>> Home Metropolis Sumsel Sumur Kering, Sungai Dangkal
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sumur Kering, Sungai Dangkal

MARTAPURA – Kemarau mulai menimbulkan dampak, di antaranya sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sumur banyak yang kering, sementara kondisi daerah aliran Sungai (DAS) Komering mulai dangkal. Warga pun mulai kebingungan, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Ramadan.
Di wilayah Belitang warga mulai mengungsi ke saluran irigasi untuk mandi dan mencuci. “Air sulit sekarang, sumur kering, ini sangat merepotkan kami selaku ibu rumah tangga,” kata Wati (35), warga di kawasan hilir Komering.
Kondisi ini, lanjutnya, sudah berlangsung sebulan terakhir. “Meski berdekatan dengan aliran sungai, tentunya warga cukup kesulitan. Apalagi aliran sungai sudah dangkal dan mudah keruh,” katanya.
Kondisi yang sama kini melanda Desa Bantan, Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Akibat minimnya curah hujan, sumur hanya berisikan pasir. “Sejak dibangun tiga tahun lalu, sumur ini langganan kering kalau musim kemarau,” ujar Hanafi (35).
Dikatakan, jika kering sumur ini hanya berisi pasir, sebab mata air yang berada di dalam sumur akan menyusut. Untuk mengatasi hal ini, biasanya warga kembali menggunakan air sungai.  “Kalau kering seperti sekarang, terpaksa mandi lagi di sungai,” tukasnya.
Di Kecamatan Belitang juga sama, masyarakat banyak yang memanfaatkan aliran air irigasi di BK untuk keperluan MCK (mandi cuci kakus). Ini dibuktikan dengan ramainya warga mandi dan mencuci di aliran BK pada pagi dan sore hari. “Tak ada pilihan lain, meski jauh dari rumah kami mulai memanfaatkan saluran irigasi,” tukasnya. (asa/ce5)



Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078