PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC fokus menyukseskan laju Yu Hyun Koo dan kawan-kawan ke semifinal. Karena itu, mereka akan kerahkan semua potensi agar tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bisa atasi Arema FC pada delapan besar Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu nanti (25/2).

Mengingat, duel tersebut memakai sistem single match. "Hari ini saya berpikir tentang bagaimana bisa memenangkan pertandingan lawan Arema. Setelah itu dilewati, barulah bicara semifinal dan selanjutnya final," terang Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar, Rabu (22/2).

Nasrun menilai, saat ini peluang Sriwijaya FC 50:50. Namun, dia tak menampik bahwa terbebasnya Yu Hyun Koo dari akumulasi kartu sangat menguntungkan. Peran gelandang bertahan asal Korea Selatan tersebut sangat signifikan dalam menyeimbangkan tim di lini tengah. "Ditambah sejarah Solo yang sejauh ini selalu memihak Sriwijaya FC," ungkapnya.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, hari ini memboyong anak asuhnya ke Solo setelah latihan tiga hari di Bali. Putusan tidak segera bertolak ke Solo usai penyisihan grup karena ingin anak didiknya fokus bersiap diri.

Apalagi, di Pulau Dewata sangat mudah mencari lapangan untuk latihan dengan kualitas lumayan baik. Beda dengan kondisi Solo yang masih minim lapangan. "Saya tekankan bagaimana pemain sigap dalam bertahan dan menyerang. Arema dihuni pemain bagus dan tidak banyak lakukan perubahan setelah TSC A 2016. Ini memberikan sinyal bakal beratnya pertandingan nanti," terang WCP, sapaan karib Widodo.

"Karakter bermain Arema memakai skema bola pendek satu dua sentuhan cepat. Ini yang harus diwaspadai anak-anak," tambah Widodo yang pernah jadi asisten Aji Santoso saat di Timnas Indonesia pada 2012 lalu.

Arsitek asal Cilacap ini memiliki ekspektasi bahwa pertandingan nanti bisa diselesaikan dalam waktu normal 2x45 menit. Tidak sampai tos-tosan. Namun, tim asuhannya juga sudah dipersiapkan jika pemenang pertandingan harus ditentukan melalui drama adu penalti.

"Tapi kan gak harus saya buka di sini, siapa saja yang akan saya jadikan penendang. Nanti bisa dipelajari lawan kebiasaan menendang bolanya," jelasnya. (kmd/ion/ce4)

 

PALEMBANG - Sriwijaya FC dan Arema FC. Fakta unik yang benar-benar terulang di turnamen Piala Presiden 2017. Loh kok bisa? Pertemuan tim berjuluk Laskar Wong Kito kontra Arema kedua kalinya di Piala Presiden pada babak knockout.
Namun, pada pertemuan sebelumnya di babak semifinal. Uniknya pada leg kedua semifinal juga digelar di Stadion Manahan Solo.
Menjadi memori manis untuk tim kebanggaan masyarakat Sumsel lantaran pada saat turnamen Piala Presiden edisi 2015, tim yang dulu diarsiteki Benny Dollo itu sukses singkirkan Arema Cronus dengan skor 1-0. Sekaligus, menambah rekor apik Sriwijaya FC kala berlaga di Stadion Manahan.
Memori manis inilah yang diharap pelatih Widodo Cahyono Putro bisa kembali diulang saat laga 8 besar Piala Presiden, (26/2) mendatang. Karena itu, pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah itu tidak shock saat timnya bentrok dengan Singgo Edan, julukan Arema, nanti.
"Ya tidak apa-apa bertemu Arema. Kita juga kan sudah sampai di sini (babak 8 besar, Red) tidak mungkin jika harus mundur kan?" kata Widodo, saat dikonfirmasi, kemarin (21/2).
Mantan asisten pelatih tim nasional ini juga mengklaim jika bertemu Arema bukan hal yang baru. Di beberapa kompetisi Tanah Air, bentrok kedua kesebelasan besar ini pun sudah sering terjadi.
Hanya saja, secara statistik tim jersey kuning memang sedikit lebih unggul dalam hal penampilan kala bertanding di Stadion Manahan. Ini karena stadion yang dimiliki Pemerintahan Kota Sukaraja itu, dianggap selalu bersahabat dengan Sriwijaya FC.
Tidak hanya di Piala Presiden, lima laga terakhir di Manahan, Sriwijaya FC tidak pernah terima kekalahan. Sriwijaya FC menang 2-1 atas Arema (11/9/2015) dan kalahkan Persisam Samarinda 7-2 (12/12/2015). Kemudian untuk kedua kali kalahkan Arema 1-0 …xxxx(16/12/2017)… xxxx dan tundukkan Persis Solo skor tipis 2-3 (22/11/2011). "Tetapi Arema tetaplah Arema. Tim besar yang harus diwaspadai," tuturnya.
Tim yang kini diarsiteki Aji Santoso, memiliki komposisi komplit. Tim yang garang, itu dibuktikan dengan catatan statistik berhasil menjadi pemuncak grpb 2 turnamen Piala Presiden 2017. "Arema punya pemain bagus. Dia mengandalkan beberapa pemain senior berpengalaman. Bermain dengan kecepatan sayapnya, dan di depan sudah menunggu Cristian Gonzales. Jadi ini tetap jadi laga yang tidak mudah untuk kita," pungkasnya. (cj11/ion/ce2)

