Ini Persentase Dana Pengadaan Test Event AG

Listiyanto.

JAKARTA – Jadwal test event yang serentak dilaksanakan pada Februari tahun depan membuat Panpel Asian Games (AG) 2018 alias INASGOC dikejar waktu. Mereka harus ready siapkan peralatan dan venue untuk test event. Situasi ini membuat Koordinator Procurement (pengadaan barang) INASGOC Listiyanto bekerja keras. Sebab, peralatan yang didatangkan dari luar negeri harus sudah bisa dipakai sebelum kegiatan pemanasan Asian Games itu dilaksanakan.

“Jika dengan prosedur normal, waktu yang tersedia gak akan cukup. Karena itu di kami ada pengecualian dari Perpres 54 dan dibuatkan aturan sendiri untuk pengadaan barang di Asian Games. Kami perlu akrobatik untuk menyelesaikan pengadaan sesuai jadwal tapi prinsip-prinsip bersih tetap harus dikedepankan. Tidak ada titipan, tidak ada fiktif dan tidak ada manipulatif,” terang Listiyanto di Jakarta.

Dikatakannya, kurang lebih pengadaan barang INASGOC untuk Asian Games kurang lebih sebanyak delapan kontainer. Nanti barang diantar dengan kapal. Untuk saat ini, pengadaan barang baru sedot 14 persen dari dana yang dianggarkan sebanyak Rp2 triliun. Pengadaan barang ini termasuk di dalamnya peralatan untuk venue panjat tebing yang akan gamenya akan dilaksanakan di Jakabaring Sport City Palembang.

Untuk di Palembang, ada dua venue yang masih harus dikejar. Selain panjat tebing juga ada boling yang harus diselesaikan sebelum test event dilaksanakan. Hanya, pembiayaan dua venue ini beda karena berasal dari swasta. Dana pengadaan barang ada di Lembaga Pengelolaan Dana untuk Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora setelah menerima bantuan dari swasta.

Baca Juga :  Ustaz ini Ceramah di Empat Lokasi di Satu Kota

“Boling dan Panjat Tebing akan selesai saat test event. Yang menjadi masalah, pemakaian venue boling harus mendapatkan sertifikasi dari badan boling dunia. Sertifikasi dilakukan 9 bulan sebelum Asian Games dilaksanakan. Artinya, penilaian harus dilakukan November ini. Inilah yang akan terus kita kejar,” jelasnya.

Untuk pengadaan barang, jelas Listiyanto, ada penunjukan langsung dan lelang. Penunjukan langsung dilakukan jika penyedia barang masuk dalam rekomendasi Dewan Olimpiade Asia (OCA). Misal time scoring yang harus pakai merk Swiss Timing. Sementara yang masih masih ada alternatif lain atau tidak masuk dalam rekomendasi OCA bisa lakukan lelang dengan perusahaan terbatas.

“Barang yang sudah selesai dipakai di Asian Games bisa dikembalikan jika statusnya sewa. Jika menjadi properti negara kembali ke Kemenpora. Dari Kemenpora terserah apakah mau dihibahkan ke cabang olahraga atau bagaiamana, itu kewenangan Kemenpora,” jelas anggota TNI AL yang dipercaya dalam pengadaan barang dan jasa di Kementerian Pertahanan ini. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!