>> Home Metropolis Sumsel Miliki Bhakamsel Pertama
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sumsel Miliki Bhakamsel Pertama

PALEMBANG - Angka kematian akibat kecelakaan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam tiap tahunnya. Berdasarkan catatan kepolisian Republik Indonesia Tahun 2011 sebanyak 32 ribu orang meninggal sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas (lalin).
Fakta tersebut diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Refdi Andri Msi saat launching Bhayangkara Keamanan dan Keselamatan (Bhakamsel) Lalu Lintas dan peresmian gedung Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Sumsel Jl POM IX Kampus Palembang, kemarin (12/7). Menurut dia, untuk wilayah Sumsel, selama 2011 ada 1.332 jiwa meninggal. “Artinya setiap bulan 100 orang lebih meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.”
Tingginya angka tersebut, tambah Refdi, menjadi perhatian Ditlantas Polda Sumsel untuk meminimalisirnya. ”Dengan di-launching Bhakamsel Lantas, diharapkan dapat menekan seminimal mungkin angka kecelakaan terutama di Sumsel,” imbuhnya.
Bhakamsel Lantas diatur dalam Peraturan Kapolda Sumsel No 01/2012 tertanggal 7 Juni 2012. Tugas personilnya, mendidik dan memberi penyuluhan tentang pemahaman UU Lalu Lintas dan angkutan jalan kepada masyarakat.
”Membina agar masyarakat sadar dan taat aturan, menanamkan disiplin, sopan dan etika berlalu lintas,” tukasnya.
Masih menurut Refdi, jumlah Bhakamsel Lantas sebanyak 56 personel. Terdiri dari Brigadir terbaik dari satuan lalu lintas yang telah mendapatkan pelatihan pada 12-14 Juni lalu di Sekolah Polisi Negara (SPN) Betung. ”Mereka akan mendorong peran serta mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas di jalan.”
Refdi menambahkan, secara kuantitas jumlah tersebut sangat kecil jika dibandigkan dengan penduduk Sumsel yang mencapai 7.500.000 jiwa dan Palembang 1.500.000 jiwa. Sedangkan jumlah personel kepolisian hanya 13 ribu dan 1.300 petugas lalin. ”Walau demikian, langka yang dilakukan termasuk program Bhakamsel lantas ini bisa sampai ke semua lapisan masyarakat.”
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr Dikdik M Arif Mansyur SH MH mengatakan untuk mengurus masalah lalu lintas tidaklah mudah. Perlu dukungan dari semua lapisan, baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat.
“Dalam sehari Sumsel menyumbang 2-4 korban jiwa meninggal. Keberadaan Bhakamsel Lantas diharapkan bisa menekan angka tersebut dan bisa melakukan penyuluhan sampai ke desa-desa,” ujarnya lagi.
Selain itu, lanjut Dikdik, dengan diresmikannya gedung RTMC dapat memberikan informasi bagi pengendara yang akan melintas di jalan raya dan memantau kemacetan dan penanganan kecelakaan lalu lintas. “Masyarakat juga bisa memanfaatkannya sebagai basis online database dengan bertanya biaya dan dana STNK dan surat lainnya.”
Lanjutnya, pemantauan dimulai dari Palembang dengan menempatkan 21 CCTV pada tempat-tempat krusial. “Akan berlanjut ke kabupaten/kota lainnya,” ungkapnya.
Sementara, Kakorlantas POLRI, Irjen Pol Drs Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, Bhakamsel Lantas adalah yang pertama di Indonesia. Sedangkan gedung RTMC adalah salah satu di antara 18 RTMC Polda yang ada di Indonesia.
Menurutnya, dengan adanya RTMC informasi cepat yang bisa diperoleh masyarakat mengenailalin tinggal kerjasama dengan media radio dan televisi saja. “Marilah kita budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” ajaknya,
Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf menambahkan, dalam berlalu lintas ada tiga hal yang diperhatikan. Pertama karakter pengguna jalan. Kedua tingginya angka kendaraan yang ada. “Terakhir kehendak pemerintah mengimbangi kendaraan dan pengguna jalan yang ada dengan memfasilitasi jalan layak.”
Hadir Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol M Zulkarnain, Pejabat Utama jajaran Polda Sumsel, Pjs Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP R Djarod Padakova. Lalu, Pangdam II/Swj, Mayjed TNI Nugroho Widyotomo, Wakikota/ Bupati se- Sumsel dan tamu undangan lainnya. (cj9/ce3)






Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078