 

PALEMBANG - Sriwijaya FC tidak permasalahkan pengunduran kick off Liga 1. Seharusnya kompetisi resmi PSSI Pusat ini dieksekusi 26 Maret nanti.

Tim berjuluk Laskar Wong Kito memilih mengambil sisi positifnya. Penambahan waktu persiapan ini akan dimaksimalkan untuk mematangkan strategi bermain Yu Hyun Koo dan kawan-kawan sebelum akhirnya jadwal kick off benar-benar dipastikan.

Menurut Sekretaris Tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, dengan mundurnya kick off Liga 1 berarti waktu persiapan yang awalnya sekitar dua pekan setelah Piala Presiden 2017 menjadi lebih panjang. Tapi pihaknya juga berharap PSSI segera putuskan waktu kick off pengganti dan jangan terlalu lama.

"Saya kira pekan kedua April adalah waktu yang tepat untuk memulai kompetisi," ungkap Haris, Senin (20/2).

Pria yang juga pengusaha jasa travel ini menjelaskan, medio April menjadi waktu yang tepat karena pertimbangan durasi kontrak. Mengingat, kontrak semusim yang diberlakukan Sriwijaya FC bakal kedaluwarsa rata-rata sampai Februari 2018.

Dengan waktu kompetisi biasanya delapan sampai sembilan bulan, maka kompetisi diharapkan selesai sebelum ganti tahun. "Saya dengar kabar mundurnya kick off Liga 1 saat di Bali. Semoga mundurnya gak lama, kalau bisa pekan kedua April agar klub tidak disibukkan dengan revisi kontrak," jelasnya.

Di sisi lain Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago mengaku belum mengetahui perubahan jadwal kick off Liga 1. Manajemen tim berjuluk Laskar Antasari juga belum memberi tahu. Efek dari perubahan kick off ini arsitek asal Brasil tersebut harus menata ulang program latihan.

"Saya kira kick off 26 Maret sudah ideal. Persiapan menuju kompetisi hampir sebulan. Tapi jika memang harus diubah, kami harus menata ulang program latihan," ungkap Jacksen.

Terpisah, Wakil Ketua Umun PSSI Joko Driyono menjelaskan, jika pun kick off Liga 1 mundur itu karena ada alasan. "Jika harus mundur, tidak ada tujuan lain, kecuali make it better quality," jelas pria yang karib disapa Jokdri. (kmd/ion/ce2)

