TEBING TINGGI - Terungkapnya komplotan begal yang biasa beraksi di wilayah hukum Polres Empat Lawang, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah pihak. Pasalnya, dari tujuh pelaku yang berhasil diciduk, lima diantaranya masih dibawah umur bahkan ada yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diadikbud) Empat Lawang, Agusni Effendi, menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta semua pihak mulai dari orang tua, guru, lingkungan dan lainnya sama-sama mengawasi sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

"Orang tua ikut berperan. Kedua pelajar itu tetap bisa ujian, urusan pembinaan nanti orang tua dan sekolah yang melakukannya. Para pelajar sekarang ini juga perlu penyuluhan tentang hukum," kata Agusni.

Kasat Rekrim Polres Empat Lawang, AKP Robi Sugara melalui Kanit PPA, Aipda Amran Supardi menjelaskan, ketujuh pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman sembilan tahun. Untuk pelajar yang akan melaksanakan ujian, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah (kepsek) dan Disdikbud. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (30/3). 

TEBING TINGGI - Jabatan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Empat Lawang akhirnya kembali diisi. Sebelumnya jabatan tersebut kosong beberapa bulan karena pejabat lama, AKP Robhinson melanjutkan sekolah. Karena kekosongan tersebut, Kasat Resnarkoba, AKP Joni Indrajaya ditunjuk menjadi Plh (Pelaksana Harian) Kasat Reskrim.

Senin  (27/3) mantan Kapolsek Gelumbang, Polres Muara Enim, AKP Robi Sugara menduduki jabatan baru sebagai Kasat Rekrim Polres Empat Lawang. Serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan langsung di halaman Mapolres Empat Lawang dipimpin langsung Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro.

"Alhamdulillah Kasat Reskrim sudah diisi, karena pejabat lama sekolah Januari lalu," ujar Bayu, usai upacara sertijab.

Bayu mengharapkan, pejabat baru untuk bisa beradaptasi di Kabupaten Empat Lawang dan bekerja sama dengan semua personil. Selain itu, juga bisa mengembangkan Satuan Reskrim dalam upaya ungkap kasus di wilayah hukum Polres Empat Lawang.

"Semua kasus, termasuk kejadian yang baru-baru ini, di Muara Saling dan Jalan Poros. Karena sudah dua bulan Kasat Reskrim kosong," katanya. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (28/3). 

MURATARA - Akibat tidak ada pagar pembatas, sejumlah pelajar di SMPN 2 Rupit, Kabupaten Muratara, resah dengan keberadaan hewan ternak yang sering memasuki perkarangan sekolah. Pelajar mengaku, hewan ternak yang berkeliaran tersebut sering nyelonong memasuki ruang kelas saat jam belajar berlangsung.

Alif, salah satu pelajar menuturkan, kambing, sapi dan kerbau milik warga sering kali tidak terkontrol dan memasuki pekarangan di sekolah mereka. Kejadian itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang mereka saksikan.

"Pagi-pagi atau siang waktu belajar, banyak kerbau dan kambing berkeliaran di sekolah. Itu karena sekolahnya tidak ada pagar, jadi hewan milik warga sering masuk sekolah," kata Alif, Senin (27/3). (cj13)

PALEMBANG – Wali Kota Palembang Harnojoyo meresmikan SMP Islam Al Alifah Palembang di Jl Beringin Raya, Jakabaring, Sabtu (25/3) pagi. Dalam acara yang bertepatan dengan milad Khalifah Alifah ke-6 itu ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh orang nomor satu di Palembang tersebut.

Harnojoyo mengungkapkan, dengan diresmikannya sekolah ini, menjadi prestasi yang luar biasa. Berkaitan dengan visi misi Kota Palembang menuju masyarakat yang madani. Sebab, sekolah Islam ini diharapkanmampu untuk mengimbangi pembelajaran antara dunia dan akhirat.

“Kami berharap siswa-siswi di sini bisa menjadi anak didik yang tanggung dan berakhlak mulia,” kata mantan Ketua DPRD Palembang ini.

