Ini Tradisi Musim Buah di Muratara

Tradisi "Ngadang Dian" warga Muratara. foto: istimewa

RUPIT – Menunggu durian runtuh, ternyata tidak hanya menjadi simbol peribahasa semata. Durian runtuh atau ‘Ngadang Dian’ merupakan salah satu tradisi yang saat ini masih sering dilakukan masyarakat di Kabupaten Muratara.

Sunardi, warga Desa Noman Lama, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, menuturkan musim durian waktu yang dianggap istimewa oleh masyarakat, khususnya di wilayah Muratara. Tidak jarang, warga sengaja mendatangi kebun mereka, selama beberapa minggu setiap malam.

“Sampai Subuh kalau musim dian (durian), bahkan lebih banyak aktivitas masyarakat di kebun daripada di kampung,” kata Sunardi, Kamis (5/7).

Menurutnya, tradisi ini berkembang sudah cukup lama dan dipengaruhi oleh beragam faktor. Diantaranya, masih banyaknya warga memiliki kebun durian dan merawat warisan leluhur. Rata-rata durian yang dimiliki masyarakat merupakan tanaman warisan yang sudah ditanam sejak puluhan tahun lalu.

“Pohon dian dari ditanam sampai berbuah waktunya sekitar 5-7 tahun. Kalau nanam dari sekarang mungkin belum tentu kita sampai 7 tahun lagi bisa menikmatinya, jadi untuk menghargai itu, kami biasanya sengaja melakukan tradisi “ngadang dian,” katanya.  (cj13)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!