>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Kecurian Rp1 Miliar, Tewas Jantungan

PALEMBANG – Gerombolan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah 10 orang, merampas uang tunai Rp100 juta dan emas batangan dengan total senilai Rp1 Miliar, dari rumah Wati (57), di Perumahan Bukit Sejahtera (Poligon), Blok CX No 10, RT 14/04, Kecamatan Gandus, Palembang. Mendengar hartanya sebanyak Rp1 miliar dirampok, Hasan Ghazali (53), tewas akibat serangan jantung mendadak.
Bagaimana ceritanya? Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, di tempat kejadian perkara (TKP), korban Hasan juga tinggal di Perumahan Bukit Sejahtera (Poligon), tapi di Blok EF. Tapi tauke karet itu menitipkan uang dan emas batangannya di rumah kakak perempuannya, Wati, yang tinggal di Blok CX No 10. Dan aksi perampokan di rumah Wati itu berlangsung Senin (16/7), sekitar pukul 02.30 WIB.
Dari penuturan Wati, saat kejadian di rumahnya ada sekitar lima orang penghuni. Wati, dan dua anaknya, Nana dan Aan. Pacarnya Nana, Nofri. Serta adiknya Wati yang sedang sakit, terbaring dalam kamar. ”Terus ada yang gedor pintu, tapi saya tidak tahu persis siapa. Tiba-tiba pintu kamar saya juga diketuk oleh Nana, langsung saya buka. Ternyata, Nana sudah ditodong dengan senpi,” ungkap Wati.
Diduga selain masuk lewat pintu depan, pelaku juga ada yang masuk lewat plafon kamar mandi. Pelaku yang masuk ke dalam kamarnya, sambung Wati, juga mengancamnya. Wati akan dibunuh, bila berteriak apalagi melakukan perlawanan. ”Yang anehnya, salah satu pelaku itu kenal dengan anak saya. Dengan cara memanggil ’Na’, begitu Pak,” ungkap Wati. Sehingga diduga, pelaku ada yang dikenal dari penghuni rumah. Apalagi pelaku menutupi mukanya pakai topeng.
Anehnya lagi, lanjut Wati, begitu masuk ke dalam kamarnya, pelaku langsung menuju brankas buatan yang berada di bawah tempat tidur Wati. Yaitu salah satu keramik ada yang dilubangi, dan ditanamkan brankas besi. ”Langsung mereka buka keramik di bawah tempat tidur saya, mengambil seluruh uang dan emas yang ada dalam brankas itu. Kami semua sudah disekap pelaku,” ujar Wati.
Setelah pelaku kabur membawa uang Rp100 juta dan emas batangan hingga totalnya mencapai Rp1 miliar itu, Wati langsung mengabari adiknya, korban Hasan Ghazali. Selain itu, digasak juga dua unit handphone (Hp) milik penghuni rumah dan sertifikat rumah milik Hasan. Mendapat kabar hartanya dirampok, korban Hasan langsung mendatangi rumah Wati, mengendarai mobil Toyota Kijang Innova.
”Sekitar pukul 03.00 WIB Papa (korban Hasan, red) datang, langsung mengecek brankasnya. Melihat isinya sudah kosong, rencananya Papa mau lapor dengan satpam yang di depan pintu masuk kompleks. Baru memutar mobilnya, dan memundurkan mobil nabrak pagar. Akhirnya jantung Papa kumat, dan meninggal,” ucap salah seorang anak dari korban, yang ditemui di TKP, kemarin.
Terpisah, Kapolsek Gandus AKP Alfian Nasution SH, melalui Kanit Reskrim Aiptu Suhaidi, ketika dikonfirmasi mangatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP di rumah Wati tersebut. ”Dari informasi yang kami dapat, pelaku berjumlah 10 orang. Semuanya pakai topeng, dan ada pakai celana dalam saja. Para pelaku berhasil membawa kabur seluruh isi brankas, yang diduga nilainya mencapai Rp1 miliar. Itu masih perkiraan sementara ini,” kata Suhaidi.
Ditambahkan Suhaidi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap identitas para pelaku. Apakah pelaku ada yang dikenal salah satu penghuni di rumah Wati pada saat kejadian? ”Kami juga sudah melakukan  pemeriksaan terhadap para saksi, untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini. Termasuk pacar anak pemilik rumah (Nofri,red),” pungkas Suhaidi. (Cj12/ce2)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078