Dia juga menjelaskan, Kota Palembang yang saat ini berpenduduk 1,7 juta jiwa, memiliki lebih dari 350 ribu siswa atau anak-anak usia sekolah. Tak hanya pendidikan, semua pihak diharapkan terlibat untuk memikirkan dan mengupayakan bagaimana membentuk karakter dan budi pekertiyang baik.

“Anak-anak inilah yang nantinya jadi harapan dan tumpuan di masa depan. Kalau mereka baik akhlaknya, ke depan negara ini juga akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Pembina Yayasan Indo Global Perkasa, Striayani Okbri menyatakan, Al-Alifah merupakan sekolah unggul yang berlandaskan iman dan taqwa. Sehingga, tidak hanya mengajarkan agama, atau bahasa saja, tetapi juga science supaya dapat menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan spiritual. Kurikulum yang dipakai merupakan kurikulum nasional, berupa kurikulum KTSP, dan kurikulum 2013, juga kurikulum Cambrigde, meliputi mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Sedangkan kurikulum Kairo, meliputi mata pelajaran, Tahfizh (hapalan) Alquran, dan bahasa Arab.

“Dengan tigakurikulum ini, berdirinya SMP Islam Al-Alifah dapat menjadikan siswa kami sebagai khalifah fil ardi (pemimpin di muka bumi). Untuk siswanya kami batasi hanya 16 kelas, sehingga akan maksimal dalam memperoleh pendidikan dan pengajaran,” tukasnya. (aja/rel) 

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK selama tiga hingga sekarang belum menemukan titik terang. Namun yang lebih miris, nasib guru honorer sekolah swasta di Kabupaten Muba. Malahan ada belum menerima gaji sejak Juni 2016 lalu. Hal ini dikatakan Irlan SPd, guru honorer Rahmaniyah Sekayu itu. Pria bujangan itu, hanya pasrah dan menunggu gajinya dibayarkan.
Para guru honorer swasta itu, hanya bergaji sekitar Rp 500 ribu per bulannya. “ Kita telah tanyakan ke Pemerintah Provinsi Sumsel, mengenai kejelasan pembayaran gaji ini. Katanya telah di DPPKAD dan tinggal dibayarkan saja” tegasnya.
Semula gaji honorer akan dibayarkan pada Desember 2016, tapi hingga kini belum ada realisasinya. “ Mereka berjanji akan bayarkan gaji di awal bulan Maret,” ungkapnya.
Padahal, diakuinya, peran guru honorer ikut mencerdaskan generasi penerus bangsa yang ada. Buktinya dirinya pegang mata pelajaran Ekonomi dan Geografi itu, mengajar tiga kelas setiap harinya. “Sekitar 150 anak didik diajarkan setiap harinya,” terang Irlan yang sudah mengajar di Rahmaniyah 2010 lalu. Memang, lanjutnya, sekolah Rahmaniyah menarik bayaran kepada anak didiknya.
Lantaran program skeolah gratis, segala bentuk biaya ditanggung oleh Pemerintah yang ada. Belum kunjung dibayarkan gaji selama 10 bulan itu. Irlan menjadi dosen terbang STIER di Kota Palembang. “ Menjadi dosen terbang inilah, saya mendapatkan penghasilan menutupi kebutuhan hidup sekarang ini,” jelasnya.
Banyak orang fokus dan perhatian kepada guru honorer sekolah negeri saja. Irlan meminta Pemerintah Provinsi Sumsel, ikut memperhatikan nasib guru honorer sekolah swasta yang kian terpuruk ini. “Apalagi SMA/SMK swasta pengelolaannya berada di Provinsi,” cetusnya.
Nasib serupa juga dialami oleh Dedi salah seorang guru honorer di Kabupaten Muratara, membenarkan sampai saat ini mereka belum menerima gaji guru kontrak dinas atau gaji TKS K2, khusus guru SMA honor Provinsi. Kondisi itu ‎semakin membuatnya terjepit, karena untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari dirinya, harus mengeluarkan sejumlah biaya seperti ongkos transfortasi serta kebutuhan hidup lainnya."Sekarang ini susah, memang belum ada yang cair. Harapannya semoga cepat dicairkan, karena kami juga butuh biaya untuk hidup," katanya.
Untuk bertahan sehari-hari, setelah mengajar, Dedi melakukan kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mengojek dan mengambil upah rental mengetik. "Hasilnya lumayan bisa untuk makan, paling dapat sekitar Rp10-20 ribu/hari," terangnya. (yud/cj13/nan)

PALEMBANG – Roadshow pemilihan guru favorit dan coaching clinic jurnalistik tingkat SMP se-Kota Palembang terus berlanjut. Memasuki hari ke-13, tim Sumatera Ekspres menyambangi SMPN 2 Palembang.

