>> Home Metropolis Sumsel Tempe Jadi Barang Langka
Kekurangan 136.049 Rumah
PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga 2018 diperkirakan Dinas ...Readmore
Kelilingi Bukit Siguntang
PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 BE, ribuan umat Buddha men...Readmore
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
  • Kekurangan 136.049 Rumah

    PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga...

  • Kelilingi Bukit Siguntang

    PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 B...

  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Tempe Jadi Barang Langka

SUMSEL – Melambungnya harga kedelai, bahan baku pembuat tempe dan tahu hingga 35 persen, berdampak pada kelangkaan tempe dan tahu di Pasar Baturaja. Pedagang yang berjualan makanan khas Indonesia ini mengatakan, stok tempe dan tahu yang dijual hanya sedikit. “Bahkan sekarang harganya naik 100 persen dari biasanya. Kalau sekarang tempe ukuran sedang dijual Rp2.000, padahal sebelumnya hanya Rp1.000,” kata Endang, pedagang sayuran di Pasar Baturaja.
Kenaikan harga serupa, lanjutnya, juga berlaku untuk komoditas tahu yang ternyata naik cukup tajam. Untuk satu butir tahu putih, sekarang dijual Rp2.000. Padahal sebelumnya Rp1.200. “Kita terpaksa menaikkan harga tempe dan tahu karena harga dari produsen juga sudah naik,” ujarnya.
Meski harga kedua komoditas ini naik, namun tetap saja habis dibeli konsumen. “Makanan ini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri, sehingga masalah harga tidak terlalu dipermasalahkan,” katanya.
Namun, dengan stok dagangan tempe dan tahu yang sangat sedikit, lanjutnya, maka keuntungan yang didapat pun sangat sedikit. “Meski harga naik hingga 100 persen, namun keuntungan yang didapat justru menurun hingga 50 persen. Kalau selama ini omzetnya bisa mencapai Rp250 ribu, sekarang tinggal Rp150 ribu,” paparnya
Di Pagaralam, meski harga tempe dan tahu tidak naik, tetapi ukurannya diperkecil. “Kita hanya bisa mengecilkan ukurannya saja, tak berani menaikkan harga jual. Jika harga naik pasti diprotes ibu-ibu,” ujar Daus, pedagang di Pasar Terminal Nendagung.
Daus mengakui, dengan ukuran tahu dan tempe yang mengecil, banyak di antara pembeli memilih pergi daripada menawar atau membeli. “Jujur saja, dengan kondisi sekarang pedagang hanya meraup keuntungan lebih sedikit,” katanya.    
Senada dikatakan Mirna (28), pedagang lainnya. “Tempe dan tahu mulai sulit didapat karena semua pembuat tahu mengurangi produksi mereka. Biasanya kita dapat kiriman 50 potong tahu, tetapi sekarang tak lebih dari 30 potong,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindakop UKM dan UPTD Pasar Drs Anwar Rasyid MM melalui stafnya Budiarjo Sahar mengakui, kenaikan harga kedelai sangat mempengaruhi harga tahu dan tempe di pasaran, khususnya di Pagaralam. “Kita tidak bisa berbuat banyak, jadi pedagang mencari solusi terbaik terkait kondisi ini,” bebernya. (ayo/ald/ce5)




Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078