>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Regenerasi, Tanpa Honor

Alat musik gambus cukup terkenal di Metropolis. Tak hanya tampil di acara pernikahan, tampi pemainnya juga kerap mengisi acara pemerintahan hingga “menjajal” mal maupun hotel. Berikut wawancara wartawan Sumatera Ekspres, Neni, M Chuzairine dan Abdul Malik dengan Muksin, Saggaf, dan Taufik dari grup gambus Al-Mubarak.

Apa sih gambus itu?

Muksin    : Alat musik dari Timur Tengah yang menyerupai mandolin alat musik khas Indonesia.
Saggaf     : Musik dari Timur Tengah.
Taufik     : Musik Padang pasir  yang bercampur melayu.

Sejak kapan gabung grup Al-Mubarak?

Muksin    : Sejak 1996, jadi sudah 14 tahun.
Saggaf    : Sama sudah 14 tahunan.
Taufik    : Sejak 1999  berawal dari hobi

Oh ya pemainnya berapa orang?
Muksin    : Kalau yang aktif sama penari total 15 orang.
Saggaf        :  Jumlah keseluruhan pemain 25 orang. Namun, pemain inti 14 orang.
Taufik        : Biasanya sering tampil 20 hingga 25 orang   

Lagu yang dibawakan ciptaan sendiri atau lagu orang lain?
Muksin    : Kita ambil dari kaset-kaset dan salawat.
Saggaf    : Ciptaan orang, namun telah diaransement baik lagu Arab  maupun Indonesia.
Taufik    : Ciptaan sendiri  dan orang lain yang sudah di arasement ulang baik lagu Arab maupun Indonesia

Sering tampil di mana?
Muksin    : Acara pernikahan dan acara-acara formal lainnya. Kalau luar negeri pernah di Malaysia.
Saggaf    :  Palembang dan luar kota Palembang, Luar negeri baru Malaysia, mengisi acara pernikahan dan syukuran.
Taufik     : Palembang, di acara pernikahan, khitanan, acara pejabat dan Malaysia.

Sekali tampil berapa tarifnya?
Muksin    : Kisaran Rp3-5 juta, agak mahal karena banyak personelnya.
Saggaf    :   Tergantung tampil di mana? Dalam kota Rp3-4 juta sedangkan luar kota Rp 8 juta.
Taufik    : Lihat acaranya dalam kota Rp 3-4 juta. Luar kota pastinya lebih mahal.

Keuntungan biasanya digunakan untuk apa?
Muksin    : Masuk uang kas. Kita sumbangkan untuk pengembangan Gambus Al-Mubarok.
Saggaf    : Selama ini kami tidak pernah mengambil namanya honor, sebab sudah disepakati  bersama. Kalau honor tampil lebih digunakan untuk kemaslahatan umat seperti disumbangkan untuk pembangunan musala/masjid, biaya kontrak tempat dan lainnya.
Taufik     : Tidak  pernah diambil, dimasukkan kas atau diinfak. Paling kalau dikasih hanya beli rokok. Ini semua sudah disepakati bersama.

Butuh waktu lama ya untuk bisa mahir gambus?
Muksin    : Jika belajar serius antara 3-6 bulan.
Saggaf    :  Tergantung jenis alat, alat yang paling sulit dipelajari gitar, organ, gambus dan biola. Ya, butuh waktu kurang lebih satu tahun.
Taufik    : Satu tahun bisa mahir tergantung ketekunan berlatih.

Pernah ikut festival atau lomba sejenis?
Muksin    : Pernah, Festival Gambus se-Sumsel di PIM, juara III.
Saggaf     : Masih seputar mal di Palembang
Taufik    : Pernah, di mal

Selama Ramadan ramai yang ngundang?
Muksin    : Seminggu ini belum, tapi biasanya pertengahan puasa banyak manggung.
Saggaf    : Tidak terlalu banyak paling satu atau dua kali pada acara pemerintahan
Taufik    : Awal Ramadan belum, tapi kalau pertengahan dan akhir ada.

Ke depan prospek tidak gambus ini?
Muksin    : Bagus, soalnya banyak masyarakat yang merindukan nuansa lain dalam setiap acara.    
Saggaf    : Tentunya sangat prospek. Namun, saat ini kesenian gambus untuk kalangan anak muda kurang begitu diminati karena selama ini mereka kurang begitu paham apa itu musik gambus dibanding orang yang lebih  tua . Makanya kita lebih regenerasi yang sudah memasuki generasi ketiga sekarang.
Taufik     : Ke depan pastinya bagus, bahkan kita sudah memasuki generasi ketiga sekarang. (*/ce3)





Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078