Nokia. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami korban ditaksir senilai Rp18 juta. (wek)

JAKARTA - Pedangdut Ridho Rhoma masih ditahan di Polres Jakarta Barat dalam kasus kepemilikan sabu 0,7 gram. Pihak keluarga pun mengunjungi Ridho Rhoma. Seperti Fikry Zulfikar atau Vicky Irama dan Debby Veramasari.

Selain keluarga, asisten dan teman-teman Ridho dari Sonet 2 pun menjenguknya.

Termasuk kuasa hukum yang ditunjuk Ridho dari Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI).

Sebelum keluarga menyelesaikan urusannya di Polres Metro Jakarta Barat, tiga orang kuasa hukum yang mengenakan seragam PAMMI berwarna abu-abu, lebih dahulu ke luar Polres.

Mereka adalah Ismail Ramli, Achmad Cholidin, dan Fahri Ananta.

Ketiganya juga ikut menemani Ridho untuk cek laboratorium dalam rangka assessment di BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, kemarin (27/3).

Selain menunjuk Krisna Murti sebagai kuasa hukum Ridho, tim advokat dari PAMMI pun turut membantu Ridho.
Bahkan ketiganya menunjukkan surat kuasa yang telah dibuat oleh Ridho.

Penunjukan tersebut dilakukan oleh organisasi dan keluarga termasuk raja dangdut Rhoma Irama.

"Ridho kan salah satu anggota PAMMI, jadi saya sebagai tim bidang hukum di PAMMI punya kewajiban untuk melakukan perlindungan hukum terhadap anggotanya," ujar Ismail dijumpai di Polres Jakarta Barat, kemarin (27/3).

Selama di dalam sel pun, Ismail mengungkapkan Ridho dalam keadaan sangat sehat dan tegar.

Jika syok berada di balik jeruji besi, itu pasti. Ismail menambahkan, dorongan dari keluarga menjadi penyemangat sendiri untuk Ridho dan hal itu sangat membantu kliennya melewati hari.

Saat menemui Ismail dan teman-temannya, Ridho tidak menangis.

Dia hanya meminta untuk dapat dibantu dalam menghadapi kasus hukumnya.

Rhoma Irama pun berpesan kepada ketiganya untuk melakukan kewajiban sebagai kuasa hukum sebaik-baiknya.
"Pembicaraan hari ini dengan Ridho terutama terkait kepolisian. Tadi rencana mau assessment ke BNN untuk cek laboratorium rambut," sambung Ismail.

Mereka berharap, permohonan rehabilitasi untuk Ridho Rhoma dapat diterima untuk segera diproses.

Tidak lama setelah tim kuasa hukum undur diri, Vicky Irama dan Debby Veramasari yang merupakan kakak Ridho keluar dari Polres bersama anggota keluarga yang lain.

Vicky yang termasuk abang Ridho menjelaskan tujuannya ke Polres adalah untuk melihat kondisi adiknya.

"Alhamdulillah Ridho sehat dan baik-baik saja. Bahkan tadi Ridho titip camilan ya," kata Vicky di pelataran Polres Jakarta Barat.

Selama dikunjungi, Vicky menceritakan Ridho menyesal dengan kejadian ini dan mengaku khilaf.

Bahkan, pembentuk grup Sonet 2 itu sempat menangis saat mengakui perbuatannya kepada keluarga.

Vicky menceritakan tidak ada pembicaraan berat yang dibahas.
Mereka tidak membahas jaringan narkoba yang dikenal Ridho atau semacamnya. Akan tetapi lebih kepada memberi dukungan moral.

"Kami keluarga berharap ini jadi pelajaran dan tidak diulangi lagi. Untuk semua lah yang ada di sini semoga tidak ada dari pihak keluarganya yang terlibat Narkoba," tegas Vicky yang kemarin mengenakan kaca mata hitam.

Vicky sendiri mengaku kecolongan akan perbuatan adiknya yang telah dilakukan selama dua tahun.

