| Tinggi Badan Bikin Minder |
|
|
|
| Rabu, 28 Juli 2010 22:01 | |||||||||
Anjulmi Fizna AmKep dan Muhammad Hari Randora menjadi wakil II di
ajang Bujang Gadis Sumsel (BGS) 2010. Untuk meraihnya tidak gampang. Harus menghilangkan rasa minder dan menumbuhkan kepercayaan diri.------------------------------------------ A REIZA PAHLEVI-Palembang ------------------------------------------ KESAN ramah ditunjukkan kedua pasang wakil II BGS 2010, Anju, sapaan akrab Anjulmi Fizna AmKep dan Hari, sapaan akrab Muhammad Hari Randora. Mereka tampak fresh saat ditemui koran ini di kediaman Anju di Jl Sukabangun II, Lr Kedu No 03 RT 43 RW 02, Sukarami, kemarin (28/7). Keakraban antara keduanya masih terjalin setelah sebelumnya diberikan penganugerahan di ajang BGS 2010 Ballroom Hotel Horison, Palembang, Minggu lalu. "Meski beda daerah pemilihan dan beberapa hari tidak bertemu, kita masih tetap akrab," ujar Anju memulai perbincangan dengan koran ini. Katanya, keakraban tersebut bukan hanya pada pasangan dalam BGS, namun juga kepada finalis lainnya. "Kita juga masih telepon-teleponan dengan finalis lain. Apalagi nanti siang (kemarin, red) ada janji mau ketemu dengan finalis di BGS lainnya," kata gadis kelahiran Palembang, 23 Agustus 1986. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Firdusi Zaini SSos dan Nurjanah tersebut mengaku, dalam ajang pemilihan di Banyuasin lalu, ia mewakili Kecamatan Talang Kelapa. Keinginan tersebut karena mendapat dorongan dari sang kakak yang sebetulnya sangat ingin ambil bagian dalam ajang tersebut. "Kakak sering mendorong supaya ikut ajang pemilihan seperti ini. Lantaran dia tidak sempat ikut dengan kesibukan kerjanya. Jadi Anju yang disuruh ikut," ungkap Anju yang meneruskan pendidikan S1-nya di STIK Bina Husada Palembang dan kini duduk di semester VIII. Motivasi lain, katanya, karena berpikir ingin menambah pengalaman dalam bidang pariwisata serta seni budaya di Sumsel. "Apalagi kita bisa tahu dan berbagi tentang kebudayaan dari daerah lain dengan keikutsertaan di BGS," ungkapnya. Ia mengakui, saat Grand Final merasa gugup. Masuk babak tiga besar, perasaan gugup yang menghinggapinya semakin menjadi. "Saat menjawab pertanyaan tentang siapa idola saya, Anju menjawabnya dengan tidak terkontrol, namun bisa dijawab," ungkap Anju yang pernah meraih juara II Lomba Nasyid se-Akper Kemenkes Palembang dan lomba vokal grup se-Sumsel saat masih SMA. Jawaban yang diberikannya adalah Ibu. Alasannya, karena ibu yang melahirkan, membesarkan dan mendidik dirinya, sehingga bisa menjadi baik seperti saat ini. "Hampir seperti itu jawaban Anju pada juri. Mengatasi gugup, saya hanya mengatur nafas dan dengan doa dalam hati, semoga bisa menampilkan yang terbaik," tambahnya. Anju sendiri merupakan Gadis Banyuasin 2008. Ia tidak langsung ikut BGS 2009 lalu. Sebab, baru mendapatkan pekerjaan di Rumah Sakit Myria Palembang. "Baru tiga hari kerja, jadi nggak enak mau minta izin. Jadi absen dulu di BGS 2009 dan baru sekarang (2010) bisa ikut BGS. Itupun cuti selama dua minggu," cetusnya. Saat unjuk bakat, ia menampilkan Tari Ngundang. Tari itu khas Banyuasin, yang menceritakan tentang sekumpulan muda-mudi Banyuasin saat menyambut tamu yang datang. "Sejak di SMAN 3 Palembang, memang sudah menjadi penari di sanggar seni Smanta. Jadi, saat BGS tinggal melatihnya saja supaya lancar," terangnya lagi. Dalam unjuk bakat, ia juga menampilkan pidato bahasa Inggris, yakni tentang efek dari merokok. Intinya, orang yang merokok bisa merusak kesehatan dan perokok pasif yang menghisapnya juga bisa terganggu. Saat Grand Final, ia banyak membawa suporter. Mulai dari keluarga hingga kakaknya yang berprofesi sebagai pramugari Lion Air. Kemudian ada suporter dari Banyuasin, teman kerja, dan teman kuliah. "Pokoknya sangat ramai orang yang men-support saya. Support yang diberikan menjadi motivasi bagi saya dalam menampilkan yang terbaik. Alhamdulillah saya bisa menjadi Wakil II BGS 2010," tukasnya. Sementara, Hari merupakan pasangan Anju sebagai Wakil II BGS 2010. Katanya, dalam pelaksanaan BGS 2010 tersebut ia sempat minder dengan fisik tubuh yang ia miliki. Tingginya, 171,5 centimeter. Dari setiap finalis yang ada di BGS 2010, bungsu tiga bersaudara pasangan Amri Damrah dan Rastini mengungkapkan, hapal tinggi badan yang dimiliki pesaingnya tersebut. Misalnya, finalis tertinggi adalah Sumanto yang meraih kategori BGS bidang Favorit dengan tinggi badan 185 Cm. Kemudian ada yang 180 Cm dan sebagainya. "Rata-rata tinggi badan Finalis lain 175 Cm, sehingga membuat saya minder dengan tinggi badan yang saya miliki," ungkapnya. Meskipun begitu, katanya, finalis lain yang memiliki tinggi badan kurang darinya masih ada. Yakni, Mario dengan tinggi badan 168 cm dan Ibrahim, Finalis I BGS dengan tinggi 170 cm. "Kalau fisik sama saya nggak takut, karena mungkin kemampuannya bisa saja sama dengan saya. Namun, kalau fisiknya melebihi saya, saya sudah minder duluan. Tapi, semua itu tetap menjadi motivasi saya," ungkap pria kelahiran Palembang, 3 September 1988. Hari, Bujang Ogan Ilir (OI) yang tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Sriwijaya (Polsri) jurusan Bisnis Pariwisata Perhotelan Semester VI mengungkapkan, dalam unjuk bakat, ia menampilkan kesenian tari Rejung khas Kabupaten OI. Ia sendiri tidak memiliki bakat tarian. "Saya belajar tarian sama teman kuliah (Marissa, red), itupun malam sebelum masuk karantina baru latihan,” bebernya. Lanjutnya, ia pernah meraih predikat sebagai Bujang Gadis Kampus 2008. Lalu, runner up I Duta PHRI 2009, bujang Polsri 2009 dan juara dalam lomba nasyid antar politeknik se-Indonesia di Lhokseumawe, Aceh tahun 2009. "Tapi, tahun 2010 ini, nggak bisa ikut Nasyid karena kesibukan saat pemilihan Bujang di OI," kata Hari yang juga sebagai penyiar radio Warastra 90.0 FM. (*)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|

