| Sempat Sakit, Angkat Seni Berseremba |
|
|
|
| Selasa, 27 Juli 2010 20:52 | |||||||||
Penampilannya sederhana, pakai kaus plus jaket dan celana jeans.
Senyumnya terus mengembang saat menyambut kedatangan koran ini di rumah neneknya, Jl Mayor Salim Batubara, Sekip Bendung RT 04 No 21, Kelurahan 8 Ilir, Ilir Timur (IT) II, kemarin.Begitulah Heri, sapaan akrab Heri Patrika. "Maaf Kak, agak lama nunggunya, saya habis mandi," ujar Heri saat menemui Sumatera Ekspres di teras depan rumah tersebut. Ia tinggal di rumah neneknya lantaran sedang menempuh pendidikan di Politeknik Sriwijaya (Polsri) Jurusan Teknik Sipil semester 3. Mengawali cerita perjalanannya di dunia entertainment, Heri mengaku sebelum menjajal BGS 2010, ia pernah menyandang gelar Kuyung Muba 2010 pada Juni 2010 lalu. Saat itu, terpilih sebagai kupik-nya, Sinta Adya Rahayu. “Di BGS 2010, Sinta meraih kategori Gadis Persahabatan,” kata Heri menjelaskan soal partner-nya itu. Lebih jauh pria kelahiran Sekayu, 22 November 1991 menjelaskan, keikutsertaannya di ajang pemilihan Kuyung Kupik Muba 2010, karena mendapat motivasi dari kakaknya yang pernah ikut pemilihan Bujang Gadis Palembang 2006. Saat itu meraih kategori Persahabatan. Dia adalah Andri Agus Sasitanto. Motivasi lain, tambah dia, karena ingin berpartisipasi sebagai duta pariwisata untuk Musi Banyuasin. "Ini baru pertama kali ikut ajang pemilihan. Meski awalnya sempat ragu, tapi karena orang tua mendukung dan pelaksanaan pemilihan bakal meriah. Makanya, ia tetap optimistis dan semangat. Kakak juga banyak ngasih saran tentang cara bicara dan suara harus keras atau lantang dalam pemilihan itu," ungkap anak kedua dari tiga saudara pasangan Ibnu Saad MSi dan Rosdiana Eriyani. Nah, dalam ajang BGS 2010, Heri menampilkan bakat berbeda dari pemilihan Kuyung Kupik Muba 2010 lalu. Masukan yang didapat dari tim ofisial Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Muba, ia harus mengangkat seni berseremba. Bukan membawakan tarian senjang seperti ketika pemilihan Kuyung Kupik. “Seni berseremba ini, bercerita dengan dialeg puisi. Jarang ditampilkan. Makanya, usulan itu saya terima,” tukasnya. Ada pengalaman yang tak bisa dilupakan Heri selama mempersiapkan diri mengikuri BGS 2010. Ia harus bolak-balik Palembang-Muba untuk menjalani latihan. ”Kadang dua minggu sekali ke Muba untuk pelatihan persiapan BGS yang dilakukan Disbudpar.” Selain seni, Heri juga memperkaya wawasan terutama tentang pariwisata dan potensi Muba dan Sumsel. "Banyak browsing internet. Di samping, buku dari tim ofisial Muba," katanya. Ia menambahkan, malam grand final ada beberapa pertanyaan yang diberikan kepada para finalis BGS 2010. Ketika pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya, menyangkut siapa idola Anda, menurut Heri, ia langsung menjawab Ayahnya. "Dari segi positifnya, Ayah merupakan panutan untuk dicontoh, sedangkan dari segi negatifnya merupakan koreksi pembelajaran saya untuk ke depan," ungkapnya menirukan jawaban saat malam grand final tersebut. Sementara, pasangan Heri di BGS 2010 adalah Handay, sapaan akrab Handayani AMd. Ia merupakan Gadis Empat Lawang 2010 yang pemilihannya berlangsung April 2010 lalu. Di ajang tersebut ia menyisihkan 9 pasang finalis Bujang Gadis Empat Lawang. Handay, mahasiswi Universitas Tridinanti Palembang (UTP) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi semester 6 ini mengaku saat malam grand final BGS 2010, ia sempat sakit. Mengalami pusing dan mual secara tiba-tiba. “Pusing itu, saya kira karena kena tusuk konde,” tukasnya. Ia sempat minum teh manis hangat dan sedikit meringankan rasa sakit. “Tapi mengapa, waktu itu saya tetap semangat,” tukasnya. Diakuinya, cobaan lain saat pelaksanaan grand final, neneknya sedang sakit. Tak satu pun keluarga datang menyaksikan penampilannya hingga menyandang wakil I Gadis Sumsel 2010. "Nenek habis operasi mata. Jadi, mama dan papa serta keluarga yang lain melihat kondisi nenek dan tidak datang saat grand final. Tapi, terpenting doa mereka sih,” tuturnya lagi. Handay juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri beserta istri, Susan. Kadisbudpar Empat Lawang, Bustomi dan Kepala Pembangunan Empat Lawang, Darno. "Termasuk semua yang membantu saya dalam mewujudkan menjadi wakil I Gadis Sumsel 2010,” tukas gadis kelahiran Palembang, 10 Agustus 1987 lalu. Lanjutnya, tuntutan pekerjaan ia tidak tinggal di Palembang. Namun, baru pindah ke Empat Lawang, karena tuntutan pekerjaan sebagai CPNS di bagian staf Pembangunan Sekretariat Daerah Empat Lawang. "Tapi, bisa dikatakan saya orang Empat Lawang, karena Mama berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi," ungkap anak kedua dari empat saudara pasangan Mulkan Marhamid dan Sundari Asmawati ini. (*)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|

METROPOLIS
-
Bentuk Tim, Temui Langsung Warga
Tiga hari jelang Idulfitri 1431 Hijriah (H-3), kemarin, ...
-
Dibantu 3.000 SDM Berkualitas
Bukan pengerjaan fisik venues yang dikhawatirkan ...
-
Hadiah buat Pindahkan Orang Tua
M Rizki Zaki Asy'ari, wakil Sumsel di ajang Dubai ...
-
Rayakan HUT Dewa Neraka
Ratusan umat Tri Dharma sejak pagi kemarin (7/9), mendatangi tempat ibadah Gwe Hap Bio (Kwan Tee Bio...
-
Mulai Meningkat
Meski belum signifikan, namun arus mudik...
-
Kapal Cepat Tambah Armada
Empat hari sebelum (H-4) Idulfitri 1431 H kemarin, penumpang terus melonjak. Terlihat baik di term...

Terbanyak Dibaca
- Harga Baru Mitra Bisnis Sumatera Ekspres (26029)
- Tamara Bleszynski Main Film Panas (21186)
- Harga Baru Society Biz Sumatera Ekspres (21080)
- Tamara Bleszynski Main Film Dewasa (19078)
- Kemungkinan Memang Luna Maya? (10678)
- 2010, Gaji TNI Naik Lima Persen (8733)
- Anang-Syahrini “Berjodoh” (7816)
- “YU Itu Bukan Yuniza Umirtuningsih!” (7562)





Penampilannya sederhana, pakai kaus plus jaket dan celana jeans.
Senyumnya terus mengembang saat menyambut kedatangan koran ini di rumah neneknya, Jl Mayor Salim Batubara, Sekip Bendung RT 04 No 21, Kelurahan 8 Ilir, Ilir Timur (IT) II, kemarin.












