>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Raja Baru Eropa PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 21 May 2012 08:47

MUNCHEN - Drama itu akhirnya terjadi pada final Liga Champions di Allianz Arena, Munchen, Jerman, kemarin dini hari. Chelsea mengukir sejarah dengan meraih gelar pertama setelah menang adu penalti 4-3 (1-1) atas “tuan rumah” Bayern Munchen. Ini adalah pencapaian terbesar klub asal London yang telah berusia 107 tahun tersebut. 

Sukses ini seolah menjadi pembalasan setimpal atas kegagalan Chelsea pada final Liga Champions 2008 di Stadion Luzhniki, Moskow. Saat itu The Blues kalah menyakitkan lewat adu penalti (5-6) melawan sesama tim Inggris, Manchester United.

Sebelum final melawan Bayern, kegagalan di Moskow menjadi topik yang paling banyak ditanyakan kepada para penggawa Chelsea. Frank Lampard dan Didier Drogba mengaku tidak akan bisa melupakan kekalahan tersebut. Namun, kini mereka datang ke Munchen untuk meraih kemenangan.

“Situasi sekarang berbeda dengan empat tahun lalu. Saya menyesal karena mendapat kartu merah (di Moskow) dan saya telah minta maaf kepada rekan setim,” tutur Drogba saat konferensi pers di Allianz Arena.

Drogba membalas kesalahannya empat tahun lalu dengan tampil gemilang saat melawan Bayern. Penyerang asal Pantai Gading itulah yang menghidupkan peluang Chelsea dengan mencetak gol pada menit ke-88. Gol itu membungkam keceriaan kubu Bayern yang sempat unggul setelah heading Thomas Mueller menaklukkan kiper Chelsea Petr Cech pada menit ke-83.

Bayern sesungguhnya punya peluang untuk kembali leading ketika wasit Pedro Proenca menunjuk titik penalti setelah Franck Ribery dilanggar Drogba di kotak terlarang pada menit kelima babak perpanjangan waktu pertama. Sayang, eksekusi Arjen Robben berhasil dimentahkan Cech.

“FC Hollywood”, julukan Bayern, terus menekan. Kendali permainan menang dikuasai tim besutan Jupp Heynckes itu. Di sisi lain, Chelsea lebih banyak menunggu. Klub asal London itu menempatkan lebih banyak pemain di daerah pertahanan dan hanya sesekali menyerang lewat skema counter attact.

Setelah membuang beberapa peluang, kedua tim akhirnya harus melakoni adu penalti setelah tidak ada gol tercipta dalam waktu perpanjangan 2x15 menit. Bayern sejatinya punya modal bagus. Mereka lolos ke final setelah menang adu penalti atas Real Madrid di Santiago Bernabeu. Bayern juga punya Manuel Neuer, kiper tangguh yang jago membendung eksekusi penalti.

Sinyal positif bagi Bayern terlihat saat eksekutor pertama Chelsea, Juan Mata, gagal menjalankan tugas. Tendangannya berhasil diredam oleh Neuer. Sementara itu, tiga eksekutor Bayern berhasil menjebol gawang Chelsea. Mereka adalah Lahm, Mario Gomez, dan Neuer. Di sisi lain, Chelsea menjaga peluang seiring sukses David Luiz dan Frank Lampard sebagai eksekutor.

Situasi berbalik ketika eksekutor keempat Bayern Ivica Olic gagal. Sebaliknya, Ashley Cole sukses menyamakan skor (3-3) untuk Chelsea. Tekanan balik mengarah kepada Bayern. Siapa sangka, Bastian Schweinsteiger, eksekutor kelima Bayern yang menjadi penentu kemenangan saat adu penalti melawan Real, kali ini gagal. Chelsea pun di atas angin. Kubu The Blues akhirnya bersorak setelah Drogba berhasil menperdaya Neuer.

“Tim ini tidak pernah menyerah sampai akhir pertandingan. Ini sangat luar biasa,” kata Drogba. “Saya persembahkan gelar ini untuk seluruh pelatih yang pernah menangani tim ini,” sambung penyerang 34 tahun yang terpilih sebagai Pemain Terbaik final itu.

Der Trainer Bayern Jupp Heynckes tidak mau menyalahkan siapa-siapa terkait kekalahan timnya. Termasuk pada Robben yang gagal menjadi eksekutor penalti di awal babak perpanjangan waktu. “Anda akan mengerti bahwa setelah gagal saat babak perpanjangan waktu, dia (Robben) mungkin saja kehilangan kepercayaan diri saat adu penalti,” katanya.

Chelsea bermain seperti yang kami duga. Kami harus menyalahkan diri kami sendiri karena membuang banyak peluang dan tidak bisa mencetak gol sampai menit ke-83,” kata Heynckes (67). “Selamat untuk Chelsea,” tutur pelatih yang membawa Real Madrid juara Liga Champions 1998 itu. (ca/ce1)

 

Juara Liga Champions

2001–02 Chelsea

2010-11 Barcelona

2009-10 Inter Milan

2008-09 Barcelona

2007-08 Manchester United

2006-07 AC Milan

2005-06 Barcelona

2004-05 Liverpool

2003-04 FC Porto

2002-03 AC Milan

2001-02 Real Madrid


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078