Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kemb...

Pak Bupati... Warga Muratara Pengin Kembangkan Pupuk Kompos

‎MURATARA - Kendati banyak peminat, pengelolaan kotoran hewan ...

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

Sharing Anggaran Pilkada Belum Jelas

PAGARALAM - Anggaran untuk pelaksanaan Pilkada 2018 di Sumsel mendapat...

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

Sistem Pengairan Irigasi Ditata Ulang

PAGARALAM - Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati ‎Mkes mengi...

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

APBD Minim, Pembangunan Dilanjutkan

PAGARALAM – Meski dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (A...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan...

Mantan Walikota Jakarta Barat Ditetapkan Tersangka

JAKARTA- Mantan Walikota Jakarta Barat Fatahillah akhirnya ditetapkan ...

Pertamina Punya Jubir Baru

Pertamina Punya Jubir Baru

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih melakukan rotasi di internal. ...

Nilai Tukar Rupiah Stabil

Nilai Tukar Rupiah Stabil

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masi...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selat...

Optimisme INKAI Kuasai Market Asia Selatan dan Afrika

SURABAYA - PT INKA (Persero) berambisi menguasai pasar perkeretaapian ...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan...

Organda Harusnya Tetapkan Tarif Angkutan Online

JAKARTA - Pakar Kebijakan Publik Universitas Indonesia Harryadin Mahar...

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

SPP Kuliah Kedokteran DItetapkan

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenri...

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

Honorer Swasta Belum Gajian 10 Bulan

SEKAYU – Permasalahan pembayaran gaji guru honorer SMA/SMK s...

Kejar Senjata Milik Teroris

Kejar Senjata Milik Teroris

JAKARTA— Densus 88 Anti-Teror berupaya melakukan antisipasi ...

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

Pengaduan Setnov Makin Menumpuk

JAKARTA – Kedatangan perwakilan Masyarakat Anti-Korupsi Indo...

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

Ratusan Anggota OPM Menyerahkan Diri

JAKARTA – Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tur...

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

Pelaku Punya Catatan Kriminal Panjang

LONDON – Investigasi teror Westminster berlanjut. Kemarin (2...

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

Fokus di Bidang Maritim dan Ekraf

JAKARTA – Indonesia dan Prancis akan teken beberapa kesepaka...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkon...

Lima Pemimpin Komunis Bertemu di Hongkong

HONGKONG – Sosok Fidel Castro berbaring tenang di atas kasur...

Pasang QR Code di Produk Obat

Pasang QR Code di Produk Obat

JAKARTA – Pengawasan obat-obatan dan makanan diakui Badan Pe...

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

Polisi Dirampok 4 Bandit Berpistol

MARTAPURA – Tak ada lagi rasa takut kawanan bandit bersenpi ...

Perbankan Beri Kemudahan

Perbankan Beri Kemudahan

PALEMBANG - Pelaku perbankan memberi kemudahan dan biaya bunga ringan ...

PALEMBANG - Berakhir sudah petualangan Arifin Saleh (27), ia tewas tertembak setelah sempat melawan petugas Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, Kamis (23/3).

Warga Rusun blok 36 Lantai IV No.02, merupakan residivis pembunuhan dan pencurian motor. Saat ditangkap, Arifin sempat bersembunyi di sebuah gubuk di ujung  rawa-rawa Jalan Soak Bujang, Gandus.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, membenarkan adanya penangkapan tersangka dengan kasus pembunuhan dan pencurian motor di kawasan Gandus.

" Dia sudah lama menjadi target operasi, saat digerebek ia sempat melawan dan hendak melukai petugas jadi terpaksa dilumpuhkan ," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang , Kompol Maruly Pardede mengatakan saat tersangka  digerbek di persembunyiannya, tersangka sempat melawan dan berusaha  menembak petugas.

" Petugas dalam kondisi membahayakan , sehingga petugas memberikan tembakan kepada tersangka," tuturnya.

Saat ini, jasad tersangka dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk divisum. (wly)

MUSI RAWAS-Pencarian dramatis tiga korban hanyut di Sungai Kelingi, di Dusun Seriang 8, Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura, membuahkan hasil. Setelah melakukan pencarian selama satu hari satu malam, akhirnya dua korban atas nama Reza (4) dan Alif (balita 10 bulan), ditemukan mengambang‎ di pinggiran sungai.     

Kedua jenazah tersebut ditemukan masyarakat Kamis (23/3) sekitar pukul 04.13 WIB, tidak jauh dari lokasi perahu mereka karam dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi TKP. Reza ditemukan di pangkalan perahu Dusun Seriang, sedangkan Alif ditemukan tersangkut ranting di lubuk keramat, Desa Lubuk Rumbai.  

Pihak kepolisian, masyarakat serta tim dari BPBD dan Basarnas dari Provinsi Sumsel, saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban Yensi (28), yang ikut tenggelam bersama kedua anaknya.

Informasi dihimpun, awalnya keluarga korban menuding banyak kejanggalan dari kasus ini. ‎Seperti saat kejadian air sungai tengah surut dan lebar sungai Kelingi sekitar 40 meter‎ dengan kedalaman 4 meter, korban tidak pernah melintasi jalur sungai selama bekerja menyadap karet. Serta alasan saksi korban mengajak korban beserta kedua anaknya melalui jalur sungai untuk berobat dianggap tidak logis.

Ema, tetangga korban yang sempat dihubungi menyatakan, jenazah kedua korban sudah dimakamkan di RT 03, Kelurahan Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti sekitar pukul 11.00 WIB. (cj13)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (24/3).

      

MUSI RAWAS - Tiga dari empat orang warga Dusun 8 Seriang, Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura hilang tenggelam dialiran sungai Kelingi setelah perahu yang dinaiki mereka diduga bocor, Rabu (22/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mereka satu keluarga yakni Mori (30), Yensi (28), Reza (4) dan Alif (10 bulan). Mori, sang suami selamat. Sedangkan istrinya yakni Yensi, Reza dan Alif hingga kemarin sekitar pukul 17.30 WIB belum ditemukan. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura dibantu warga terus melakukan penyisiran serta pencarian dilokasi.

"Pada saat ketiga korban bersama dengan suami korban akan ke dusun dari kebun dengan menggunakan perahu biduk, tiba-tiba perahu biduk yang digunakan terisi oleh air, bocor di bagian belakang," kata Kapolres Mura, AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Sarifudin.

Mengetahui perahu tersebut terisi air, suami korban melompat dari perahu untuk mendorong perahu yang digunakan ke tepi sungai. Lalu melihat suaminya melompat ke sungai, istri korban ikut melompat dengan menggendong anaknya yang berumur 10 bulan. Melihat ibunya meloncat, anaknya yakni Reza juga ikut meloncat.

"Diduga tidak bisa berenang, istri korban berpegangan di baju suaminya. Tidak lama kemudian suaminya mengetahui kalau istri dan kedua orang anaknya sudah tidak ada lagi, tenggelam dibawa arus," jelasnya.

Kemudian suami korban berenang ke tepi sungai untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. Lalu sekitar pukul 11.30 WIB tim dari BPBD Kabupaten Mura tiba di TKP dan proses pencarian hingga pukul 18.30 WIB tadi  masih berlangsung. (wek)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Kamis (23/3).

 

PALEMBANG - Masih ingat kejadian Sabtu (18/3) yang menghebohkan warga kawasan 24 Ilir. Dimana ditemukan sesosok mayat laki - laki dengan bersimbah darah di Jalan Letkol Iskandar, tepatnya di jembatan menuju PIM.

Satu dari tiga pelaku pengeroyokan yang membuat Jefri (30) meregang nyawa, berhasil diringkus anggota Polsek Sukarami. Dimana saat itu, Andre (22) warga Jalan Candi Welan, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I berhasil ditangkap dikediamannya sebelum ia sempat melarikan di ke Tangerang.

Menurut Kapolsek IB I,Kompol Handoko Sanjaya di dampingi Kanit Reskrim Ipda Irsan mengatakan, tersangka ditangkap sebelum hendak pergi ke Tangerang. Dan dia merupakan eksekutor pembunuhan yang dilakukan terhadap Jefri, warga rusun Blok 50 lantai 1.

" Sebelum dibunuh, sempat cek-cok mulut di komplek Ilir Barat Permai," kata Handoko.

Kemudian, korbanpun lari dan dikejar oleh tiga pelaku. Saat diatas Jembatan, pelaku Andre yang mabuk langsung menusuk korban sebanyak lima kali.

" Empat kali di punggung dan satu kali di bagian depan," ujarnya.

Setelah membunuh ketiganya kabur ke arah belakang PIM. Dan tersangka Andre sempat membuang senjata tajamnya di anak sungai di kawasan 24 Ilir. (wly)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (21/3). 

 

PALEMBANG - Sejumlah pengendara dikejutkan kejadian pengeroyokan di Simpang Empat Lampu Merah Palembang Indah Mall tadi malam (18/3). Sesosok jasad, Jefri (35) terkapar tak berdaya dan menderita sejumlah luka tusuk.

Anggota Tim Pengurai Kemacetan (TPK) Satlantas Polresta Palembang yang tengah berpatroli yang mendapatkan laporan masyarakat, langsung mendekat. Pelaku telah kabur meninggalkan korban meregang nyawa, di bawah tiang lampu merah, persis di sisi kiri depan pagar PIM.

"Kami dapat laporan sekitar pukul 18.45 WIB, lakukan identifikasi awal. Ternyata telah meningal dunia. Langsung kami laporkan ke Mako, untuk diteruskan ke Satreskrim dan jajaran terkait,"ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Palembang Iptu A Rizal di lokasi kejadian.

Belakangan diketahui identitas korban, Jefri bin Lukman (35), buruh bangunan yang tinggal di Rusun Blok 50 Lantai I No. 19. Ia tinggal bersama bibinya, setelah berpisah dengan istrinya. Belum dapat dipastikan siapa pelaku pengeroyok Jefri. Hanya, setelah unit identifikasi datang, Jeffri diketahui mengalami lima luka tusuk. Empat luka tusuk di punggung, satu dirusuk kanan.

"Dibawa langsung ke Bhayangkara. Segera diselidiki," kata Kapolsekta Ilir Barat (IB) I, Kompol Handoko Sanjaya SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Irsan Ismail.

Sementara itu, Yuli Untari (50), kakak sepupu perempuan Jefri, mengaku terkejut saat mendapat informasi adiknya itu tewas. "Pertama kali ditelepon, Jef meningal depan PIM,"ujar Yuli.

Padahal, petang kemarin (18/3), sebelum kejadian, korban sempat singgah di warung tempatnya berdagang. Tak ada firasat sebelumnya. Korban juga tak bercerita jika ada masalah terkait kerja atau kehidupan sehari-hari. "Mungkin wong yang begawe di parkir Ramayana yang jingok. Kami dak tau. Tapi ado yang menyebut dio ni dikeroyok lebih dari tigo wong," terang Yuli. Keluarga berharap, polisi dapat segera mengungkap pelakunya.

"Dio ini lah pisah dengan bininyo. Anak sikok, di Jawo galo samo bininyo. Dio ni pendiam, dak banyak ulah, itulah kami bingung dio biso dikeroyok. Tahu-tahu lah darah galo cak ini,"sesalnya. (aja)

SEORANG penyidik polisi Uganda dengan pakaian tertutup dan memakai masker melakukan penyelidikan pada lokasi tewasnya juru bicara kepolisian setempat Felix Kaweesi dan dua korban lainnya, di ibukota Kampala, Uganda, Jumat (17/3). (*) REUTERS/James Akena

KAYUAGUG - Jajaran Polsek Pangkalan Lampan, dipimpin Ipda Indariyono, menggelar rekontruksi pembunuhan terhadap Sumiwati (30) warga Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tersangkanya merupakan suami korban senidi yakni Herman Sawiran (30).

Dalam rekontruksi tersebut Herman memerankan sebanyak 20 adegan. Terlihat korban dibacok pada adegan ke 11 dan 12 oleh tersangka hingga tewas. Dalam rekonstruksi tersebut, aparat memilih lokasi di aula Mapolres OKI guna keamanan.

Adegan dimulai saat tersangka sedang menonton televisi dengan anaknya Rina,di ruang tamu. Sementara korban yang diperankan oleh salah satu PHL Polres OKI, sedang berada di dalam kamar. Saat itu tersangka mendengar isterinya menerima telpon dari seseorang, selanjutnya tersangka yang sudah terbakar cemburu, langsung mengambil sebilah golok di bawah meja TV.Tanpa basa-basi tersangka langsung membacok punggung dan leher belakang isterinya berkali-kali. Meski korban terguling tak berdaya, tersangka yang sudah gelap mata terus mengayunkan golok ke tubuh korban, hingga korban mengalami banyak luka bacok di leher, lengan, bahu, punggung dan tangan. Usai membunuh korban, herman langsung melarikan diri, hingga akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia melalui Kapolsek Pangkalan Lampan Ipda Indariyono, mengatakan bahwa rekontruksi ini dalam rangka untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa penuntut umum (JPU).

" Rekontruksi ini untuk melengkapi berkas, ada 20 adegan yang diperankan tersangka, sengaja lokasinya kita pindahkan di polres bukan dilakukan tempat kejadian, ini demi keselamatan tersangka, apalagi tersangka ini merupakan warga pendatang, sementara isterinya warga asli Desa Lebung Gajah," ungkapnya. (gti)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Selasa (14/3). 

 

KUALA LUMPUR - Sikap cuek ditunjukkan Malaysia dalam menangani kasus tewasnya saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam.

Prosedur normal akan dilakukan pemerintah Malaysia jika tubuh Kim Jong-nam tidak diambil keluarganya, Malaysia bersedia menguburnya.

Hingga saat ini, belum ada yang mau mengklaim tubuh Jong-nam. "Mungkin akan dikubur di Malaysia. Itu adalah prosedur normal untuk setiap tubuh yang tidak diklaim," kata Wakil Menteri Kesehatan, Datuk Seri Dr Hilmi Yahaya, seperti dilansir dari The Star, Minggu (12/3).

Hilmi mengatakan, dalam prosedur standar di Malaysia, biasanya jenazah akan diserahkan ke keluarga terdekat. Namun jika tidak ada yang mengklaim, baru dikubur.

"Tidak ada kerangka waktu kapan untuk melepaskan tubuh. Dalam kasus Jong-nam, kami tidak terburu-buru. Ini adalah kasus profil tinggi, kami masih menunggu," ujarnya.

Saat ini jenazah Jong-nam sudah diserahkan kepolisian ke kementerian, Jumat (10/3). (adk/jpnn)

SUMSEL - Dua mobil tabrakan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Desa Manggul, Kota Lahat, Kamis (9/3), pukul 21.30 WIB. Dalam kecelakaan itu, dua penumpang Terios BG 1297 UN meregang nyawa. Mereka, Atika (23) dan anaknya, Alika (1,2), warga Talang Kapuk, Kelurahan Pasar Lama, Kota Lahat.
Sedangkan sopir Terios, Solihin (24), yang tak lain suami Atika dan ayah Alika, kondisinya kritis. Sebaliknya, sopir dan lima penumpang mobil Panther BG 186 DZ milik Pemkab Muara Enim yang jadi lawan tabrakan Terios hanya shock dan terluka ringan.
Ceritanya, malam itu Terios yang dikemudikan Solihin melaju kencang dari arah Muara Enim menuju Kota Lahat. Di bangku depan kiri, Atika memangku anak mereka, Alika. Melintasi jalan menikung ke kanan di wilayah Desa Manggul, Solihin tak mengurangi tekanan pada pedal gas. Meski saat itu jalanan licin karena guyuran hujan, mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi.
Solihin lalu berusaha menyalip mobil di depannya. Pada saat itulah, dari arah berlawanan melaju mobil Panther BG 186 DZ milik Dinas Perkebunan Muara Enim yang dikendarai Nurkholis (36). Dalam mobil itu, dia bersama lima PNS lain yakni Venny (32), Juli Ningsih (48), Ilahiyah Afriani (49), Agnes T Lestari (30) dan Sasmita Furnama (36), semuanya warga Muara Enim.
Malam itu mereka dalam perjalanan pulang ke Kota Muara Enim usai melakukan kunjungan dari Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU). Dalam posisi yang sudah sangat dekat, Solihin dan Nurkholis sama-sama tak bisa mengelak lagi. Tabrakan pun terjadi.
Suara keras tabrakan itu menarik perhatian warga sekitar. Mereka melihat Terios sempat terhempas dan terguling. “Usai tabrakan, posisi Terios terbalik,” ujar seorang warga di sana. Warga memberitahukan adanya kecelakaan itu kepada pihak kepolisian. Anggota Satlantas Polres Lahat langsung meluncur ke lokasi.
Bersama warga, dilakukanlah evakuasi. “Posisi dua korban yang meninggal duduk di depan, persis di bagian ringsek,” jelas Kasatlantas Polres Lahat, AKP Dani Prasetya SIk. Saat ditemukan, Atika terlihat tidak menggunakan safety belt. Kondisinya tidak bernyawa lagi dengan posisi memangku Alika.
Kondisi Alika dan ayahnya, Solihin kritis. Mereka dilarikan ke RSUD Lahat. Namun, takdir bicara lain. Alika pun meregang nyawa. Sedang Solihin langsung dirujuk ke rumah sakit di Palembang.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui kalau mobil Panther terhenti dalam posisi gigi tiga. Diperkirakan, kendaraan dinas Pemkab Banyuasin itu melaju dengan kecepatan 50 kilometer per jam. “Saat kecelakaan terjadi, mobil itu sudah sempat mengerem,” jelas AKP Dani.
Namun, karena tak bisa menghindar, sopir Panther hanya bisa “pasrah” menunggu tabrakan terjadi. Karena itu, mobil tersebut tidak terguling seperti Terios. Sopir dan lima pegawai Dinas Perkebunan selamat, hanya terluka ringan. “Masih shock dengan kecelakaan itu,” tambah Kanit Laka Polres Lahat, Ipda Amrin Prabu. Meski begitu, bodi depan mobil dinas tersebut tetap saja ringsek. Kedua mobil yang rusak parah langsung dievakuasi ke Mapolres Lahat.
Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim, Ir Mat Kasrun mengakui kalau mobil Panther pelat merah BG 186 DZ yang mengalami kecelakaan itu, milik lembaganya. “Itu mobil operasional,” katanya.
Dijelaskan, tenaga honorer pada dinas tersebut dipercaya mengantar lima PNS lain dalam kunjungan kerja. Mereka sebelumnya memberikan pembinaan kepada warga Desa Segamit. Kunjungan berlangsung sejak pagi hingga sore.
“Lokasi di SDU sangat jauh kalau lewat Semende. Jalannya juga rusak dan putus. Makanya, berputar lewat jalur Lahat,” ungkapnya. Dia tak menyangka, di jalur itulah mereka akan mengalami kecelakaan mengerikan. Dia dan kelima PNS Dinas Muara Enim yang dibawanya hanya luka ringan dan shock.
“Kabarnya, mereka sudah boleh pulang,” tutur Mat Kasrun. Sedangkan mobil dinas dalam kondisi ringsek. Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman SH mengaku belum mendapat kabar terkait adanya kecelakaan mobil dinas itu.
Tapi nomor polisi (nopol)-nya, BG 186 DZ, diakui Nurul, memang kendaraan milik Pemkab Muara Enim. “Nanti saya tanyakan dulu. Itu dari dinas mana,” ujar Nurul. Adanya kecelakaan kendaraan dinas juga belum diketahui Sekda Muara Enim, H Hasanudin.

Pelajar SMK Tewas
Terpisah, kecelakaan maut juga terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi. Tepaynya di Km 120, Kelurahan Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Jumat (10/3), pukul 11.15 WIB. Korban, Syaifullah (18), pelajar SMKN 1 Sungai Lilin meregang nyawa setelah sepeda motor Jupiter Z yang ia kendarai tabrakan dengan truk BG 8236 JB.
Sedang temannya, Abdul Aziz (18), warga desa Pemuda warga Talang Siku, Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin. Keduanya sama-sama terluka serius dan dilarikan ke RSUD Sungai Lilin.
Abdul Aziz dirujuk duluan. Barulah Syaifullah yang tak sadarkan diri. Sayang, baru saja ambulan berjalan, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Sedang Ardian (21), sopir truk, warga Kelurahan Sungai Lilin sudah diamankan polisi pascatabrakan.
Siang itu, korban membonceng temannya dalam perjalanan pulang sekolah. Mereka melaju dari arah Jambi menuju Palembang. melintas di lokasi yang berupa jalan lurus, motor korban berusaha mendahului sepeda motor lain.
Saat mengambil jalur kanan, dari arah berlawanan muncul truk bermuatan semen. Tabrakan tak terhindarkan. Saking kuatnya tabrakan, sepeda motor dan bodi depan truk rusak parah. “Syaifullah anak lanang aku satu-satunya,” kata Nahrowi, ayah korban sembari terisak. Kepala Poslantas Sukamaju, Bripka Z Samosir SH membenarkan kecelakaan itu. “Kami sudah olah lokasi, sopir truk telah ditahan,” tutupnya. (irw/roz/kur/ce1)

 

INDERALAYA- Dua kendaraan truk  tabrakan adu kambing dikawasan Jalintim Palindra Km 23 di kawasan Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Rabu  (1/3) sekitar pukul 13.00 Wib. Akibat insiden tersebut, salah satu sopir truk tewas setelah dilarikan ke Puskesmas Timbangan 32 Inderalaya. Dampak tabrakan tersebut, jalur lalu lintas Palindra macet sepanjang jalan dengan puluhan kilometer mulai dari simpang pelabuhan dalam km 13 hingga  Km 27 Inderalaya .

Informasi yang dihimpun koran ini di lapangan, kecelakaan tersebut berawal dari perjalanan kendaraan truk dengan nopol BH 8230 SU yang disopiri Haryadi (32), warga Kota Jambi dengan membawa pakan ternak seberat 11 ton dari Badar Lampung tujuan Propinsi Jambi. Tiba ditempat kejadian perkara (TKP), sebuah truk dengan Nopol BG 8857 YB dari arah Pelembang atau dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi dalam kondisi kosong yang disopiri Tarmuji (46), warga Sriwangi OKU Timur, mengambil jalur kanan jalan.

“Dugaan aku sopir itu ngantuk, aku la berusaha banting stir ke kiri, tapi truk tersebut tetap saja mengambil jalur aku, seperti tetap mengejar, hingga terjadi tabrakan,’’ujar Haryadi ketika ditemui koran ini dengan kondisi luka memar pada kaki kanannya dan terbaring di Puskemas Timbangan 32 Inderalaya dengan tangan kanannya di infus.

Akibat tabrakan adu kambing, sopir Tarmuji mengalami luka berat, kedua kakinya patah, bahkan kaki kanan hancur akibat terjepit kendaraannya sendiri , serta beberapa luka lainnya seperti alis robek bahu kiri dan beberapa luka lainnya. Nyawa korban Tarmuji tidak bisa tertolong lagi ketika tiba di Puskesmas Timbangan 32 Inderalaya. (sid)

Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Kamis (2/3). 

 

Halaman 1 dari 18

Get in touch

Harian Pagi Sumatera Ekspres 
Terbesar Disumatera Selatan
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Burlian
No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : 0711 - 411768
Fax : 0711 - 420066

      

Terpopuler

Terkini

Suara Pembaca