PALEMBANG - Sriwijaya FC harus relakan Zalnando. Wing back kiri itu ikuti seleksi tim nasional (Timnas) SEA Games 2017 saat persiapan jelang babak delapan besar Piala Presiden 2017.
"Surat resmi pemanggilan Zalnando untuk mengikuti seleksi timnas sudah kita terima sejak beberapa hari lalu. Tentu hal ini kami syukuri dan seperti sebelumnya Sriwijaya sangat mendukung program PSSI terkait timnas. Tadi pagi (20/2) Nando telah bertolak ke Jakarta," jelas Sekretaris tim Sriwijaya FC, Achmad Haris.
Seleksi tersebut akan berlangsung selama dua hari dan setelah itu alumnus PON Sumsel tersebut akan kembali bergabung dengan tim. "Nando akan absen mungkin hanya selama tim berlatih di Bali. Setelah itu, dia bergabung kembali bersama tim saat di delapan besar Solo," ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Zalnando membenarkan bahwa dirinya sudah meninggalkan Bali untuk bersiap menghadapi seleksi timnas. "Tadi saya berpamitan kepada manajemen, pelatih, dan rekan-rekan. Saya sangat senang karena semua mendoakan yang terbaik dan itu jadi pemicu buat saya untuk memberikan yang terbaik nantinya," ujar pemain eks Sriwijaya FC U-21 ini.
Dalam seleksi ini, Nando memang menyebut tidak akan menyia-yiakan kesempatan dari pelatih Luis Milla. "Ini SEA Games kedua untuk saya, pastinya ingin lebih baik lagi ketimbang yang pertama. Siapa pun pemain pasti ingin bermain untuk negaranya," ungkap pemilik jersey 11 ini.
Motivasinya semakin meningkat karena adanya perubahan aturan di SEA Games membuat peluangnya bermain tinggal di tahun ini. "Jika tetap memakai U-22, saya artinya tinggal sekali lagi. Tetapi jika dikembalikan seperti semula yakni U-23 maka saya masih bisa sekali lagi bermain," ujar pemain yang masih berusia 21 tahun ini.
Terkait persaingan di timnas, Nando juga menegaskan tidak akan mudah menyerah. Pemain yang sempat mengecap ilmu di SAD Uruguay ini memang dikenal punya sifat pantang menyerah. Bahkan, ketika ada regulasi kewajiban penggunaan pemain U-22 serta pembatasan usia di kompetisi Indonesia, Nando menjadi salah satu pemain yang kurang setuju.
"Sebagai pemain muda, tentu saya tidak ingin dianggap bisa bermain karena ada regulasi saja. Kehadiran pemain senior justru meningkatkan motivasi kami agar bisa berlatih bersama dan bersaing sehat memperebutkan posisi inti," tegasnya. (cj11/ion/ce2)

PALEMBANG - Jangan ragukan kemampuan Hilton Moreira. Apalagi dalam urusan mencetak gol. Pemain yang berposisi sebagai winger ini, kembali menunjukkan kualitasnya bersama Sriwijaya FC. Kombinasinya bersama Alberto Goncalves, pastikan lini depan tim berjuluk Laskar Wong Kito selalu garang.

Toh, kondisi ini tentu akan sangat bagus? Ternyata tidak. Ini karena tim kebanggaan masyarakat Sumsel masih sangat ketergantungan pada dua pemain impor asal Brasil ini. Statistik membuktikan di tiga laga terakhir Piala Presiden 2017 beberapa pertandingan kemarin.

Saat duet Be-Thon (Beto-Hilton, red) turun, presentase gol pasti lebih besar. Bahkan kedua pemain ini sudah menyumbangkan tiga dari empat gol Sriwijaya FC. Masalahnya, jika satu pemain ini absen, Sriwijaya FC hampir pasti buntu gol. Hasil minor yang bisa dilihat dari laga terakhir kontra Pusamania Borneo FC, (18/2) lalu. Yu Hyun Koo bersama rekan-rekan bahkan harus ditekuk dengan skor tipis 0-1.
Head coach Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, pun sadar dengan kondisi yang dialami timnya. "Kita tahulah, bagaimana kontribusi Hilton-Beto saat kompetisi TSC A kemarin. Mereka selalu punya cara untuk memecah kebuntuan gol," kata Widodo saat dikonfirmasi, kemarin (19/2).

"Tetapi memang, mungkin di pertandingan lawan Pusamania kemarin pemain pengganti ini belum bisa maksimal seperti halnya Hilton," tambah pelatih asal Cilacap, Jawa Tengah itu.

Mantan asisten pelatih tim nasional itu ogah dikatakan jika Sriwijaya FC terlalu ketergantungan. Itu karena tim jersey kuning juga punya catatan cukup impresif saat Sriwijaya FC kehilangan dua pemain ini.

"Tetap kita usahakan ke depan bagaimana memaksimalkan pemain-pemain lain. Kita sudah punya pemain bagus seperti Budi (Slamet Budiono), TA Musafri, dan Reza Erlangga. Kita harap para generasi muda ini bisa menampilkan lebih maksimal lagi ke depan," tuturnya.

