Ini Kartiniki, Habis Gelap Terbitlah Terang

Hayo ngaku siapa yang suka banget didandani waktu TK dulu saat acara Kartinian di sekolah. Emm, harus pake baju daerah lengkap dengan aksesorinya, yang kebagian pake kebaya adat Jogja lengkap dengan kondenya. Yang pake baju adat minang lengkap dengan tengkuluknya. Yang pake baju adat bali lengkap dengan bunga Kamboja. Seru banget! Tapi seringnya hari Kartini akhir-akhir ini diperingati lewat jejaring sosial. Saling berbagi tokoh inspiratif yang layak disebut sebagai Kartini zaman sekarang. Perempuan-perempuan inspiratif nggak melulu yang sudah berusia matang lho. Banyak sekali anak anak muda berprestasi yang patut disebut Kartini masa kini. Siapa saja? Let’s See

//Tebarkan Semangat Membaca
Virda Ghesela Rexady
Founder Teman Buku Palembang
“When a book walks, a dream works. Komunitas ini hadir karena panggilan untuk membuka akses jendela informasi dunia (buku), kepada anak-anak yang kurang beruntung serta meningkatkan minat baca mereka. Seperti namanya Buku Berkaki memfasilitasi koleksi bukunya untuk untuk berjalan-jalan dari suatu tempat ke tempat lain. Rendahnya budaya baca, minimnya akses untuk materi bacaan yang baik dan bermutu adalah adalah faktor utama minat baca anak-anak kita di Indonesia cukup rendah. Aksi ini merupakan upaya Teman Baca untuk mendorong semangat semua orang untuk membaca dimana pun termasuk.”

Baca Juga :  Perempuan Harus Kuat dan Mandiri

//Giat dan Usaha yang Ikhlas
Dina Lorenza
Seketaris Pimpinan (SPRIPIM)
“Perjuangan pahlawan kartini menurut pengalaman saya yaitu perjuangan ketika saya masuk pendidikan kepolisian. Kita bisa dikatakan sukses ketika sudah melakukan sebuah perjuangan yang banyak sekali rintangan yang kita lalui untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Selama saya menjadi SRIPIM dan didinaskan di Polda Sumsel, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan baik susah maupun senang tapi saya tetap lakukan apapun pekerjaannya karena semua pembelajaran ini bakalan berguna di masa depan nanti. Menurut aku kartini itu selalu berjuang tetap semangat dan tidak kenal lelah untuk menggapai cita-citanya.”

//Berjuang Untuk Anak Bangsa
Dita Rizky Anggia
Mentor Bimbel Bahasa MIPA Omega
“Ibu kita kartini adalah seorang perempuan yang rajin belajar sejak ia kecil, walaupun pada jamannya sekolah belum banyak seperti saat ini bahkan ia juga memiliki cita-cita yang tinggi. Seperti yang saya lakukan pada saat ini merupakan perjuangan seorang kartini masa kini untuk memajukan kecerdasan anak bangsa banyak pengalamaan yang bisa kita hadapi ketika menjadi seorang guru selain mendidik supaya siswa cerdas kita juga wajib mengarahkan tingkah laku yang teratur dan disiplin dilihat saya merupakan mentor Bimbel untuk anak SD. Disinilah peran saya sebagai guru sangatlah kuat dalam menghadapi tingkah laku yang berbeda-beda di setiap siswa, ada yang nurut dan ada juga yang males-malesan. Oleh karena itu, jadilah kartini yang tidak putus asa dan pantang menyerah ya generasi Z”

Baca Juga :  Perempuan Harus Kuat dan Mandiri

//Buka Usaha Bantu Ortu
Yurinda Putri Pertiwi
Owner Hijab Yu-i
“Kartini menurut aku yaitu mengurangi beban orang tua, seperti usaha yang saya tekuni yaitu busana muslim dan kerudung. Menjalankan sebuah bisnis memang tak mudah seperti membalikan telapak tangan atau tak semudah apa yang dikatakan seorang motivator. Butuh usaha dan kerja keras untuk menggapai bisnis menjadi besar dan dikenal banyak orang. Awalnya, aku sering membuat baju sendiri buat ke kampus dengan desain sendiri juga tentunya dan respon setiapkali dilihat oleh teman-teman bagus jadi aku coba-coba menjual produk yang aku buat sendiri bermodal keahlian menjahit, aku mulai mencari bahan di pasar sendiri kemudian menjahitnya lalu memasarkan baju. Baju dan hijab yang sederhana, dengan harga yang sangat terjangkau, tidak menerawang, dan menutup dada menjadi prinsip dari pembuatan brand ini. Ditambah balutan warna yang kalem nan manis membuat para muslimah tertarik untuk membelinya. Alhamdulillah, keuntungan dari usaha ini aku sisihkan untuk uang jajan atau tambahan kuliah. Positifnya kita nggak menyusahkan orang tua juga yang ada di Kayu Agung karena aku di Palembang merantau buat kuliah sekalian menjalani usaha fashion muslim ini. Jadi, kartini yang kuat deh.”

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!