Jalan Via Gumay Ulu Terancam Rusak Parah

PERBAIKI: Jembatan endikat yang menghubungkagn Lahat-Pagaralam baka segera diperbaiki. Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

LAHAT – Perbaikan jembatan endikat Lahat- Pagaralam yang direncanakan April diundur menjadi Juli 2018. Ketika perbaikan tersebut, otomatis akses jalan dipindahkan ke Muara Siban via Gumay Ulu-Pagaralam yang merupakan jalan provinsi.

Intensitas dan kuantitas kendaraan yang tinggi tentu akan mempercepat kerusakan jalan via Gumay Ulu. Terkait hal itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengupayakan agar adanya perbaikan jalan tersebut.

“Seharusnya memang satu paket, jangan sampai jalan yang satu diperbaiki namun jalan lainnya menjadi rusak,” ungkap Alex Noerdin didampingi Pjs Bupati Lahat Marwan Mansyur ditemui saat meresmikan Masjid Muhajirin 2, Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Lahat, Kamis (19/4).

Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sumsel, Ir Rusman MM, melalui Zulkarnain PPK09 pelaksanaan jalan nasional batas Kota Lahat-sp. Air dingin-Pagaralam-batas. Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V, melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Sumsel, menjadwalkan 1 Juli ruas jalan nasional Lahat-Pagaralam akan ditutup total. Lantaran adanya perbaikan jembatan endikat penghubung Lahat – Pagaralam.

Selanjutnya disambung dengan perbaikan alinyemen liku lematang, namun bisa dilalui kendaraan tonase remdah. Adanya penutupan itu, otomatis akses Lahat-Pagaralam akan dialihkan melalui jalan provinsi Muara Siban-Gumay Ulu-Simpang Bacang. Atau melalui Tebing Tinggi. Lantaran rehap jembatan atau pun pelebaran jalan yang sejak tahun 2010 berstatus jalan nasional itu, tidak bisa dilakukan separuh.

Baca Juga :  Jembatan Endikat Ditutup Total

Pantauan di lapangan, saat ini telah dibuat spanduk terkait rencana perbaikan endikat. Untuk kendaraan hanya bisa satu arah. Jembatan Endikat dengan panjang 50 meter dan lebar 5 meter, rusak serius sejak 2017 lalu itu akan mendapat rehab lantai, dengan lucuran dana APBN mencapai Rp 6 miliar. Sementara untuk perbaikan liku lematang mengeluarkan
dana mencapai 19 miliar. Pelebaran tepi jurang Lematang dari lima meter menjadi 11 meter.

Menurut Rusman, pelebaran jalan yang diterapkan di Tebing Lematang menggunakan teknologi baru. Dimana jalan akan menggantung di atas jurang. “Pertama di Sumsel (jalan menggantung di atas jurang), meniru yang telah digunakan di Aceh,” jelas Rusman.(gti)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!