Sementara itu, asisten tim Sriwijaya FC Ahmad Haris memastikan jika Yu Hyun Koo cs masih akan berada di Bali beberapa hari ke depan sembari menunggu drawing 8 besar turnamen Piala Presiden.

Alasan pria berkacamata itu lebih kepada kondisi fisik pemain apabila kembali ke markas Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Selain juga faktor perjalanan yang pasti akan berpengaruh pada konsentrasi pemain itu sendiri.

"Mungkin akan lebih efektif tetap berada di Bali. Jadi, jeda waktu bisa dimaksimalkan untuk latihan. Mungkin H-2 kita baru akan bertolak ke Solo untuk pertandingan 8 besar," beber Haris. (cj11/ion/ce4)

PALEMBANG - Sriwijaya FC memastikan akan melakukan segala upaya untuk menyingkirkan Pusamania Borneo. Menang jadi harga mati bagi kedua tim demi memastikan lolos ke babak 8 besar. Saking krusialnya, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, bahkan menganggap laga ini layaknya final.

"Ini laga berat. Meski dalam kondisi apa pun, kita harus bisa memenangkan pertandingan nanti. Tidak ingin ada kata kalah atau seri. Kita tetap menginginkan kemenangan," ujar Widodo, kemarin (17/2).

Demi memuluskan peluang lolos, pelatih asal Cilacap Jawa Tegah itu, sudah menyiapkan strategi terbaik. Termasuk mendatangkan tiga pemain baru untuk menambah daya gedor di pertandingan nanti.

Dua pemain U-22 tersebut, winger lincah Maldini Pali dan gelandang energik Hendra Sandi. Sementara satu pemain belakang lainnya, Indra Permana. "Saya harapkan pemain Sriwijaya FC bisa menjalankannya dan apa yang kita cita-citakan bisa terwujud," tambahnya.

Namun, Widodo enggan jika dikatakan kapan pastinya menurunkan tiga pemain anyar tersebut. Karena sebagai pelatih, tentu dia juga harus cermat menentukan taktik komposisi pemain starting eleven. Karena jika salah, justru peluang itu bisa dimanfatkan oleh lawan, Pusamania Borneo.

"Jadi, kemungkinannya, bisa iya bisa juga tidak. Kita lihat perkembangannya sampai besok pagi," tambahnya.

Melihat perkembangan lawan PBFC, mantan arsitek Timnas itu cukup apresiasi dengan performa dominasi para pemain muda. Di dua laga terakhir, pemain muda menujukkan agresivitas cukup baik sistem permainannya. "Jadi, tinggal pemain kita menunjukkan hati mereka untuk memenangkan pertandingan seperti dua laga terakhir," beber WCP. (cj11/ion/ce4)

 

JAKARTA - Sriwijaya FC tidak pernah asben menyumbang pemain ke Timnas Indonesia. Tak terkecuali saat PSSI siapkan Timnas Indonesia U-23 untuk menatap SEA Games 2017 Malaysia Agustus nanti.

Ini setelah nama Zalnando masuk dalam daftar 25 pemain seleksi Timnas Indonesia U-23 yang akan dilaksanakan pada 21-23 Februari di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, Banten. "Akhirnya diberikan kesempatan masuk Timnas Indonesia. Saya tidak akan sia-siakan kesempatan ini. Momentum ini tentu sebuah kebanggaan dan menjadi motivasi saya dalam bermain sepak bola," ungkap Zalnando ketika dihubungi semalam (17/2).

Zalnando akan membawa semangat ini dalam pertandingan pamungkas penyisihan Grup 4 Piala Presiden 2017 saat Sriwijaya FC melawan Pusamania Borneo FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, malam ini. "Saya pasti ingin harumkan nama Sriwijaya FC. Saya akan fokus dulu untuk berikan kemampuan terbaik agar bisa antarkan Sriwijaya FC ke delapan besar," ungkap pengagum Mohammad Nasuha, bek kiri Indonesia yang bersinar saat perkuat timnas di Piala AFF 2010.

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro tidak terkejut dengan pemanggilan Zalnando ke seleksi Timnas Indonesia U-23. Ini karena bek jebolan Sriwijaya FC U-21 tersebut selalu bisa mengemban tugas yang diberikan. Baik itu saat menyerang atau sigap dalam membantu pertahanan.

