Jarak Tower Tinggal 3 Meter, Penambang Liar Masih Beraktivitas

MURATARA – Aksi penambang liar di Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit, masih terus berlangsung. Padahal, sudah beberapa kali pemerintah mengeluarkan surat teguran.‎ ‘’Dampak penambangan liar ini menimbulkan cekungan di dasar sungai, akibatnya aliran sungai semakin deras,’’ ujar Zami, warga Karang Dapo.

Akibatnya, bibir sungai terus tergerus, bahkan sudah ada beberapa permukiman warga yang nyaris terjun ke sungai, termasuk tower sutet di sekitar lokasi tambang. “Informasinya, tambang itu akan ditutup pemerintah, tapi sampai sejauh ini masih terlihat aktivitas di lokasi itu. Posisi tower saat ini 3 meter lagi dari sungai,” katanya, kemarin (17/7).

Kabag Tapem Pemda Muratara, Firdaus Haris mengaku, sudah melayangkan surat peringatan terakhir terhadap pemilik tambang ilegal itu untuk segera menghentikan aktivitas mereka. ‘’Aktivitas penambang liar ini sangat membahayakan aset milik negara, seperti tower sutet di sekitar lokasi, jalan penghubung kecamatan, dan permukiman warga,’’ katanya.

Jika para penambang tetap tidak mengindahkan peringatan yang sudah dikeluarkan pemerintah, pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk melakukan penindakan. “Ini bukan masalah peduli tak peduli terhadap masyarakat. Tower itu sangat vital. Jadi kalau terjun ke sungai, siapa yang akan bertanggung jawab,” timpalnya.

Baca Juga :  Pindah ke Kamp Pengungsi, Warga Irak Seberangi Sungai Tigris

Kapolres Mura, AKBP Pambudi mengaku, sudah melakukan rapat terpadu dengan Pemda Muratara terkait aktivitas tambang ilegal itu. Untuk penindakan, akan dilaksanakan secara sistematis melibatkan seluruh unsur negara, seperti pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, dan instansi lainnya. ‘’Kita sudah memberikan imbauan. Kita kedepankan penindakan secara persuasif karena ada pertimbangan dari berbagai aspek,” terangnya.

Untuk penindakan, mereka masih menunggu persetujuan bupati Muratara. Karena permasalahan ini, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama. “Kita upayakan dulu pendekatan karena itu masyarakat kita juga. Sekarang kita masih menunggu SK dari bupati,” tutupnya. (cj13/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!