>> Home
Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya
INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas timur, Palembang-Prabumul...Readmore
Kurang Sebulan, Catat 150 SPK
BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon baik dari publik Tanah Air....Readmore
Pembagian Buku Manasik Tertunda
PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji dan umrah kiriman Kementeri...Readmore
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
  • Massa Bakar Kantor PT Gembala Sriwijaya

    INDERALAYA - Kantor PT Gembala Sriwijaya di jalan lintas ...

  • Kurang Sebulan, Catat 150 SPK

    BOGOR – Mobil All New KIA Carens mendapat respon ba...

  • Pembagian Buku Manasik Tertunda

    PALEMBANG – Sebanyak 6.475 set buku manasik haji da...

  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sirosis Hati akibat Alkohol

SIROSIS merupakan  kondisi jaringan hati yang normal digantikan dengan jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati sehingga sel-sel hati menjadi rusak dan mati serta hati secara bertahap kehilangan fungsinya. Adapun salah satu penyebabnya adalah mengonsumsi minuman beralkohol, yang bisa menimbulkan penyakit pada hati.
“Hati (liver) merupakan organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi. Antara lain, untuk menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah. Membantu proses pencernaan lemak dan protein. Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah dan membantu membuang racun dari tubuh,” ujar dr Fuad Bakry SpPD K-GEH dari Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin Palembang.
Penyakit hati ini sangat berbahaya karena mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi hati tersebut. Selain itu, juga berisiko mengembangkan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko bervariasi sesuai dengan penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah, sirosis yang disebabkan karena infeksi hepatitis C dan B diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.
“Penyebab sirosis yang paling umum adalah kebiasaan minum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar satu dari lima penderita hepatitis C kronis, mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal,” tandasnya.
Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apa pun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan tidak menyadari penyakitnya. Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah kelelahan, kelemahan, dan penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
“Pasien mengalami perdarahan usus sehingga muntah darah atau mengeluarkan darah melalui tinja atau tinja menjadi hitam. Dokter mungkin akan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Berbagai teknik bedah dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi risikonya lebih lanjut,” pungksnya. (cj6/ce4)






Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078