Ini Kronologis Kejadian Menurut Kapolda Sumsel

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers di Mapolda Sumsel. Foto: Kris Samiadji/Sumeks.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto  menjabarkan secara rinci kronologis kejadian tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil Honda City hitam BG 1488 ON yang melintas di saat gelar razia Cipta Kondisi di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggaui Timur 1, Selasa (18/4) siang. (Baca juga: Mobil Diberondong Pakai Senapan Serbu);

Oleh personel yang melakukan razia, mobil tersebut dusuruh berhenti untuk diperiksa. “Tapi, tidak ada tanda-tanda dari mobil tersebut untuk mengurangi kecepatan dan hampir menabrak tiga personel polisi,” kata Agung.

Mobil tersebut, lanjutnya, terus melaju. Anggota sempat mencatat nopol mobil tersebut. Setelah di kroscek ke Samsat, ternyata nopol mobil tersebut tidak terdaftar di Sumsel. “Mobil itu seharusnya pelat B, milik sebuah yayasan di Jakarta,” katanya.

Karena mobil tersebut terus melaju, menerobos lampu merah, dan menyerempet mobil lainnya, anggota di lapangan bangkit. Dugaan kalau pengendaranya terkait aksi 3 C (curat, curas, dan curanmor) pun muncul. Lima personel lalu melakukan pengejaran.

Tiga anggota naik mobil Mitsubishi Kuda. Salah satunya Brigadir K. Mobil tersebut disopiri anggota Polantas. Dua lainnya naik sepeda motor. Namun, personel yang naik sepeda motor ketinggalan jauh.

Sepanjang pengejaran, anggota sudah 10 kali memberikan tembakan peringatan. Namun, tidak digubris. Mobil sedan itu, kata Agung, baru bisa dihentikan di samping Bank Mandiri Unit Simpang Priuk.

Baca Juga :  Atasi Sampah Meningkat, Siapkan 1.600 Personel

Namun, lanjutnya, setelah mobil sedan tersebut berhenti, para penumpang yang ada di dalam mobil pun tidak mau turun saat diperintahkan untuk turun. Akhirnya, terjadilah penembakan tersebut oleh Brigadir K. “Mungkin juga karena keadaan kaca yang gelap dan dinilai membahayakan. Jadi, anggota mengambil inisiatif untuk menembak,” terangnya.

Setelah pintu dibuka, baru diketahui ada delapan penumpang di mobil itu, termasuk sopir. Enam dari mereka terluka. Yakni Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas. Lalu, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan dan anaknya, Genta (2), tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang. Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri.

Dua penumpang lain, Sumarjono dan Galih luput dari peluru. Dari pemeriksaan terhadap Sumarjono, dia sudah menyuruh Diki (sopir mobil, red), untuk berhenti. “Tapi, sopirnya tidak mau dan terus tancap gas,” tukasnya.

Kata Agung, selaku pimpinan Polda Sumsel, dia tidak akan lepas tanggung jawab. Semua biaya pengobatan terhadap korban yang terluka, maupun yang meninggal dunia, menjadi tanggung jawab Polda Sumsel. “Saya perintahkan Bid Dokkes Polda Sumsel untuk mengurusnya. Kapolres Lubuklinggau juga sudah saya perintahkan menemui keluarga korban meninggal dunia di Bengkulu. Kapolres sudah bertemu langsung dengan suami korban,” kata Agung.

Baca Juga :  Akhirnya... Jalan Penghubung Diperbaiki

Dia sendiri juga sudah menjenguk Indra, korban yang dirawat di RSMH Palembang. “Kondisinya sudah sadar. Namun, sepertinya akan dioperasi dan dirawat intensif,” lanjutnya. Terhadap meninggalnya Surini, Kapolda mengucapkan turut sedih dan berduka cita.

Insiden ini, kata Agung, menjadi pelajaran penting bagi seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran. Ke depan kemungkinan akan dilakukan lagi tes psikologi. Namun dia memastikan operasi Cipta Kondisi akan terus digelar.

Pria yang satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Akpol 1987, ingin Sumsel makin kondusif. Terutama dari kejahatan 3 C. Lebih-lebih menjelang puasa dan Asian Games XVIII-2018.

“Sejak digelar operasi Cipta Kondisi pada awal April lalu, kejahatan 3 C menurun drastis. Pelaku makin banyak yang tertangkap, bahkan ada yang sampai kena penegakan hukum tegas dan terukur,” pungkasnya. (idr/vis/wek/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!