Event yang diusung Harian Pagi Sumatera Ekspres kerja sama Pemkot Palembang ini berlangsung meriah. Sebanyak 250 siswa antusias mengikuti acara yang berlangsung di aula kelas IX (1-4), Kamis (23/3).

Dalam sambutannya, Wakil Kepala SMPN 2, H Ahmad Sangkut, meminta siswa memilih guru favorit berdasarkan hati nurani. ‘’Kita menyambut baik adanya kegiatan pengenalan jurnalis ke para siswa. Tentunya hal ini diharapkan bisa mengembangkan minat menulis siswa," tutur Sangkut.

Sementara itu, Drs Hamsir, kasi kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, meminta siswa memilih guru favorit secara profesional. ‘’Kriterianya guru menguasai pelajaran, cara penyampaian yang membuat betah siswa. Lalu, menguasai kemampuan pedagogik, memiliki kompetensi sosial, dan kepribadian. Empat kompetensi itulah yang harus dimiliki guru profesional,’’ ujarnya yang menambahkan, keterampilan anak menulis bisa menjadi sumber penghasilan.

Saat penyampaian coaching clinic jurnalis, peserta terlihat semangat. Rian Saputra, redaktur Sumatera Ekspres mengatakan, unsur membuat berita berpedoman pada 5H+1W. Lalu, para siswa diuji membuat 2-3 paragraf berita dari tema roadshow. Acara ini juga diisi pengenalan rubrikasi Zetizen dan ilmu grafologi.
Suasana kembali meriah saat dua siswi, Isabela dan Yoke, mendapat tantangan berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan seluruh peserta. (cj11/ce4)

TEBING TINGGI - Desa Tanjung Ning Simpang, Kecamatan Saling, Empat Lawang mendadak heboh, Selasa (22/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Pasalnya ada seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya alias orang tak dikenal (OTD) masuk ke halaman SD Negeri 7 Saling.

Sontak sejumlah siswa SD berteriak histeris ketika melihat perempuan tersebut masuk ke halaman sekolah tanpa permisi dan berperilaku aneh. Warga sekitar juga heboh adanya kejadian itu dan perempuan tersebut langsung diamankan ke rumah Kepala Desa (Kades) Tanjung Ning Simpang.

Hal ini dilakukan warga bukan tanpa alasan, warga cemas karena beberapa minggu terakhir ini, masyarakat dibuat resah dengan adanya berita hoax tentang penculikan anak-anak di bawah umur.

Kades Tanjung Ning Simpangn, Umirtu mengatakan, warga menangkap seseorang perempuan yang dicurigai atau diduga hendak melakukan penculikan anak-anak di bawah umur di halaman SD Negeri 7 Saling. Banyak anak-anak yang berteriak dan perempuan itu langsung ditangkap warga.

"Tadi saya lagi di pasar, terus ada warga yang nelpon dia bilang ada orang yang ditangkap warga dan dibawa ke rumah Kades," kata Umirtu. (eno)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Rabu (22/3). 

Try out kadang jadi hal menyeramkan yang sering kali buat pusing. Mulai dari segi peraturan sampai sistemnya. Buat generasi Z jangan ikutan males ngikutin try out yah. Karena try out bakalan membuka pikiran kamu dalam mengerjakan soal ujian, khususnya kelas VI, IX, dan XII.

Meskipun kadang membosankan lantaran simulasi yang dilakukan berkelanjutan bahkan sering banget. Tapi, masih banyak lho, temen-temen kita yang menunggu kehadirannya. Seperti Shavira Azzahra, “Aku sangat senang kalo udah mendekati jadwal try out. Karena selain bisa menguji kemampuan kita, melalui try out juga kita bisa menyiapkan kepercayaan diri untuk menghadapi ujian yang sesungguhnya,” kata siswa SMA Negeri 15 Palembang tersebut.

