Susun Zona Bebas Emisi PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Maret 2010 10:34
High level sustainability city (kota berwawasan lingkungan level tinggi) menjadi komitmen 10 negara ASEAN dan 7 negara Eropa. Ini ditandai dengan kesepakatan melalui penandatangan MOU (memorandum of understanding) high level sustainability di Hotel Crown Jakarta, awal Maret lalu.
    Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kemas Abubakar mengatakan, pertemuan dihadiri oleh 150 peserta dari negara Eropa dan ASEAN dan berlangsung empat hari, 1-4 Maret. Negara Indonesia diwakili oleh 4 kota, yaitu Jakarta Selatan, Palembang, Banjarmasin, dan Balikpapan. “Hasilnya kita sepakat membuat komitmen bersama untuk high level sustainability itu," katanya kepada wartawan, di sela-sela penanaman pohon penghijauan oleh 12 dubes di Kambang Iwak, kemarin (7/3).
    Pelaksanaan komitmen tersebut, terus dimonitor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan negara ASEAN.  Nah, untuk mewujudkannya, pemkot mulai menyusun strategi menciptakan high level sustainability. Salah satunya, menargetkan kawasan hijau di Kota Palembang tahun 2013 menjadi 30 persen dari luas kota 400 km2.
    “Saat ini, baru  20,12 persen. Yang tak kalah penting yaitu mengurangi tingkat polusi udara, terutama dari asap kendaraan bermotor,” ungkap Abubakar lagi.
     Lanjutnya, pemkot berencana menyusun zona kawasan bebas emisi (low emision zone). “Dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait yaitu Dishub, Dinkes, PU, Disbudpar, Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, dan lain sebagainya," ujar Abubakar.
    Zona-zona tersebut kemudian dipasangi label kawasan bebas emisi. Dicontohkan, jika  kendaraan (mobil) tidak lulus uji emisi maka tidak diperbolehkan masuk kawasan tersebut. “Silakan parkir di tempat lain,” ujarnya.
    Sayang, untuk titik zona, dia belum dapat menyebutkan di mana saja. "Kita akan bahas dulu. Mungkin nanti beberapa titik seperti kantor Wali Kota, BKB, KI (Kambang Iwak), terutama kantor-kantor pemerintahan.”  
    Kadishub Kota Palembang, Edi Nursalam menambahkan, pihaknya akan melakukan uji emisi kendaraan. Jika tidak lolos uji emisi maka tidak akan diperbolehkan masuk pada kawasan-kawasan tertentu. "Nanti kita tentukan zona bebas emisi (low emisi zone). Kemudian kita tempeli stiker tempat itu, jika tidak lulus maka kendaraan tidak boleh masuk," lanjut Edi. Hanya,  sementara baru berlaku untuk mobil. Kendaraan bermotor belum karena dinilai gas emisinya kecil.
    "Kami ingin kota ini bersih dan menjadi percontohan kota berwawasan lingkungan," tukasnya. Makanya Pemkot merintis kendaraan berbahan bakar gas. Pendek kata, angkutan umum masih menggunakan BBM akan dikonversi ke BBG (bahan bakar gas).  
    Diakui Edi, sebenarnya program Car Free day berjalan sukses untuk wilayah KI, tapi  justru tidak berlanjut ke titik-titik lainnya. Upaya perwujudan ini perlu didukung seluruh pihak dan instansi terkait.
    Sementara itu, kemarin, sebagai perwujudan menciptakan kota berwawasan lingkungan Pemkot juga meminta 12 dubes dan seorang anggota DPR RI Thantowi Yahya menanam pohon penghijauan yaitu pohon Tanjung di Kambang Iwak. Ada 12 dubes dan perwakilan dubes yang datang ke Kota Palembang dalam rangka kunjungan wisata, yaitu Mr Romuald Morawski dari Polandia, Mr Ted Osius dari USA, Mr Moh Hassan Dawodieh dari Jordan, Mr Dato Mahmud HJ Saidin dari Brunai Darussalam, Ms Maria Marcedez dari Columbia, Mr Javier Sanz de Urqui Za dari Argentina. Kemudian dari Jerman Mr. Norbert Baas, Mr Manuel Innocencio Santos dari Brazil, Mr Christian Tanghe dari Belgia, Mr Dr Noel N. Lehoko dari Afrika Selatan, Ms Diana Lee dari Singapura, dan Ms Melba Pria dari Mexico.