METROPOLIS
-
Bentuk Tim, Temui Langsung Warga
Tiga hari jelang Idulfitri 1431 Hijriah (H-3), kemarin, ...
-
Dibantu 3.000 SDM Berkualitas
Bukan pengerjaan fisik venues yang dikhawatirkan ...
-
Hadiah buat Pindahkan Orang Tua
M Rizki Zaki Asy'ari, wakil Sumsel di ajang Dubai ...
-
Rayakan HUT Dewa Neraka
Ratusan umat Tri Dharma sejak pagi kemarin (7/9), mendatangi tempat ibadah Gwe Hap Bio (Kwan Tee Bio...
-
Mulai Meningkat
Meski belum signifikan, namun arus mudik...
-
Kapal Cepat Tambah Armada
Empat hari sebelum (H-4) Idulfitri 1431 H kemarin, penumpang terus melonjak. Terlihat baik di term...

Terbanyak Dibaca
- Harga Baru Mitra Bisnis Sumatera Ekspres (26028)
- Tamara Bleszynski Main Film Panas (21186)
- Harga Baru Society Biz Sumatera Ekspres (21079)
- Tamara Bleszynski Main Film Dewasa (19075)
- Kemungkinan Memang Luna Maya? (10678)
- 2010, Gaji TNI Naik Lima Persen (8733)
- Anang-Syahrini “Berjodoh” (7816)
- “YU Itu Bukan Yuniza Umirtuningsih!” (7562)





Anjulmi Fizna AmKep dan Muhammad Hari Randora menjadi wakil II di
ajang Bujang Gadis Sumsel (BGS) 2010. Untuk meraihnya tidak gampang. Harus menghilangkan rasa minder dan menumbuhkan kepercayaan diri.












