Ini Alasan Habib Rizieq tak Penuhi Panggilan Penyidik

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab dan GNPF MUI saat memberikan keterangan pers, Selasa (16/5). foto: ricardo jpnn.com

JAKARTA – Imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dijadwalkan diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus chat mesum.

Namun tim advokasi Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera memastikan kliennya tidak akan memenuhi panggilan penyidik.

Dalam konferensi pers bersama tim hukum GNPF MUI di AQL Center, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/5), Kapitra juga mengungkap posisi Habib Rizieq saat ini berada di Arab Saudi.

Dia pun memaparkan sembilan pesan dari Imam Besar FPI yang menjadi alasan perlawanannya terhadap panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Pertama, Habib Rizieq diseret dalam kasus chat mesum lantaran pengaruhnya dalam aksi Bela Islam.

“Beliau tokoh sentral Aksi Bela Islam,” ujar Kapitra saat konferensi pers bersama tim hukum GNPF-MUI.

Kedua, Habib Rizieq turut andil dalam kekalahan Basuki T Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta. Ketiga, Rizieq ikut mengawal proses hukum di pengadilan dalam memutus Ahok bersalah menodai agama Islam.

Keempat, kliennya sangat fokus menyuarakan ketidakadilan. Kelima, Rizieq orang yang sangat istikamah dan melawan kriminalisasi ulama. Keenam, dia berada di pihak rakyat miskin.

Ketujuh, Rizieq setia pada NKRI dan Pancasila dan menolak penjajahan asing dan aseng. Kedelapan, Habib mengungkap indikasi kebangkitan dan melawan PKI.

Baca Juga :  Ini Agenda Pertemuan Ulama dengan Jokowi

“Kesembilan, beliau menyatukan umat Islam dan menyerukan umat Islam bersatu. Inilah menurut beliau kenapa dia menjadi target dari perkara ini,” ujar Kapitra. (fat/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!