Jangan Buru-Buru Lagi

Mahamadou N diaye

GIANYAR – Tiket final Piala Presiden 2018 tersisa satu. Sriwijaya FC ataukah Bali United pemiliknya? Kedua kesebelasan punya peluang sama melaju ke partai puncak pada turnamen pra-musim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2) nanti.
Siapa pemenang dalam partai semifinal leg kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, malam ini (Live Indosiar, pukul 19.30 WIB) akan berjumpa Persija Jakarta. Sebelumnya pada semifinal Macan Kemayoran, julukan Persija, singkirkan PSMS Medan dengan agregat 5-1.
Sementara hasil leg pertama Sriwijaya FC kontra Bali United di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Minggu (11/2) berakhir imbang 0-0 (0-0). Dengan hasil kacamata sejatinya membuat Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, bisa sedikit bernapas lega.
Hal ini karena agregat gol tandang masih sama kuat. Yang menjadi berbahaya, jika Bali United kebobolan dulu maka klub kebangaan masyarakat Sumsel bisa aman dengan keunggulan gol tandang. Jika hasil akhir imbang 1-1, 2-2 dan seterusnya maka Hamka Hamzah dan kolega bisa melenggang ke final.
Melihat pertemuan pertama, skuat asuhan Rahmad Darmawan tampil dominan. Hal ini yang perlu menjadi perhatian skuat asuhan Hans Peter Schaller di leg kedua. Tetapi di sisi lain, Serdadu Tridatu, sebutan Bali United, memiliki keuntungan dengan bermain di kandang sendiri. Ada pemain ke-12 yakni suporter yang bisa memberi semangat.
Sriwijaya FC punya keuntungan dari segi stamina. Ya, tuan rumah sehari sebelum duel harus lakoni laga perdana penyisihan Grup G AFC Cup 2018, kontra wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion I Wayan Dipta. Walaupun mereka hanya menurunkan pemain pelapis demi tiket final Piala Presiden.

Baca Juga :  Masih Kurang Stabil

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengatakan, memenangkan pertandingan bukanlah hal yang tidak mungkin. Meskipun dia tahu jika Bali United merupakan salah satu tim kuat di ajang Liga 1.

“Mereka runner up di musim lalu. Artinya secara kualitas, jauh di atas kita. Tetapi tidak ada hal yang tidak mungkin. Sulit iya, tapi kita akan menangkan pertandingan besok,” kata RD, sapaan akrabnya.

Mantan arsitek Persipura dan Arema Malang ini memotivasi anak asuhnya. Saat ini yang menjadi prioritasnya adalah bagaimana Hamka Hamzah dan kolega bisa memaksimalkan setiap peluang lewat organisasi permainan. Menjaga tempo serta keseimbangan dalam menyerang dan bertahan.

“Ada ketergesa-gesaan yang membuat kita kurang bisa merangkai tempo, termasuk dalam penyelesaian akhir. Ini yang jadi evaluasi dan saya harap tidak lagi terjadi di pertandingan besok (hari ini, red),” ujarnya.

Sementara itu, di sesi prematch conference, pelatih Rahmad Darmawan digantikan Francis Wewengkang. Kepada awak media di Bali, ia seolah menutupi strategi apa yang akan diturunkan . Hanya menurut Francis, Sriwijaya FC akan bermain seperti biasa.

“Kita lakukan persiapan seperti biasa dan akan bermain seperti biasa juga. Satu pemain absen akibat akumulasi, Manuchehr Jalilov, tapi kami sudah siapkan pengganti,” katanya. Me-review pertandingan melawan Bali United di Palembang, Francis mengakui jika Sriwijaya FC kesulitan mencetak gol.

Baca Juga :  Ayo Nobar di Graha Pena

Tidak hanya strategi parkir bus yang dipakai, tetapi Bali United secara tim memang telah kompak dan sulit untuk dikalahkan. Terlebih kali ini bermain di kandang meski menurut Francis mental skuat Jakabaring sedang bagus-bagusnya.

“Main di kandang tidak jadi ukuran pasti menang. Kita akan berupaya maksimal di pertandingan leg kedua. Tentu kita akan gunakan strategi sesuai dengan kemampuan pemain yang akan kami turunkan nanti (last minute),” ungkapnya.

Sementara itu, Yu Hyun Koo gelandang Sriwijaya FC mengungkapkan jika skuat Jakabaring siap untuk menaklukkan Bali United di hadapan fansnya. Oleh karena itu, ia berharap segala sesuatunya berjalan dengan lancar. “Kita akan berupaya maksimal nanti. Kita semua ingin menang. Karena itu semua sudah berniat memberikan yang terbaik di pertandingan besok (hari ini, red),” tukasnya.

Hans Peter Schaller pelatih Bali United di ajang Piala Presiden juga tidak ingin menerapkan strategi bertahan lagi. Pola menyerang adalah strategi terbaik jika ingin memenangkan pertandingan. Formasi 3-5-2 tidak akan diterapkan untuk meredam gempuran Laskar Wong Kito.

Hanya minus bek sayap I Made Andhika Wijaya yang terkena akumulasi kartu kuning tidak akan menurunkan kekuatan Serdadu Tridatu. Jadwal pertandingan yang sangat mepet juga tidak ada pengaruhnya sama sekali.
“Jadwal yang sagat padat. Tetapi kami bersyukur dengan hasil di leg pertama. Kami akan berjuang semaksimal mungkin besok (hari ini, red) dan saya minta dukungan penuh suporter untuk memenuhi Stadion Dipta,” ucap Hans Peter Schaller saat konfernsi pers di Dante Guest House, Gianyar Selasa siang (13/2).
Di leg pertama lalu, Bali United seakan masih membaca bagaimana strategi dari Sriwijaya FC. Itu sebabnya, persiapan sudah dilakukan dengan sebaik mungkin meskipun Fadil Sausu dkk tidak memiliki jadwal recovery yang maksimal. “Sriwijaya ini tim yang tangguh dan kami harus mengantisipasi serangan mereka dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Pelatih berpaspor Austria tersebut langsung menargetkan Bali United agar bisa melaju ke babak final Piala Presiden untuk pertama kalinya. “Kami sudah melangkah sejauh ini dan kami ingin melaju ke final untuk melawan Persija Jakarta lagi,” ucapnya. (aja/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!