    Wali Kota Palembang, Ir Eddy Santana Putra MT mengatakan, Pemkot berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. "Ini sesuai dengan moto Kota Palembang menjadi kota yang green, clean, and blue," tukasnya. Karena itu setiap ada kunjungan wisata dari orang ternama atau terkenal maka Pemkot akan meminta dia menanam pohon. Selain ke-12 dubes dan 1 anggota DPRI Thantowi Yahya, Ny Hj Mufidah Jusuf Kalla juga pernah menanam pohon di KI. Lalu,  Rachmat Witoelar Menteri Lingkungan Hidup, Miss Universe Dayana Mendoza, Putri Indonesia Zivanna Letisha Siregar, dan Wali Kota Zhangzhou Pang Qiinghai.  
    "Kita manfaatkan dubes-dubes yang datang ini untuk memotivasi masyarakat Kota Palembang untuk setiap hari menanam pohon penghijauan, sehingga dalam 1-2 tahun kota kita menjadi benar-benar hijau," lanjutnya.
     Usai menanam pohon penghijauan, ke-12 dubes tersebut mengunjungi sejumlah tempat wisata dan bersejarah di Kota Palembang, pusat kerajinan songket Tangga Buntung, Museum Tenun, dan Rumah Limas Demang Lebar Daun. Dua hari sebelumnya dubes melakukan Musi Tour dengan mengunjungi Pulau Kemaro, Kampung Kapiten, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
    Dubes Brasil Manuel Innocencio mengaku sangat menikmati dan menyukai perjalanan pertamanya ke negeri yang dulu menjadi pusat pemerintahan kerajaan Sriwijaya tersebut. “Ternyata disini banyak kebudayaan seni ya,” ujarnya kagum.
    Selain memiliki simbol kebanggaan yaitu Jembatan Ampera, kata Manuel, Palembang punya  Sungai Musi dan Pulau Kemaro yang cantik. “Harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
    Salah satu caranya, turut membantu pemerintah menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Lanjutnya, pemerintah pun harus terus memperbaiki dan menambah sarana prasarana yang ada seperti menyiapkan kapal atau transportasi khusus bagi warga dan wisatawan ke Pulau Kemaro.
    Bila semua itu sudah terlaksana dengan baik, kata Manuel, ia yakin Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Palembang akan berkembang menjadi kota yang maju dan daerah tujuan wisata unggulan. “Saya harap ke depan seperti itu (Palembang terus berkembang, red),” tukas pria yang mengaku telah mengagendakan kunjungan ulang ke Palembang.
    Dubes asal Polandia Romuald Morawaski, pun merasakan hal serupa. Ia mengaku kunjungan pertamanya  sangat berkesan. Selain karena warganya ramah-ramah, masakan Palembang enak dan mantap di lidah.
    “Tapi agak sedikit pedas,” katanya. Lanjut Romuald, berbagai kekayaan alam, seni budaya yang ada tersebut tentu dapat dikembangkan menjadi suatu sektor pariwisata unggulan. Hanya, terangnya, semua itu dapat dicapai bila dikelola dengan baik dan benar. “Saya optimis itu dapat tercapai,” tukasnya.
    Sementara itu, pemimpin rombongan sekaligus pemandu wisata Thantowi Yahya berharap kegiatan wisata tersebut dapat menyebarluaskan informasi wisata yang ada di Sumsel khususnya Palembang ke negara luar melalui para dubes yang menjadi wakil negaranya masing-masing. “Bisa menjadi tonggak para dubes untuk bekerjasama dan investasi di Sumsel. Sekarang baru penjajakan,” tukasnya. (mg29/mg13/tambah)
 

Comments
Add New Search
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

METROPOLIS

Stop
Play

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini368
mod_vvisit_counterKemarin4749
mod_vvisit_counterTotal1203766

Sedang Online: 33
IP Anda: 38.107.191.111
Jul 30, 2010