"(Pemanggilan) Itu hasil kerja keras pemain sendiri. Semua pemain sudah diberi kesempatan bermain waktu Torabika Soccer Championship (TSC) A kemarin, dan Zalnando bisa memanfaatkan kepercayaan pelatih," terang pelatih yang karib disapa WCP ini.

Sementara Pelatih Timnas Indonesia U-23 Luis Milla menjelaskan, pada seleksi 21-23 Februari ini dipanggil 25 pemain. Rinciannya, tiga posisi kiper, sembilan bek, 11 gelandang, dan dua penyerang. Mereka akan jalani seleksi tahap pertama ini dimulai latihan pagi pukul 08.00 WIB pada 21 Februari. Kemudian 22 Februari latihan pagi pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB. Lalu pada 23 Februari sekali latihan sore pukul 16.00 WIB.

"Hal pertama akan saya lakukan setelah memanggil 25 pemain ini adalah mengenal mereka lebih dalam, baik dari sisi permainan maupun personal. Saya harus memperkenalkan kewajiban dan peraturan tim nasional, tentunya dengan bantuan federasi. Terkait menu latihan, aktivitas akan lebih banyak dengan bola untuk mengenal pemain lebih baik," ungkap Luis Milla. (kmd/ion/ce2)

BALI - Sriwijaya FC jalani laga terakhir penyisihan grup 4 Piala Presiden 2017. Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, ditantang Pusamania Borneo FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (13/2) malam (Live SCTV, pukul 18.30 WIB).
Tetap jadi laga berat bagi Yu Hyun Koo dan kawan-kawan. Mengingat klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini masih berpeluang tergelincir dari penyisihan grup, jika gagal menorehkan kemenangan.
Teja Paku Alam penjaga gawang utama Sriwijaya FC punya pandangan khusus terhadap Pesut Etam, julukan Pusamania Borneo FC. Dia menganggap bukan lawan enteng. Dari catatan dua pertandingan terakhir Asri Akbar bersama kolega punya statistik pertahanan cukup baik.
Baik menghadapi Bali United (13/2) atau Barito Putra (7/2). Gawang Wawan Hendrawan masih clean sheet atau tanpa kebobolan. “Ya, Pusamania punya kelebihan segi pertahanan yang terbilang kuat,” tutur Teja usai uji coba lapangan, kemarin (17/2).
Tetapi bukan berarti penjaga gawang jebolan Sriwijaya FC U-21 itu lantas pesimistis. Itu karena lini depan Sriwijaya FC yang digawangi Alberto “Beto” Goncalves tampil garang. Empat gol sudah ditorehkan dari dua laga terakhir.
“Pastinya kami juga akan tampil habis-habisan di laga terakhir ini. Demi meraih kemenangan karena kami datang untuk mencari menang. Insya Allah kami harus yakin,” jelasnya.
Meski tak punya persiapan khusus, tetapi alumnus SAD Uruguay ini akan semakin memperbaiki penampilannya untuk laga terakhir nanti terutama dalam hal komunikasi. “Karena posisi saya sebagai penjaga gawang, mungkin difokuskan untuk perbaikan segi komunikasi dengan rekan di area pertahanan. Jika komunikasi sudah baik, pertahanan juga akan lebih solid lagi,” tukasnya.
Skuat Jakabaring dipastikan tampil tanpa Hilton Moreira. Striker 36 tahun itu terkena akumulasi kartu. Meski begitu, sang pelatih tak kehabisan akal. “Kami masih punya alternatif di lini depan. Airlangga Sucipto atai Riszki Dwi Ramadana bisa dimaksimalkan. Jadi tidak ada masalah,” kata Widodo C Putro, pelatih kepala Sriwijaya FC dalam sesi jumpa pers sebelum laga, kemarin.
Soal target dan peluang di Grup 4, eks pemain timnas itu enggan timnya terbebani. Meski hanya perlu hasil imbang untuk lolos, dia ingin pemainnya tidak lengah. Pasalnya, andai kalah dari Pesut Etam, peluang lolos ke babak berikutnya menipis. “Pertandingan pasti sengit. Tidak ada tim mau mengalah. Kami ingin jaga nama besar Sriwijaya FC,” tuturnya.
Widodo patut berbangga. Rekor pertemuan kedua tim memihak kesebelasan ber-jersey kuning. Dari tiga laga bentrok kedua tim, Laskar Wong Kito unggul dua kali. Sisanya berkesudahan imbang. “Namun head to head juga tidak bisa jadi patokan,” pungkas dia.
Menuju laga pamungkas nanti malam, juru taktik PBFC II Ricky Nelson bisa menurunkan semua pasukan terbaiknya. Dua bek asing Kunihiro Yamashita dan Dirkir Glay dalam kondisi fit. Pun demikian striker Reinaldo Elias da Costa yang sempat kurang bugar. Kabar terakhir, sang penyerang bisa dimainkan.
Ricky, kepada Kaltim Post, memastikan tidak memandang remeh calon lawannya tersebut. SFC di Grup 4 Piala Presiden 2017, sementara nangkring di posisi pertama. Posisi yang tentu lebih bagus ketimbang PBFC II. “Calon lawan kami adalah klub yang kaya pemain bintang. Di kompetisi nasional, materi pemain bagus punya nilai plus dalam menentukan hasil pertandingan,” tutur Ricky.
Pria asal Kupang itu mengingatkan, Laskar Wong Kito dengan materi pemain kurang lebih sama seperti musim lalu, adalah tim dengan daya gedor terbaik. SFC berhasil membukukan 62 gol selama semusim lalu. Namun, torehan sepadan dibuat Pesut Etam di bawah asuhan Dragan Djukanovic.
Sosok pelatih Widodo Cahyono Putro adalah otak di balik solidnya lini depan SFC. Dari dua laga terakhir, mereka mencatatkan empat gol. Terbanyak di Grup 4. “Bang Widodo senior saya dan kebetulan posisinya saat bermain adalah penyerang. Jadi kami patut mewaspadai ketajaman lini depan mereka,” kata Ricky. (cj11/abe/ion/ce1)

