Januari Fokus Garap Atlet

Menpora Imam Nahrawi. Foto: JPG

JAKARTA – Kemenpora mulai fokus menggarap atlet untuk Asian Games 2018 setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak PRIMA) dibubarkan 19 Oktober lalu. Januari tahun depan, para atlet sudah bisa mengoptimalkan program pelatnas. Ini setelah penyesuaian administrasi antara cabang olahraga dengan Kemenpora sebagai imbas munculnya Perpres Perpres No. 95/2017 tentang pembubaran Satlak PRIMA diselesaikan.

“Perpres sudah mulai jalan. Per 1 Januari 2018, 40 cabor terbiayai penuh baik akomodasi, uang saku, kemudian training camp dan fasilitas alat latih dan tanding,” ungkap Menpora Imam Nahrawi usai membuka Santri Preneur Expo 2017 di Lapangan Lembu Peteng, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis malam (7/12).

Sebagaimana diketahui, setelah terbitnya Perpres 95/2017 pada 19 Oktober lalu, Kemenpora menjadi lembaga yang bertanggung jawab penuh dengan persiapan dan kesuksesan atlet meraih medali di Asian Games 2018. Sebagai persiapan, Kemenpora memaksimalkan waktu sampai Desember untuk mengurus administrasi. Mulai dari penyusunan program dan anggaran dengan pengurus besar masing-masing cabang olahraga, hingga cocokkan beban target medali.

Di Asian Games ke-18 nanti, Kontingen Indonesia dibebani masuk peringkat 10 besar dalam perolehan medali. Perkiraan awal, untuk bisa merealisasikan target, minimal harus mengoleksi 10 emas. Emas sebanyak itu diharapkan bisa dikoleksi minimal dari 16 cabang olahraga.

Di antaranya angkat besi, atletik, balap sepeda, bola boling, bridge, bulu tangkis, dayung, jet ski, judo, karate, kano, menembak, panahan, panjat tebing, paralayang, pencak silat, renang, soft-tenis, taekwondo, tinju, voli pantai, dan wushu. Di Asian Games 18, sebanyak 42 cabang olahraga dipertandingkan dengan total 462 emas diperebutkan.

Jika dihitung dengan pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018, atlet Indonesia secara resmi serentak siapkan pelatnas untuk Asian Games ke-18 ini selama tujuh bulan. Menpora menjamin, kondisi ini tidak menggambarkan keterlambatan dalam persiapan atlet.

“Enggak ada keterlambatan. Semua berjalan baik dan 2017 sudah tuntas. Baik soal administrasi yang sempat terganggu. Semua berjalan dengan baik karena saya langsunh handle dan tanggung jawab atas Perpres itu,” terang Menteri asal Bangkalan itu.

Menpora menjelaskan, progres Asian Games dilakukan secara bertahap. Rapat terus dilakukan untuk membahas secara teknis penyelenggaraan, progres infrastruktur, dan persiapan prestasi. Teknis ini langsung dikomandani oleh Wapres Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah.

“Sehingga semua kita tidak pernah berhenti untuk akselerasi, percepatan, dan koordinasi satu sama lain. Karena ketika bicara infrastruktur, kaitannya dengan penyelenggaraan, ketika bicara penyelenggaraan bagaimana dengan atlet. Nah ini yang tidak pernah berhenti dikoordinasikan,” jelasnya. (kmd/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!