>> Home Metropolis 25 Tim Berlaga di Kompetisi Robot
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
BCL Gendong Noah, Momo Dicegat Fans
PALEMBANG –  Ada pemandangan menarik di Bandara Sultan Mahmud Badaruddi...Readmore
Ambisi Posisi
PALEMBANG - Big match Persib Bandung melawan Sriwijaya FC menjadi pertaruhan pering...Readmore
Gubernur Riau Resmi Ditahan
JAKARTA - Setelah dua kali lolos Jumat keramat, Gubernur aktif Provinsi Riau, Rusli...Readmore
  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

  • BCL Gendong Noah, Momo Dicegat Fans

    PALEMBANG –  Ada pemandangan menarik di Bandar...

  • Ambisi Posisi

    PALEMBANG - Big match Persib Bandung melawan Sriwijaya FC ...

  • Gubernur Riau Resmi Ditahan

    JAKARTA - Setelah dua kali lolos Jumat keramat, Gubernur a...

NEWS UPDATE

Stop
Play
25 Tim Berlaga di Kompetisi Robot

PALEMBANG-Bagaimana ceritanya bila robot raksasa mengacak-ngacak bangunan gedung bertingkat. Sepintas hal ini tak mungkin terjadi. Namun bisa terjadi dalam sebuah cerita film ataupun komik anak-anak. Hal apapun yang menjadi imajinasi, percaya atau tidak dipercaya bisa saja tercipta dari kreasi yang terampil dan cerdas.

Seperti yang diperlihatkan 25 peserta kompetisi robot yang diikuti kalangan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA dan perguruan tinggi. Mereka berlaga dikompetisi robot yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika MDP Palembang di kampus MDP kemarin (20/5). Mereka begitu piawai mensetting sensor dan pergerakan robot.

Kompetisi ini dibagi dalam dua kategori. Yakni kompetisi robot line follower (robot yang pergerakannya mengikuti garis) dengan dua jenis. Meliputi kompetisi robotika analog (kerja si robot menggunakan alat tanpa diprogram yang pesertanya khusus untuk tingkat SMP dan SMA. Kemudian robotika programming (si robot harus diprogram terlebih dahulu sesuai dengan keinginan untuk digerak-gerakan) diikuti peserta umum, SMP, SMA dan mahasiswa.

Selain kompetisi robot line follower, juga ada kompetisi robot follow (menyusun konstruksi robot). Pesertanya diikuti mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai SMP dan umum. Sebelum lomba dimulai, panitia mempersilahkan kepada setiap peserta untuk menguji coba perlintasan robot.

Waktu pengujian diberikan selama satu menit. Barulah peserta menurunkan robot-robotnya diatas papan yang dibalut dengan perlintasan sensor ukuran sekitar 6x4 meter untuk dilombakan. Disini penitia memberikan waktu 3 menit bagi setiap peserta untuk menampilkan robot-robotnya berjalan diperlintasan yang sudah dibuat sesuai sensor gerak robot.

Berdasarkan pantauan, pergerakan robot diperlintasan bervariasi. Mulai dari tak tentu arah alias keluar dari perlintasan sensor hingga sang robot jalannya tersendat-sendat diperlintasan. Adapula robot yang mengitari perlintasan dengan berjoget-joget. Pasalnya robot dengan dua roda tersebut pergerakannya maju mundur dan naik turun badannya.

“Disini kita menyelenggarakan kompetisi robot line follower dan follow. Follow salah satu robot kids yang disusun-susun, kalau line follower analog itu robot yang geraknya mengikuti garis. Ini ada dua jenis, ada yang analog ada yang programming. Kalau dia analog, dia kerjanya hanya menggerakan alat tanpa diprogram. Kalau programming harus diprogram dulu sesuai dengan keinginan kita gerak-geraknya,” kata Kepala Lab Robotika dan Jaringan STMIK MDP, Dedi Hermanto.

Dia menerangkan, maksud dan tujuan kompetisi robotika yang diselenggarakan pihaknya untuk menyebarkan segala hal berbau robotika di kota Palembang. “Tahun kemarin kita dapat pesertanya tidak sampai 20. Tapi kalau tahun ini lebih dan bisa sampai 40. Tapi kita hanya membatasi sampai 25 peserta,” terangnya.

Sejauh ini, kata Dedi, penyelenggaraan kompetisi robot di Palembang begitu minim. Hal ini sangat berbeda dengan gelaran kompetisi robot di pulau Jawa. “Kalau Sumatera terus terang kurang gereget. Kalau di Jawa kompetisi seperti ini pasti ramai. Paling tidak ada 40 peserta lebih,” ujarnya.

Namun untuk peminat atu komunitas robot di Palembang, Edi tetap optimis perkembangannya kedepan akan semakin pesat. “Kalau di MDP, robotika itu sudah lumayan baik. Kalau di Palembang, kalau dulunya tidak terlalu banyak sekarang sudah banyak, sekolah-sekolah juga. Kalau dulu bisa dihitung dengan jari sebelah, sekarang sudah banyak,” kata Dedi.

Sementara itu, Teguh (24) anggota komunitas robotik Palembang bernama Xsys Robotics mengaku ajang kompetisi robot di Palembang memang begitu minim bila dibandingkan dengan di Jawa. Sebab di Jawa, kompetisi seperti ini setiap tahun paling tidak lima kali pagelarannya dilakukan.

“Kita memang sangat minim kompetisi seperti ini. Makanya, saya antusias ikut andil dalam lomba kompetisi robot ini. Sebab dari sinilah nantinya akan tercipta generasi penerus yang handal dengan mencipatkana temuan-temuan atau terobosan teknologi lewat dunia robotik,” pungkasnya.(wek)

 


Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078