BALI - Sriwijaya FC sudah menemukan formula untuk membongkar pertahanan super-rapat Pusamania Borneo FC (PBFC), pada partai pamungkas Grup 4 Piala Presiden di Bali, Sabtu nanti (18/2). Untuk menembus benteng pertahanan, tim berjuluk Laskar Wong Kito harus cepat menusuk dalam melancarkan serangan. Terutama saat melakukan counter attack.

“Kami harus bermain cepat saat melancarkan serangan usai sukses merebut bola. Jangan menunggu lama karena Barito Putera dan Bali United kesulitan taklukkan mereka karena suka delay saat menyerang,” ungkap Winger Sriwijaya FC, TA Mushafry, ketika dihubungi, Kamis malam (16/2).

Dikatakan mantan pilar Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan ini, di dua pertandingan penyisihan PBFC suka memainkan pola 4-1-4-1. Mereka menumpuk pemain di belakang saat ditekan dan keluar menyerang dengan kekuatan maksimal. Transisi mereka juga cepat dari menyerang ke bertahan maupun bertahan ke menyerang.

Cepatnya transisi ini karena PBFC didukung materi muda dengan militansi tinggi. Mereka rajin bergerak untuk menutupi minimnya jam terbang para pemain. Dengan modal ini, di dua pertandingan sebelumnya mereka bermain efektif dengan tidak kebobolan.

“Kami sudah tahu harus bagaimana di pertandingan nanti. Kami harus langsung ke jantung pertahanan untuk menang. Saya siap dan selalu siap mengemban tugas sebaik mungkin jika dipercaya pelatih,” ujarnya.

Sementara itu, Widodo Cahyono Putro warning para penyerang. Pelatih Sriwijaya FC itu ingin anak asuhnya tidak membuang-buang peluang. Mengingat, untuk ciptakan peluang tidak mudah dan peluang juga tidak akan datang dua kali, sekalipun permainan sepak bola ditentukan dalam rentang 90 menit.

“Peluang yang sudah ada harus jadi gol. peluang tidak datang dua kali. Ketika dapat peluang pertama, ya harus jadi gol. Bagaimana pun caranya dan kami sudah bekali anak-anak dalam latihan,” terang Widodo.

Dalam dua pertandingan sebelumnya, banyak peluang tercipta namun hanya empat gol tercipta. Masing-masing dua gol saat imbang lawan Bali United dan menang 2-1 atas Barito Putera. Peringatan ini diapungkan karena lawan di laga pamungkas grup 4 adalah Pusamania Borneo FC yang rapat dalam membangun pertahanan.

