| Setahun Persiapan, Tetap Percaya Cokelat |
|
|
|
| Senin, 26 Juli 2010 22:34 | |||||||||
Mengenal Bujang Gadis Sumsel 2010 (1) Pemilihan
Bujang Gadis Sumsel (BGS) 2010 di Ballroom Hotel Novotel Senin malam (25/7), menobatkan pasangan Aldi Prima sebagai Bujang dan Apriliza Ralasati sebagai Gadis Sumatera Selatan. Perjuangan mereka mendapatkan gelar tersebut, bukan perkara gampang. Seperti apa?------------------------------------------- A REIZA PAHLEVI-Palembang ------------------------------------------- SENYUM mengembang dari bibir Aldi Prima saat menerima koran ini di kediamannya, Jl AKBP H Umar, No 61, RT 13, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning sekitar pukul 10.30 WIB, kemarin (26/7). Ia mengaku, baru selesai mengurus kesiapan keberangkatannya ke Jakarta guna melihat Pemilihan Abang None Jakarta, Kamis (29/7) mendatang. "Maaf nunggu Kak, tadi habis mengurus KTP di Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) untuk keberangkatan ke Jakarta," ujar Aldi ramah. Mengenakan kaus, jaket dan celana panjang membuat penampilannya lebih fresh. Padahal, sebelumnya ia sudah mengikuti rangkaian acara Grand Final Pemilihan BGS 2010. "Sebenarnya masih capek. Semalam (kemarin, red) sampai pukul 00.30 WIB baru kembali ke asrama. Apalagi selama satu minggu karantina selalu tidur hingga pukul 00.00 WIB terus," ungkap kelahiran Palembang, 13 Juli 1989 lalu. Bungsu dari tiga bersaudara pasangan H Alfassi SH, Sekretaris Disnakertrans Sumsel dan Hj Rossilawaty, wiraswasta bidang katering dan tenda mengatakan, selama karantina dia memiliki pangkat gubernur. Menjadi pemimpin finalis lain. "Kalau di kota disebut lurah. Kalau BGS nyebutnya gubernur," ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Sriwijaya semester 6 ini lugas. Aldi menceritakan, boleh dibilang dia seorang yang sulit diatur. Pulang larut malam dan kebut-kebutan di jalan. Nah, lantaran orang tuanya prihatin, dia diikutkan dalam pemilihan Bujang Gadis Palembang (BGP) tahun 2009 lalu. "Setengah hati rasanya ketika akan ikut apa yang diarahin Ibu. Tapi, tetap saya coba dan akhirnya menang di BGP 2009. Sejak itu, saya tidak lagi melakukan kegiatan negatif,” bebernya. Mengapa orang tuanya mengikutsertakan dirinya dalam ajang BGP 2009? Kata Aldi, lantaran mereka melihat potensi yang ada pada dirinya. Di samping, ingin mengubah kebiasaan buruk Aldi. "Setelah itu, mobil dan motor yang telah dimodif dan menghantarkannya meraih 50 piala otomotif, saya jual. Sudah bosan kak,” ungkapnya. Masih kata Aldi, banyak hal didapat saat mengikuti pemilihan BGP 2009. “Ada proses pembentukan karakter. Bisa bergaul dengan baik, public speaking dan belajar cara berpakaian dengan baik”. Pelajaran berharga itupula, menurut Aldi, menghantarkan dirinya menjadi salah satu finalis BGS 2010 hingga menyabet gelar bergengsi sebagai Bujang Sumsel 2010. “Saat Grand Final, saya menunjukkan kemampuan tari piring kendi,” tuturnya ramah. Aldi menyatakan, ada suatu mitos dari tarian tersebut. Katanya, jika yang menari di atas kendi dan tidak pecah, berarti pria tersebut masih perjaka. "Berarti saya masih perjaka," ungkapnya sambil tertawa. Diakuinya, sebelum menjalani rangkaian tes saat grand final BGS 2010, ia memiliki kiat khusus agar tidak nervous dan canggung di atas panggung. "Saya makan cokelat biar tidak nervous. Cokelat bisa membuat mood kita kembali,” lanjut Aldi, yang juga mengelola usaha keluarga bisnis katering. Seminggu karantina pun, lanjut Aldi, ia membawa 8 bungkus cokelat. "Kadang juga saya minum susu cokelat dan mendapat ejekan sudah besar masih minum susu," cetusnya. Sementara, pasangannya atau Gadis Sumsel 2010 adalah Sella-sapaan akrab Apriliza Ralasati. Ia juga pernah ambil bagian dalam pemilihan BGP 2009 lalu. Saat itu ia menyabet gelar Gadis Palembang. Juga berpasangan dengan Aldi sebagai Bujang. "Iya, ini (Aldi) pasangan saya waktu ikut Bujang Gadis Palembang 2009," ujar Sella dibincangi koran ini di kediamannya Jl Kikim I Blok TI, Kelurahan Pakjo, Ilir Barat (IB) I. Bungsu dari tiga saudara pasangan H Yuzakkir Mahmud SH MSi dan Hj Susilawati SH MSi ini mengaku, persiapan mengikuti BGS 2010 sudah sejak setahun lalu. “Sangat matang. Waktu setahun untuk melakukan persiapan BGS 2010 cukup panjang," ungkap mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsri Semester IV ini lugas. Dalam pemilihan yang mengharuskan unjuk bakat, dirinya menampilkan tari tanggai. Sudah ia pelajari sejak masih duduk sekolah dasar (SD). Hanya, saat SMP ia menekuni kegiatan ekstrakurikuler lain. "Saat menjadi BGP 2009, mulai lagi mempelajari seni tari untuk persiapan BGS 2010. Mendekati pelaksanaannya, semakin meningkatkan latihan biar bisa tampil maksimal," katanya. Lanjutnya, dengan menyandang status Gadis Sumsel 2010, ia jelas menjadi duta pariwisata. “Saya akan mempromosikan Sumsel lebih baik lagi. Kita juga pasti akan berperan untuk menyukseskan pelaksanaan Sea Games di Sumsel 2011 mendatang," pungkasnya.(*)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|