Salah satu alasannya, karena dari pihak keluarga tidak dapat memantau Ridho selama 24 jam penuh.

"Namanya manusia kan pasti ada khilafnya. Mungkin di sini Ridho sedang khilaf," sambung Vicky.

Sebagai abang, dia sendiri tidak lagi mau mempermasalahkan berapa lama adiknya telah nyabu.

Buat keluarga yang terpenting Ridho dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Ridho sendiri telah mengakui dan meminta maaf.

Selama Ridho mendekam di balik jeruji besi, raja dangdut Rhoma Irama baru mengunjungi Polres satu kali.
Saat itu dia mengunjungi Sabtu tengah malam. Sampai saat ini pihak keluarga belum dapat memastikan kapan ayahnya akan mengunjungi Ridho lagi. "Insya Allah nanti, lagi banyak kegiatan," tutup Vicky.

Sekitar pukul 14.45 kemarin (27/3), Ridho yang mengenakan baju tahanan berwarna biru digiring masuk mobil oleh petugas.

Dia mengenakann buff dan topi hitam untuk menutupi kepalanya. Sedang kedua tangannya dipegang petugas dari kedua sisi. (Glo/)

JAKARTA - Penangkapan terhadap pedangdut Ridho Rhoma yang dilakukan petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, Jumat (24/3) pagi, disikapi keluarga dengan mengajukan permohonan rehabilitasi. Keluarga Ridho Rhoma melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti mengajukan permohonan rehabilitasi, Minggu (26/3).

Krisna Murti mengatakan bahwa rehabilitasi akan dilakukan terhadap kliennya. Karena itu keluarga mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk melakukan rehabilitasi.

"Rehabilitasi yang kita ajukan karena barang bukti sabu yang ditemukan hanya 0,7 gram. Ridho masih bisa disembuhkan dengan cara direhabilitasi," kata Krisna Murti, Senin (27/3). (tvone/dom)

MUARA BELITI - Kapolres Mura AKBP Hari Brata mengeluarkan telegram ke masing-masing Polsek di wilayah hukumnya meliputi Mura dan Muratara. Itu tentang antisipasi libur akhir pekan terkait kejahatan curas, curat dan curanmor (3C).

"Mengeluarkan surat kepada jajaran, melalui Surat Telegram Nomor : STR /193/III/ 2017 tanggal 25 Maret 2017 tentang antisipasi libur akhir pekan terkait kejahatan 3C," kata Hari.

Menurutnya, tingginya angka kejahatan, terutama 3C membuat Polres Mura untuk meningkatkan kegiatan kepolisian baik di wilayah Kabupaten Mura dan Muratara. "Sudah kewajiban kami, meningkatkan eskalasi pergelaran personel di lapangan yang bersifat preventif dengan melaksankan patroli," ujarnya.

Disamping itu, personelnya di lapangan melakukan pemeriksaan kendaraan dan orang atau razia. Tujuannya yakni guna mencegah terjadinya tindak kejahatan, khususnya di daerah-daerah rawan kejahatan.

"Pihak polsek jajaran, saya perintahkan untuk melaksanakan razia, silahkan Kapolsek mapping wilayahnya masing-masing," ungkpnya. (wek)

MUARA ENIM - Aksi pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk batu bara kembali terjadi. Sabtu (25/3) pukul 20.45 WIB, Polsek Gunung Megang menangkap dua pelaku pemalak sopir yakni Erwinsyah (17) dan Suharto (21). Keduanya tercatat sebagai warga Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

Para pelaku beraksi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dusun VII Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang. Penangkapan bermula saat anggota Reskrim Polsek Gunung Megang mendapat informasi dari para sopir angkutan batu bara bahwa di tempat kejadian ada beberapa orang yang melakukan pungutan liar terhadap truk yang melintas sebesar antara Rp1.000-Rp2.000 per mobil. Mendapat informasi tersebut, anggota Reskrim Polsek Gunung megang langsung datang ke lokasi dan mengamankan para pelaku beserta barang bukti berupa 1 buah kardus mie dan uang sebesar Rp50 ribu masing-masing pecahan Rp1.000 dan uang logam pecahan Rp500 sebesar Rp12.500 dengan seluruh total sebesar Rp62 ribu.

Kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Gunung Megang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad mengatakan, kedua pelaku ini meresahkan para sopir yang melapor ke Polsek Gunung Megang.

"Petugas langsung melakukan pengecekan dan benar adanya aksi pungli terhadap sopir truk batu bara," ujar Arsyad. (roz)

JAKARTA - Pedandut Ridho Rhoma tersandung kasus narkoba. Putra Raja Dangdut Rhoma Irama itu ditangkap petugas Satuan Narkoba Polresta Jakarta Barat, Sabtu dini hari (25/3).

Dia dibekuk karena memiliki narkoba jenis sabu.

Pedangdut ini sudah menjadi target operasi sejak sebulan lalu, dan berhasil ditangkap di area lobby hotel Ibis di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto bersama dengan Kapolres Metro Jakbar Kombes Roycke Harry Langie kemarin malam (25/3) mengungkapkan kronologi kejadian penangkapan Ridho.

Sebelumnya, mereka pun memperlihatkan beberapa barang bukti yang ditata di meja.

Misalnya paket narkoba jenis sabu, alat hisap, bong, tutup botol, beserta Handphone.

Ridho ditangkap bersama salah satu kenalannya yang berinisial MS alias Ian.

Roycke mengungkapkan, penangkapan TO-nya ini berdasar bantuan dari masyarakat.
"Berdasar informasi dari masyarakat rencananya akan ada beberapa orang yang akan melakukan pesta narkoba di sekitar hotel Jakarta Barat," ujar Roycke di Polres Jakarta Barat, kemarin (25/3).

Warga juga memberi keterangan pada pihak berwajib lengkap dengan ciri-cirinya.

Anggota Narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin oleh Kanit 3 AKP Supriyatin sebelum penangkapan telah melakukan penyelidikan di sekitar area hotel.

Tepat sasaran, laki-laki yang memiliki ciri dengan laporan warga turun dari mobil dan menuju lift.

"Tersangka dibekuk sekitar pukul 4.00 sebelum dia naik lift, kemudian dilakukan penggeledahan," ujar Suhermanto.

Berdasar penggeledahan, barang bukti narkoba jenis sabu tersebut diletakkan di jok depan kiri mobil.

Yang dimasukkan ke dalam paper bag warna coklat. "Penggeledahan disaksikan tersangka, lalu kita amankan," imbuh Suhermanto.

Setelah melakukan interogasi, diketahui Ridho mendapatkan barang bukti tersebut dari tersangka MS atau Ian.
Setelah tim narkotika melakukan pengembangan, tersangka Ian berhasil ditangkap di apartemennya yang terletak di daerah Thamrin sekitar pukul 9.00.

"MS atau Ian mendapat barang bukti dari saudara A yang masuk dalam daftar pencarian orang," kata Suhermanto.

Sementara itu, manajer Ridho Rhoma , Tanti mengaku terkejut dengan kabar yang menimpa artisnya.

Dia yakin, Ridho Irama tidak mengonsumsi sabu.

"Ya Tuhan, aku sama sekali enggak ngerti. Hasilnya positif apa enggak ya. Mudah-mudahan enggak makai," kata Tanti dihubungi lewat sambungan telepon. (Glo/)

MUARA ENIM - Setelah tenggelam di Sungai Enim di Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Agung sejak Minggu (19/3) pukul 06.00 WIB, jenazah Heriwan ditemukan dalam keadaan tewas. Jasad Heriwan baru ditemukan di aliran Sungai Enim di Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung, Rabu (22/3) pukul 07.00 WIB.