Widodo juga berharap anak asuhnya menjaga koordinasi di lini belakang. Tiga gol yang bersarang ke gawang Teja Paku Alam cukup jadi alarm di laga berikutnya. Apalagi, pemain belakang Sriwijaya FC masih mudah dikelabui bola yang datang dari crossing.

Saat lawan Bali United, dua kali bola crossing membahayakan gawang Sriwijaya FC. Satu berawal dari set piece yang kemudian disundul dan membentur mistar gawang. Set piece lagi datang yang kemudian bisa dikonversi menjadi gol oleh Abdul Rahman. Gol semata wayang Barito Putera juga tercipta berawal dari bola crossing Rizky Rizaldi Ripora usai memenangi sprint dengan Marckho Meraujie.

Bola yang datang bergelombang gagal diantisipasi Bio Paulin dan Yanto Basna sehingga penyerang Barito Aron Muniz da Silva tinggal nyenggol sedikit ke mulut gawang. “Gol tercipta karena lemahnya koordinasi dalam menempatkan posisi di lini belakang. Terutama saat antisipasi bola crossing. Kejadian ini tidak boleh lagi terulang karena itu setiap pemain harus siap melakukan antisipasi setiap gerakan lawan, jangan sampai ketinggalan langkah,” ingatnya.

Pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) Ricky Nelson tidak silau dengan Sriwijaya FC. Dia yakin bisa menjinakkan tim berjuluk Laskar Wong Kito. “Kalau bisa menang lawan Sriwijaya FC kenapa tidak? Kemenangan dari mereka akan memuluskan kami ke delapan besar,” ungkap Coach Ricky. (kmd/ion/ce1)

PALEMBANG - Delapan pemenang beruntung kuis Sriwijaya FC dan Sumatera Ekspres diumumkan. Dalam undian yang berlangsung di Graha Pena itu dihadiri langsung Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, Kamis (16/2).

Turut hadir pula jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) seperti Direktur Pertandingan dan Kompetisi Augie Bunyamin, Sekertaris PT SOM Faisal Mursyid, Direktur Keuangan Yuliar, dan Sekertaris tim Sriwijaya FC Ahmad Haris.

Dodi yang baru saja terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin ini menyambut atas antusias besar dari kuis Sriwijaya FC. Wajar mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito, memang salah satu tim sepakbola terbesar sekaligus ikon di Sumsel.

Sedangkan Sumatera Ekspres yang juga menjadi koran terbesar di Sumsel juga sukses menjadi media partner Sriwijaya FC dari tahun ke tahun.

"Insya Allah kuis ini kita harap akan terus belanjut. Bahkan tahun depan kita harap konsepnya kita perbesar lagi, hingga ke pelosok-pelosok kabupaten," kata Dodi di sela kata sambutannya.

Lebih besar lanjut Dodi, maksudnya yakni di setiap kabupaten juga siap digelar satu kuis undian. Dengan begitu, pecinta klub Sriwijaya FC yang ada di setiap daerah juga bisa ikut dalam kuis undian tahun depan.

"Kita harap Sriwijaya FC bisa terus ditopang, dalam hal kerja sama publikasi bersama Sumeks Grup," tuturnya.

Senada Wakil GM Harian Sumatera Ekspres H Mahmud juga menyambut baik, dengan kerja sama yang dilakukan Sriwijaya FC dan Sumeks Grup. "Untuk menampung partisipasi Sriwijaya FC yang cukup besar tidak hanya di Palembang. Maka tahun depan kita siap membuat kuis dengan konsep lebih melebar di setiap regional kabupaten. Seperti Sekayu, Muba, LubukLinggau, ataupun Lahat," jelasnya. (cj11)

Daftar Pemenang Kuis Sriwijaya FC:

1 Unit Sepeda Motor
-Sri Mastuti (32 Ilir Palembang) NIP :1671016603770004

1 Unit Televisi
-M Hasan Haikal (Palembang) Nip :167111070985002

1 Unit Kulkas
-M Wahyudi (Lubuk Linggau)Nip :1673062904840003

5 Jersey Original Sriwijaya FC
-Kemas Ramadhan (Palembang) Nip :1671046607900003
-Yuliana A(Palembang) Nip: 1671046607900003
-Sri intaniah (Palembang) Nip: 1671086710630001
-Yolanda Aresta (Lubuk Linggau)Nip : 1673054212970001
-Jumana (Kertapati Ogan baru)Nip :1671134608930002

Halaman 1 dari 27

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca