| Waspada PJB pada Anak |
|
|
|
| Ditulis oleh Rachmat Aprianto | |||||||||
| Senin, 23 November 2009 09:39 | |||||||||
Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease pada anak dapat
mempunyai beragam penyebab. Dari beragam penyebabnya termasuk faktor lingkungan seperti bahan-bahan kimia, obat-obatan dan infeksi-infeksi. Selain itu, penyakit-penyakit tertentu yang diderita ibu, abnormalitas chromosome, penyakit-penyakit keturunan (genetik) dan faktor-faktor yang tidak diketahui (idiopathic).Dr Ferry Usnizar SpPD di RS Dr Mohammad Hoesin Palembang, saat di temui beberapa waktu lalu mengatakan, faktor-faktor lingkungan kadang-kadang yang bersalah. Contohnya, jika seorang ibu mendapat German measles (rubella) selama kehamilan, maka infeksinya dapat mempengaruhi perkembangan jantung dan organ-organ lainnya pada bayi yang dikandungannya. Begitu juga, jika ibunya mengonsumsi alkohol selama kehamilan, maka fetusnya dapat menderita fetal alcohol syndrome (FAS) termasuk PJB. ’’Exposure terhadap obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat juga menyebabkan PJB. Satu contoh adalah retinoic acid (nama merek Accutane) yang digunakan untuk jerawat (acne). Contoh-contoh lain adalah obat-obat anticonvulsant, terutama hydantoins (seperti Dilantin) dan valproate,’’ujar pria murah senyum ini. Menurutnya, penyakit-penyakit tertentu pada ibu dapat meningkatkan risiko mengembangkan PJB pada fetus. Bayi-bayi dari wanita dengan diabetes mellitus, terutama pada wanita yang gula darahnya kurang optimal terkontrol selama kehamilan, berisiko tinggi bayinya mendapat PJB. Selain itu, juga pada wanita yang mempunyai penyakit keturunan phenylketonuria (PKU) dan tidak berada pada spesial dietnya selama kehamilan, bertendensi juga mempunyai bayi dengan PJB. ’’Kelainan chromosome dapat menyebabkan penyakit jantung congenital (chromosome mengandung materi genetik, DNA). Pada kira-kira 3% dari seluruh anak-anak dengan PJB dapat ditemukan kelainan chromosome,’’ungkapnya. Gejala dan tanda dari PJB, terangnya dihubungkan dengan tipe dan keparahan dari kerusakan jantung. Beberapa anak tidak mempunyai gejala atau tanda-tanda. Namun, yang lainnya gejalanya berupa sesak napas, cyanosis (warna kulit yang biru disebabkan berkurangnya oksigen didalam darah), nyeri dada, syncope, kurang gizi atau kurang pertumbuhannya. ’’Kerusakan atrial septal (sebuah lubang di dinding antara atria kanan dan kiri), misalnya, dapat menyebabkan sedikit atau sama sekali tidak ada gejala. Kerusakan dapat berlangsung tanpa terdeteksi untuk puluhan tahun,’’jelasnya. Lebih jauh ia mengatakan, aortic stenosis (halangan aliran darah pada klep aortic karena cusps dari klep yang abnormal) juga umumnya tidak menyebabkan gejala-gejala terutama ketika stenosis (penyempitan) ringan. Pada kasus berat aortic stenosis yang jarang, gejala-gejala dapat timbul selama masa bayi dan anak. Gejala-gejala dapat termasuk pingsan, pusing, nyeri dada, sesak napas dan letih luar biasa. Ventricular septal defect (VSD), sambung Ferry, sapaan akrabnya adalah contoh lain dimana gejala-gejala berhubungan dengan kerusakan yang berat. VSD adalah suatu lubang didinding antara kedua ventricles. Ketika kerusakannya kecil, anak-anak tidak menderita gejala-gejala, dan satu-satunya tanda VSD adalah suara desiran jantung yang keras. ’’Jika lubangnya besar, bayi dapat mengembangkan gagal jantung, kurang gizi dan pertumbuhan yang lambat,’’katanya. Ditambahkannya, untuk perawatan PJB seluruhnya tergantung kepada tipe yang tepat dari PJB, derajat keparahan dari tipe PJB dari pasien tersebut. Selaian itu, dipengaruhi juga faktor-faktor lainnya seperti umur, ukurannya, kesehatan umumnya. (mg39)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
HIDUP SEHAT
-
Main Futsal, Waspada Cedera
Bermain futsal sungguh mengasyikkan. Semua orang bisa ...
-
Hipertensi pada Kehamilan
Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah tekanan yang diakibatkan dari ...
-
Tertelan, Permen Karet Ganggu Pencernaan
Mengunyah permen karet memang mengasyikkan. Pada orang...
-
Sedih dan Lambat Berpikir, Tanda Depresi
Sesekali terlihat sedih merupakan hal yang biasa. Namun, perlu ...
-
Tips Ciptakan Jantung Sehat
Jantung sehat dambaan setiap orang. Kesehatan sistem ...
-
Nyeri saat BAK, Awas Kanker Prostat
Pria yang berumur di atas 40 tahun harus waspada, terutama...

Terbanyak Dibaca







![]() | Hari ini | 449 |
![]() | Kemarin | 4749 |
![]() | Total | 1203847 |
Sedang Online: 38
IP Anda: 38.107.191.111
Jul 30, 2010
IP Anda: 38.107.191.111
Jul 30, 2010





Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease pada anak dapat
mempunyai beragam penyebab. Dari beragam penyebabnya termasuk faktor lingkungan seperti bahan-bahan kimia, obat-obatan dan infeksi-infeksi. Selain itu, penyakit-penyakit tertentu yang diderita ibu, abnormalitas chromosome, penyakit-penyakit keturunan (genetik) dan faktor-faktor yang tidak diketahui (idiopathic).















