Ini Target Mendagri Soal e-KTP

Ilustrasi. foto: dok sumeks.co.id

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan pada Oktober mendatang data perekaman e-KTP dapat rampung sepenuhnya. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut ada sisa lebih kurang 7 juta bagi warga negara Indonesia yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Tjahjo menekankan dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di daerah-daerah bergerak cepat dalam menyelesaikan target. “Bagi dinas dukcapil kabupaten/kota yang ada kesulitan pencetakan segera hubungi ke Ditjen Dukcapil di jakarta langsung dan segera agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar,” ujarnya kemarin (16/7).

Ia meminta disdukcapil mendatang masyarakatnya yang belum melakukan perekaman EKTP. Partisipasi kehadiran masyarakat dan cepatnya pelayanan dukcapil diseluruh Pemda Kab/Kota akan mempercepat selesainya perekaman data e-KTP bagi WNI.

Tjahjo menginformasikan blanko EKTP per awal Juli 2017 sudah tercetak semua 7 juta. “Blanko ektp yg sudah kami distribusikan ke seluruh Indonesia sejak April 2017 sejumlah 5.985.000 keping. Pencetakan di daerah sampai 6 Juni 2017 sejumlah 1.616.917 keping. Atau baru 27 persen blanko terpakai. Data kami menunjukkan bahwa masih ada 4.368.083 keping blanko di daerah,” ungkapnya.

Di luar data diatas ada 22 kabupaten/kota yang pencetakannya masih di bawah 15 keping. Ditjen Dukcapil Kemendagri minta Pemerintah Provinsi memonitor perkembangan perekaman EKTP kabupaten/kotanya. Selain itu Kemendagri mengakui proses perekaman terhambat dengan adanya kasus korupsi yang melanda.

Baca Juga :  Miryam Lebih Baik Menyerahkan Diri

“Kemendagri percaya kepada KPK Akan mempercepat proses hukum terkait korupsi mark up EKTP dengan asas praduga tdk bersalah yang setidaknya menyebabkan lambatnya pelayanan EKTP yang seharusnya selesai di tahun 2014,” tandasnya. (ran)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!