>> Home
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Pencuri Cilik Kecanduan Narkoba

KAYUAGUNG – Masih ingat dengan kasus komplotan pencuri yang membombardir Kota Kayuagung, Kabupaten OKI, medio akhir April hingga awal Mei 2012 lalu? Dua dari enam anggota komplotan pencuri itu, Kamis malam (14/6) berhasil diringkus jajaran Unit Pidum Satuan Reskrim Polres OKI pimpinan Ipda Johni Martin SH. Ironisnya, dua tersangka yang sudah tertangkap ternyata masih tergolong anak di bawah umur.
Kedua pencuri cilik itu, berinisial GG (16) warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, dan MA (15) warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI. Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti (BB) berupa gitar dicuri dari Kantor Dinas Pariwisata OKI, dan teleskop dicuri dari SMP Negeri 3 Kayuagung. Pengakuannya, mereka telah membobol tujuh kantor dan sekolah serta tiga rumah di Kota Kayuagung.
Otak pelakunya diakui berinisial Ad (24), sedangkan tiga pelaku lagi berinisial An, Jk, dan Ac.  ”Para tersangka sudah menjadi target operasi (TO,red) kami dalam beberapa minggu terakhir. Baru dua orang yang berhasil ditangkap, mereka masih di bawah umur. Untuk empat pelaku (Ad, An, Ac dan Jk,red) masih kami kejar, identitasnya sudah kami kantongi,” terang Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh SIk, melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman.
Dijelaskan Surachman, para tersangka itu merupakan satu kelompok yang dipimpin Ad (DPO). Mulai dari ”menggambar” TO, mengajak beraksi, sampai yang menjual barang hasil curian, semua dilakukan Ad. Sementara tersangka lain hanya diberi upah saja oleh Ad. Kok begitu patuh dengan Ad? ”Karena Ad sering memberi narkoba pada anak-anak di bawah umur itu, sehingga mereka kecanduan. Dengan demikian Ad dapat dengan mudah membujuk mereka untuk diajak mencuri, karena kebutuhan untuk membeli narkoba itu tadi,” sesalnya.
Senada, tersangka GG dan MA mengakui sudah kecanduan narkoba jenis sabu-sabu (SS). Lantaran tidak punya untuk membeli SS yang mahal itu, ABG putus sekolah itu ikut mencuri bersama Ad.”Hasil curian itu kami kumpulkan di rumah Ad, dia yang jual. Kami kadang dikasih uang Rp200 ribu, duitnya ya untuk beli sabu. Kalo emas yang kami ambil dari rumah camat itu, dijualnya di toko emas di Tanjung Raja,” akunya.
Seperti diwartakan sebelumnya, komplotan pencuri itu pada dini hari membobol kantor Notaris-PPAT Eksi Handayani, di depan taman Kota Kayuagung, menggondol lima unit monitor LCD. Kemudian, giliran kantor Dinas Tata Kota Pemkab OKI, membawa kabur enam unit monitor LCD dan CPU berikut satu unit printer. Berselang kemudian, malamnya membobol lagi rumah dosen Universitas Islam OKI (Uniski), Sugeng Parsetyo, yang berada di komplek Balai Pertanian Percontohan, Kayuagung.
Dari rumah dosen itu, pelaku membawa kabur tiga unit laptop merek Acer, DVD, dan uang Rp700 ribu.  Tak lama dari itu, terjadi lagi pencurian di rumah Camat Cengal, Amri Ubaidah di Kelurahan Sukadana. Pelaku masuk dengan menjebol plafon rumah, menggondol empat suku emas dan sejumlah uang. Belakangan diakui tersangka GG dan MA, mereka juga yang telah membobol kantor PDAM Tirta Agung, SMK PGRI, SMPN 3 Kayuagung, PKK dan rumah Kadinkes OKI dr M Hakim.
Bagaimana perannya? Ditemui di Mapolres OKI, dengan polosnya tersangka GG mengatakan saat membobol kantor Dinas Pariwisata OKI, mereka masuk lewat belakang. ”Biasanya yang masuk ke dalam adalah MA, karena badannya kecil. Sementara ada yang menyambut barang di luar dan ada yang berjaga-jaga untuk mengawasi situasi,” jelasnya. Dari sana, mereka mendapatkan gitar, keyboard dan drum, lalu barang-barang itu diangkut menggunakan mobil milik Ad. 
Termasuk saat mencuri beberapa CPU, perlengkapan praktek Kimia berupa teleskop dari SMPN 3 Kayuagung, dan sejumlah tempat lainnya. Tersangka MA yang masuk ke dalam rumah dosen Uniski, Kadinkes OKI dan Camat Cengal, mengakui saat itu rumah dalam keadaan kosong. ”Kami masuk lewat plafon, saya mengambil empat suku emas, uang logam dalam plastik dan uang dalam amplop. Jk (DPO,red) jaga di depan. Kalau ada yang datang kodenya cukup dengan tepuk tangan. Waktu itu kami sengaja menurunkan sekring gardu, agar kampung itu gelap. Baru kami masuk dari belakang,” urai tersangka MA. (hak)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078