>> Home Sumatera Ekspres Warga Tetap Siaga
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Warga Tetap Siaga

KAYUAGUNG – Perseteruan ribuan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ogan Komering Ilir (OKI) dan Lampung dengan warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, OKI, terus berlanjut. Pascabentrok Minggu (17/6), kedua belah pihak belum menyepakati kata damai.
Pantauan Sumatera Ekspres, kondisi Desa Pematang Panggang masih mencekam setelah serangan balik kelompok PSHT, Senin (18/6). Tak ada aktivitas warga di desa tersebut. Rumah  terkunci, sementara penghuninya, terutama para wanita mengungsi ke desa sebelah. Begitu juga  toko dan ruko di Pasar Desa Surya Adi masih tutup.
Sementara kepala keluarga dan remaja laki-laki, berjaga di Desa Pematang Panggang. Mereka tetap memegang senjata tajam seperti pedang, golok, celurit, tombak, senpi dan lainnya. Itu dilakukan sebagai antisipasi jika ada serangan susulan dari kelompok PSHT.
Tak hanya itu, aparat kepolisian dan TNI juga masih melakukan penjagaan di Desa Pematang Panggang. Mereka bertahan hingga ada kesepakatan kedua belah pihak yang bertikai.
Seorang warga Desa Pematang Panggang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat ini anak dan istri mereka diungsikan ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari Desa Pematang Panggang. ‘’Masyarakat belum beraktivitas, kita juga masih berjaga-jaga. Siap-siap jika kelompok PSHT datang lagi. Bagi kami kaum laki-laki tetap bertahan di sini dan siap menerima serangan, jika memang diserang lagi,” katanya.
Bupati OKI, Ir H Ishak Mekki MM yang juga Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumsel sangat menyesalkan kejadian tersebut. ‘’Pemerintah akan terus berupaya mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai untuk segera berdamai.”
Untuk sementara, lanjutnya, kedua belah pihak sudah bisa menahan emosi masing-masing. ‘’Nanti kita panggil keduanya, dari PSHT akan dipanggil para pimpinannya. Kemudian dari warga juga akan kita panggil tokoh masyarakatnya, agar segera berdamai. Tak ada yang akan diuntungkan dari dari peristiwa ini,” tegasnya.
Untuk korban yang menderita luka-luka, lanjutnya, biaya pengobatannya akan ditanggung Pemkab OKI. ‘’Administrasi kesehatan bagi korban kita kesampingkan dulu yang penting adalah mengobati mereka, masalah biaya akan ditanggung pemerintah,” tambahnya.
Sebagai ketua IPSI Sumsel, Ishak Mekki mengimbau semua perguruan pencak silat, baik itu PSHT atau lainnya untuk tak melakukan hal-hal yang  merugikan, seperti penyerangan. ‘’Memang PSHT itu anggota IPSI, kontak dengan pimpinan PSHT terus kita lakukan, mereka berjanji tak melakukan penyerangan, dan menyelesaikan masalah ini dengan musyawarah. Bagaimanapun ilmu beladiri bukan untuk menyerang, tetapi untuk olahraga dan membela diri,”  jelasnya.
Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh SIk menambahkan, saat ini aparat kepolisian di-back up oleh TNI tetap melakukan penjagaan di TKP. ‘’Pasukan belum kita tarik, masih tetap melakukan penjagaan. Sekarang warga Pematang Panggang dan PSHT sudah siap bermusyawarah, nanti akan kita fasilitasi bersama Pemkab OKI,” terangnya.
Sampai saat ini, lanjutnya, polisi belum menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut. Apalagi, situasi belum benar-benar kondusif. ‘’Proses hukum tetap akan berjalan, tetapi sekarang kita fokus mendamaikan keduanya. Kalau sekarang kita langsung melakukan penangkapan ditakutkan malah akan muncul masalah baru, karena warga masih sensitif,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anggota PSHT tewas dalam kejadian itu. Ia adalah Darmansyah (33) yang dikebumikan di Kalianda, Lampung. Sedangkan delapan lainnya menderita luka-luka, yakni Amin Agung, Suhari, Mujidin, Deni, Dodi, Ibrahim, Heri Susanto, dan Suhara. Nah, dalam aksi bentrok, Senin, satu anggota PSHT kembali menjadi korban. Ia Ahmad Effendi (33), mengalami luka tembak pada betis kanan.  
Sementara itu, pascabentrok antarwarga, dua korban dirawat di RSMH Palembang. Keduanya, Mujidin (32), warga Desa Sumber Deras Kecamatan Mesuji, OKI dan Dodi (18) warga BSM (Bina Sawit Makmur) Sukajadi Blok A OKI. Sebelumnya, mereka dirawat di RSUD Kayuagung.
Saat ini, kondisi keduanya mulai membaik. Tampak beberapa luka sudah diperban. Mujidin mengalami luka bacok di bahu kiri, lengan kiri, kelingking kiri, dan  lengan kanan. Kini, ia dirawat di Ruang Bedah C RSMH Palembang.
Sedangkan Dodi menderita tujuh bacokan sekujur tubuhnya. Di dada sebelah kanannya terdapat bekas jahitan yang terhubung dengan selang untuk membersihkan paru-parunya. Dodi dirawat di Ruang Peduli Kasih. Keduanya, sudah dua hari mendapatkan perawatan di RSMH.
Diceritakan Mujidin didampingi kakaknya Minto, kalau saat kejadian korban dan temannya akan pulang selepas tes pencak silat kelompok PSHT. “Kejadiannya tidak jauh dari rumah, tiba-tiba dari arah belakang sekelompok orang langsung memukuli dan membacok saya. Untung saat itu saya memakai helm jadi kepala tidak apa-apa,” ungkapnya. Keluarga Mujidin meminta kasus ini agar diusut tuntas oleh aparat kepolisian.
Korban lain Dodi mengaku baru dua minggu bekerja di daerah OKI. “Saya dan teman saya merantau, mas. Kami berasal dari Lampung merantau untuk mencari kerja,” ungkapnya. Terkait apa yang dialaminya, ia mengatakan tidak mengetahui latar belakang kenapa dirinya dibacok. (cj7/ce2)













(hak)



Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078