>> Home Home Arsip BERITA UTAMA BBM Sulit, Antrean Mengular
Kekurangan 136.049 Rumah
PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga 2018 diperkirakan Dinas ...Readmore
Kelilingi Bukit Siguntang
PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 BE, ribuan umat Buddha men...Readmore
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
  • Kekurangan 136.049 Rumah

    PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga...

  • Kelilingi Bukit Siguntang

    PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 B...

  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

NEWS UPDATE

Stop
Play
BBM Sulit, Antrean Mengular

PALEMBANG - Antrean yang mengular kemarin menjadi pemandangan berbeda di metropolis. Sebagian pengendara mengaku stres panjangnya antrean di mulut beberapa stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) dan di jalan-jalan protokol yang terjadi hingga berjam-jam.Diduga, antrean ini terkait pembatasan BBM subsidi dan liburan long weekend.
Pantauan Sumatera Ekspres, antrean menyebabkan kemacetan total di jalan-jalan utama. Jalan menyempit karena pengantre sampai memakan badan jalan hingga tersisa satu lajur saja. Kemacetan kemarin benar-benar parah, hingga kepolisian menurunkan timnya ke beberapa SPBU untuk mengatur lalu lintas kendaraan yang menyendat.
Beberapa titik kemacetan yang dipantau koran ini, antara lain di SPBU Jl Demang Lebar Daun Lorok Pakjo (SPBU Romi Herton), SPBU di Jl Jend Sudirman dekat fly over menuju Taman Makam Pahlawan, SPBU depan Korem, SPBU R Soekamto, SPBU 14 Ulu, SPBU 16 Ulu, SPBU 3 Ilir Lemabang, SPBU Kol H Barlian dekat Graha Pena, dan SPBU Jl Residen A Rozak simpang Sekojo. Menggilanya kemacetan ini memunculkan berbagai keluhan dan spekulasi.
“Aku sudah keliling nyari BBM, nyari solar, tapi masih dak dapet jugo. Aneh yo, katonyo solar kito banyak, tapi kok selalu habis. Apo ditimbun wong, apo langka, atau dijual ke tempat lain, aneh nian ini,” ujar Lukman (41), warga yang ditemui koran ini di antrean SPBU Kol H Barlian itu, agak ketus.
Beda lagi dengan Jaka (39), dia tidak bermaksud mengisi BBM, namun akibat antrean panjang di SPBU fly over, mobilnya harus ikut terjebak macet. “Sebenernyo aku idak nak ngisi BBM, karena masih banyak. Tapi kondisi macet cak ini, gilo nian. Mano anak aku la ribut terus di dalam mobil ini. Kami nak ke mal,” kata pria pengendara Innova warna silver itu.
Namun, uniknya di beberapa SPBU ada yang tampak sepi. Seperti di SPBU Jl Veteran yang kehabisan premium, begitu pula di SPBU Jl Basuki Rahmat malah tampak kosong melompong. Tertulis premium dan biosolar habis. Sementara, di beberapa SPBU lainnya, meski ada yang kehabisan solar atau ada yang kehabisan premium, pada umumnya tetap membuat antrean panjang oleh kendaraan roda empat yang ingin membeli Pertamax.
Kemacetan paling parah terjadi di Jl Demang Lebar Daun menuju SPBU Romi Herton di Lorok Pakjo. Antrean mencapai 2 km dari Jl Demang hingga SPBU tersebut. Bahkan, seorang petugas SPBU menjadi pengatur lalu lintas dadakan, akibat parahnya antrean kendaraan. Kondisi diperparah dengan antrean mobil truk yang berbodi besar. Jalan makin sempat dan kemacetan makin semraut. Tak kalah parahnya, kemacetan menuju fly over, karena antrean di SPBU depan Korem dan SPBU dekat Taman Makam Pahlawan, Jl Jend Sudirman. Membantu mengurai kemacetan, dua polisi turun tangan mengatur lalu lintas di area SPBU depan Korem.
Antrean menggila ketika truk-truk besar yang ikut antre. Seperti mobil truk yang antre membeli BBM memadati mulut SPBU Residen A Rozak dari arah Pusri menuju simpang Sekojo. Di sini truk bertonase besar memakan badan jalan sehingga membuat macet total.