METROPOLIS
-
Mulai Meningkat
Meski belum signifikan, namun arus mudik...
-
Wajib Peci, Tidur pun Baca Alquran
Lantunan ayat suci Alquran terdengar syahdu dari ...
-
Mushaf Khusus
Keberadaan Mejelis Tahfidz Alquran Syifa Al-Mukminin ...
-
Resep khusus 1,2 Juta Per loyang
Kue kering dan basah menjadi tradisi dalam tiap pelaksanaan Lebaran. Pengusaha kue kena imbasnya. Sa...
-
Subuh, Waktu Belajar
Di pondok pesantren (ponpes) putri Tahfizhul Quran ...
-
Raup Untung Jutaan
Momen perayaan Idulfitri selalu dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengais rezeki. Salah satunya...

Terbanyak Dibaca
- Harga Baru Mitra Bisnis Sumatera Ekspres (25576)
- Tamara Bleszynski Main Film Panas (21053)
- Harga Baru Society Biz Sumatera Ekspres (20700)
- Tamara Bleszynski Main Film Dewasa (18792)
- Kemungkinan Memang Luna Maya? (10616)
- 2010, Gaji TNI Naik Lima Persen (8658)
- Anang-Syahrini “Berjodoh” (7748)
- “YU Itu Bukan Yuniza Umirtuningsih!” (7504)





Mengenal Bujang Gadis Sumsel 2010 (1) Pemilihan
Bujang Gadis Sumsel (BGS) 2010 di Ballroom Hotel Novotel Senin malam (25/7), menobatkan pasangan Aldi Prima sebagai Bujang dan Apriliza Ralasati sebagai Gadis Sumatera Selatan. Perjuangan mereka mendapatkan gelar tersebut, bukan perkara gampang. Seperti apa?












