Israel Pasang Detektor di Masjid al-Aqsa, Jamaah Shalat di Luar

Warga Palestina beribadah shalat diluar Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP

Pasukan keamanan Israel menerapkan langkah-langkah keamanan di kompleks Masjid al-Aqsa setelah terjadi insiden baku tembak yang menewaskan lima orang. Pasukan itu sempat menutup kompleks selama dua hari dan membukanya kembali dengan sistem keamanan lebih ketat.

Langkah-langkah keamanan itu tentu mendapat tantangan keras dari warga Palestina khususnya petinggi masjid. Mereka menolak untuk salat di dalam setelah masjid dipasangi detektor logam dan kamera pengawas jarak dekat.

Puluhan jemaah menunjukkan penolakan dengan cara berkumpul di pintu masuk kompleks dekat Lions Gate hingga ke Kota Tua untuk melaksanakan shalat. Mereka melakukan itu karena menilai antisipasi keamanan dilakukan Israel menyalahi hak umat Islam.

“Penutupan kompleks Masjid al-Aqsha, pendudukan itu sendiri, dan pencegahan seruan salat sangat tidak adil bagi kami. Ini juga melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kesepakatan internasional,” kata direktur al-Aqsa, Omar Kiswani, seperti dilansir dari laman Al-Jazeera, Senin (17/7).

“Kami meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas perubahan yang mereka lakukan terhadap Masjid al-Aqsa. Mereka telah mengambil alih kendali kami dan kami akan tetap tinggal di luar masjid sampai mereka mengembalikan tempat ini seperti semula,” sambungnya.

Ini merupakan kali pertama kompleks tersebut ditutup untuk salat setelah 48 tahun. Bahkan yang lebih memilukan, jemaah yang hendak salat kini malah diharuskan untuk melewati serangkaian pemeriksaan sebelum masuk ke masjid.

Baca Juga :  Palembang Kembali Berkabut

“Kami tidak membenarkan apa yang terjadi saat ini. Ini masjid kami dan kami menolak untuk masuk melalui gerbang elektronik. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi kepada kami,” kata Abu Mohammed, pemilik klinik kecil di kompleks itu.

Sebagai informasi, langkah keamanan ini dilakukan atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan bahwa Israel harus mengambil kendali sepenuhnya atas insiden terjadi di kompleks tersebut untuk mencegah serangan di masa depan. (AJ/int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!