Robert, assistant manager external relation UPms II Pertamina, membantah penyebab antrean panjang karena faktor kelangkaan BBM. ”Bukan karena kelangkaan BBM, namun karena sekarang adalah hari libur. Dengan banyaknya arus kegiatan warga yang mengendarai kendaraan pribadi di hari libur, long weekend, wajar terjadi antrean panjang,” kata Robert.
Menurut dia, pada umumnya antrean panjang terjadi di hari libur, karena tingkat konsumsi BBM menjadi naik dari hari biasanya, sehingga fenomena antrean panjang sulit dielakkan.
Upaya untuk menjamin ketersediaan BBM, lanjut dia, pihaknya telah menerapkan aturan bahwa BBM yang disalurkan tersebut dialokasikan berdasarkan kuota per hari. Kuota BBM per harinya, kata Robert, untuk masing-masing SPBU rata-rata sebanyak 700 kilo liter, dan kini sudah ditambah sehingga menjadi 740 kilo liter per hari. Hal ini diterapkan berdasarkan evaluasi di lapangan, serta permintaan masyarakat akan BBM yang makin meningkat.
Sedangkan, kata Robert, untuk pembatasan BBM di SPBU, untuk kendaraan roda dua dibatasi membeli BBM Rp20 ribu saja, dan kendaraan roda empat Rp150 ribu saja. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyelewengan, penimbunan, pembelian BBM yang berulang, serta mencegah antrean panjang dan tentunya agar BBM tepat sasaran.
Apakah stok BBM aman? Dari segi ketersediaan BBM, tidak ada kendala. Namun, kata Robert, memang ada sedikit mengalami permasalahan, karena kuota BBM 2012 lebih sedikit ketimbang kuota 2011 lalu.
Disinggung adanya SPBU yang sepi karena premium dan biosolar habis, Robert menjelaskan, bukan karena SPBU tersebut mengalami kehabisan BBM, akan tetapi sengaja dilakukan pengurangan suplai. Pasalnya, ada sejumlah SPBU yang masih berada dalam pembinaan. Alasannya, antara lain karena SPBU tersebut tidak menyalurkan BBM secara tidak tepat sasaran, namun meski dilakukan pengurangan suplai dan tidak menjual BBM pada waktu tertentu, tapi justru dialihkan ke SPBU terdekatnya. Sehingga pengendara dapat membeli BBM di SPBU terdekat yang lainnya.
Terkait kemacetan panjang di Kota Palembang dalam long weekend, Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Gusti Maychandra SH SIK mengatakan, sudah dilakukan antisipasi. Polresta sudah menempatkan personel kepolisian di sejumlah SPBU yang berada di jalan protokol, seperti SPBU Jl Demang Lebar Daun Lorok Pakjo, SPBU depan Korem, dan SPBU Jl Jend Sudirman. ”Ada dua personel kepolisian yang kami tempatkan di lokasi dekat SPBU. Kami sudah melakukan ini sejak satu minggu lalu, supaya dapat mengatur jalannya lalu lintas. Kami juga melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pihak SPBU,” kata Gusti.
Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumsel, Junaidi Ramli, mengatakan, antrean panjang yang terjadi di beberapa SPBU Metropolis karena stok minyak dibatasi oleh Pertamina. “Memang benar terjadi pembatasan stok BBM dari Pertamina di tahun 2012 ini,” ungkap Junaidi.   
Menurut anggota DPRD Sumsel itu, penyebab kekurangan BBM bukan hanya pembatasan stok, tetapi karena jumlah kendaraan di Palembang bertambah banyak. Terlebih sekarang sedang suasana liburan, tentu banyak kendaraan yang memadati Kota Palembang.
Untuk itu, kata Junaidi, kuota yang diberikan kepada SPBU tidak hanya dilihat dari jumlah kendaraan di Palembang, tetapi menghitung juga jumlah kendaraan yang melewati Palembang. “Saya kira solusi tersebut perlu direalisasikan,” harapnya.(roz/cj9/ce1)

 


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078