Jelang Pembukaan Kedubes di Yerusalem, AS Malah ‘Ketar-Ketir’

Seorang pekerja menggantung tanda jalan yang mengarah ke kedutaan AS, di wilayah konsulat AS di Yerusalem, 7 Mei 2018. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun

YERUSALEM – ’ Tuhan memberkati Presiden Donald Trump ’. Kalimat itu ditulis dalam ukuran besar dan terpampang di depan kantor baru Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Di berbagai titik, penanda jalan menuju kantor tersebut juga sudah dipasang. Besok (14/5) gedung baru itu diresmikan. Bertepatan dengan 70 tahun berdirinya Israel sebagai negara.

Sejak Trump menyatakan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem, penduduk Israel terus mengelu-elukannya. Meski begitu, Trump tidak akan hadir dalam upacara pembukaan kedutaan. Sebagai ganti, dia menyiapkan video berisi rekaman pidatonya.

Rombongan dari AS yang datang adalah putrinya, Ivanka Trump, dan penasihat senior Trump sekaligus suami Ivanka, Jared Kushner.

Turut hadir Wakil Menteri Luar Negeri John J. Sullivan dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Panitia menyebarkan sekitar 800 undangan.

Warga Palestina sudah bersiap melakukan aksi dua hari di Ramallah pada 14–15 Mei. Datangnya Ramadan keesokan hari diprediksi membuat situasi bertambah panas.

’’Ada harga yang harus dibayar untuk pembukaan kedutaan besar AS di Yerusalem dan itu sepadan,’’ kata Menhan Israel Avigdor Lieberman. Untuk sementara, hanya 50 staf yang bekerja di kantor baru kedutaan besar tersebut.

Hari ini warga Israel mengadakan perayaan tahunan Yerusalem Day. Itulah peringatan bersatunya Yerusalem Timur dan Barat di bawah kekuasaan Israel.

’’Ini adalah Mei yang paling berbahaya sejak 1967,’’ ujar seorang mantan kepala intelijen Israel sebagaimana dikutip The Atlantic.

Dia merujuk pada perang enam hari antara negara-negara Arab melawan Israel yang berlangsung mulai 5 Juni 1967. Akhir dari perang tersebut, Israel berhasil menduduki Yerusalem Timur. (sha/c14/pri)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!