Soal try out yang menyerupai soal ujian yang sebenarnya mampu membuat siswa menyesuaikan diri dan belajar lebih giat lagi kalo hasil try out yang di dapatkan kurang maksimal. “Try out itu sangat membantu aku banget dalam mengukur materi yang udah aku pahami. Apalagi kalo hasil try out-nya kurang memuasakan, artinya aku harus belajar lebih untuk materi tersebut,” curhat

Yaps, sejak kurikulum 2013 banyak banget rangkaian bahasan soal, baik soal buat tugas keseharian di kelas sampai paket soal ujian yang bervariasi. Mulai dari 5 paket, 10 paket dan 20 paket. Nah, karena itulah pihak sekolah melakukan simulasi atau try out agar siswa lebih siap lagi dalam menghadapi ujian.

Contohnya SMA Negeri 3 Palembang yang sering ngadain try out pada saat menjelang UN. ”Sekolah kami sering mengadakan kegiatan try out baik itu menjelang Ujian Sekolah Berbasis Komputer (UNBK) maupun UN. Kegiatan semacam ini sudah dilaksanakan 3 kali dalam satu periode ini. Kami pun bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Ganesha Operation (GO), Erlangga, dan BTA 70 untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Rozali SPd, Wakil Kurikulum SMA Negeri 3 Palembang. (msa/fin)

 

BATURAJA-Beberapa pekan terakhir masyarakat dihebohkan dengan isu penculikan anak yang dilakukan orang tak dikenal di wilayah Baturaja. Melihat kondisi tersebut, aparat kepolisian turun ke sekolah-sekolah. Meminta agar para murid, guru, dan orang tua atau wali murid tidak perlu berlebihan.

"Namun, kami meminta kita semua tetap tetap waspada. Terutama terhadap orang-orang yang tak dikenal," kata Babinkamtibmas wilayah Kelurahan Sukajadi, Brigpol Ardian, saat menjadi pembina upacara di SDN 18 OKU, Senin pagi (20/3).

Terutama bagi para siswa. Jika ada orang tak dikenal mau mengajak pergi, sebaiknya dijauhi dan jangan diikuti. Sebab bisa membuat orang tuanya bingung mencarin jika anaknya tidak pulang tepat waktu.

Dia pun menegaskan, apa yang dihebohkan di media sosial terkait aksi penculikan semuanya tidak benar. Seperti isu penculikan di Kelurahan Air Gading, Sukajadi, dan beberapa lokasi lainnya di Baturaja.

"Kabar tersebut hoax yang disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab. Untuk membuat resah para orang tua dan masyarakat Baturaja,” tambahnya seraya berpesan agar para siswa belajar sungguh-sungguh. (gsm)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

MUARA ENIM--Setelah diresmikannya Rumah Tahfidz Al Ikhlas di lingkungan madrasah beberapa waktu lalu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim kini menargetkan siswa-siswi yang ikut tahfidz hafal juz 30. Hal ini bukan berlebihan, karena tahfidz MIN 2 Muara Enim sudah lumayan banyak hafalan surat-surat di juz 30.

Kepala MIN 2 Muara Enim, Jumianah SAg mengatakan bahwa rumah tahfidz yang dijadikan sebagai wadah siswa siswi calon tahfidz Alquran untuk belajar dan menghafal lebih banyak lagi Alquran mempunyai target untuk bisa hafal juz 30. Oleh sebab itu siswa siswi yang sudah mulai menghafal harus rutin menyetorkan hafalannya kepada ustadz ustadzah pembina tahfidz serial kelasnya.

"Untuk sekarang , target yang ingin kami capai adalah hafal juz 30, kami akan berusah semaksimal mungkin bersama para pembina tahfidz untuk rutin menyuruh dan mengecek hafalan siswa. Agar mereka juga termotivasi untuk memberikan yang terbaik,"ujar Jumianah, Senin (20/3).(roz)

Halaman 1 dari 40

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Suara Pembaca