>> Home Metropolis Para Pemenang BGK 2012
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Para Pemenang BGK 2012

Pelbagai keahlian ditampilkan oleh Wakil I BGK Sumsel 2012, M Fachruddin dan Vina Noya Siregar dan Wakil II Irvan Karamy dan Tety Kartika Sari. Hanya, di balik semua itu, ada hal paling berkesan, terjalin keakraban dan kekeluargaan.

=========
M CHUZAIRINE – Palembang
===========

WAJAH mereka terlihat sumringah saat bertemu Sumatera Ekspres, di Magister Manajemen Unsri Bukit Besar, kemarin. “Saya ikut BGK karena ingin mencari komunitas baru, kak. Alhamdulillah, kami yang tergabung dalam finalis BGK 2012 ini sudah merasa seperti keluarga sendiri. Ini benar-benar pengalaman luar biasa,” ucap M Fachruddin, wakil I Bujang Kampus 2012 mengawali perbincangannya.
Udin, begitu dia disapa menjelaskan, awal lolos tahap seleksi sempat merasa minder. Lantaran postur badannya kalah dengan peserta pria lain. “Ya sih kak, awalnya agak minder tetapi perasaan itu perlahan mulai hilang,” jelas Udin tersenyum.
Diakuinya, sudah sejak 2011 ingin ikut BGK. Hanya, ketika itu Udin telat mendaftar. Ajang tersebut, menurutnya bukan hanya penilaian fisik, namun lebih diutamakan karakter dan intelektual. “Adaptasi saya jalani selama 2-3 hari. Seterusnya saya selalu berpikir positif. Lagian, sebenarnya kami tidak terlihat bersaing. Malah kami saling bantu dan support selama karantina,” ungkap mahasiswa Teknik Informatika Unsri angkatan 2010 lalu.
Udin, kelahiran Palembang 13 Oktober 1992 lalu, mengungkapkan banyak teman kampusnya memberikan ucapan selamat atas prestasinya itu. Orang tuanya pun tak luput dari rasa bahagia. “Ayah dan ibu senang. Mereka selalu mendukung apa yang saya lakukan,” ungkap bungsu dari 2 bersaudara pasangan Abdul Rozak dan Yanti.
Menariknya, Udin punya hobi memasak. Bahkan keinginannya nanti ingin menjadi entrepreneur kuliner. “Biasanya saya paling suka masak perkedel kentang dan kue kering. Awalnya sih dari keseringan bantu-bantu ibu, kak,” ujar Udin, yang pernah menjadi juara harapan III Siswa Berprestasi Tingkat SMA se-Palembang.
Hal senada dikatakan oleh Wakil I Gadis Kampus Vina Noya Siregar. “Saya ikut BGK ingin mendapatkan pengalaman baru. Saya pun baru pertama kali mengikuti ajang seperti ini,” ujar gadis kelahiran Palembang, 16 September 1992 lalu.
Menurutnya, tes seleksi saat penyisihan adalah tes yang tersulit dari semua tes yang ia ikuti. “Saat itu saya sempat ada perasaan pesimis. Saya lihat saingannya banyak. Soal-soal tes saya kira banyak di luar yang saya pelajari,” ujar alumni SMA Xaverius 3 Palembang itu sambil tertawa.
Vina mengikuti ajang BGK didasari ajakan kakak tingkatnya di kampus. “Kakak itu, finalis BGK tahun lalu. Dia juga mengajak teman-teman saya yang lain. Bahkan, sebagian besar yang meraih juara di BGK adalah dari FE Unsri,” ungkap gadis yang tidak suka menari itu dengan semangat.
Cerita menarik juga diutarakan oleh Wakil II Bujang Gadis Kampus Irvan Karamy dan Tety Kartika Sari. “Dikasih tahu teman ada pemilihan ini. Orang tua tidak tahu malah,” ungkap anak pertama dari 3 bersaudara yang memiliki tinggi 183 cm itu. Di kampus, Ivan sapaan akrabnya, dipercaya menjadi asisten laboratorium kimia organik.
Mahasiswa jurusan Teknik Kimia Unsri itu berkeinginan untuk mengembangkan zapin gambus Melayu. “Sumsel kaya dengan berbagai budaya, tetapi sebagian budaya sudah mulai luntur dimakan zaman,” tutur anak pasangan Alwi Zen dan Fahmiah itu. Sebagai generasi muda yang mempunyai kesempatan, Ivan nantinya akan mengembangkan budaya tersebut.
Sementara itu, Wakil II Gadis Kampus Tety Kartika Sari yang akrab dipanggil Tika menjelaskan, sudah dari awal sering mengikuti ajang seperti BGK. “Mulai 2008 saya sudah merintisnya, kak. Saya merasa punya potensi public speaking yang baik sehingga perlu untuk dikembangkan,” ujar perempuan berjilbab kelahiran Tegal Rejo, 28 Januari 1992 lalu.
Prestasinya, runner-up Bujang Gadis Belitang 2008 dan runner-up Bujang Gadis OKUT 2009. Selain itu, perempuan yang sudah aktif ikut sanggar tari sejak SMP itu, mempunyai keahlian menari tari Tanggai, tari Gending Sriwijaya dan tari kreasi Melayu.
Mahasiswa FKIP Program Studi Biologi Unsri itu mengungkapkan kunjungan ke panti jompo merupakan kegiatan berkesan dari kegiatan yang lain. “Saat kunjungan saya merasakan betapa kasih sayang sangat berharga dibandingkan dengan materi. Saya jadi teringat dengan orang tua saya, kak,” pungkasnya. (cj7/ce2)







Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078