Irman Gusman Rintis Kemitraan PDF Cetak E-mail
Kamis, 29 Juli 2010 01:55
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Ketua DPD RI Irman Gusman langsung jatuh hati melihat the real network JPNN. Bahkan, keduanya berniat merintis kemitraan strategis dengan Forum Pemred Jawa Pos Group. Dua pejabat negara itu langsung menyampaikan niatnya untuk menjalin komunikasi lebih intensif dengan Forum Pemred. Karena melalui forum ini, suara-suara mereka bisa terdengar lebih nyaring di daerah. Bukan hanya kencang di Ibu Kota, tetapi juga terasa sampai pelosok daerah. Mereka juga sudah melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana kiprah media-media grup Jawa Pos dalam men-support gerakan penghijauan, penanaman hutan gundul, dan anti-pembalakan liar.
Media grup ini, rata-rata juga market leader di daerah. Dengan posisi market share yang terbesar itu, media grup ini juga menjadi opinion leader, news maker, dan sekaligus standar trend setter di daerah. Karena itu, Ketua DPD RI, Irman Gusman pun akan menyempatkan diri berdiskusi lebih panjang dan detail dalam setiap kesempatan berkunjung ke daerah. ”Kami perlu penguatan lembaga, kami perlu sosialisasi yang proporsional, agar fungsi, peran dan tugas anggota DPD-RI makin efektif membangun negeri,” jelas Irman.
Irman memang memiliki anggota yang mewakili daerah. Dulu namanya Utusan Daerah, sekarang mereka menjadi Dewan Perwakilan Daerah, yang juga dipilih berdasarkan kewilayahan, bukan kepartaian. ”Di AS, senator itu lebih berperan. Di Indonesia, parlemen masih terlalu didominasi oleh wakil partai politik. Karena itu, kami berjuang agar DPD-RI semakin berdaya, semakin kuat, dan memiliki pengaruh yang sama kuatnya,” papar pria asal Sumatera Barat ini.
Sama halnya dengan Zulkifli Hasan. Menhut yang gaul dan komunikatif ini mengajak redaksi grup untuk mendorong masyarakat lokal untuk aktif menanam. Bahkan, kalau ada gerakan menanam, Departemen Kehutanan siap menyediakan bibitnya. ”Saya akan mensosialisasikan program-program kehutanan ke daerah melalui media-media lokal yang efektif,” aku mantan sekjen DPP PAN ini.
Di Forum Pemred itu, Zulkifli memang dihujani pertanyaan dari daerah-daerah yang memiliki problem hutan. Dari Riau, Batam, Medan, Bengkulu, Sumsel, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Jayapura, Timika, Sorong, sampai ke Kupang dan Mataram. Rata-rata mereka mengangkat problematika lokal yang hampir tidak pernah terdengar gemanya di Jakarta. Sementara di daerah, itu sudah menjadi persoalan yang pelik dan membutuhkan solusi cepat.
Paparan Zulkifli soal penggundulan hutan, penghutanan kembali, hutan tanaman industri, hutan lindung, hutan konservasi, emisi gas buang, CSR perusahaan besar, sampai anggaran negara untuk menghutankan kembali memang cukup memikat. Terutama media-media regional yang paling sering dekat secara emosional maupun geografis dengan lokasi hutan.
Awal bulan Maret 2010 lalu, Forum Pemred juga berdiskusi dengan Wapres Boediono di Istana Wakil Presiden. Kala itu, pemred-pemred itu lebih banyak memberikan masukan dan ide-ide segar untuk wapres dalam menjalankan tugasnya. Beberapa hal penting, bahkan sudah dijalankan dan mendapat respons yang positif dari publik di negeri ini. ”Terima kasih teman-teman pemred, segala masukan itu sudah kami catat dengan baik,” ungkap RI-2 itu. (don/habis)

Comments
Add New Search
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 29 Juli 2010 01:59 )
 

BERITA UTAMA

Stop
Play