ISG Dianggap Sebagai Paket Try Out

Alex Noerdin, CdM kontingen Indonesia beri semangat para atlet ISG di Jakarta, Minggu (7/5). Foto: Kumaidi/Sumeks.

Semua event yang diikuti muaranya ke olimpiade sebagai target terbesar. Kemudian menuju ke sana ada event-event di bawahnya, apakah kejuaraan dunia di masing-masing cabor, lalu Asian Games, SEA Games, juga ISG. “Untuk ISG sesuai target Satlak PRIMA harus masuk lima besar karena gak mungkin kita selalu menjadi juara umum di setiap multievent,” terang Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir.

Kasatlak PRIMA Ahmad Sutjipto menjelaskan, akan serius memelototi penampilan atlet di Islamic Solidarity Games (ISG) IV Baku, Azerbaijan, pada 12-22 Mei ini, karena menjadi tolok ukur persiapan menuju Asian Games 2018.

Karena itu, pihaknya akan melakukan penilaian terhadap presentase kemenangan setiap atlet. Untuk melengkapi data performa atlet sebagai bahan evaluasi persiapan atlet, Satlak PRIMA juga akan melakukan “post games analysis” setelah ISG.

“ISG ini kami anggap sebagai paket try out untuk cabang-cabang. Nanti tentu akan ada pengukuran yang akan dilakukan seperti “post game analysis” guna melihat kekuatan dan kelemahan atlet saat memasuki satu tahun jelang Asian Games 2018,” jelasnya.

“Setiap kejuaraan atau multievent internasional tujuannya banyak, tapi salah satunya ya itu tadi untuk mengukur calon lawan dan melatih ketangguhan mental atlet di lingkungan yang tidak bersahabat,” lanjutnya.(kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!