>> Home
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Nunggak Gaji Enam Bulan

PALEMBANG-Gelar klub paling fair play buat PSPS Pekanbaru di ajang Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 seperti patut dikaji ulang. So, meski para pemain selalu bermain santun, baik di kandang maupun tandang ternyata manajeman tidak sportif. Salah satu bukti, meski kompetisi usai dan sukses finis ke posisi 13, Laskar Betuah, julukan PSPS Pekanbaru, masih menyisakan tunggakan gaji buat para pemain hingga enam bulan.
Hal tersebut sangat disesalkan oleh para pemain. Tidak terkecuali kapten tim PSPS Pekanbaru, Ambrizal. Meski pada akhirnya mantan defender Sriwijaya FC itu bisa memahami kondisi keuangan klub kebanggaan masyarakat Pekanbaru tersebut.  “Mau bagaimana lagi. Sampai sekarang manajemen belum punya uang,” katanya seperti dilansir Riau Post (grup Sumatera Ekspres).
Ambrizal sangat berharap gaji mereka bisa segera dicairkan. Terlebih, sebelumnya manajemen pernah janji akan lunasi semua tunggakan gaji pemain sebelum puasa (Ramadan). ”Ya, kami dijanjikan manajemen sebelum puasa. Semua pemain dan anak istri pemain menunggu janji manajemen tersebut. Bahkan, saya setiap hari ditelepon pemain lain tanya tentang gaji. Sekarang waktu tinggal satu hari. Mudah-mudahan saja, janji tersebut dipenuhi,” tukas pria kelahiran, 1 Februari 1991 itu.
Penderitaan serupa turut dirasakan penjaga gawang PSPS, Fauzal Mubaraq. Menurut kiper nomor satu PSPS itu, tidak semestinya klub besar macam PSPS punya tunggakan sampai enam bulan bagi para pemainnya. “Janji manajemen ada uang langsung dibayar. Mungkin belum. Ya, sabar sajalah. Tugas kami sudah selesai, tinggal tugas mareka (manajemen, red) mencari ke sana ke mari dana buat gaji,” papar  mantan pemain Sriwijaya FC dan Persela Lamongan ini.
Sementara itu, Manajer PSPS, Boy Sabirin, saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya ada tunggakan gaji pemain sekitar enam bulan. Tapi akan segera dibayar. Namun, semua tergantung kucuran dana dari sponsor. Bahkan, dirinya belum bisa memastikan apakah dibayar lunas atau seperti apa teknisnya. ”Bang Anto Rahman (Dirut PT PSPS) sempat dijanjikan sponsor yang mau mengucurkan dana dalam pekan ini. Jadi, kami juga menunggu. Mudah-mudahan saja cair dan bisa dibayarkan gaji pemain,” bilang Boy, sapaan akrabnya.
Selain menunggu kucuran dari PT Kondur Petrolium, lanjutnya, manajemen PSPS juga menunggu pencairan sisa dana bantuan yang dijanjikan PT Liga Indonesia. ”Setiap tim diberi bantuan Rp3 miliar. PSPS sudah diberi sekitar Rp2 miliar dan kami berharap sisa sekitar Rp1 miliar segera dikucurkan,” harap dia. (ion/ce4)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078