Ini Peran Para Teroris Pengeboman di Surabaya

Barang bukti bom diperlihatkan Polri dalam keterangan pers melalui layar. foto: miftahul hayat jawa pos

JAKARTA – Penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di rumah para teroris yang meledakkan bom di Surabaya mengungkap fakta bagaimana kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin Dita Oepriarto bergerak dan beroperasi.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, teroris serta terduga teroris yang diidentifikasi dan diamankan di Surabaya dan sekitarnya saling terkait.

Dita bersama anggotanya telah bersiap melakukan pengeboman bersama keluarga Tri Murtiono. Tidak heran, selang sehari dari Dita meledakkan bom bersama keluarganya menyasar tiga gereja, Tri menyusul melakukan pengeboman di Mapolrestabes Surabaya.

Di samping berperan sebagai pimpinan JAD Surabaya, menurut Setyo, Dita turut serta dalam perakitan bom. ”Yang merakit bom Dita,” ungkapnya.

Namun, tidak semua perakitan dilaksanakan di rumah Dita. Berdasar data dan fakta yang diperoleh aparat kepolisian di lapangan, sejumlah barang bukti ditemukan terpisah. Termasuk bahan baku untuk membuat bom serta bom yang sudah selesai dan siap untuk diledakkan.

Kalau Dita merakit, Anton Febrianto lebih berperan dalam pembuatan bahan baku bom. Anton tewas karena bom yang disimpan di rumahnya meledak sendiri pada Ahad (13/5) malam.

Di tempat tinggalnya di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, didapati sejumlah bahan baku bom. Mulai cairan kimia sampai serbuk bom siap ledak. Barang bukti yang sama ditemukan di tempat tinggal terduga teroris ASW, Abu Haidar alias Widodo, TM, dan Budhi Satrijo.

Baca Juga :  Akhirnya... Buronan ini Ditangkap

Nama terakhir adalah terduga teroris yang ditembak polisi di Puri Maharani, Sidoarjo. Dari data yang diterima Setyo, Budhi juga punya peran khusus sebagai pengumpul dana. ”Perannya adalah penampung dana yang digunakan kelompok JAD Surabaya,” imbuh Setyo.

Peran tersebut dijalankan Budhi sesuai arahan Dita. Belum diketahui pasti sumber dana yang ditampung Budhi. Sebab, sampai saat ini petugas yang bekerja di lapangan masih terus mendalami sejumlah data. ”Mungkin dari anggotanya,” tambah dia. (mir/edi/syn/c11/ang)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!