Jasad korban Heriwan saat dievakuasi.
Jasad dalam keadaan luka bagian dada setelah ditusuk dan didorong sepupunya sendiri Mahartoni (48) ke sungai. Dua warga setempat yang menemukan jasad korban adalah Firman dan Hidayat saat akan mandi di pangkalan mandi Desa Lebak Budi.

"Kami melihat ada mayat tertelungkup yang mengambang dan berputar di pusaran air di Sungai Enim Desa Lebak Budi," kata Firman.

Kemudian keduanya langsung memanggil Herison, kepala dusun (Kadus) II Desa Lebak Budi. Kadus yang menerima laporan, langsung menghubungi Kades dan Polsek Tanjung Agung dan tim SAR yang dibantu masyarakat langsung melakukan evakuasi jenazah korban. Lalu korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bukit Asam untuk dilakukan visum et repertum.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad dan Kapolsek Tanjung Agung AKP Iwan Gunawan mengatakan, jenazah korban sudah divisum. Korban tewas dalam keadaan luka tusuk dan tenggelam di sungai.

"Kita sudah menahan tersangka Mahartoni,"ujar Arsyad. (roz)

MUARA BELITI - Kasus perampokan sadis terhadap tauke karet dengan modus korban ditembak langsung di buang ke aliran sungai, di Simpang Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap.

Polisi menangkap dua orang tersangka di lokasi berbeda. Yakni JN (39) di Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahyang, Kabupaten Kepahyang, Provinsi Bengkulu‎ dan SG (26) di SP VI HTI, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura. Salah satu pelaku JN ditindak tegas polisi, setelah berusaha merebut senjata anggota.

Informasi dihimpun, penangkapan itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mura AKP Satria Dwi Darma, Jumat (17/3) sekitar pukul 21.00 WIB, beserta sejumlah personel Polres. Awalnya pihak kepolisian meringkus JN. Berdasarkan keterangan JN, aksi yang mereka lakukan berawal dari informasi SG yang menjadi informan mereka.

Dari keduanya polisi menyita empat pucuk Senpira jenis laras pendek, 10 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm, tiga unit handphone milik JN dan satu handphone milik Sugiman. Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengembangan dengan mengejar sejumlah pelaku yang belum tertangkap. (cj13)

Baca selengkapnya Sumatera Ekspres Senin (20/3)

MUARA ENIM - Bhabinkamtibmas Brigadir Nazir Akbar SH memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga desa. Anggota Polres Muara Enim ini mensosialisasikan Kamtibmas saat menjelang salat Jumat berjemaah di Masjid Al Hidayah, Dusun Lais Jaya, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujanmas, Jumat (17/3).

Pesan Kamtibmas yakni jauhi narkoba, jika ada informasi mengenai narkoba segera infokan ke Bhabinkamtibmas. Kegiatan Saber Pungli. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Selain itu jangan main hakim sendiri atau amuk masa jika terjadi lakalantas dan serahkan pada pihak berwenang," kata Nazir. Dia pun menympaikan terkait aspek kerukunan bertetangga di masyarakat.

Semenara itu, di saat polisi laki-laki (polki) menunaikan ibadah salat Jumat, peran para polisi wanita (polwan) lebih dominan. Beberapa anggota Polwan Satlantas Polres Muara Enim tampak bertugas menjaga areal masjid di dalam kota Muara Enim, Jumat (17/3).

Hal ini sebagai antisipasi tindak pidana pencurian motor (curanmor) milik jemaah.Selain itu, Polwan ini bertugas mengatur lalu lintas untuk mencegah kemacetan di sekitar jalan dekat masjid. Kehadiran polwan ini menarik perhatian jemaah yang meminta foto bersama sebelum ke masjid.

Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Adik Listiyono mengatakan, peran dan tugas Polwan Satlantas ini sebagai program pengamanan setiap tempat ibadah (Pasti). "Tugas Polwan mengantisipasi curanmor dan mengurai kemacetan di saat polisi laki-laki menjalankan ibadah salat Jumat," terangnya.(roz)

Halaman 1 dari 33

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca